Tips Ampuh Agar Jadi Perempuan yang Jago Investasi

Kalau mendengar kata investasi, tentu akan berkutat dengan tata cara pengelolaan keuangan secara tepat. Orang-orang sukses dan kaya di dunia ini, tampaknya hampir semua memiliki pengalaman sebagai investor, sehingga aset yang dimiliki semakin melimpah.

Hanya saja dari nama-nama investor tajir itu, selalu saja didominasi oleh kaum pria. Bukan hanya secara global, daftar pengusaha sukses yang juga investor di Indonesia juga banyak kalangan laki-laki. Apakah ini artinya hanya laki-laki yang jago dalam urusan finansial dan melakukan investasi?

Tentu saja tidak!

Perempuan memiliki peluang yang sangat besar untuk bisa menjadi seorang investor sukses. Bahkan sekalipun sudah menikah dan nanti merawat buah hati, seorang perempuan masih bisa menjadi pribadi yang cekatan dalam urusan finansial.

Baca juga: Bingung Pilih Saham? Ini Daftar Portofolio Saham Lo Kheng Hong

Kenapa begitu?

Karena seorang perempuan terlibat aktif dalam keuangan keluarga. Ada banyak sekali pos-pos pengeluaran kecil nan mendetail yang hanya diketahui perempuan dan tidak disadari oleh pria.

Namun justru itulah yang menjadi kunci kalau perempuan memang mempunyai bakat alamiah menjadi seorang investor sukses. Kendati perempuan identik dengan kaum yang hobi belanja, kemampuannya mengelola finansial tak bisa diremehkan.

Alasan Perempuan Harus Mulai Investasi

Dari sebuah penelitian pernah disebutkan bahwa dari seluruh aset keuangan yang dipegang perempuan, 71% di anatranya dalam bentuk uang tunai.

Hal ini tampak memperkuat anggapan bahwa perempuan lebih suka memegang uang dalam bentuk cash, alih-alih diinvestasikan ke berbagai instrumen.

Kebiasaan ini juga diperkuat dengan perempuan yang lebih suka menunggu mapan finansial dulu atau berusia tua, baru memikirkan soal investasi.

Semua terjadi karena jika sudah keuangan sudah stabil, tentu akan lebih tenang terhadap risiko investasi. Padahal kondisi ini keliru karena sebagai perempuan, sudah saatnya memikirkan investasi sejak dini.

Bahkan sekalipun Anda saat ini masih melajang dan belum berpikiran untuk menikah, harus mulai memikirkan investasi.

Tak perlu cemas dengan gaji yang mungkin masih standar UMR (Upah Minimun Regional), karena beberapa alasan berikut ini memperkuat keputusan seorang perempuan untuk sesegera mungkin berinvestasi.

alasan perempuan harus investasi © studiogstock/Freepik
© studiogstock/Freepik

1. Mencapai Kesetaraan Finansial

Berbeda dengan laki-laki, perempuan pada dasarnya memang tidak dituntut untuk bisa menghasilkan uang dan memenuhi kebutuhan keluarganya.

Hanya saja sebagai perempuan terutama di era 2020 seperti saat ini, penting bagi kita untuk mencapai kemandirian finansial demi kepuasan fisik dan mental.

Baca juga: Sejarah Jakarta Islamic Index (JII) dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)

Jelas akan ada perasaan bangga ketika akhirnya mampu memiliki produk atau jasa yang diinginkan dengan uang sendiri.

Apalagi kesenjangan penghasilan antara laki-laki dan perempuan semakin membuktikan bahwa perempuan, harus bisa mandiri finansial.

Hal inilah yang menjadi salah satu alasan terkuat kenapa perempuan wajib memulai investasi saat ini juga.

2. Kejar Tujuan Keuangan

Dalam penelitian yang dilakukan bank investasi dan perusahaan perantara saham Amerika Serikat, Merrill Lynch, melalui investasi seorang perempuan jelas bisa mewujudkan keinginannya secara mandiri.

Misalkan saja Anda ingin bisa travelling seorang diri ke Asia Tenggara, tentu saja jika sumber dana itu dari uang jatah suami akan tampak tidak bijaksana.

Atau Anda malah meminta kepada pasangan yang belum resmi menikah, jelas tak mencerminkan harga diri.

Namun ketika Anda berhasil mewujudkan mimpi-mimpi yang tampak mustahil itu dengan uang pribadi dari hasi investasi, jelas akan sangat puas.

Anda yang sudah menikah pun bisa terlibat aktif dalam tujuan keuangan keluarga bersama pasangan, melalui hasil dari investasi pribadi.

3. Persiapan Dana Pensiun

Ada yang bilang bahwa perempuan bisa hidup lebih lama daripada laki-laki. Jika ini terjadi saat seorang perempuan tak punya pegangan finansial yang kokoh seperti investasi, tentu bakal runyam.

Karena itulah dengan mempertimbangkan pembelian saham, reksadana, obligasi, properti atau logam mulia, bisa membuat perempuan lebih siap menghadapi masa tua terutama dalam pemenuhan kebutuhan finansial.

4. Tak Cukup Tabungan Uang Tunai

Masih merasa kalau menyimpan uang di rekening giro atau disimpan di bawah bantal sangat aman? Maka tentu Anda harus mempertimbangkan yang namanya inflasi.

Terutama di masa pandemi Covid-19 yang membuat perekonomian global mengalami resesi, inflasi jelas tak terelakkan. Saat inflasi terjadi, Anda bisa saja kehilangan nilai uang yang disimpan tanpa investasi.

Contohnya Anda punya uang Rp5 juta dan memilih disimpan di dalam lemari saja. Di tahun 2020, Rp5 juta dapat dipakai untuk membeli lima gram emas.

Namun 10 tahun lagi, uang simpanan di lemari itu memang masih tetap Rp5 juta, tapi kemungkinan Anda hanya cuma bisa beli smartphone entry-level saja lantaran seluruh harga sudah melonjak.

Berbeda ceritanya jika uang Rp5 juta Anda investasikan entah membeli emas misalnya. Di tahun 2020 maka Anda memiliki emas seberat lima gram.

Namun saat emas lima gram itu dijual pada tahun 2030, bukan tak mungkin Anda bisa memperoleh Rp10 juta karena harga emas melonjak akibat kondisi ekonomi dunia.

5 Rahasia Jadi Perempuan yang Pandai Berinvestasi

Kendati dengan kebiasaan belanja dan doyan menyimpan uang tunai membuat perempuan identik sebagai kaum tak pandai investasi, Anda tak perlu berkecil hati. Perempuan justru dianggap lebih unggul saat berinvestasi melalui manajemen risiko.

Maksudnya adalah kalau pria lebih cenderung mengejar untuk dengan risiko investasi tinggi, perempuan lebih suka main aman tapi tak pantang menyerah.

Bagi perempuan, lebih baik berinvestasi di instrumen yang berisiko rendah meskipun profit tidak besar, tapi jika dilakukan dengan konsisten akan memperoleh keuntungan besar pula.

Supaya bisa memanfaatkan bakat alamiah perempuan di bidang investasi, berikut ini beberapa rahasia agar seorang perempuan bisa jadi investor jempolan yang dapat dipertimbangkan:

Baca juga: Tertarik Investasi Saham? Ini 7 Tips Menabung Saham Untuk Pemula

rahasia perempuan jago investasi © studiogstock/Freepik
© studiogstock/Freepik

1. Pilih Strategi dengan Tepat

Agar memperoleh hasil maksimal sesuai dengan yang diinginkan dari kegiatan investasi, maka tips pertama adalah menentukan strategi yang sesuai dengan kemampuan Anda.

Sekadar informasi, dalam dunia investasi dikenal dua strategi dalam mengelola portofolio yakni agresif serta konservatif.

Strategi agresif jelas artinya mengalokasikan banyak uang ke instrumen-instrumen berisiko tinggi, tapi berpeluang untung besar juga seperti saham, forex atau kripto.

Sementara strategi konservatif lebih fokus pada instrumen investasi yang lebih aman dengan profit stabil dan risiko rendah seperti emas, reksadana, tabungan deposito serta obligasi.

Nah, untuk bisa memilih strategi investasi yang tepat, Anda haruslah fokus pada tujuan keuangan masa depan serta berapa lama waktu yang akan dibutuhkan.

Ada kalanya kondisi perekonomian tidak menentu dan menuntut Anda untuk mengubah strategi investasi, pastikan Anda harus menyesuaikan diri dan kembali memperhitungkan peluang risiko.

2. Pertimbangkan Perencana Keuangan

Benar-benar baru dalam dunia investasi dan masih banyak yang tidak dimengerti? Jangan ragu untuk meminta bantuan ke perencana keuangan (financial planner).

Tak perlu malu, financial planner justru bisa mengarahkan Anda ke instrumen investasi yang tepat. Bahkan Anda juga bisa dianjurkan untuk menggunakan MI (Manajer Investasi) lewat instrumen reksadana yang jelas tak akan ribet dan repot.

Memang dibandingkan perempuan, 60% laki-laki merasa kalau mereka lebih ahli berinvestasi sehingga jarang mau mendengar masukan financial planner.

Padahal jika kepercayaan diri yang berlebihan ini terus digunakan, bukan tak mungkin malah keliru dalam menentukan keputusan-keputusan investasi.

3. Cari Platform yang Sesuai

Jika sudah menentukan strategi investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan serta mempertimbangkan masukan financial planner, maka tips berikutnya adalah dengan mencari platform yang sesuai.

Yap, saat ini ada banyak sekali perusahaan sekuritas dan broker-broker yang beroperasi di Indonesia menawarkan aneka aset investasi.

Pastikan Anda memilih platform terbaik yang tentunya berkualitas, terjamin dan memperoleh izin resmi dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Tentunya setiap perusahaan sekuritas dan broker itu mempunyai penawaran layanan yang berbeda-beda. Anda bisa membandingkan satu sama lain terlebih dulu sebelum memberikan keputusan.

Cari informasi juga apakah penyedia investasi itu memiliki platform trading online, supaya tidak mempersulit perempuan yang sibuk bekerja atau jadi IRT (Ibu Rumah Tangga) di rumah dalam mengelola asetnya.

4. Perhitungkan Modal

Seperti layaknya hukum ekonomi, dalam dunia investasi juga berlaku modal besar maka peluang hasil ikut besar pula. Begitu juga jika modal minim, peluang hasilnya pun akan menyesuaikan.

Namun Anda harus ingat, bahwa semakin besar modal yang dipunya, semakin tinggi pula peluang keuntungan termasuk risiko kerugian.

Oleh karena itu jika Anda adalah seorang investor pemula, demi meminimalisir kerugian, mulailah investasi dengan modal kecil.

Misalkan saja membeli reksadana, Anda bisa memulainya dengan modal Rp100 ribu. Begitu juga dengan investasi emas, saat ini banyak layanan pembelian emas tanpa harus langsung satu gram seperti Tabungan Emas Pegadaian.

Punya modal lumayan tapi masih cemas dan ingin untung lumayan?

Obligasi yang ditawarkan pemerintah melalui SBN (Surat Berharga Negara) sangat layak dipertimbangkan.

Baca juga: Sukuk Ritel, Investasi Syariah Aman untuk Muslim Indonesia

5. Konsisten!

Tips terakhir bagi perempuan agar pandai berinvestasi adalah konsisten! Yap. Konsisten merupakan sebuah kata yang mudah terucap tapi sulit terlaksana.

Apalagi bagi perempuan yang sudah berumah tangga, kadang kala ada saja kebutuhan mendesak. Diperburuk lagi dengan kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini, banyak istri yang bersedih karena suami mendadak kehilangan pekerjaan atau bisnis tengah lesu.

Apakah dengan begini, harus berhenti berinvestasi?

Jawabannya adalah tidak!

Anda masih tetap berinvestasi tapi cobalah untuk mengalokasikan dana tersebut ke aset yang lebih terjangkau, minim risiko dan tetap membuat Anda untung dengan dana setoran sesuai kemampuan.

Coba atur kembali anggaran finansial bulanan dengan memangkas hal-hal yang tidak berguna, agar tetap memiliki dana untuk investasi.

Karena dengan konsisten yang sangat serius, barulah Anda bisa meraih kesuksesan sebagai seorang investor perempuan.

Semangat untuk mulai berinvestasi ya, perempuan-perempuan hebat di Indonesia!

Bagikan ;