Saham

Kenapa Saham UNVR Anjlok, Saatnya Beli atau Jual Rugi?

Saham UNVR (Unilever) adalah salah satu saham bluehip yang sering juga menjadi list saham yang wajib di simpan seumur hidup. Namun dalam 5 tahun terakhir harga saham UNVR terus turun hingga hari ini (19 Juli 2021). Banyak para pemegang saham UNVR yang mulai berpikir apakah perlu menjual sahamnya sekarang?

Bayangkan saja, jika kita membeli saham UNVR 5 tahun lalu sebesar Rp 10 juta , per-tanggal 19 Juli 2021 ini nilai saham kita hanya tinggal Rp 5.750.000 saja. Hampir setengahnya!

Penurunan harga saham UNVR selama 5 tahun belakangan ini memang bisa di bilang cukup signifikan yakni sekitar 42,5%.

Sehingga mungkin wajar jika sebagian pemegang saham UNVR banyak yang berpikir apakah harus jual rugi sahamnya saat ini. Atau mungkin para peminat saham UNVR juga justru berpikir kebalikannya? Apakah harga saham UNVR yang sedang anjlok merupakan momentum untuk memborong sahamnya?

Nah, kali ini kita akan mencari tahu kira-kira kenapa saham customer goods raksasa ini terus turun dan apa strategi yang sebaiknya kita pertimbangkan.

Kenapa Saham UNVR Terus Mengalami Penurunan

Sumber gambar : Google

“Kok saham sekelas UNVR bisa turun terus menerus ya? Investasi saham bluechip ruginya sampai 42,5%, apakah ini berarti Unilever sebenarnya adalah perusahaan abal-abal?

Padahal banyak orang mengatakan kalau kita ingin membeli saham, maka belilah saham yang bagus supaya aman dan UNVR adalah salah satunya. Kenyataannya, aman dari mana? Kita investasi selama 5 tahun, uang kita malah berkurang hampir setengahnya.”

Mungkin itu adaalh beberapa pertanyaan yang menghampiri saat mengetahui penurunan saham UNVR nyatanya berlangsung lama dan konsisten hingga sekarang. Pertama-tama, perlu kita sadari terlebih dulu kalau penurunan nilai saham kita saat ini bukanlah berarti kita merugi. Selama kita belum benar-benar menjual sahamnya.

Lalu kenapa harganya turun terus? Ada beberapa hal yang bisa kita cek :

  1. Apakah laba UNVR sedang rugi?
  2. Apakah keuangan UNVR sedang seret?
  3. Apakah kita membeli di harga yang terlalu tinggi?

Mari kita cari tahu satu persatu!

Penjualan dan Laba Emiten UNVR

Sumber gambar : pexels.com/ Pixabay

Baiklah, pertama kita cek dulu apakah UNVR sedang mengalami kerugian ataukah tidak. Berdasarkan data keuangan UNVR selama 5 tahun terakhir (2016-2020), penjualan UNVR ternyata terus naik dari tahun ke tahun.

Walaupun rata-rata kenaikannya tidak besar tapi UNVR masih termasuk perusahaan yang bagus. Sebab Unilever merupakan perusahaan sudah sangat besar, jadi ibarat gajah ia akan susah bergerak tapi UNVR tetap bisa bergerak ke arah positif.

Bagi perusahaan besar yang produknya sudah tersebar ke seluruh Indonesia, memang wajar jika proses ekspansi tidak bisa berjalan secepat perusahaan kecil. Lalu bagaimana dengan labanya?

Begitupun labarnya, walaupun pada 2 tahun terakhir sedang turun (2019-2020). Apalagi kita tahu bahwa 2020 kita masuk masa pandemik, justru penurunan laba yang tidak terlalu besar menunjukan sebearapa kuat ketahanan emiten ini.

Selain itu, penurunan laba juga tetap saja tidak bisa menutup fakta bahwa laba bersih UNVR selama 5 tahun terakhir naik dari yang awalnya 6,39% (2016) menjadi 7,2% (2020).

Nah untuk lebih jelasnya, Anda bisa melihat data di bawah ini!

TahunPenjualan (Rp)Laba Bersih (Rp)
202042,97 T
(+  0,12%)
7,16 T
(- 3,10%)
201942,92 T
(+  2,68%)
7,39 T
(- 18,84%)
201841,80 T
(+  1,45%)
9,11 T
(+  30,05%)
201741,20 T
(+  2,87%)
7,00 T
(+  9,61%)
201640,05 T
(+ 9,78%)
6,39 T
(+  9,21%)

Secara logika, jika perusahaan memiliki penjualan dan laba yang bagus harusnya harga sahamnya pun akan ikut naik. Tapi justru harganya mengalami penurunan terus menerus.

Dari sini kita bisa paham bahwa faktor penjualan dan laba UNVR kemungkinan bukanlah menjadi sebab penurunan harganya. Sekarang kita coba periksa dari segi keuangannya.

Kesehatan Keuangan UNVR

Sumber gambar : pixabay.com/ TheDigitalWay

Apakah orang-orang menjadi enggan berinvestasi karena faktor kesehatan keuangan UNVR sehingga menyebabkan penurunan harga saham? Untuk memahaminya, kita bisa melihat jumlah hutang dan juga aset yang dimiliki UNVR.

Kita pasti tahu bahwa wajar bagi sebuah perusahaan terbuka untuk memiliki hutang. Nah, begitu juga dengan UNVR. Pada tahun 2016 UNVR memiliki hutang jangka pendek de Bank sebesar Rp 2,4 Triliun, lalu 5 tahun kemudian (tahun 2020) hutangnya bertambah menjadi Rp 3 Triliun. Bagi kita mungkin nilai tersebut sangat besar tapi ingat, ini adalah perusahaan raksasa Unilever.

Jadi apakah nilai tersebut besar bagi Unilever? Kita harus membandingkannya dengan ekuitas dan cashflownya.

Ternyata ekuitas UNVR lebih besar, di tahun 2020 UNVR memiliki ekuitas sebesar Rp 4,9 Triliun (kecuali tahun 2020). Selanjutnya, mari kita lihat cashflow perusahaannya. Dari segi arus kas operasinya di tahun 2020 UNVR bisa mendapatkan Rp 8,36 Triliun.

Nah dengan begitu, sudah pasti melunasi hutang ke Bank sebesar Rp 3 Triliun tadi sangat mudah dilakukan. Jadi bisa di bilang kalau dari sisi kesehatan keuangannya ternyata tidak ada masalah dengan UNVR.

Membeli Saham UNVR di Harga Terlalu Tinggi

Sumber gambar : pexels.com/ Anna Nekrashevich

Kemungkinan yang ketiga, bukan perusahaannya yang jelek tapi karena kita yang membeli saham di harga mahal. Jika ini jawabannya, berarti sebenarnaya bukan turun terus, melainkan saham ini sedang menuju harga wajarnya.

Walaupun para pengamat saham merekomendasikan untuk beli saham bluechip, tapi tetaplah membeli saham di harga yang wajar. Lebih untung lagi jika kita bisa membeli saham di bawah harga yang wajar, agar keuntungannya lebih maksimal lagi.

Jadi, jika kita ingin mulai belajar investasi saham maka jangan membeli saham di saat harganya sedang mahal. Dalam perlembar saham terdapat nilai intrinsik saham (nilai asli). Untuk memahami nilai intrinsik, coba perhatikan analogi di bawah ini!

Misalnya, teman kita si A membuka warung yang modalnya Rp 20 juta dan ternyata sangat ramai pembeli dan konsisten.

Kemudian warung tersebut di jual kepada kita dan kita menawar dengan harga Rp 20 juta juga untuk membelinya. Tapi si A menolaknya karena warung tersebut menghasilkan keuntungan bersih sebesar Rp 10 juta per-tahunnya.

Jika dia menjual seharga Rp 20 juta, maka kita bisa untung karena bisa balik modal dalam waktu 2 tahun tapi dia akan rugi karena setelah di jual maka dia tidak punya sumber penghasilan lagi. Hal ini sangat masuk akal dalam bisnis, oleh karena itu kita coba bertanya berapa harga yang si A ingin tawarkan. Lalu si A menjawab : “Rp 1,64 miliar”.

Mendengar harganya saja kita pasti ingin langsung pergi saja. Sebab jika warung tersebut di jual seharga :

  • Rp 30 juta = Balik modal selama 3 tahun
  • Rp 50 juta = Balik modal selama 5 tahun
  • Tapi kalau Rp 1,64 miliar = Balik modal selama 164 tahun

Dari sini kita bisa melihat bahwa bisnis yang fundamentalnya baguspun akan menjadi tidak menarik jika di tawarkan dengan harga yang terlalu tinggi. Nah hal ini juga terjadi kepada UNVR.

Potensi Balik Modal Saham UNVR

Coba kita bayangkan warung si A yang tadi kita bicarakan. Anggap saja ada juga warung bernama UNVR juga modalnya Rp 20 juta, tapi di jual dengan harga Rp 2 miliar. Harganya Rp 1 miliar 40 juta, yang mana hal ini 52x lipat lebih besar dari harga aslinya. Bahkan pada tahun 2017, harganya Rp 1,64 miliar jika kita ingin membeli 100% sahamnya.

Bedanya jika warung si A bisa memberikan return sebesar 50% pertahunnya, maka UNVR bisa menghasilkan keuntungan sebesar 135% per tahun. Artinya kita bisa balik modal selama 61 tahun. Beda dengan warung si A yang di jual dengan harga yang sama yaitu Rp 1,64 miliar, namun kita baru bisa balik modal selama 164 tahun kemudian.

Inilah mengapa UNVR sebenarnya merupakan perusahaan yang sangat bagus. Setidaknya jika Anda meinggal, anak cucu masih bisa menikmati return dari saham UNVR ini.

Nah harga UNVR yang kita beli sebesar Rp 1,64 miliar padahal modalnya hanya Rp 20 juta di sebut dengan PBV (Price to Book Value) sebanyak 82x (kali). Lalu pertanyaan selanjutnya, kapan kita bisa tahu kapan UNVR di jual sesuai harga wajarnya?

Saran Untuk Membeli Saham Harga Wajar

Sumber gambar : pexels.com/ Anna Nekrashevich

Sebagai calon pembeli, kita pasti sudah bisa memahami kalau UNVR akan menjual sahamnya di harga bersihnya.

Alasannya pertama, returnnya saja sudah bisa mencapai 135% pertahun. Dengan modal kita Rp 20 juta maka tahun depannya kita bisa mendapatkan Rp 27 juta. Jadi jelas saja UNVR tidak akan menjualnya sesuai modal bersihnya.

Alasan kedua, Unilever bukan sembarang brand. Unilever merupakan brand yang sangat kuat dan produknya tersebar dan digunakan oleh hampir setiap orang. Sehingga prospek bisnisnya bisa di katakan pasti sangat cerah. Saking kuatnya, dalam 50 tahun kedepan kemungkinan perusahaan ini juga akan tetap bisa berdiri.

Cara mudah untuk mengetahui kapan UNVR sedang berada di harga wajar atau bahkan undervalue adalah dengan mencari rata-rata PBV setiap tahunnya. Dengan begitu kita jadi tahun berapa harga wajar menurut orang-orang. Nah, jika Anda penasaran berapa rata-rata PVB UNVR selama 5 tahun terakhir, coba lihat data berikut ini!

TahunPBV
202063x
201982x
201846x
201761x
201657x

Rata-rata PBV UNVR selama 5 tahun terakhir adalah 61,7x. Dengan kata lain PVB 61,7x adalah harga yang di katakan wajar bagi orang-orang untuk membeli saham UNVR selama 5 tahun kebelakang. Sehingga jika saat ini PVB UNVR dibawah 61,7x artinya harga sahamnya sedang murah.

Cara lain untuk menghitung harga wajar adalah dengan menghitung EPS UNVR dibagi return minimal. Maksud dari return minimal ini adalah, return minimal dari instrumen investasi minim resiko msisalnya deposito. Jadi jika kita memilih untuk berinvestasi pada saham, logisnya minimal returnnya harus melebihi return deposito.

Sebagai informasi, bahwa EPS UNVR adalah 200, dan return wajar deposito sekitar 6%. Sehingga harga wajar UNVR kira-kira berada di harga Rp 3.300-an.

Penutup

Jadi tidak salah jika saham Unilever disebut sebagai saham bluechip. Karena kenyataannya UNVR memang perusahaan yang sangat bagus. Para pengamat saham value investing pasti akan tetap merekomendasikan saham-saham bluechip seperti UNVR kepada para pemula, dan bukan saham-saham gorengan. Hanya saja harga sahamnya terus turun karena memang saham UNVR sudah terlalu mahal.

Jadi baiknya kita membeli saham UNVR di harga wajar atau undervalue. Bagi yang sudah terlanjur membeli sahamnya di harga mahal, maka jika tidak mau rugi harus menunggu sampai harganya sesuai dengan harga aslinya dan naik lagi. Sebab kita tahu bahwa Unilever kinerjanya sangat bagus, jadi hal itu bukanlah sesuatu yang tidak mungkin.

Bagikan ;
Share
Published by
Yulinda Nurlisdiana

Recent Posts

Profil 8 Emiten Perusahaan yang Listing IPO Pada Bulan September

Pada awal September 2021, ada 8 emiten perusahaan yang baru listing IPO di Bursa Efek…

5 hari ago

Mengkilapnya 6 Emiten Saham Perusahaan Tambang Nikel

Semakin meningkatny pasar ponsel dan laptop membuat permintaan terhadap nikel semakin tinggi. Karena baterai lithium…

2 minggu ago

7 Keunggulan Superapp Investasi Saham IPOT dari Indo Premier

Apa aplikasi favorit Anda untuk investasi saham? Tahan diri Anda untuk menyebutnya, karena kita sekarang…

2 minggu ago

Hal-Hal yang Wajib Diketahui Investor Soal Tapering Off dari The Fed

Pekan-pekan terakhir bulan Agustus 2021 ini, pelaku ekonomi global tampaknya sedang memusatkan perhatiannya pada Bank…

3 minggu ago

Ustadz Yusuf Mansur Borong 3 Emiten Saham Ini, Simak Profil Perusahannya.

Apakah Anda pernah dengar istilah Mansurmology? Ini adalah ilmu investasi yang sering dibagikan oleh penceramah…

3 minggu ago

10 Pilihan Saham Berpotensi Cuan di Akhir Agustus 2021

Bulan Agustus 2021 tanpa terasa tinggal menyisakan satu hari saja. Tentu berbagai gejolak di pasar…

3 minggu ago