Saham

Ingin Beli Saham BBCA? Coba Pertimbangkan 6 Hal Ini Dulu!

Saham BBCA merupakan salah satu saham bluechip perbankan yang harganya mahal. Walaupun mahal, saham ini tetap banyak dan malah semakin banyak peminatnya. Saking di kenal dengan positif di mata publik, banyak orang mengatakan kalau saham ini adalah saham yang wajib di miliki oleh setiap investor.

Hal ini bukan tanpa alasan, karena secara track record dalam kurun waktu 10 tahun harga saham ini sudah naik secara signifikan hingga 6,65 kali lipat.

Belum lagi ada dividen yang rajin di bagikan setiap tahunnya, sehingga bisa-bisa jika di totalkan saham BBCA ini mungkin sudah naik sebanyak 7 kali lipat dalam 10 tahun terakhir. Oleh karena itu, saham Bank BCA menjadi salah satu yang sering di sebutkan dalam rekomendasi saham agar bisa mendapatkan cuan yang besar tersebut.

Namun pertanyaannya, apakah performa masa lalu ini akan menggambarkan performa BBCA di masa depan? Apakah ketika saat ini kita berinvestasi pada saham ini maka akan mendapatkan keuntungan 6,65 kali lipat dalam 10 tahun kedepan?

Ataukah justru, karena harganya sudah terlalu mahal di masa sekarang maka kedepan harga BBCA malah akan stagnan atau bahkan terjadi penurunan? Sebab mungkin lama-lama pasar juga akan menjadi lebih rasional.

Nah jika seandainya terjadi penurunan, kira-kira akan turun sampai ke harga berapa, lalu bagaimana sebaiknya jika kita punya rencana untuk investasi di BBCA?

Semua pertanyaan itu akan di bahas pada artikel kali ini!

1. Fenomena Turunnya Harga Saham yang Terlalu Mahal

Sumber gambar : unsplash.com/ Yiorgos Ntrahas

Anda pasti sudah tidak asing dengan saham milik Unilever (UNVR). Dalam 10 tahun terakhir, harga saham UNVR menanjak naik hingga hampir 4 kali lipat. Dari yang awalnya berada di harga Rp 3000-an hingga mencapai Rp 11.000-an.

Prediksi-prediksi yang mengatakan bahwa saham ini akan turun di masa depan di anggap hanya sekedar angin lalu. Karena UNVR juga terkenal sebagai perusahaan yang memiki kinerja yang baik dan memiliki hutang yang relatif kecil. Bukan hanya itu, bahkan selain itu secara track record dari awal IPO-nya (lebih dari 10 tahun yang lalu) UNVR memiliki rekam jejak harga saham yang terus naik.

Betul memang harga saham UNVR terus naik bahkan hingga menyentuh harga Rp 11 ribu per lembar saham (harga tertingginya saat itu). Tapi setelah itu apa yang terjadi?

Baca juga, 4 Instrumen Investasi Safe Heaven

Ternyata benar, bahwa harga UNVR saat itu sudah terlalu mahal. Sehingga sejak tahun 2018 yang lalu harga UNVR merosot turun hingga saat ini berada harga saham sebenarnya pada Rp 4000-Rp 5000-an.

Nah menurut beberapa pengamat, hal yang sama juga kemungkinan akan terjadi kepada saham BBCA. Sebab saat ini harga sahamnya sudah terlalu mahal. Ketika di cek per-tanggal 16 Juli 2021, harga saham BBCA di BEI mencapai Rp 30.550 per lembar saham. Namun suatu saat dalam jangka panjang harga BBCA akan turun lagi ke true valuenya.

Pertanyaannya, berapa sih kemungkinan harga true value BBCA nantinya? Apakah BBCA juga akan merosot hingga 50% seperti halnya UNVR? Belum tentu! Oleh karena itu, ulasan analisis saham berikut akan membahas skenario saham BBCA yang kemungkinan bisa terjadi.

2. Data Laba Bersih dan Harga Saham BBCA Tahun 2010-2019

Sebelum masuk ke pembahasan lebih dalam, berikut adalah data-data laba bersih dan harga saham BBCA (diambil per Januari) selama 10 tahun terakhir (2010-2019). Data ini adalah data yang di pakai untuk menganalisis potensi yang akan terjadi pada saham bluechip perbankan yang satu ini. Biaklah, coba kita perhatikan!

TahunLaba Bersih (Rp)Harga Saham (Rp)
201928,57 Triliun
(+ 10,52%)
26.025
201825,85 Triliun
(+ 10,85%)
22.250
201723,32 Triliun
(+ 13,03%)
15.600
201620,63 Triliun
(+ 14,40%)
13.000
201518,04 Triliun
(+ 9,23%)
13.225
201416,51 Triliun
(+ 15,84%)
9.500
201314,25 Triliun8.850
201211,71 Triliun8.000
201110,81 Triliun6.050
20108,47 Triliun4.850

Data tahun 2020 tidak di masukan karena sudah masuk pandemik, sehingga agar lebih netral dan mudah kita menggunakan data tahun 2010-2019.

3. Perbandingan Kinerja dan Harga Saham BBCA

Sumber gambar : unsplash.com/ Markus Spiske

Kalau kita coba perhatikan, laba bersih BBCA pada tahun 2010 mencapai Rp 8,5 Triliun. Lalu 5 tahun kemudian yakni pada tahun 2015, laba bersih BBCA naik menjadi Rp 18 Triliun. Ini artinya BBCA sudah berhasil meningkatkan laba bersih lebih dari 2 kali lipat di banding 5 tahun sebelumnya. Tentu saja, peningkatan ini adalah hal yang bagus.

Lalu bagaimana dengan harga sahamnya?

Pada tahun 2010 harga saham BBCA masih berada di kisaran Rp 4.850-an. Sedangkan pada tahun 2015 nya, harga saham BBCA sudah berada di Rp 13.000-an. Hal ini berarti harga saham BBCA selama 5 tahun telah naik hampir 3 kali lipat di saat kinerja perusahaannya bisa naik hingga lebih dari 2 kali lipat.

Jadi wajar jika harga sahamnya naik secara signifikan karena kinerja emiten juga meningkat dengan baik dalam rentang waktu 5 tahun tersebut (2010-2015).

Sekarang kita coba maju ke beberapa tahun selanjutnya yakni ke 2019.

Seperti yang sudah kita tahu bahwa laba bersih BBCA di tahun 2010 adalah sebesar Rp 8,5 Triliun. Nah di tahun 2019, labanya menjadi Rp 28,57 Triliun. Dengan kata lain laba bersih BBCA berhasil naik 3,3 kali lipat dari sebelumnya. Bagaimana dengan harganya?

Nah pada tahun 2019 (akhir) ternyata harga saham BBCA berada di Rp 34.000 per lembar saham. Artinya harga saham BBCA ini naik sebesar 6,8 kali lipat. Dari sini bisa kita lihat bahwa ada kesenjangan antara kinerja dan harganya. Di mana pendapatan BBCA hanya meningkat sampai 3,3 kali lipat sedangkan harganya naik hingga 6,8 kali lipat.

4. Apakah Harga Saham BBCA Akan Kembali Sesuai Kinerjanya

Seperti yang kita tahu bahwa terjadi disparitas yang besar, antara harga dan kinerja BBCA. Mengapa hal ini terjadi?

Harga yang melambung ini kemungkinan besar di sebabkan oleh emosi pasar yang melihat kinerja saham BBCA terus naik selama 10 tahun kebelakang dan bisa memberikan return yang progresif.

Selain itu, para investor juga mungkin melihat dari segi earning BBCA yang naik hingga 3,3 kali. Hal inilah yang membuat ketertarikan pasar terhadap saham ini semakin tinggi, mereka mau membayar saham di harga yang mahal. Ada emosi investor yang masuk dalam siklus pergerakan harga saham BBCA

Tapi karena opstimisme pasar yang berlebihan akhirnya peningkatan harga saham BBCA menjadi tidak sesuai dengan kinerjanya, jauh di atas rata-rata dan mahal seperti saat ini.

Secara jangka panjang pasar akan mulai rasional kembali dan menyadari bahwa kenaikan harga saham BBCA sudah berlebihan. Seharusnya, harga sahamnya naik 3,3 kali lipat bukan 6,8 kali seperti yang saat ini terjadi atau setara dengan harga Rp 18.000-an.

Nah, yang jadi pertanyaan apakah mungkin harga saham BBCA akan turun di angka Rp 18.000 sedangkan saat ini harganya sudah Rp 30.550 per lembar?

Menurut pengamat saham, kemungkinan hak ini akan terjadi cukup kecil. Lalu apa yang sebaiknya kita lakukan jika kita berniat membeli saham BBCA?

5. Apakah Kinerja BBCA Mengejar Harga Sahamnya

Sumber gambar : unsplash.com/ Isaac Smith

Kalau kita amati sebenarnya Bank BCA merupakan perusahaan yang bagus dan kuat. Kinerja selalu bertumbuh tiap tahun, walaupun jika di amati pertumbuhannya agak melambat di pada 5 tahun terakhir di banding sebelumnya.

Dari tahun 2010 hingga 2015 pertumbuhannya bisa sampai 2 kali lipat, namun jika di total hingga tahun 2019 menjadi 3,3 kali saja. Padahal seharusnya bisa mencapai 4 kali lipat.

Meski demikian, mengingat pada dasarnya BBCA memiliki fundamental yang baik walaupun harganya mungkin tidak akan turun, namun akan stagrnan di angka Rp 33.000-34.000 terlebih dulu.

Tapi lambat laun harganya akan kembali naik ketika kinerja Bank BCA sudah bisa mengejar sesuai dengan harga sahamnya saat itu.

Seperti yang sudah kita bahas, bahwa dalam 10 tahun terakhir kinerja BBCA naik sebesar 3,3 kali lipat sedangkan harganya meningkat hingga 6,8 kali. Jadi bisa di katakan bahwa knierja BBCA harus mampu mengejar tingkat pertumbuhan harganya saat ini. Otomatis kinerja BBCA ini harus bisa naik sekitar 2 kali lipatnya.

Berdasarkan track record pertumbuhannya BBCA biasanya bisa naik 10-15% per tahunnya. Sementara labanya bisa naik 10-15% per tahun.

Baru setelah kinerjanya bisa naik 2 kali lipat 5-6 tahun lagi, baru harga saham BBCA menjadi harga yang wajar sekitar Rp 33.000-34.000 dan mungkin bisa mulai bergerak kembali.

6. Perlu Menunggu 5-6 Tahun Lagi

Dari pembahasan di atas bisa kita simpulkan bahwa terdapat disparitas yang cukup besar antara kinerja dan harga saham BBCA. Sehingga harga saham BBCA saat ini sudah terlalu mahal.

Walaupun begiitu harga saham BBCA kemungkinan memang tidak akan turun ke harga wajarnya. Karena berdasarkan track record kinerjanya yang bagus, yang mungkin terjadi adalah harganya mungkin akan stuck ketika harganya mencapai Rp 33.000-34.000.

Tapi kinerja BBCA kemungkinan akan bisa mengejar sehingga harga saat ini menjadi harga wajarnya, lalu setelah itu bisa mulai naik lagi.

Namun untuk itu perlu waktu 5-6 tahun-an. Sehingga bagi Anda yang punya saham BBCA di harga saat ini mungkin perlu menunggu sekitar 5-6 tahunan harga saham saat ini sesuai dengan kinerja BBCA.

Baca juga, 10 Perusahaan Bakrie Group Pilihan Investor

Bagaimana menurut Anda? Tertarik menjadi bagian dari pemegang saham BBCA? Jika ya, coba pikirkan kapan waktu yang tepat untuk membeli sahamnya dan sesuaikan pula dengan tujuan investasi Anda.

Penutup

Analisis di atas adalah analisis yang di berikan beberapa pengamat saham. Jadi secara jangka panjang harga saham sebuah perusahaan pasti akan sesuai dengan nilai wajarnya. Tapi tentu saja pendapat tersbut bisa salah dan bisa benar. Namun yang perlu di ingat adalah keuntungan maupun kerugian berinvestasi menjadi tanggung jawab pribadi. Bagaimana, apakah Anda punya pendapat yang berbeda?

Sebagus apapun kinerja sahamnya, performa masa lalu tidak bisa menjadi jaminan bagaimana kinerja saham di masa depan. Oleh karena itu kita wajib melakukan pengecekan dengan teliti terutama pada fundamental perusahaan yang sahamnya kita incar, salah satunya dengan membaca ulasan analisis seperti ini. Jadi, setelah ini bagaimana rencana Anda dalam investasi di saham BBCA? Semua keputusan ada di tangan Anda.

Bagikan ;
Share
Published by
Yulinda Nurlisdiana

Recent Posts

Profil 8 Emiten Perusahaan yang Listing IPO Pada Bulan September

Pada awal September 2021, ada 8 emiten perusahaan yang baru listing IPO di Bursa Efek…

5 hari ago

Mengkilapnya 6 Emiten Saham Perusahaan Tambang Nikel

Semakin meningkatny pasar ponsel dan laptop membuat permintaan terhadap nikel semakin tinggi. Karena baterai lithium…

2 minggu ago

7 Keunggulan Superapp Investasi Saham IPOT dari Indo Premier

Apa aplikasi favorit Anda untuk investasi saham? Tahan diri Anda untuk menyebutnya, karena kita sekarang…

2 minggu ago

Hal-Hal yang Wajib Diketahui Investor Soal Tapering Off dari The Fed

Pekan-pekan terakhir bulan Agustus 2021 ini, pelaku ekonomi global tampaknya sedang memusatkan perhatiannya pada Bank…

3 minggu ago

Ustadz Yusuf Mansur Borong 3 Emiten Saham Ini, Simak Profil Perusahannya.

Apakah Anda pernah dengar istilah Mansurmology? Ini adalah ilmu investasi yang sering dibagikan oleh penceramah…

3 minggu ago

10 Pilihan Saham Berpotensi Cuan di Akhir Agustus 2021

Bulan Agustus 2021 tanpa terasa tinggal menyisakan satu hari saja. Tentu berbagai gejolak di pasar…

3 minggu ago