Saham

Right Issue BBRI, Bagaimana Prospek dan Strategi Agar Tetap Cuan?

Tertarik dengan saham BBRI? Kabarnya BBRI akan menggunakan penambahan modal dengan skema right issue yang kemungkinan akan terjadi dalam waktu dekat. Rencananya BBRI akan menerbitkan kira-kira 28,67 miliar lembar saham seri B dengan nilai Rp 50 per saham atau sekitar 23,25% dari modal perseroan.

Lalu apa pengaruhnya untuk kita para investor? Nah pada kesempatan kali kita akan membahas tentang right issue BBRI dan bagaimana prospek serta strategi investasinya. Namun sebelum membicarakannya lebih dalam, bagi Anda yang belum memahami apa itu right issue, bisa menyimak penjelasan berikut ini!

Apa itu Right Issue

Right issue atau HMTED (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu) adalah salah satu bentuk aksi korporasi dimana emiten memberikan hak untuk membeli saham baru yang akan di terbitkan khususnya kepada pemegang saham yang lama.

Sederhananya begini, perusahaan yang sudah melakukan IPO pasti sudah memiliki pemegang saham lama. Ketika perusahaan membutuhkan dana segar, maka perusahaan harus menerbitkan saham baru. Nah saham-saham baru inilah yang di prioritaskan untuk ditawarkan kepada para pemilik saham lama terlebih dahulu.

Baca yuk, Saham Teknologi Bersiap Untuk Melejit

Lalu mengapa perusahaan melakukan right issue? Tujuan dari aksi right issue ini biasanya bermacam-macam. Mulai dari untuk penambahan modal, dalam rangka ekspansi bisnis ataupun membayar utang. Jadi dibanding meminjam ke Bank, perusahaan terbuka biasanya memilih untuk melakkan Right Issue.

Harga Right

Harga right atau harga saham baru dari right issue bisa saja lebih murah, sama ataupun lebih tinggi dari harga sahamnya saat ini. Namun jika saham tersebut banyak peminat, tentunya akan naik seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu keuntungannya, investor lama umumnya bisa membeli saham baru tersebut dengan harga yang lebih murah dibanding setelah di buka untuk investor lain.

Rasio Right Issue

Pemberian right issue akan di lakukan berdasarkan rasio tertentu. Misalnya Rafa memiliki 1000 lembar saham ABCD. Lalu emiten ABCD melakukan right issue dengan rasio 1 : 2. Ini artinya Rafa di berikan kesempatan untuk membeli 2000 lembar saham (2 kali lipat saham ABCD miliknya).

Jika Investor Lama Tidak Membeli Saham Right Issue

Bagaimana jika investor lama tidak membeli saham baru yang di tawarkan pada right issue? Maka hak ini akan di berikan pada investor baru yang menjadi standby buyer. Konsekwensinya porsi investasi investor lama bisa menjadi berkurang (dilusi). Kok bisa ?

Kita pakai contoh right issue emiten ABCD dengan rasio 1 : 2 seperti di atas. Jika sebelumnya kita memiliki 1000 lembar ABCD, dengan adanya penerbitan saham baru maka jumlah sahamnya bertambah menjadi 3000 lembar saham. Tapi jika tidak membelinya, maka 2000 lembar saham akan dimiliki oleh investor baru.

Perhitungannya begini :

Nilai saham kita saat ini (setelah right issue) = 1000/ 3000

Dulu 1000 lembar saham nilainya mewakili 100% milik kita. Tapi karena nilainya kini menjadi 3000 lembar maka 1000 lembar saham kita saat ini hanyalah 33,3%. Dengan kata lain kita kehilangan 66,7% kepemilikan saham.

Mekanisme Right Issue BBRI

Aksi korporasi BBRI kemungkinan akan terjadi pada waktu dekat sekitar kuartal III tahun 2021. Aksi korporasi ini di awali oleh tujuan untuk membentuk Holding Ultra Mikro yang mana hal ini akan menggabungkan beberapa perusahaan pelat merah.

Diantaranya Bank BRI, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), dan PT Pegadaian Persero. Perusahaan-perusahaan tersebut nantinya akan menjaid satu holding di bawah kendali Bank BRI.

Oleh karena itu dilakukanlah right issue supaya BBRI bisa membentuk Holding Ultra Mikro tersebut. Dengan kata lain, right issue ini bertujuan untuk ekspansi bisnis dari Bank BRI dimana Bank BRI akan menjadi pemilik 99,99% saham PNM dan juga Pegadaian.

Ketentuan Bentuk Penyetoran Right Issue BBRI

Melalui aksi korporasi right issue maka semua pihak pemegang saham BBRI akan di libatkan, termasuk pemerintah selaku pemegang saham terbesar (56,75%) . Berdasarkan informasi resmi Bank BRI, sebagai pemegang saham pengendali BBRI pemerintah tidak akan menyetorkan dananya secara tunai.

Baca juga, Cara bermain saham di bursa luar negeri

Melainkan akan menyerahkan saham seri B milik pemerintah yang ada di PNM dan Pegadaian. Sementara untuk investor publik atau masyarakat bisa menyetorkan dananya dalam bentuk tunai.

Pelaksanaan RUPS BBRI

Pada tanggal 22 Juli 2021 nanti Bank BRI akan mengadakan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) yang akan di laksanakan di Kantor Pusat BRI, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 44-46 Jakarta.

Pada RUPS tersebut para pemegang saham akan mengambil keputusan kaitannya dengan penambahan modal perseroan BBRI. Nantinya akan ada HMETD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu) untuk para pemegang saham melalui PUT I (Penawaran Umum Terbatas).

Prospek BBRI Setelah Right Issue

Menurut beberapa analis, aksi korporasi right issue yang di lakukan BBRI ini memiliki prospek yang cukup cerah. Hal ini karena selain akan berdampak baik untuk BRI secara jangka panjang, stakeholder lain seperti kita para pemegang saham BRI. Hanya saja, ada yang perlu di cermati lebih lanjut dari right issue ini yakni mengenai harga right-nya.

Sebab kemungkinan harga right BBRI akan lebih rendah dari harga sahamnya saat ini. Dimana harganya di proyeksikan 1 sampai 1,5 kali lebih rendah dari harga saham BBRI saat ini (berkisar Rp 2400-Rp 3220). Kita memang belum bisa benar-benar memastikannya, jadi kita tunggu saja nanti.

Kemudian yang jadi pertanyaannya, apakah kita perlu menebus right issue BBRI ini?

Sebenarnya, aksi right issue ini cukup menarik mengingat tujuannya adalah untuk melakukan ekspansi bisnis. Selain itu, Bank BRI merupakan salah satu emiten yang cukup baik dalam hal track record kinerja dan fundamental perusahaan. Jadi bagi para value investor (long term) hal ini bisa menjadi peluang positif.

Jika investor lama tidak mengambil hak untuk membeli harga right, maka nilai investasi akan berkurang (dilusi). Namun seperti yang sudah di sebutkan sebelumnya, kita belum benar-benar tahu harga pasti dari right issue BBRI sehingga untuk menembus harga right bisa menunggu dulu harga pastinya.

Bagaimana jika kita ingin ikut dalam right issue BBRI? Kita bisa ikut membeli right issue BBRI lewat sekuritas pilihan masing-masing atau menanyakan langsung ke sekuritasnya.

Fundamental BBRI 5 Tahun Terakhir

Sebelum benar-benar membeli saham tertentu rasaya sudah menjadi kewajiban bagi investor untuk mengecek kembali bagaimana fundamental perusahaan.

Walaupun BBRI di kategorikan sebagai salah satu saham bluechip, namun agar langkah kita selanjutnya lebih tepat kita juga perlu memastikan track record fundamentalnya sampai degan akhir-akhir ini.

Lalu bagaimana kondisi fundamental BBRI dari 5 tahun terakhir dan yang terbaru?

Net Profit

Pertumbuhan bisnis BBRI dalam 5 tahun terakhir sangat luar biasa jika dilihat dari net profitnya. Meskipun pada tahun 2020 yang lalu sempat anjlok seperti perusahaan lainnya karena tersandung ise pandemik covid 19. Untuk lebih jelasnya Anda bisa melihat data pada tabel di bawah ini!

TahunNet Profit/ Laba Bersih (Rp)
202018,70 T
(- 45,66%)
201934,41 T
(+ 6,15%)
201832,42 T
(+ 11,62%)
201729,04 T
(+ 10,74%)
201626,23 T
(+ 3,22%)

Pada kuartal I tahun 2021, net profit BBRI mencapai Rp 6 triliunan. Hal ini merupakan suatu perkembangan di banding kuartal sebelumnya.

Aset, Hutang, Modal dan Nilai Buku

Secara aset, Bank BRI memiliki nilai yang fantastis bahkan hingga mencapai Rp 1500 triliun. Jumlah aset BBRI bahkan terus bertumbuh saat krisis tahun 2020 yang lalu. Coba cermati pertumbuhan aset, hutang, modal dan nilai buku dari BBRI selama tahun 2016 hingga 2020 berikut ini!

TahunAset (Rp)Hutang (Rp)Modal (Rp)Nilai Buku
20201.511,80 T
(- 6,71%)
1.311,90 T
(+ 8,60%)
199,90 T
(- 4,26%)
1.637,02
(- 4,26%)
20191.416,76 T
(+ 9,24%)
1.207,97 T
(+ 8,67%)
208,78 T
(+ 12,69%)
1.709,77
(+ 12,69%)
20181.296,90 T
(+ 15,15%)
1.111,62 T
(+ 15,93%)
185,28 T
(+ 10,71%)
1.517,25
(+ 10,71%)
20171.126,25 T
(+ 12,22%)
958,90 T
(+ 11,91%)
167,35 T
(+ 13,99%)
1.370,44
(+ 13,99%)
20161.003,64 T
(+ 14,25%)
856,83 T
(+ 11,96%)
146,81 T
(+ 29,78%))
1.202,27
(+ 29,78%)

Nah pada tahun 2021 terlihat bahwa kinerja BBRI sedang mulai pulih kembali. Hal ini berdasarkan net profit margin BBRI yang mulai membaik dan bertumbuh.

Laba Per Saham

Begitu juga jika dilihat dari laba per Sahamnya. BBRI menunjukan peningkatan yang cukup konsisten kecuali lagi-lagi anjlok di tahun 2020.

TahunLaba Per Saham
2020153,14
(- 45,66%)
2019281,82
(+ 6,15%)
2018265,48
(+ 11,62%)
2017237,85
(+ 10,74%)
2016214,79
(+ 3,22%)

Dividen Per Saham

Salah satu ciri dari perusahaan yang memiliki kinerja bagus juga bisa di lihat dari pembagian dividen. Sebab jika kinerjanya jelek, tentunya perusahaan akan kurang mampu membagikan dividen untuk para investornya. Nah dalam hal ini BBRI juga termasuk emiten yang rajin membagikan dividen dengan jumlah yang cenderung naik setiap tahunnya. Bahkan pada krisis

Bahkan terakhir pada April 2021, BBRI juga membagikan dividen sebesar 65% dari laba tahun 2020 yakni senilai Rp 98,91 per saham.

Walaupun tidak sebesar tahun sebelumnya karena memang laba tahun 2020 sempat turun drastis, namun ini menunjukan bahwa BBRI merupakan emiten yang sangat kuat karena masih mampu membagikan dividennya di tengah krisis. Coba lihat jumlah dividen per Saham yang di bagian BBRI berikut ini!

TahunDividen Per Saham (Rp)
2020Rp 168,20
2019132,46
(+ 23,97%)
2018106,86
(+ 24,46%)
201785,85
(+ 37,56%)
201662,41
(+ 4,78%)

Dari data di atas bisa di bilang bahwa BBRI memang memiliki kinerjanya bagus. Mungkin bisa kita bayangkan, bagaimana jika setelah right issue ini BBRI juga melakukan ekspansi sehingga bisa menggarap pasar yang selama ini di sasar oleh PNM dan Pegadaian.

Baca juga, Pemula harus Tahu Apa Itu Saham Gorengan

Penutup

BBRI merupakan saham blue chip yang layak di pertimbangkan untuk investasi jangka panjang. Namun sebaiknya tetap membeli saham di harga wajar atau saat turun, begitupun jika terjadi right issue nanti.

Bagaimana menurut Anda? Apakah right issue ini dapat menjadi peluang besar atau justru ancaman? Semua keputusan investasi kembali ke tangan Anda. Sebagai investor, tentunya perlu cermat dan bijak menyikapi segala bentuk aksi korporasi yang dilakukan oleh emiten yang kita minati. Semoga informasi mengenai right issue BBRI dapat bermanfaat dan menambah wawasan investasi Anda.

Bagikan ;
Share
Published by
Yulinda Nurlisdiana

Recent Posts

Profil 8 Emiten Perusahaan yang Listing IPO Pada Bulan September

Pada awal September 2021, ada 8 emiten perusahaan yang baru listing IPO di Bursa Efek…

5 hari ago

Mengkilapnya 6 Emiten Saham Perusahaan Tambang Nikel

Semakin meningkatny pasar ponsel dan laptop membuat permintaan terhadap nikel semakin tinggi. Karena baterai lithium…

2 minggu ago

7 Keunggulan Superapp Investasi Saham IPOT dari Indo Premier

Apa aplikasi favorit Anda untuk investasi saham? Tahan diri Anda untuk menyebutnya, karena kita sekarang…

2 minggu ago

Hal-Hal yang Wajib Diketahui Investor Soal Tapering Off dari The Fed

Pekan-pekan terakhir bulan Agustus 2021 ini, pelaku ekonomi global tampaknya sedang memusatkan perhatiannya pada Bank…

3 minggu ago

Ustadz Yusuf Mansur Borong 3 Emiten Saham Ini, Simak Profil Perusahannya.

Apakah Anda pernah dengar istilah Mansurmology? Ini adalah ilmu investasi yang sering dibagikan oleh penceramah…

3 minggu ago

10 Pilihan Saham Berpotensi Cuan di Akhir Agustus 2021

Bulan Agustus 2021 tanpa terasa tinggal menyisakan satu hari saja. Tentu berbagai gejolak di pasar…

3 minggu ago