Berita

10 Perusahaan Bakrie Group Untuk Pilihan Investasi Saham

Beberapa hari ini banyak muncul pemberitaan mengenai Ardi Bakrie sebagai pimpinan di beberapa perusahaan Bakrie Group. Dia dan istrinya sedang mengalami penyidikan atas sebuah kasus.

Ardi Bakrie merupakan wakil komisaris di dua perusahaan media, yaitu PT Visi Media Asia Tbk (VIVA), PT Intermedia Capital Tbk. (MDIA). Ini adalah dua dari sepuluh perusahaan yang ada di bawah Bakrie Group.

Semua orang pasti tahu siapa pemilik Bakrie Group, seorang politisi senior dan juga pengusaha top Aburizal Bakrie. Memiliki 10 perusahaan tentu membuatnya tajir melintir ya gaes.

Selain dua perusahaan di atas, masih ada 8 perusahaan yang terafiliasi Grup Bakrie dan tercatat di Bursa Efek Indonesia. PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG), PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS), PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk. (UNSP).

Selanjutnya ada PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Bakrieland Development Tbk (ELTY).

Penasaran kan bagaimana profil 10 perusahaan yang ada di bawah Bakrie Group ini. Sekarang kita akan mengulas semuanya dan siapa tahu Anda berminat untuk ikut investasi di salah satunya.

1. PT. Visi Media Asia Tbk (VIVA)

Dilansir dari laman resmi, perusahaan ini berdiri pada tahun 2004. PT Visi Media Asia Tbk. (“VIVA“ atau “Perseroan“) adalah perusahaan media konvergensi dengan konsep integrasi antara televisi dan internet.

Perusahaan sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak November 2011 dengan kode saham di IDX yaitu VIVA. Pada tahun 2001, harga sahamnya cenderung stabil di angka Rp. 50 sampai Rp 60 per slot.

PT Visi Media Asia telah memposisikan dirinya sebagai inovator di sektor media melalui strategi yang berfokus kepada micro-targeting, sinergi, serta konvergensi 360°.

Kegiatan usaha Perseroan meliputi stasiun televisi Free- to-Air (FTA) dan portal digital yang berkembang pesat dengan dukungan media sosial dan kegiatan off-air sehingga mencakup semua platform media.

Fokus pada inovasi konten yang berkelanjutan untuk meningkatkan engagement, yaitu pemirsa dapat mengakses konten yang inovatif dan menarik melalui televisi FTA, aplikasi mobile serta online streaming.

Baca yuk, 4 Instrumen investasi save heaven

VIVA juga memanfaatkan platform media sosial termasuk Twitter, Facebook, Instagram, dan Youtube untuk mendapatkan interaksi dari pemirsa setianya.

VIVA telah berhasil mempertahankan status ANTV sebagai stasiun televisi hiburan Tier-1 dan tvOne sebagai stasiun televisi berita andalan.

VIVA juga mengelola satu stasiun tv khusus mengenai olahraga, yaitu SportOne. Sayangnya SportOne hanya bisa dinikmati pada layanan tv berbayar. Padahal ini bisa menambah jumlah pemirsa yang hobi menyaksikan pertandingan olahraga.

Viva juga berhasil mengembangkan sejumlah aset digital antara lain melalui VIVA Networks sejalan dengan strategi VIVA untuk senantiasa meningkatkan engagement dengan pemirsa.

Jika Anda sering melihat iklan halaman viva.co.id di media sosial, itu adalah portal media online andalan dari PT Visi Media Asia.

Dalam membangun ekosistem media yang kompleks, perusahaan juga membuat beberapa anak perusahaan.

Digital Media Asia, fokus pada bidang usaha layanan TV berbayar yaitu VIVASky. Pengembangan layanan Direct To Home yang konvergen bertujuan untuk menjadi perusahaan media terkemuka dan dominan di Indonesia.

Asia Global Media, fokus pada pengembangan teknologi informasi untuk bidang media konvensional maupun digital. Juga menjalin kemitraan dengan perusahaan media luar negeri yang ingin melebarkan sayap media di Indonesia.

2. PT Intermedia Capital Tbk (MDIA)

Perusahaan ini berdiri pada tahun 2008. Awalnya bernama PT Magazine Asia yang kemudian berubah pada tahun itu juga menjadi PT Intermedia Capital. Mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2009.

PT Intermedia Capital mempunyai anak perusahaan yang bergerak di bidang jasa konsultasi dan manajemen media dengan nama PT Intermedia Persada Nusantara. Sebagaimana laizmnya anak perusahaan, tentu semua kepemilikan saham dimiliki oleh perusahaan induk.

PT Intermedia Capital mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 11 April 2014 dengan kode perdagangan saham MDIA. Pergerakan saham relatif stabil di angka Rp 50 – Rp 60 per lot saham.

MDIA merupakan induk usaha dari PT Cakrawala Andalas Televisi (ANTV). Ini adalah salah satu dari 10 televisi teresterial penerimaan tetap tidak berbayar di Indonesia yang memiliki izin bersiaran secara nasional.

Memasuki era digital, PT Intermedia Capital telah menerapkan strategi konvergensi pada stasiun ANTV untuk pertumbuhan penonton dengan konten-konten yang dapat dinikmati anytime, anywhere dan with any device. Strategi ini untuk memberikan pengalaman menonton yang fleksibel bagi pemirsanya.

PT Intermedia Capital memiliki visi “Menjadi perusahaan media yang kompetitif dan unggul dalam menghibur seluruh keluarga Indonesia”.

Perusahaan memiliki tagline “Mendukung pengembangan karakter bangsa Indonesia dengan spirit kreativitas dan inovasi dengan menyajikan program-program televisi yang menarik dan berkualitas kepada anggota keluarga Indonesia”.

Baca yuk, 5 Daftar Saham yang Mendekati Harga Terendah

Tagline tersebut mewujud dalam acara – acara yang disiarkan melalui stasiun ANTV. Sebagian besar acaranya fokus pada program keluarga, anak-anak, dan hiburan.

Dengan fokus pada beberapa program tersebut, berhasil menempatkan ANTV dalam jajaran Tier 1 station televisi FTA Indonesia.

ANTV merupakan satu-satunya stasiun televisi yang menayangkan bahasa isyarat dalam program berita “Topik Pagi”.

3. PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG)

Sebuah perusahaan yang menjalankan usaha dalam bidang perdagangan, jasa dan pertambangan, serta jasa manajemen dibidang pertambangan minyak dan gas bumi.

PT Energi Mega Persada memiliki wilayah operasi di Indonesia dan Mozambik. Kegiatan usahanya antara lain eksplorasi, pengembangan dan produksi minyak mentah, gas bumi, dan gas metana batubara.

EMP berdiri pada tahun 2001 dan telah menjadi perusahaan publik yang melantai di Bursa Efek Indonesia sejak 2004 dengan kode ENRG. Harga sahamnya di tahun 2021 stabil pada nilai Rp. 125 – Rp.135.

PT Energi Mega Persada melakukan pengolahan di 8 wilayah minyak dan gas bumi: Bentu, Korinci Baru, Selat Malaka, Tonga dan Gebang di Sumatera; Kangean di Jawa Timur; Sanggatta II di Kalimantan Timur; dan Buzi di Mozambik.

Perusahaan menerapkan keterampilan yang tinggi dalam pengelolaan reservoir, penggunaan teknologi modern dan teknik pengeboran yang inovatif untuk mengeksplorasi dan memproduksi minyak dan gas alam di area lebih dari 22.000 km2.

PT EMP adalah pemasok gas bumi utama di wilayah Jawa Timur dan Sumatera yang sedang berkembang pesat, baik untuk pembangkit listrik melalui Perusahaan Listrik Negara (PLN) maupun untuk persediaan pakan untuk kebutuhan industri.

Dalam menjalankan usaha, PT EMP membuat beberapa anak perusahaan. Yaitu PT EMP Tonga, PT EMP Energi Indonesia, EMP Energy Ltd dan EMP Holdings Singapore Pte Ltd.

4. PT. Bumi Resources Tbk (BUMI)

Perusahaan berdiri sejak 26 Juni 1973 yang bergerak di bidang pertambangan. Melantai sejak tahun 1990, harga sahamnya di tahun 2021 ada di angka Rp. 60 hingga Rp 70.

Ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi eksplorasi dan eksploitasi kandungan batubara (termasuk pertambangan dan penjualan batubara) dan eksplorasi minyak.

Dalam menjalankan kegiatan eksplorasi, PT BUMI mempunyai 3 anak perusahaan yang masing – masing memegang satu lokasi proyek.

PT Kaltim Prima Coal (KPC) adalah perusahaan penambangan batubara yang berlokasi di wilayah Sangatta, Kalimantan Timur, Indonesia. KPC mengoperasikan Penambangan terbuka terbesar di dunia.

KPC mengelola area penambangan seluas 90.938 hektar. Mempunyai 5.200 karyawan dan 21.500 personel dari kontraktor dan perusahaan terkait, kapasitas produksi KPC mencapai lebih dari 50 juta ton per tahun.

PT Arutmin Indonesia merupakan penyedia batubara pilihan untuk pembangkit listrik dan pabrik industri di Asia dan pasar dunia.

Baca juga, Apa itu saham Gorengan?

Tambang Arutmin ada di pulau Kalimantan, yaitu Satui, Senakin, Batulicin, Kintap, dan Asam-Asam. Tambang menghasilkan variasi produk batubara seperti Batubara berkualitas tinggi, batubara peringkat rendah yang ramah lingkungan dan produk campuran untuk memenuhi spesifikasi pelanggan.

PT Pendopo Energi Batubara (PEB) eksis sejak tahun 1995 dan telah memiliki Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu bara (PKP2B) Generasi tiga dengan Pemerintah Republik Indonesia. Lokasi tambang PEB ada di Muara Enim dan PALI, Sumatera Selatan

PEB memiliki lahan konsesi seluas 17.840 hektar dengan ijin operasi selama 30 tahun, sejak 5 Mei 2009 sampai 4 Mei 2039. Dengan opsi perpanjangan ijin selama 2×10 tahun.

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh konsultan pertambangan independen dengan metode JORC, PEB memiliki sumber daya batu bara yang potensial sebesar 2,3 miliar ton dan 1,3 miliar ton cadangan batu bara. Feasibility study dan izin produksi dengan kapasitas 7,6 juta ton pertahun.

Saat ini PEB bersama mitra strategis dari Cina, Jepang dan Korea sedang pada tahap studi lebih lanjut untuk proyek Coal Upgrading dan Coal Gasification. Hasil akhir dari studi ini adalah aneka produk dari pemrosesan gas seperti DME, Methanol, Pupuk dan SNG.

5. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)

PT Bumi Resources Tbk juga mengelola banyak pertambangan mineral non-Batubara. Kemudian pada tahun 2010 PT BUMI memutuskan untuk menggabungkan semua aset tambang mineral non-Batubara di bawah PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).

Keputusan ini merupakan strategi agar bisa lebih fokus pada pengembangan aset hingga masuk tahap produksi komersial. BRMS melantai di Bursa Efek Indonesia pada bulan Desember 2010 dan saat ini berada di bawah manajemen independen yang mengatur pengembangan aset hingga produksi.

Pada bulan Juni 2017, BRMS berhasil melakukan penerbitan saham baru sehingga meningkatkan ekuitas perusahaan sebesar US$232 juta. PT BUMI juga memiliki 35.73% kepemilikan saham di BRMS. Harga saham BRMS di tahun 2021 sekitar Rp.100 – Rp.110 per lot.

Ada tiga unit operasi dari PT BRMS yaitu Dairi Prima Mineral yang merupakan proyek seng dan timah hitam di Sumatera Utara. Citra Palu Minerals yang mengerjakan konsesi penambangan emas seluas 85.180 hektar terdiri atas lima blok terpisah di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan.

Terakhir ada Gorontalo Minerals yang memiliki hak Kontrak Karya atas konsesi penambangan tembaga seluas 24.995 hektar. Lahan seluas ini terletak di Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo.

6. PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP)

Siapa yang menyangka bahwa perusahaan ini umurnya lebih tua dari negara Indonesia. Selain itu perusahaan ini juga pernah beberapa kali berganti nama karena pergantian pengelola.

Berdiri sejak tahun 1911 dengan nama Naamlooze Vennootschap Hollandsch Amerikaansche Plantage Maatschappij di Sumatera Utara. Perusahaan fokus pada pengembangan kebun karet dan penyadapan getah untuk Hindia Belanda.

Kemudian pemerintah menasionalisasinya pada tahun 1965. Pada tahun 1985 pemerintah mengganti  nama perusahaan dengan PT Uniroyal Sumatra Plantations.

Pada tahun 1986, PT Bakrie & Brothers mengambil alih kepemilikan 75%. Pt Bakrie & Brothers mulai merencanakan untuk memperluas bidang usaha.

Pada tahun 1992, perusahaan berganti nama dengan PT Bakrie Sumatera Plantations dan mulai mengelola bisnis kelapa sawit.

Nama ini juga yang didaftarkan untuk melantai di BEJ (Bursa Efek Jakarta) dengan harga Rp1000 per saham. BEJ adalah embrio dari BEI yang kita kenal sekarang.

Pada tahun 1997 Undang – Undang mengatur nama perusahaan yang melantai di BEJ untuk menambah nama Tbk di belakangnya. Oleh karena itu nama perusahaan menjadi PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk.

Pada tahun yang sama, perusahaan  melakukan stock split 2:1 menjadi Rp 500 per lembar. Kemudian pada tahun 2004 melakukan stock split 5:1 dengan harga saham Rp 100 per lembar.

Pada halaman website resminya, Anda bisa menemukan grafik harga saham harian. Grafik bergerak di antara angka 105 hingga 150 rupiah per lembar saham.

Kini ada tiga fokus usaha yang dijalankan oleh perusahaan, yaitu perkebunan karet, kelapa sawit, dan pengolahan hilir.

Perusahaan saat ini memiliki sekitar 20.747ha area yang ditanami oleh pohon karet. Semua perkebunan karet perusahaan berlokasi di Sumatera. Perusahaan mengolah getah karet menjadi latex kualitas tinggi.

Perkebunan kelapa sawit milik perusahaan ada di dua tempat, Sumatera dan Kalimantan Tengah. Buah sawit kemudian diolah oleh perusahaan menjadi minyak sawit.

Minyak sawit ini yang kemudian diolah lagi dalam proses pengolahan hilir, yaitu industri oleokimia.

Oleokimia adalah produk kimia dari olahan minyak sawit. Oleokimia adalh jenis minyak yang dapat terurai karena berasal dari lemak nabati atau sumber hewani.

Oleokimia merupakan bahan dasar dari alat pembersih, Deterjen, pelumas mesin jet, rekayasa plastik, kosmetik dan produk farmasi, dan lainnya. Sumber bahan baku yang menentukan kelayakan untuk kemudian akan diolah menjadi apa.

7. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR)

Jika PT BSP di atas berdiri sejak jaman belanda, begitu pula PT Bakrie & Brothers ada sejak tahun 1942. Ini adalah perusahaan pertama atau induk dari Bakrie Group yang  Anda kenal sekarang.

H. Achmad Bakrie adalah pendiri perusahaan ini. Beliau adalah kakek dari Ardi Bakrie, suami Nia Ramadhani. Tentu beberapa dari Anda mengidamkan kehidupan seperti mereka kan? hehe

Perjalanan panjang perusahaan berawal dari  kisah usaha niaga sederhana yang kemudian berkembang. Setelah terus tumbuh selama hampir 80 tahun, kini bergerak di bidang usaha investasi dan divestasi.

Kami mengutip dari halaman resmi perusahaan, bahwa perseroan mencatatkan diri di Bursa Efek Jakarta (sekarang menjadi Bursa Efek Indonesia) pada tahun 1989.

Portofolio investasi BNBR adalah pada penguasaan bisnis potensial, mengembangkan sinergi usaha jangka panjang, serta merancang dan mengimplementasikan strategi penciptaan nilai.

Kini aktivitas usaha BNBR telah berkembang meliputi bidang perdagangan umum, jasa konstruksi, agribisnis, pertambangan batubara, minyak & gas bumi serta telekomunikasi.

Sambil tetap mengembangkan bidang manufaktur yang telah ada sejak tahun 50-an seperti pipa baja, bahan bangunan dan komponen otomotif.

Perseroan juga memiliki andil dalam usaha pembangunan infrastruktur strategis di sektor energi dan transportasi.

Diversifikasi usaha telah membuka peluang bagi Perseroan untuk turut berkontribusi dalam pembangunan nasional.

Pada tahun 2014, Perseroan telah menetapkan strategi dan fokus bisnis pada industri manufaktur, pembangunan infrastruktur dan portofolio investasi sebagai pilar utama usaha.

Strategi ini merupakan langkah tepat untuk memperkuat usaha serta memperoleh pendapatan secara berkesinambungan.

Sekaligus merespon peluang yang terbuka luas dan sejalan dengan rencana pembangunan nasional yang berfokus kepada pengembangan infrastruktur.

BNBR berdiri dengan landasan yang kokoh dan mulia, berkembang membentuk basis investasi yang kuat dan menciptakan nilai berkelanjutan sebagai salah satu perusahaan Indonesia yang terkemuka.

BNBR memiliki cita-cita untuk terus menjadi entitas usaha yang senantiasa dapat mendukung karyawan bersama masyarakat luas.

Juga mampu memberikan nilai lebih bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan, dan berperan serta secara aktif dalam pembangunan ekonomi Indonesia.

Sejak tahun 2015 hingga sekarang, Bakrie & Brothers fokus untuk lebih terlibat dalam upaya berkelanjutan. Misalnya dengan mengembangkan industri kendaraan listrik di Indonesia yang bekerjasama dengan BYD Auto China.

Ini merupakan langkah visioner perusahaan untuk membaca kebutuhan masa depan akan kendaraan yang ramah lingkungan dan minim polusi.

Sebagian besar saham telah dimiliki oleh perusahaan lain seperti Credit Suisse Singapore sebesar 10% atau Fountain City Investment sebesar 34%.

Anda jangan khawatir, masih ada 39% saham yang beredar di publik dengan kepemilikan personal paling banyak 5%. Masih ada peluang untuk Anda yang ingin ikut merasakan cuan dari salah satu perusahaan legendaris Indonesia.

Anda bisa menemukan saham dengan kode BNBR dengan kisaran harga di tahun ini adalah Rp 60 sampai Rp 70 per lembar saham.

8. PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL)

Buat Anda generasi Millenial 90an, pasti pernah mendengar merk operator CDMA Esia. Itu adalah salah satu produk dari Bakrie Telecom yang paling dikenal publik.

Dari pelacakan kami di wikipedia, ternyata perusahaan ini sudah ada sejak 1993 dengan nama PT Radio Telepon Indonesia. Sebagai mitra dari Telkom untuk membangun jaringan radio di Jakarta dan sekitarnya.

Kemudian pada tahun 2003 perusahaan mengubah nama menjadi PT Bakrie Telecom, fokus pada pembuatan jaringan CDMA. Saat inilah perusahaan memperkenalkan produk Esia dengan layanan andalan yaitu telfon seluler berbiaya murah.

Seiring dengan perkembangan internet pada awal tahun 2005, perusahaan juga meluncurkan layanan internet pada jalur CDMA yaitu AHA. AHA sempat menjadi pesaing ketat dari TelkomSpeedy milik BUMN.

Apalagi mempunyai dukungan layanan TV berbayar yaitu AHA-MyTV, tahun 2011 menjadi puncak kejayaan AHA pada bidang layanan internet.

Bisnis telekomunikasi pada tahun 2010 memang sedang dalam jalur kompetisi yang sangat ketat. Hal ini karena pertumbuhan pengguna ponsel merangkak naik, namun didominasi oleh ponsel dengan jaringan GPRS.

Ini membuat ponsel CDMA menjadi pilihan kedua, Esia lambat laun mengalami penurunan. Perusahaan tidak kehilangan akal untuk melakukan inovasi.

Munculnya ponsel layar sentuh dengan OS Android menginspirasi perusahaan untuk mengembangkan aplikasi chatting, EsiaTalk.

EsiaTalk menawarkan fitur telepon gratis ke luar negeri dan dalam negeri dengan sistem VoIP sekaligus melakukan chatting.

Pertama kali meluncur pada November 2015, awalnya aplikasi ini diklaim cukup populer dengan mencapai 200.000 unduhan di Google Play Store dan termasuk 20 aplikasi dengan unduhan tertinggi.

Baca juga artikel lainnya, Cara membedakan saham likuid dan tidak

Perkembangan dunia digital membuat perusahaan lebih fokus pada pengembangan usaha layanan jasa dan infrastuktur digital. Fokus ini dioperasikan oleh anak perusahaan PT Layanan Prima Digital.

Pada laman resminya, PT Prima Digita mempunyai beberapa layanan seperti Contact Center, Data Solution, Task Force Automation, dan GPS Tracking.

Ada juga satu anak perusahaan lagi yaitu PT Inovasi Teknologi Nusantara. Perusahaan ini fokus pada pengembangan software perusahaan, pengembangan website, kursus IT bagi perusahaan mitra, dan konstruksi tower komunikasi.

Jika Anda berminat untuk membeli saham BTEL, harga per slot nya ada pada kisaran Rp 110 sampai Rp 150.

9. PT Darma Henwa Tbk (DEWA)

Perusahaan ini mempunyai tagline “Integrated Mining Services”, layanan pertambangan terpadu. Dari keterangan pada laman resmi perusahaan, memang perusahaan ini mencakup bidang usaha pertambangan dari hulu ke hilir.

Semua itu mencakup pertambangan, pekerjaan umum, pemborongan, penggalian, pengupasan, pemindahan tanah, pembuatan jalan atau jembatan, perataan lapangan, pembuatan, pengairan, pemborongan penambangan serta pengolahan, dan pemasaran produk pertambangan.

Semacam perusahaan All in One alias Palugada ya, “Apa yang elu mau gue ada”.

Perusahaan berdiri sejak tahun 1991, pada tahun 1996 sebagian besar saham dipegang oleh Henry Walker Group Limited. Sebuah perusahaan pertambangan dari Australia.

PT Darma Henwa mengelola beberapa tambang batubara dan mineral di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

Perusahaan melakukan semua aktivitas pertambangan secara mandiri tanpa melibatkan sub kontraktor lain. Hal ini membuat anggaran lebih efisien dan menghasilkan keuntungan yang optimal.

Bahkan perusahaan mempunyai workshop khusus untuk semua alat berat di sektor pertambangan, mereka melatih tenaga terampil untuk merawat dan mengembangkan segala peralatan berat untuk aktivitas tambang.

PT Darma Henwa mempunyai kapasitas untuk melakukan setiap tahapan pertambangan. Mulai dari pembukaan lahan, pengeboran lahan, penambangan batubara, pengangkutan darat dan laut menggunakan tongkang, kemudian diakhiri dengan proses reklamasi dan rehabilitasi lahan.

Dengan pengalaman dan profesionalitasnya, bahkan PT Darma Henwa bisa menjadi partner strategis perusahaan lain yang ingin melakukan ekspansi usaha tambang.

Pada tahun ini, PT Darma Henwa mengakuisisi 98 persen saham PT Sabina Mahardika yang memiliki hak konsesi tambang emas. Dengan ini PT Darma Henwa ingin mengembangkan bisnis pada tambang emas setelah sukses dengan batubara.

Anda bisa menemukan saham PT Darma Henwa dengan kode DEWA. Ternyata harga sahamnya tidak mahal, hanyal Rp 50 – Rp 60 untuk setiap lembarnya.

10. PT Bakrieland Development Tbk (ELTY)

Mendengar namanya saja, kita bisa menebak bidang usaha apa yang dijalankan oleh perusahaan Bakrieland. Betul, ini adalah perusahaan bidang properti seperti perumahan, perkantoran, area komersil, hotel, atau mall.

Mempunyai 30 unit usaha di beberapa kota besar seperti Jakarta, Yogyakarta, Bogor, Lampung, Sidoarjo, dan Kalimantan. Perusahaan juga menyediakan jasa operasional dan manajemen gedung, bahkan katering eksklusif untuk pelanggan kelas Sultan.

Beberapa mega proyek yang dalam pengelolaan PT Bakrieland antara lain : Bakrie Tower, Rasuna Office Park Epicentrum, Alana Hotel Malioboro, Aston Bogor Hotel, The Jungle Land Park, Awana Town House Yogyakarta.

Properti merupakan bisnis yang selalu mempunyai pelanggan, karena kini semua orang membutuhkan hunian, dan akan selalu ada perusahaan yang membutuhkan kantor.

Kalau Anda ingin menjadi salah satu investor di bidang properti, segera temukan saham Bakrieland dengan kode ELTY. Harganya juga tidak mahal, kisaran Rp 50 per satu slot saham.

Bagikan ;
Share
Published by
Alfian Ihsan

Recent Posts

Profil 8 Emiten Perusahaan yang Listing IPO Pada Bulan September

Pada awal September 2021, ada 8 emiten perusahaan yang baru listing IPO di Bursa Efek…

5 hari ago

Mengkilapnya 6 Emiten Saham Perusahaan Tambang Nikel

Semakin meningkatny pasar ponsel dan laptop membuat permintaan terhadap nikel semakin tinggi. Karena baterai lithium…

2 minggu ago

7 Keunggulan Superapp Investasi Saham IPOT dari Indo Premier

Apa aplikasi favorit Anda untuk investasi saham? Tahan diri Anda untuk menyebutnya, karena kita sekarang…

2 minggu ago

Hal-Hal yang Wajib Diketahui Investor Soal Tapering Off dari The Fed

Pekan-pekan terakhir bulan Agustus 2021 ini, pelaku ekonomi global tampaknya sedang memusatkan perhatiannya pada Bank…

3 minggu ago

Ustadz Yusuf Mansur Borong 3 Emiten Saham Ini, Simak Profil Perusahannya.

Apakah Anda pernah dengar istilah Mansurmology? Ini adalah ilmu investasi yang sering dibagikan oleh penceramah…

3 minggu ago

10 Pilihan Saham Berpotensi Cuan di Akhir Agustus 2021

Bulan Agustus 2021 tanpa terasa tinggal menyisakan satu hari saja. Tentu berbagai gejolak di pasar…

3 minggu ago