Analisis

10 Rekomendasi Perusahaan Farmasi Yang Cocok Untuk Investasi

Industri kesehatan merupakan industri yang masih bisa mencatat kenaikan pendapatan ketika pandemi. Karena pandemi memaksa banyak orang untuk lebih perhatian terhadap kesehatan, sehingga permintaan suplemen dan obat meningkat.

Bursa Efek Indonesia juga mulai memberlakukan klasifikasi sektor industri baru bernama IDX Industrial Classification (IDX-IC). Sistem klasifikasi ini menggantikan model lama, yakni Jakarta Stock Industrial Classification (JASICA).

Salah satu klasifikasi dalam IDX-IC ini adalah kesehatan. Industri kesehatan mencakup perusahaan yang menyediakan produk dan layanan kesehatan.

Lebih luasnya seperti produsen peralatan dan perlengkapan kesehatan, penyedia jasa kesehatan, perusahaan farmasi, dan riset bidang kesehatan.

Khususnya perusahaan farmasi, kami menemukan setidaknya ada 10 perusahaan farmasi yang sahamnya bisa Anda beli. Harganya masih terjangkau kok, bahkan untuk para investor pemula.

Saham farmasi mencatat lonjakan harga yang cukup fantastis pada tahun 2021. Apalagi dengan adanya program vaksinasi ini membuat beberapa perusahaan farmasi ingin menjadi pengimpor vaksin.

Lantas apa saja daftar saham farmasi yang bisa Anda beli di Bursa Efek Indonesia? Sahamtop.com merangkumnya khusus untuk Anda.

1. PT Kimia Farma Tbk (KAEF)

Siapa sangka perusahaan ini sudah hampir berusia dua abad. Dulu bernama NV Chemicalien Handle Rathkamp & Co. milik pemerintah Hindia Belanda sejak tahun 1817.

Pada tahun 1958, Pemerintah Republik Indonesia melakukan nasionalisasi perusahaan dengan nama Bhinneka Kimia Farma.

Kemudian pada tanggal 16 Agustus 1971 perusahaan menjadi Perseroan Terbatas, sehingga nama perusahaan berganti menjadi PT Kimia Farma (Persero).

Mencatatkan saham perdana untuk publik (IPO) pada tanggal 4 Juli 2001 dengan kode emiten KAEF dan komposisi saham 90,025% milik pemerintah dan 9,975% milik publik.

Kini hampir ada 500 juta lembar saham yang terbuka untuk publik, dengan kisaran harga Rp. 3.000 hingga Rp 3.500.

Harga saham memiliki potensi untuk mengalami kenaikan apabila Kimia Farma menjadi perusahaan yang ditunjuk pemerintah untuk menjadi penyalur vaksin Covid-19.

Dalam laman resminya, Anda bisa melihat ratusan merk obat hasil produksi Kimia Farma. Kami yakin Anda pasti pernah mengonsumsi salah satu dari mereka.

Kimia Farma juga membuat bedak yang legendaris. Kami yakin ibu atau nenek Anda pernah memakainya, ialah bedak Marcks yang terkenal sejak tahun 1960an.

Untuk memproduksi varian produk sebanyak itu, Kimia Farma mempunyai beberapa tempat produksi antara lain : Jakarta, Bandung, Semarang, Watudakon, dan Medan.

Kimia Farma juga mengelola jaringan ritel apotek yang dikelola oleh PT Kimia Farma Apotek. Kemudian ada juga unit usaha laboratorium klinis dalam pengelolaan PT Kimia Farma Diagnostik.

Ini satu hal yang paling menarik menurut kami, Kimi Farma mempunyai ritel apotik di Arab Saudi dengan nama Kimia Farma Dawaa.

Ritel di Arab Saudi ada sejak tahun 2018 untuk memenuhi kebutuhan obat bagi jamaah umrah dan haji. Arab Saudi juga mempunyai banyak pekerja migran asal Indonesia, sehingga menjadi target market yang sangat spesifik.

2. PT Indofarma Tbk (INAF)

Indofarma menjual tiap satu lembar saham pada harga Rp. 3000. Harga sahamnya pernah mencapai nilai hingga Rp 7.000. Meyakinkan untuk menjadi salah satu portofolio investasi Anda.

Perusahaan ini mempunyai sejarah panjang sebelum menjadi perusahaan negara. Didirikan oleh Belanda pada 1918 sebagai unit produksi Rumah Sakit Pusat Hindia Belanda.

Kemudian diambil alih oleh Jepang pada 1942, lalu diambil alih oleh departemen kesehatan pada tahun 1950.

Pada tahun 1980 mulailah pembangunan pabrik dengan skala besar di Cibitung. Dengan lahan 20 hektar, Indofarma menjadi perusahaan farmasi paling besar yang fokus pada produksi obat generik dan obat premium.

Kemudian pada tahun 90an Indofarma juga melakukan produksi Alat Kesehatan. Alat Kesehatan adalah instrumen, aparatus, dan/atau implan yang tidak mengandung obat. Alat Kesehatan ini terdiri dari peralatan medis dan peralatan habis pakai.

Peralatan ini yang digunakan untuk mengidentifikasi, mencegah, mendiagnosis suatu penyakit atau kondisi seseorang.

Agar lebih menancapkan dominasi pada industri kesehatan. ada tahun 2012, Indofarma mulai mengembangkan unit Engineering Pharmaceutical.

Unit ini khusus mengembangkan mesin pengemasan industri farmasi. Dengan mengadopsi teknologi dari Eropa dan aktivitas produksi di Indonesia, membuat harga mesin menjadi lebih terjangkau bagi perusahaan farmasi lainnya.

Semua hasil produksi berupa obat, alat kesehatan, dan mesin farmasi sudah melalui uji klinis dan memenuhi standar BPOM.

PT Indofarma juga mempunyai dua anak perusahaan untuk mendukung kegiatan bisnis. PT Indofarma Global Medika khusus menangani proses distribusi obat dan alat kesehatan.

PT. Farmalab Indotama lebih fokus pada laboratorium uji ekuivalensi untuk makanan dan obat.

3. PT Darya Varia Laboratoria Tbk (DVLA)

Harga saham DVLA ada di angka Rp 2.000, pernah mencapai titik paling tinggi di harga Rp 3.100. Dengan 10 juta lembar saham yang beredar di publik, Anda masih punya banyak peluang untuk memilikinya.

Pemilik saham mayoritas adalah milik Blue Sphere Singapore Pte Ltd (BSSPL), yang mencapai 92,13% kepemilikan.

PT Darya Varia Laboratoria merupakan perusahaan industri farmasi sejak tahun 1976. PT Darya Varia termasuk kategori perusahaan PMDN, Penanaman Modal Dalam Negeri).

Sejak November 1994, Darya-Varia mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham DVLA.

PT Darya-Varia saat ini mengoperasikan dua pabrik yang telah memenuhi standar internasional Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dan standar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Pabrik di daerah Gunung Putri memproduksi produk kapsul gelatin lunak, produk sediaan cair, plester obat, salep, dan krim diproduksi di Pabrik Gunung Putri.

Dalam proses produksi, Pabrik Gunung Putri menerapkan Sistem Manajemen Terpadu dan memperoleh sertifikat ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, ISO 45001:2018 dan ISO 22000:2018.

Sedangkan Pabrik di Citeureup memproduksi injeksi steril dan sediaan padat dalam bentuk tablet dan kapsul diproduksi di Pabrik Citeureup.

Pabrik Citeureup juga menerapkan Sistem Manajemen Terpadu dan memperoleh sertifikat ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, ISO 45001:2018, dan SNI ISO/IEC 17025:2017.

PT Darya Varia menjalin kemitraan dengan PT Medifarma Laboratories untuk bidang bisnis Toll Manufacturing. Ini mencakup transfer teknologi, uji coba lab dan pilot, studi stabilitas, pengadaan bahan baku dan kemasan, dan produksi komersial barang jadi yang berkualitas.

Bisnis Toll Manufacturing ini sudah mendapatkan kepercayaan oleh mitra bisnis lokal dan asing baik untuk pasar domestik dan internasional untuk bisnis Ekspor.

PT Darya Varia selalu memastikan mutu dan keamanan dari setiap produknya. Bahkan semua produknya telah bersertifikat halal. Seluruh fasilitas pabrik Darya-Varia juga telah menerapkan sistem jaminan halal.

Selama 45 tahun, Darya-Varia terus bergerak maju untuk memberikan fasilitas kesehatan yang bermutu tinggi.

Mengusung misi “membangun Indonesia yang lebih sehat setiap orang di setiap waktu”, Darya-Varia selalu berkomitmen untuk menyediakan beragam produk berkualitas dengan strategi yang tepat untuk kesehatan masyarakat Indonesia.

4. PT Kalbe Farma (KLBF)

Perusahaan ini didirikan oleh dr Boenjamin Setiawan atau Khou Liep Boen pada tahun 1966 sebagai usaha rumahan di sebuah garasi. Kini Kalbe Farma telah jauh berkembang menjadi perusahaan farmasi besar di Indonesia.

Dengan kisaran harga saham Rp 1.000 sampai Rp 1.500 tiap lembar, Kalbe Farma menyediakan 40% sahamnya untuk bisa dimiliki publik.

Kalbe merupakan salah satu perusahaan yang fokus menyediakan segala solusi kesehatan. Ada 4 divisi usaha utama yang berjalan hingga kini yaitu : Divisi Obat Resep (kontribusi 23%), Divisi Produk Kesehatan (kontribusi 17%), Divisi Nutrisi (kontribusi 30%), serta Divisi Distribusi and Logistik (kontribusi 30%).

Keempat divisi usaha masing-masing mengelola portofolio obat resep untuk klinik atau rumah sakit dan obat bebas yang bis dijual di Apotek.

Ada juga produk-produk minuman energi dan nutrisi. Usaha distribusinya sudah menjangkau lebih dari satu juta outlet di seluruh kepulauan Indonesia.

Semua orang pasti tahu merk seperti Komik, Fatigon, Mixagrip, dan Extra Joss. Mereka adalah beberapa contoh produk kesehatan buatan Kalbe Farma.

Kalbe farma bahkan sudah menjangkau pasar luar negeri. Beberapa produk farma mampu bersaing untuk pasar ekspor di negara-negara ASEAN, Nigeria, dan Afrika Selatan.

Khusus untuk mengelola ekspor, Kalbe Farma mempunyai kantor pusat di Singapura.

Dengan label Kalbe Internasional yang bertanggung jawab mengelola kantor-kantor cabang dan kantor-kantor perwakilan Perseroan di 9 negara: Singapura, Malaysia, Filipina, Vietnam, Myanmar, Cambodia, Sri Lanka, Nigeria dan Afrika Selatan.

Keberhasilan Kalbe Farma ini atas kesadaran pentingnya inovasi untuk mendukung pertumbuhan usaha. Kalbe telah membangun kekuatan riset dan pengembangan dalam bidang formulasi obat generik dan mendukung peluncuran produk konsumen dan nutrisi yang inovatif.

Melalui kerjasama strategis dengan mitra-mitra internasional, Kalbe telah merintis beberapa inisiatif riset dan pengembangan obat.

Kalbe juga banyak terlibat dalam kegiatan riset mutakhir di bidang sistem penghantaran obat, obat kanker, sel punca dan bioteknologi.

Mempunyai lebih dari 17.000 karyawan, kini Kalbe telah tumbuh menjadi penyedia layanan kesehatan terbesar di Indonesia, dengan keunggulan keahlian di bidang pemasaran, branding, distribusi, keuangan serta riset dan pengembangan.

5. PT Merck Tbk (MERK)

PT Merck merupakan perusahaan farmasi dari Jerman. Friedrich Jacob Merck mengawali perusahaanya di Darmstadt, Jerman pada tahun 1668. Kini Merck sudah berusia 350 tahun.

Merck mulai masuk ke Indonesia pada tahun 1970 dan membuka sahamnya di BEJ pada tahun 1981. Kini ada 1 juta lembar saham yang beredar di BEI dengan harga Rp 3.000 sampai Rp 3.500 per lembarnya.

Dari pabrik dan kantor yang berada di Indonesia, PT Merck mengontrol unit bisnisnya di wilayah Asia Tenggara. Oleh karena itu, di beberapa bursa saham luar negeri, PT Merck Tbk tercatat sebagai perusahaan asal Indonesia.

Bisnis PT Merck diklasifikasikan ke dalam tiga divisi: divisi kesehatan konsumen, divisi obat resep Merck Serono, dan divisi kimia.

Divisi kesehatan konsumen memproduksi dan membuat obat yang dijual bebas, beberapa merek utama di bawah divisi ini adalah Sangobion, Neurobion, Becombion, dan Seven Seas.

Divisi obat resep Merck Serono memproduksi dan membuat obat resep khusus penyakit dalam. Produk-produk di bawah divisi ini dikategorikan ke dalam enam lini: jantung, metabolisme, saraf, umum, Serono bioteknologi, dan onkologi.

Divisi kimia milik PT Merck lebih lanjut diklasifikasikan ke dalam dua kelompok: Merck Millipore, menawarkan produk dan layanan untuk industri life science.

Yang kedua adalah Performance Material EMD, menawarkan bahan kimia berteknologi tinggi untuk kosmetik dan pengemasan, bahan pelapis, pigmen, dan industri keamanan.

Dalam halaman resminya, PT Marck membagi unit bisnisnya dalam tiga kategori, yaitu Health Care, Life Science, dan Electronics.

Untuk bidang Healthcare ada Endokrinologi, Kesuburan, Pengobatan Umum, Neurologi & Imunologi, dan Onkologi.

Kemudian Life Science ada Klinis dan Diganostik, Emerging Biotech, Pengujian Lingkungan, Makanan dan Minuman, Penelitian Pemerintah & Akademik, Industri, Produksi Farmasi & Biofarmasi, Penelitian Farmasi, dan Kendali Mutu Farmasi.

Terakhir adalah Electronics, Arsitektur, Otomotif, Kosmetik, Layar, Pigmen Efek, Bahan Fungsional, dan Semikonduktor.

Khusus dalam bidang Electronics, PT Merck bekerjasama dengan beberapa produsen perangkat digital untuk membuat alat pendeteksi kesehatan seperti smartwatch dan smartband.

6. PT Phapros Tbk (PEHA)

Perusahaan ini mempunyai pabrik di Semarang, Jawa Tengah. Berdiri sejak tahun 1954, kini PT Phapros menjadi anak perusahaan PT Kimia Farma (Persero)yang saat ini menguasai saham sebesar 56,7% dan sisanya dipegang oleh publik.

Anda bisa turut investasi di PT Phapros dengan kode PEHA, harganya kisaran Rp. 1.800 sampai Rp. 2.500 per lembar saham.

Salah satu produk Phapros paling terkenal di masyarakat adalah Antimo, obat favorit kawan – kawan yang sensitif saat melakukan perjalanan darat atau laut.

Selain itu, Phapros juga memproduksi banyak obat generik seperti Amoxicilin dan Vitamin C kapsul. Semua produk Phapros melalui uji klinis dan kelayakan CPOB, Cara Pembuatan Obat yang Baik.

Phapros juga mengekspor beberapa produknya ke beberapa negara di Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Ada dua pola ekspor yang dilakukan oleh Phapros. Pertama, Phapros secara langsung mengekspor produknya sendiri melalui partner di negara-negara tujuan.

Kedua, Phapros menyediakan layanan pembuatan kontrak untuk produsen atau pembeli internasional menggunakan nama merek sendiri.

Dalam layanan pembuatan ini, Phapros memproduksi spesifikasi obat yang dibutuhkan bagi perusahaan pemesan. Tentu produksi obat ini mengikuti standar internasional atau standar obat dari negara asal pemesan.

Pabrik Phapros hampir mampu memproduksi dan menghasilkan berbagai bentuk obat seperti: tablet, kapsul, cairan, injeksi (vial dan ampul), kapsul softgel, bubuk untuk injeksi, semisolid.

Ekspansi usaha ekspor PT Phapros ini mendapatkan dukungan dari dua anak perusahaanya, yaitu PT. Lucas Djaja dan PT Liza Farmasi yang berbasis di Bandung.

Pada Oktober 2020 kemarin, dua perusahaan ini baru saja melakukan pengiriman obat dalam jumlah besar ke Myanmar dan Afghanistan.

Phapros juga mengembangkan laboratorium kalibrasi di Semarang. Laboratorium ini untuk memastikan bahwa segala alat ukur bidang kesehatan memiliki akurasi yang baik dan minim kesalahan.

Laboratorium ini menjadi mitra bagi rumah sakit di kabupaten sekitar Semarang untuk menjaga akurasi peralatan mereka dalam melakukan diagnosa kepada pasien.

Perusahaan kini sedang melakukan usaha ekspansi untuk membangun laboratorium kalibrasi seperti ini untuk beberapa kota besar di Indonesia.

7. PT Pyridam Farma Tbk (PYFA)

Perusahaan ini merupakan satu dari 50 perusahaan yang mendapat penghargaan dari Forbes Indonesia dengan kategori High Performing Public Listed Company.

High Performing Public Listed Company merupakan ajang tahunan bergengsi dari Forbes Indonesia bagi para pelaku usaha yang tercatat pada Bursa Efek Indonesia.

Ini menjadi tolak ukur kesuksesan di dunia bisni dan juga sebagai referensi bagi Anda yang sedang mencari diversifikasi investasi pada perusahaan kesehatan.

Kriteria penilaian dalam ajang penghargaan tersebut didasarkan pada kinerja fundamental jangka panjang perusahaan.

Penghargaan ini mencerminkan ketahanan bisnis pada kondisi ekonomi negara secara keseluruhan terlepas dari kondisi ekonomi domestik dan internasional yang menantang.

Penilaian ini mempunyai beberapa kriteria seperti pertumbuhan laba bersih, laba aset, juga Return on Equity (ROE) yang dicapai dalam tiga sampai lima tahun terakhir.

Forbes mencatat peningkatan harga saham dalam tiga tahun terakhir dari PT Pyridam Farma, dari harga Rp 105 pada tahun 2018 dan kini mencapai harga Rp 1.000 untuk satu lembar saham.

Pyridam memulai usahanya pada tahun 1976 sebagai perusahaan kimia bidang pertanian. Bekerja sama dengan departemen pertanian.

Pada tahun 1985, Pyridam mulai mendirikan Divisi Farmasi yang berkembang pesat. Divisi ini memproduksi obat – obatan generik untuk resep klinik kesehatan.

Pada tahun 1998 Pyridam melakukan percepatan perusahaan dengan membangun pabrik produksi baru di atas lahan seluas 35.000 meter persegi di Cianjur, Jawa Barat, dengan desain, mesin, dan manajemen lingkungan.

Pada tahun yang sama, PT Pyridam menyelesaikan Penawaran Umum Perdana (IPO) sebanyak 120.000.000 saham biasa. Sejak melantai di Bursa Efek Jakarta, nama Perusahaan berubah menjadi PT Pyridam Farma, Tbk.

Kini PT Pyridam Farma mempunyai 4 jenis produk unggulan. Obat Komersil misal multivitamin anak, dewasa dan obat osteporosis. Obat resep untuk layanan kesehatan.

Baca yuk, 10 Perusahaan Bakrie Group Pilihan Investor

Ada juga obat khusus untuk perawatan kulit misal untuk wajah dan tangan agar lebih cemerlang. Yang terakhir ada produksi berbagai perlengkapan laboratorium misal tes urin atau tes darah.

Pada tahun 2020, PT Pyridam Internasional menjual 47,61 persen saham perseroan kepada Rejuve Global Investment Pte Ltd. Ini adalah perusahaan dari Singapore yang fokus pada penanaman investasi modal untuk perusahaan yang menurut mereka akan melaju pesat.

8. PT Organon Pharma Indonesia (SCPI)

Perusahaan sebelumnya bernama PT Merck Sharp & Dohme Pharma, cabang perusahaan farmasi dari Amerika. Pergantian nama ini berlaku sejak awal 2021.

PT Organon kemudian menjadi perusahaan mandiri, sebagai hasil pemisahan dari induk usaha Merck Sharp & Dohme. MSD sendiri sejak awal adalah produsen obat resep, vaksin, hingga produk kesehatan lainnya.

Label Saham SCPI ini ternyata berasal dari nama pertama dari perusahaan, yaitu PT Schering Plough Indonesia Tbk. Didirikan dengan nama PT Essex Indonesia pada 07 Maret 1972 dan mulai beroperasi secara komersial pada bulan Januari 1975.

Kantor pusat SCPI berlokasi di Jalan Jendral Sudirman Jakarta dan pabrik berlokasi di Pandaan, Jawa Timur.

Pemilik saham mayoritas PT Organon masih dimiliki oleh Merck Sharp & Dohme dengan persentase kepemilikan sebesar 98,41%. Sedangkan sisanya dilepas untuk publik di BEI dengan harga Rp 20.000 – Rp 21.000.

Tingginya harga saham SCPI ini karena stoknya yang sangat terbatas di publik, mungkin ini salah satu strategi dari perusahaan. Karena hanya ada sekitar 800 ribu lembar yang beredar di BEI.

PT Merck Sharp sejak dahulu memang lebih fokus pada produksi obat komersil. Karena mereka menganggap bahwa produksi obat resep sudah banyak dilakukan oleh perusahaan BUMN.

Perusahaan mencatat bahwa kontribusi segmen primary care atau obat sehari-hari) adalah yang paling tinggi untuk perusahaan.

Segmen primary care memang diprediksi akan terus menurun ke depannya karena segmen pasarnya makin kompetitif.

Kemudian SCPI juga akan menaikkan segmen vaksin dan onkologi. Obat onkologi atau kanker yang dirilis Merck Sharp Dohme memang mempunyai keunggulan.

Obat Immuno-Oncology ini tidak spesifik ke kanker tertentu saja tetapi lebih membantu daya tahan tubuh untuk melawan virus kanker-nya.

Bahkan produk onkologi dari PT Merck yang mengobati tumor otak menjadi rekomendasi utama bagi pasien program BPJS. Ini membuat perusahaan optimis bahwa fokus produksi vaksin dan obat penyakit dalam ini akan terus meningkat.

9. PT Sido Muncul Tbk (SIDO)

Semua hal yang besar, tentu berasal dari sesuatu yang kecil. Begitu pula perusahaan jamu tradisional Sido Muncul yang berawal dari produsen jamu tolak angin dengan merk Tujuh Angin.

Mengawali usaha ini pada tahun 1941 di Yogyakarta, pasangan Siem Tiam Hie dan Go Djing Nio mengolah aneka jamu rempah. Kemudian pada tahun 1949 mereka pindah ke Semarang akibat perang kolonial melawan Belanda.

Nama Sido Muncul mulai digunakan saat berjualan di Semarang. Kemudian pada tahun 1951 mereka mulai membangun pabrik kecil karena permintaan jamu yang semakin meningkat.

Sido Muncul mulai menggunakan peralatan modern pada tahun 1984. Pada 11 November 2000, PT Sido Muncul kembali meresmikan pabrik baru di Ungaran dengan luas 7 hektar.

Baca yuk, Instrumen Investasi Safe Heaven

Peresmian dilakukan oleh Menteri Kesehatan sekaligus memberikan dua penghargaan untuk PT Sido Muncul.Yakni Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) setara dengan farmasi.

Sertifikat ini menjadikan PT. SidoMuncul sebagai salah satu pabrik jamu berstandar farmasi. Kita tentu tidak asing dengan aneka produk jamu Sido Muncul seperti tolak angin, kuku bima, jamu komplit, Kunyit Asam, dan Temulawak.

Harga saham SIDO di BEI cukup murah lho, hanya kisaran Rp 800 sampai Rp 1.000. Ada 8 juta saham yang beredar di BEI untuk publik.

10. PT Soho Global Plus Tbk (SOHO)

Apakah ada yang waktu kecil pernah minum Curcuma Plus sebagai suplemen? Itu adalah salah satu produk andalan Soho.

Ada juga Diapet obat diare dan Imboost multivitamin yang paling sering muncul di iklan televisi. Karena memang Soho fokus pada produksi obat Consumer Health atau penunjang kesehatan konsumen.

Dalam laman resminya, SOHO Global Health menulis profilnya sebagai perusahaan penyedia kesehatan terkemuka. Dengan perjalanan dan kompetensi lebih dari 70 tahun di bidang produk dan layanan perawatan kesehatan alami / herbal.

PT Soho merupakan perusahaan nasional terkemuka yang dibangun di atas merek yang kuat dan cara-cara inovatif dalam berbisnis.

SOHO Global Health menawarkan platform yang unik dan terbaik di kelasnya dalam hal branding, penjualan & pemasaran, manufaktur dan distribusi untuk mendukung pertumbuhan di masa depan di pasar Indonesia.

Baca yuk, Ingin Beli Saham BBCA, Pertimbangkan Hal Berikut

Dengan dukungan lebih dari 2500 karyawan, SGH mempertahankan cakupan kemitraan dengan 90% dokter di Indonesia. Sementara distribusi mencapai lebih dari 41.000 outlet nasional.

Selain memproduksi obat, Soho juga memproduksi peralatan kesehatan seperti kit lengkap alat bedah ringan, perangkat infus, dan aneka jenis suntik lengkap dengan jarumnya.

Pada tahun 2014 Soho mulai mengembangkan sayap pada pengembangan peralatan teknologi medis. Seperti alat pengukur tekanan darah elektrik, pengukur saturasi oksigen, peralatan USG, dan peralatan perawatan kulit.

Jika Anda berminat untuk investasi pada PT Soho, ketik kode SOHO pada aplikasi saham Anda. Harga per lembarnya kisaran Rp. 5100 sampai Rp 5.500.

Bagikan ;
Share
Published by
Alfian Ihsan

Recent Posts

Kenapa Saham UNVR Anjlok, Saatnya Beli atau Jual Rugi?

Saham UNVR (Unilever) adalah salah satu saham bluehip yang sering juga menjadi list saham yang…

1 hari ago

10 Saham Rekomendasi Saat PPKM Darurat Diperpanjang

Jika sesuai dengan jadwal, PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat di Jawa - Bali akan…

5 hari ago

Hal-Hal Penting Bagi Investor Saham Jika PPKM Darurat Diperpanjang

Terus bergerak melaju hingga akhirnya menembus 2,73 juta kasus per hari Jumat (16/7) sore, pandemi…

6 hari ago

Ingin Beli Saham BBCA? Coba Pertimbangkan 6 Hal Ini Dulu!

Saham BBCA merupakan salah satu saham bluechip perbankan yang harganya mahal. Walaupun mahal, saham ini…

7 hari ago

10 Perusahaan Bakrie Group Untuk Pilihan Investasi Saham

Beberapa hari ini banyak muncul pemberitaan mengenai Ardi Bakrie sebagai pimpinan di beberapa perusahaan Bakrie…

1 minggu ago

4 Instrumen Investasi Ini Termasuk Safe Heaven, Apa Saja Ya?!

Bagi Anda yang sedang belajar mengenai investasi, pasti menemui istilah Safe Heaven. Safe Heaven adalah…

2 minggu ago