Kripto Sebagai Penyelamat Rusia Hadapi Embargo Ekonomi

Rusia tidak gentar dengan ancaman embargo dari Uni Eropa dan Amerika, karena ada kripto sebagai penyelamat Rusia menghadapi ancaman embargo ekonomi Amerika dan Uni Eropa.

Mata uang kripto dapat membantu Rusia dan miliardernya menumpulkan dampak sanksi barat, begitu tulis beberapa media besar internasional.

Sejak hari pertama invasi Rusia ke Ukraina, Presiden AS Joe telah mengesahkan “sanksi keras” bersama dengan Uni Eropa untuk mengecam Rusia.

Ini bertujuan untuk membatasi kemampuan Rusia dalam melakukan bisnis dalam dolar dan mata uang internasional utama lainnya.

Juga termasuk ancaman sanksi pada lima bank Rusia yang mewakili aset sekitar $ 1 triliun. Sejumlah besar elit Rusia dan anggota keluarga mereka juga akan menjadi sasaran.

Tetapi sanksi itu mungkin kurang berarti bagi negara yang sudah mengambil langkah untuk melegalkan cryptocurrency dan sudah mengelola aset digital dalam jumlah besar.

Biasanya, negara-negara menggunakan solusi fisik untuk menghindari sanksi, seperti penggunaan transfer bahan bakar antar kapal oleh Venezuela dan Korea Utara.

Kini aset digital seperti pertukaran kripto dan desentralisasi dapat menjadi cara paling efektif untuk menghindari hukuman. Kita bisa menyebut bahwa kripto sebagai penyelamat Rusia.

Embargo 2014

Embargo ekonomi Amerika kepada Rusia juga pernah terjadi pada tahun 2014, ketika Rusia menginvasi Krimea.

Saat itu, Amerika Serikat melarang orang Amerika melakukan bisnis dengan bank Rusia, pengembang minyak dan gas, dan perusahaan lain yang berasal dari Rusia.

Embargo ini cukup memberi pukulan terhadap ekonomi Rusia dengan cepat dan besar. Para ekonom memperkirakan bahwa sanksi yang negara-negara Barat saat itu merugikan Rusia $50 miliar per tahun.

Setelah peristiwa embargo terhadap Rusia, pasar global untuk cryptocurrency dan aset digital lainnya mulai menggelembung. Sebuah kabar buruk bagi penegak sanksi, dan kabar baik bagi Rusia.

Rusia sepertinya sudah mempersiapkan invasi ini sejak lama, juga belajar bagaimana menghindari dampak buruk embargo ekonomi dari Amerika.

Situasi keuangan sudah berbeda dari tahun 2014, kini ada Kripto sebagai penyelamat rusia menghadapi ancaman embargo ekonomi Amerika dan Uni Eropa.

Meski Biden sudah memberlakukan sanksi baru terhadap Rusia atas konflik di Ukraina, yang bertujuan untuk menggagalkan aksesnya ke modal asing.

Tetapi entitas keuangan Rusia sudah bersiap untuk menumpulkan beberapa efek terburuk dengan membuat kesepakatan dengan siapa pun dari seluruh dunia yang mau bekerja dengan mereka.

Entitas bisnis pemerintah dan swasta Rusia kemudian dapat menggunakan mata uang digital untuk melewati titik kontrol yang menjadi andalan pemerintah Amerika dan Uni Eropa.

Khususnya dalam memblokir aktifitas transfer Bank dari luar negeri ke rekening akun Bank milik entitas dari Rusia. Ini adalah langkah pengawasan yang biasa dilakukan saat pemberlakuan embargo ekonomi.

“Rusia memiliki banyak waktu untuk memikirkan konsekuensi spesifik seperti ini,” kata Michael Parker, ahli praktik anti-pencucian uang dan sanksi di firma hukum Ferrari & Associates di Washington.

kripto sebagai penyelamat Rusia

Sanksi Ekonomi

Sanksi adalah beberapa alat paling kuat yang Amerika Serikat dan negara-negara Eropa bisa lakukan untuk mempengaruhi perilaku negara-negara yang tidak mereka anggap sebagai sekutu.

Amerika Serikat khususnya dapat menggunakan sanksi sebagai alat diplomatik karena dolar adalah mata uang cadangan dunia dan digunakan dalam pembayaran oleh seluruh dunia.

Tetapi pejabat pemerintah Amerika semakin sadar akan potensi cryptocurrency untuk mengurangi dampak sanksi ekonomi.

Kini mereka juga sedang berencana untuk meningkatkan pengawasan mereka terhadap aset digital.

Untuk menerapkan sanksi, pemerintah Amerika dan Uni Eropa kemudian membuat daftar orang dan bisnis yang harus mereka hindari, ini juga berlaku untuk entitas bisnis swasta.

Siapa pun yang ketahuan terlibat bisnis dengan nama yang ada pada daftar tersebut akan menghadapi denda yang berat.

Tetapi kunci sebenarnya dari program sanksi yang efektif adalah sistem keuangan global. Bank di seluruh dunia memainkan peran utama dalam penegakan sanksi ini.

Mereka melihat dari mana uang berasal dan menuju ke mana uang itu. Kemudian juga bagaimana undang-undang anti-pencucian uang mengharuskan mereka untuk memblokir transaksi dengan entitas yang berada di bawah sanksi dan melaporkan apa yang mereka lihat kepada pihak berwenang.

Tetapi jika bank adalah mata dan telinga pemerintah dalam mekanisme pengawasan sanksi ekonomi, namun itu tidak berlaku pada transaksi digital.

“Baik diktator maupun aktivis hak asasi manusia tidak akan menghadapi sensor apa pun pada jaringan Bitcoin,” kata Matthew Sigel, kepala penelitian aset digital pada perusahaan investasi VanEck.

Perusahaan dan individu yang mendapatkan sanksi ekonomi dari AS dan sekutunya pada dasarnya bisa menghindari hantaman sanksi.

Dengan memberlakukan transaksi mata uang digital maka kripto sebagai penyelamat Rusia dalam ancaman embargo ekonomi.

Abrahamovic Kena Imbasnya

Beberapa miliarder menjadi incaran UE dan AS, salah satunya adalah pemilik klub sepakbola Chelsea Roman Abrahamovic.

Setelah Uni Eropa mengumumkan sanksi ekonomi, parlemen inggris mengumumkan larangan bagi orang Rusia untuk memiliki aset di Inggris.

Abrahamovic adalah salah satu yang kena imbasnya, dia harus melepas status kepemilikannya pada klub asal London ini.

Untuk sementara, Abrahamovic menyerahkan kepemilikan klub pada yayasan Chelsea yang oleh beberapa media sebenarnya masih merupakan para loyalis Abrahamovic.

Lalu bagaimana dengan para miliarder Rusia lainnya yang juga menjadi target bagi negara UE dan AS?

Tentu kripto adalah potensi untuk menghindari hukuman transaksi. Teknologi blockchain akan menjaga transaksi tetap anonim.

Baca juga: Serangan Rusia ke Ukraina Guncang Bitcoin cs, Simak Dampak Global Lainnya!

Kripto Adalah Solusi Embargo Ekonomi

Mata uang digital dapat membantu mereka membeli barang dan jasa, juga berinvestasi pada segala aset yang ada di luar Rusia.

kripto sebagai penyelamat Rusia

Ini sebagai cara ampuh menghindari bank atau lembaga yang mematuhi sanksi agar tidak dapat melacak transaksi mereka.

“Jika dua orang atau organisasi ingin melakukan bisnis satu sama lain dan tidak dapat melakukannya melalui bank, mereka dapat melakukannya dengan Bitcoin,”.

Kata Mati Greenspan, pendiri dan kepala eksekutif perusahaan penasihat keuangan Quantum Economics.

“Jika seorang individu kaya khawatir bahwa akun mereka dapat dibekukan karena sanksi. Mereka dapat dengan mudah menyimpan kekayaan mereka dalam Bitcoin untuk mendapat perlindungan dari tindakan tersebut.”

Presiden Biden mengatakan pemerintahannya akan menjatuhkan sanksi pada Rusia “jauh melampaui” yang Rusia hadapi pada 2014 setelah invasi ke Krimea.

Sebagai dampaknya adalah Bank harus mematuhi aturan dengan mengidentifikasi setiap transaksi yang masuk dan memverifikasi identitas klien mereka.

Tetapi bursa dan platform lain yang memfasilitasi pembelian dan penjualan mata uang kripto dan aset digital jarang melacak pelanggan mereka sebaik bank.

Meskipun mereka seharusnya mengikuti aturan yang sama, namun orang-orang yang berkontribusi pada jaringan Blockchain sejauh ini masih independen dari intervensi pemerintah manapun.

Kripto, Ancaman Serius

Sehingga pada bulan Oktober 2021, Departemen Keuangan AS memperingatkan bahwa cryptocurrency menimbulkan ancaman yang semakin serius terhadap program sanksi Amerika.

Kemudian menghimbau bahwa otoritas AS perlu mendidik seluruh lembaga pemerintahan tentang teknologi digital yang independen ini.

Nampaknya Rusia sudah bersiap untuk menghindari sanksi, Rusia memiliki beberapa alat terkait cryptocurrency dengan kualitas tinggi, kata para ahli.

Yang Putin butuhkan hanyalah menemukan cara untuk berdagang tanpa menyentuh dolar. Dan mewujudkan kripto sebagai penyelamat Rusia melawan sanksi ekonomi global.

Pemerintah Rusia kini sedang mengembangkan mata uang digital bank sentralnya sendiri, yang disebut rubel digital.

Rubel adalah harapan baru bagi Rusia agar dapat menggunakannya untuk berdagang secara langsung dengan negara lain yang bersedia menerimanya tanpa terlebih dahulu mengubahnya menjadi dolar.

Teknik peretasan seperti ransomware juga dapat membantu Rusia mencuri mata uang digital dan mengganti pendapatan yang hilang akibat sanksi.

Apabila setiap transaksi cryptocurrency mempunyai catatan pada blockchain yang menjadi platform dasarnya dan menjadikannya transparan.

Namun tool baru yang dikembangkan di Rusia dapat membantu menutupi asal usul transaksi tersebut.

Itu akan memungkinkan pengusaha lain dari luar negeri untuk berdagang dengan entitas Rusia tanpa deteksi dari otoritas Uni Eropa atau Amerika Serikat.

Negara lain sudah memberi contoh tentang bagaimana melawan dominasi dollar AS dalam transaksi antar negara.

Iran dan Korea Utara adalah di antara negara-negara yang telah menggunakan mata uang digital untuk mengurangi dampak sanksi Barat, sebuah tren yang baru-baru ini diamati oleh pejabat AS dan PBB.

Korea Utara, misalnya, telah menggunakan ransomware untuk mencuri cryptocurrency kemudian mereka menggunakannya untuk mendanai program nuklir, ini menurut laporan PBB.

Potensi Rubel Digital

Pada Oktober 2020, perwakilan bank sentral Rusia mengatakan kepada surat kabar Moskow bahwa “rubel digital” baru akan membuat negara itu tidak terlalu bergantung pada Amerika Serikat.

Image : freebitcoinearningsites.com

Sehingga kripto sebagai penyelamat Rusia untuk lebih mampu menolak sanksi dan menghindari dampak buruk.

Rubel digital akan membiarkan entitas Rusia melakukan transaksi di luar sistem perbankan internasional dengan negara mana pun yang mau berdagang dalam mata uang digital.

Rusia dapat menemukan mitra yang bersedia di negara lain yang ditargetkan oleh sanksi AS, termasuk Iran , yang juga mengembangkan mata uang digital atas dukungan pemerintah mereka.

China, mitra dagang paling besar Rusia dalam impor dan ekspor, menurut Bank Dunia, telah meluncurkan mata uang digital bank sentralnya sendiri.

Pemimpin negara itu, Xi Jinping, baru-baru ini menggambarkan hubungan China dengan Rusia sebagai “no limits relationship”.

Menurut Yaya Fanusie, ahli pada Center for a New American Security, mengatakan bahwa bank sentral sedang mengembangkan sistem keuangan lintas platform.

Tujuannya agar bisa secara langsung menukar mata uang digital dengan mata uang konvensional.

Namun menurut Fanusie ini menciptakan risiko baru yang berupa tidak optimalnya sanksi ekonomi.

“Pengurangan kekuatan sanksi AS berasal dari sistem di mana negara-bangsa ini dapat melakukan transaksi tanpa melalui sistem perbankan global.” Kata Fanusie.

Melansir dari Reuters, bahwa pada Februari 2021 Korea Utara menggunakan cryptocurrency untuk mendanai program rudal nuklir dan balistiknya.

 Kemudian pada bulan Mei, perusahaan konsultan Elliptic menjelaskan bagaimana Iran menggunakan pendapatan dari penambangan Bitcoin untuk menutupi kerugian atas ketidak mampuan menjual minyak karena sanksi ekonomi.

Begitu juga dengan entitas Rusia yang sedang mengalami sanksi ekoomi dapat menerapkan strategi penghindaran mereka sendiri, menggunakan serangan ransomware.

Caranya cukup sederhana, yaitu seorang peretas membobol jaringan komputer dan mengunci informasi digital sampai korban membayar untuk pembebasannya, biasanya dalam mata uang kripto.

Sejauh Mana Kripto Menjadi Solusi?

Tidak seperti mata uang fiat, yang perlu bergerak melalui lembaga pihak ketiga yang memiliki kemampuan untuk melacak, membekukan, atau memblokirnya.

Mata uang kripto berpotensi dapat dikirim dari satu orang langsung ke orang lain terlepas dari sanksi pemerintah atau batasan lainnya.

Pemegang Crypto juga dapat membuat web dompet dengan alamat berbeda pada beberapa bursa.

Ini membuatnya sangat sulit untuk melacak aktivitas apa pun dan bahkan lebih sulit untuk mengikat transaksi kembali ke individu tertentu.

Selain itu, mereka dapat memilih pertukaran mata uang kripto yang tidak berbasis pada hukum legal sebuah negara yang memberlakukan sanksi. Sehingga platform tidak harus mematuhi peraturan.

Tetapi aset apa pun yang mewujud dalam crypto tidak akan mudah dikonversi menjadi mata uang fiat,karena akan menyusutkan jumlahnya menjadi lebih sedikit.

Jika ingin menghindari bank atau bahkan platform pertukaran yang mematuhi sanksi. Individu harus meyakinkan layanan apa pun yang mereka jalankan untuk menerima pembayaran digital.

Dan mungkin akan sedikit membutuhkan upaya untuk meyakinkan pihak lain agar menerima kripto.

Namun ini adalah langkah yang harus segera orang kaya Rusia lakukan sebagai seorang target sasaran sanksi.

Biden Harus Intervensi Platform Kripto

Dalam pidatonya Biden mengatakan bahwa orang-orang yang secara pribadi memperoleh keuntungan dari kebijakan Kremlin harus merasakan sakit seperti warga sipil Ukraina.

“Kami akan terus melakukan penyebutan terhadap miliarder korup ini pada hari-hari mendatang.” Biden mengancam untuk “memiskinkan” orang kaya Rusia.

Meski sejauh ini tak satu pun dari miliarder yang mendapat sanksi mengatakan secara terbuka bahwa mereka pemegang crypto. Namun banyak orang menduga mereka pasti memilikinya.

Apalagi salah satu penggagas koin kripto berasal dari daratan Rusia, yaitu Vitalik Buterin dengan Ethereum sebagai koin paling mahal nomor dua setelah Bitcoin.

David Tawil, presiden perusahaan investasi crypto ProChain Capital, mengatakan bahwa pemerintah AS juga harus mengintervensi bursa kripto Amerika Serikat.

Khususnya dalam usaha untuk merontokkan para pemilik kripto dari daratan Rusia, meski itu tidak mudah karena platform Blockchain terdiri dari beragam unsur entitas.

Tentu mereka punya beragam pandangan politik dan perspektif bisnis, khususnya mengenai intervensi negara. Sehingga tetap ada potensi bagi kripto sebagai penyelamat Rusia melawan sanksi ekonomi.

Mengasumsikan bahwa pencucian uang lebih mudah melalui cryptocurrency adalah kesalahpahaman, kata Brett Harrison, presiden pertukaran crypto FTX US.

 Dia menjelaskan bahwa bursa memiliki akses ke teknologi tertentu yang memungkinkan pelacakan dan penyaringan dompet yang berasal dari negara yang terkena sanksi.

Juga akan sulit bagi individu untuk mengubah cryptocurrency menjadi mata uang fiat melalui pertukaran terpusat tanpa ketahuan. Sehingga pada dasarnya membuat mereka lebih sulit untuk membelanjakannya.

“Hal yang dapat pemerintah cegah adalah agar dana tersebut tidak meninggalkan bursa yang berada pada negara yang menjalankan sanksi ekonomi” kata Harrison.

Begitu bergerak ke mana saja, semua orang dapat melihatnya karena berada pada blockchain publik.

Tetapi bahkan jika mereka dapat memindahkannya, tidak ada platform pertukaran yang akan membiarkan mereka mengubahnya menjadi mata uang.

Karena begitu mereka melakukannya, pihak otoritas pengawasan akan segera menangkapnya.

Menurut pengakuan Harrison, FTX sering dihubungi oleh lembaga penegak hukum dari beberapa negara bagian. Mereka meminta pengadilan untuk menyita dana dari alamat tertentu.

Sejauh mana cryptocurrency dapat dilacak bisa  Anda lihat dari penangkapan dua orang di Amerkia baru-baru ini terkait dengan peretasan Bitfinex 2016.

 Pemerintah AS dapat melacak aktivitas dompet tertentu dan akibatnya membekukan akun segera setelah ada proses konversi ke mata uang fiat.

Status Crypto di Rusia

Status hukum cryptocurrency di Rusia sedang berubah, pemerintah mendorong kebijakan untuk mengizinkan mereka masuk sebagai investasi asing.

Juga memungkinkan untuk membawa perdagangan domestik keluar dari bayang-bayang, sementara bank sentral mengatakan mereka memiliki ciri khas skema piramida dan harus dilarang.

Putin bulan lalu memerintahkan Bank sentral untuk merubah sistem agar bisa lebih kompromi dengan kripto, tetapi pejabat tinggi pemerintah sejauh ini gagal menyepakati bagaimana mengatur kripto.

Tetapi jutaan orang Rusia sudah tenggelam dalam dunia digital ini. Mereka memiliki lebih dari 2 triliun rubel atau sebesar $22,9 miliar mata uang kripto, menurut surat kabar pemerintah baru-baru ini.

Lebih dari 17 juta orang Rusia, atau sekitar 12% dari total populasi, adalah pemilik cryptocurrency, menurut data dari gateway pembayaran TripleA yang berbasis di Singapura.

Dengan semakin banyak orang kaya Rusia yang memiliki kripto dan kemudahan regulasi pemerintah dan Bank sentral Rusia kepada kripto adalah cara Putin menyelamatkan aset negara dan rakyatnya.

Negara-negara lain yang merupakan bekas anggota Uni Soviet juga lebih memperhatikan kripto.

Pekan lalu, parlemen Ukraina mendukung RUU untuk melegalkan cryptocurrency.

Sementara Kazakhstan mendorong untuk lebih mengatur dan mengenakan pajak pada industri penambangan crypto yang sedang booming.

Tentu ini menjadi potensi bagi kripto sebagai penyelamat Rusia untuk semakin berkembang dan tetap menjaga transaksi komoditi global Rusia.

Serangan Rusia terhadap Ukraina dan Ekonomi Global

Kekhawatiran yang meningkat. Serangan Rusia di Ukraina dapat menyebabkan lonjakan harga energi  dan makanan yang memusingkan dan dapat menakuti investor.

Kerusakan ekonomi dari gangguan pasokan dan sanksi ekonomi akan memperburuk keadaan beberapa negara yang mengimpor minyak dan tambang dari Rusia

Harga minyak mentah kini ada pada level paling tinggi sejak 2014, dan telah meningkat seiring dengan meningkatnya konflik.

Rusia adalah produsen minyak terbesar ketiga, menyediakan sekitar satu dari setiap 10 barel yang menjadi konsumsi ekonomi global.

Begitu pula dengan persediaan gas. Eropa mendapatkan hampir 40 persen gas alamnya dari Rusia, dan kemungkinan masyarakat Eropa akan mendapatkan tagihan pemanas yang lebih tinggi.

Karena cadangan gas alam semakin menipis maka menaikkan tagihan adalah kalimat tidak langsung dari pemerintah kepada warga Eropa agar melakukan penghematan.

Sejak beberapa bulan lalu para pemimpin Eropa menuduh presiden Rusia, Vladimir Putin, mengurangi pasokan untuk mendapatkan keunggulan politik.

Ada ancaman juga terhadap harga makanan bagi warga dunia. Rusia adalah pemasok gandum terbesar di dunia  dan, bersama dengan Ukraina, menyumbang hampir seperempat dari total ekspor global.

Pada beberapa negara seperti Mesir dan Turki, aliran gandum itu mencapai lebih dari 70 persen impor gandum berasal dari Ukraina dan Rusia.

Industri juga akan kekurangan logam esensial. Harga paladium, yang digunakan dalam sistem pembuangan otomotif dan perangkat ponsel telah melonjak naik.

Ini karena ada kekhawatiran global bahwa Rusia sebagai pengekspor logam terbesar di dunia akan menghilang dari pasar global. Selain paladium, harga nikel yang menjadi bahan tambang andalan Rusia juga naik.

Gejolak keuangan juga mengancam dunia global pasca pemberlakukan sanksi ekonomi Uni Eropa dan Amerika Serikat ke Rusia.

Bank- bank global bersiap menghadapi dampak sanksi yang  dirancang untuk membatasi akses Rusia ke modal asing.

Ini juga akan membatasi kemampuannya untuk memproses pembayaran dalam dolar, euro, dan mata uang lain yang penting untuk perdagangan. Bank juga waspada terhadap serangan siber pembalasan oleh Rusia.

Ancaman Serangan Siber Rusia

Rusia kini berkembang sebagai pusat industri ransomware. Tahun lalu, sekitar 74 persen dari pendapatan ransomware global, atau cryptocurrency senilai lebih dari $400 juta.

Jumlah itu masuk ke entitas yang mungkin berafiliasi dengan Rusia, berdasarkan laporan tanggal 14 Februari oleh perusahaan pelacak blockchain Chainalysis.

Siber Rusia telah membuktikan diri dalam serangan berita hoax dan manipulasi massa melalui media sosial pada pemilu AS, Perancis dan jajak pendapat antara Catalunia dengan Spanyol.

Dana ilegal juga mengalir ke Rusia melalui pasar web gelap yang disebut Hydra. Menurut Chainalysis dana illegal ini berbentuk cryptocurrency dan menangani lebih dari $ 1 miliar dalam transaksi penjualan pada tahun 2020.

Chainalysis kesulitan untuk mengikuti aliran uang kripto itu karena ada aturan ketat dari platform yaitu penjual bisa melikuidasi cryptocurrency hanya melalui bursa regional tertentu.

“Kami tahu bahwa tidak ada pertanyaan yang bisa kami ajukan, dan kami tahu bahwa Hydra beroperasi tidak hanya di seluruh Eropa Timur tetapi juga seluruh Eropa Barat”. Kata Kim Grauer, direktur penelitian di Chainalysis.

“Pasti ada bisnis lintas batas yang terjadi.” Tambah Grauer. Ini memungkinkan potensi kripto sebagai penyelamat Rusia, yaitu sebagai alat transaksi.

Mata uang digital semuanya menggunakan teknologi blockchain, suatu bentuk kode komputer yang dapat dilihat oleh publik oleh siapa saja, di mana saja.

Buku besar publik alias blockchain merupakan repository online untuk aset digital yang melacak pergerakan koin digital individu dari satu “dompet ke “dompet yang lain.

Secara teori, ini seharusnya memungkinkan pihak berwenang melacak semua transaksi kripto dan melakukan pembatasan pada akun dari entitas tertentu.

Agen Siber Hydra

Tetapi teknologi di balik Hydra menutupi sumber transaksi, menawarkan alat potensial bagi pengguna Rusia untuk memindahkan uang ke luar perbatasan negara.

Dengan sendirinya, Hydra belum cukup besar untuk menangani volume transaksi yang dibutuhkan Rusia agar berhasil menghindari sanksi.

Tetapi teknik pencucian uang lainnya cukup membantu dengan bantuan pasar gelap untuk mengubur dirinya ke dalam struktur yang lebih besar. Adalah sah untuk menyembunyikan aktivitas akun asli pada blockchain.

Chainalysis mengatakan bahwa ada tanda-tanda dari Amerika Serikat meningkatkan pemantauan aktivitas cryptocurrency.

Pada 17 Februari, Departemen Kehakiman mengumumkan bahwa mereka telah membentuk tim penegakan cryptocurrency nasional baru.

Sebuah langkah yang tampaknya menekankan bahwa jaksa federal memberikan perhatian ekstra pada perilaku buruk dari para pengguna cryptocurrency.

Pejabat administrasi juga mendesak industri cryptocurrency untuk menerapkan kontrol internal yang mencegah pelaku jahat menggunakan layanan mereka.

Pada bulan Oktober, Departemen Keuangan menerbitkan manual kepatuhan sanksi untuk platform kripto setebal 30 halaman.

Ini merekomendasikan bahwa perusahaan cryptocurrency menggunakan alat geolokasi untuk menyingkirkan pelanggan pada area yurisdiksi terbatas.

Dalam banyak kasus, kata laporan itu, perusahaan kripto membutuhkan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun untuk melaksanakan prosedur kepatuhan tersebut.

Namun itu mungkin berubah ketika industri mulai matang. Chainalysis menawarkan alat untuk mendeteksi transaksi yang memberi tahu perusahaan ketika entitas yang masuk daftar hitam menggunakan layanan mereka.

Sejak tahun lalu, banyak platform kripto Amerika yang mulai menggunakan tool baru dari Chainalysis ini.

Tetapi pengguna cryptocurrency juga tak kalah cerdas untuk menghindari catatan hitam itu.

Fanusie dari Center for a New American Security mengatakan bahwa menggunakan alat penelusur transaksi dalam blockchain itu tidaklah mudah.

Aktor yang sedang dalam pengejaran bisa saja membuka dompet baru di tempat lain. Anda bisa melakukannya dengan cukup mudah. Begitu kata Fanusie.

Penutup

Nampaknya Rusia telah mempersiapkan dengan baik dalam mengantisipasi respon Amerika dan Eropa atas serangannya ke Ukraina.

Untungnya ada Kripto Sebagai Penyelamat Rusia Menghadapi Ancaman Embargo Ekonomi Amerika dan Uni Eropa.

Rusia akan mengoptimalkan kripto dan pengembangan teknologi mereka dalam melawan sistem keuangan global yang berbasis dollar.

Maka besar harapan bagi para investor kripto yang kemarin sempat rontok pada hari-hari pertama serangan Rusia untuk bisa kembali naik.

Meski kita juga berharap bahwa perang akan segera usai, karena tidak ada yang benar-benar mendapat keuntungan dari perang.

Apalagi masyarakat sipil adalah yang paling mendapatkan dampak buruk dari perang.

Bagikan ;