Serangan Rusia ke Ukraina Guncang Bitcoin cs, Simak Dampak Global Lainnya!

Banyak orang mengkampanyekan koin kripto sebagai investasi digital yang paling stabil. Namun serangan Rusia ke Ukraina guncang Bitcoin cs dan berdampak pada ekonomi global.

Operasi militer Rusia sejak kamis 24 Februari 2022 memberi dampak pada pergerakan harga saham, emas dan investasi kekinian yaitu kripto.

Belum sembuh kripto dari dampak isu kenaikan suku bunga The Fed yang sempat membuat harga Bitcoin menurun 40 persen pada akhir tahun lalu.

Kini sudah harus menghadapi ujian berikutnya yaitu perang saudara antar negara Eropa Timur yang dulu pernah menjadi satu kesatuan yaitu Uni Soviet.

Bitcoin turun 7,2% selama 24 jam terakhir menjadi $35.742 pada tanggal 25 Februari, setelah sebelumnya menyentuh posisi paling rendah selama satu bulan ini yaitu $35,000.

Ethereum juga mengalami penurunan sebesar 12,11% menjadi US$ 2.331,20. Bahkan harga dogecoin sebagai koin meme juga ikut merosot 14,7`% menjadi US$ 0,01122.

Bankman-Fried, CEO dari trading Crypto FTX, mencuit dalam Twitternya bahwa harga Bitcoin telah jatuh bersama saham.

Dia juga menulis bahwa jika dunia menjadi lebih buruk, orang memiliki lebih sedikit uang tunai dan bahwa mereka secara efektif menjual BTC bersama dengan saham dan aset lainnya.

Penjualan yang panik dan secara bersamaan inilah yang kemudian membuat harga menurun, padahal baru beberapa bulan kemarin pemerintah Ukraina sedang merencanakan regulasi untuk kripto.

Namun serangan Rusia ke Ukraina guncang Bitcoin cs karena ada peluang pasar fundamental yang hampir gagal.

Ukraina dan Kripto

Setelah berbulan-bulan media memberitakan spekulasi perang dan juga kecaman berulang-ulang oleh AS terhadap kesiapan militer Rusia dengan posisi menyerang ke perbatasan Ukraina.

Rusia ke Ukraina guncang Bitcoin

Kemudian juga sempat diikuti dengan peringatan, dan pembicaraan diplomatik yang gagal, negara paling besar dari pecahan Uni Soviet ini akhirnya melancarkan serangan ke Ukraina.

Padahal beberapa minggu sebelum meningkatnya kekhawatiran perang yang akan datang, Ukraina baru saja mengesahkan undang-undang untuk melegalkan cryptocurrency.

Ukraina berencana untuk memperbolehkan aktifitas belanja negara menggunakan kripto sehingga dapat digunakan dengan mudah.

Parlemen Ukraina telah menyetujui RUU tersebut dengan 272 suara. Komisi Keamanan Nasional Ukraina, Bank Nasional dan Kementerian Transformasi Digital mendapat kepercayaan dengan tanggung jawab penuh untuk mengatur mata uang kripto di negara tersebut.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa Ukraina menggunakan Bitcoin untuk membayar peralatan militer, pasokan medis, dan drone yang akan digunakan jika terjadi perang.

Sementara itu sudah banyak juga masyarakat Ukraina yang menggunakan aset virtual, sehingga memberikan regulasi resmi agar membuatnya legal merupakan langkah maju yang besar.

Perlu juga untuk publik ketahui bahwa pemerintah telah meloloskan RUU di Parlemen pada Oktober 2021 untuk membentuk badan independen untuk mengatur dan mengawasi pertukaran kripto.

Dalam beberapa laman berita internasional mengabarkan bahwa ada tiga kelompok pengelola aset kripto yang menawarkan bantuan perang.

 Ada Aliansi Siber Ukraina, Pusat Myrotvorets, dan Come Back Alive menawarkan bantuan kepada pemerintah Ukraina dan Angkatan Darat melalui penggalangan dana yang disponsori oleh Bitcoin.

Dampak Pasar

Menyusul pengumuman Presiden Rusia Vladimir Putin untuk meluncurkan operasi militer di Ukraina, pasar kripto jatuh.

Bitcoin telah semakin menurun pada level $40.000 selama akhir pekan, dan terus melemah saat krisis terus berkembang.

Koin kripto lainnya seperti Dogecoin anjlok lebih dari 12 persen, dan Shiba Inu turun hampir 10 persen.

Turut serta mengikuti tren, koin Polygon turun lebih dari 12 persen, dan XRP juga turun lebih dari 9 persen.

Pasar crypto telah menyaksikan volatilitas karena meningkatnya ketegangan antara kedua negara, melebihi volatilitas saat pengumuman kenaikan suku bunga The Fed.

Para ahli juga berpandangan bahwa aset digital akan terus berada pada zona merah perdagangan selama beberapa minggu lagi.

Masih harus kita lihat apakah Bitcoin akan mampu bertahan di level $30.000 atau akan turun lebih jauh.

Buat Anda para investor kripto harus semakin waspada karena serangan Rusia ke Ukraina guncang harga Bitcoin cs, kita belum tahu untuk berapa lama akan seperti ini.

Anda harus memantau perkembangan pemberitaan setiap hari dan juga memantau grafik informasi dari dashboard kripto Anda.

Peran Cryptocurrency Bagi Rusia

AS dan negara-negara Eropa telah berulang kali mengancam untuk menjatuhkan sanksi ekonomi untuk memperingatkan Rusia agar tidak mengobarkan perang terhadap Ukraina.

belajar aset kripto © Kids News

Mengingat bahwa dolar adalah mata uang cadangan dunia dan digunakan dalam pembayaran seluruh dunia, AS merasa memiliki kekuatan untuk menggunakan sanksi sebagai alat diplomatik.

Namun, Rusia tampaknya telah mengetahui situasi yang menguntungkannya. Beberapa media lokal mengatakan bahwa Rusia mungkin menggunakan cryptocurrency sebagai alat untuk melawan dampak sanksi oleh AS.

Sebuah strategi yang menarik dari Rusia adalah menggunakan cryptocurrency untuk perdagangan, tanpa harus bersentuhan langsung dengan dollar.

Meski begitu, perang adalah solusi paling akhir yang sebaiknya tidak diambil. Begitu kata Vitalik Buterin, pendiri Ethereum yang pernah menjalani masa kecil di Rusia.

Meski dia mempunyai darah Rusia, namun dalam peperangan ini dia tidak memihak pada siapapun.

Aku memihak pada kemanusiaan, begitu katanya dalam laman coindesk.com.

Dia juga menambahkan bahwa situasinya “kemungkinan tidak stabil” untuk mata uang Eropa Timur dan sistem keuangan mereka, menunjukkan bahwa mereka mungkin mencari opsi alternatif.

Jika Anda berada di Ukraina sekarang, kepada siapa Anda akan percaya untuk menyimpannya. Mungkin saja hari itu uang menjadi tidak penting. Nyawa adalah satu-satunya yang harus Anda pikirkan.

Namun jangan sampai berdebat mengenai dampak finansial dari konflik kemudian menutup mata kita dari apa yang terjadi dalam kehidupan nyata.

Perang  adalah hal sangat buruk bagi dunia. Persetan dengan semua penurunan harga investasi, namun bagaimana kita bisa menyelamatkan nyawa yang tidak berdosa.

Baca juga: Penting! Ini 8 Faktor Mengakhiri Investasi Reksa Dana

Oknum Investor yang Pragmatis

Bukan manusia kalau tidak suka memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, atau menari ketika melihat orang lain menangis.

Beberapa akun twitter influencer kripto malah fokus pada turunnya harga kripto sebagai momen untuk membeli pada harga yang rendah.

Begitu juga para influencer saham, mereka tulis dengan sangat lugas bahwa ini adalah waktunya menyerok harga saham dengan murah meriah.

Kegilaan macam apa yang ada pada otak mereka, nampak seperti tidak ada empati dalam cuitan itu.

Beberapa komentar pun mengecam cuitan mereka seperti tidak punya nurani tanpa memperdulikan nasib warga sipil Ukraina.

Ekonomi Dunia

Saham telah jatuh selama berminggu-minggu, karena berbagai alasan. Kekhawatiran tentang prospek kenaikan suku bunga dan kebijakan moneter yang umumnya lebih ketat dari Federal Reserve muncul sebagai pendahuluan.

Rusia ke Ukraina guncang Bitcoin

Kemudian serangan Rusia ke Ukraina guncang Bitcoin cs hingga ke harga paling rendah bulan ini dan semakin mendorong ekonomi dunia terjun ke bawah. Sedikit lebih cepat dari rencana The Fed untuk meningkatkan suku bunga.

The Fed berencana pada rapat 15-16 Maret untuk mulai meningkatkan suku bunga acuan dana dari level mendekati nol saat ini, dan kemudian mulai mengurangi neraca $8,9 triliun.

Semua itu merupakan rencana The Fed sejak tahun lalu untuk mengurangi inflasi yang berjalan pada tingkat tahunan 7,5 persen, tertinggi 40 tahun.

Selain itu, kematian, penyakit, dan ketidaknyamanan yang disebabkan oleh pandemi virus corona memiliki banyak sekali efek yang merusak.

Angkatan kerja dunia saat ini memiliki pendapatan lebih kecil daripada yang seharusnya, dan sektor jasa ekonomi juga belum sepenuhnya pulih.

Pandemi juga telah menyebabkan kemacetan rantai pasokan yang menahan penjualan dan produksi serta meningkatkan harga produk-produk penting seperti kebutuhan pokok dan peralatan elektronik.

Banyak perusahaan publik menghindari masalah ini dan membebankan biaya kenaikan kepada konsumen.

Tetapi kemampuan mereka untuk terus membebani konsumen, sambil menghasilkan keuntungan yang mendorong pasar saham, semakin menjadi pertanyaan. Sampai kapan mereka akan bertahan.

Krisis Berdampak Pada Ekonomi

Krisis Rusia-Ukraina mengancam akan memperburuk keadaan ekonomi dan pasar. Rusia memproduksi komoditas penting.

Seperti paladium, yang dibutuhkan dalam catalytic converter mobil bertenaga bensin, dan yang harganya telah berkontribusi pada inflasi yang tinggi pada negara Eropa dan Amerika.

Antisipasi gangguan pasokan komoditas telah meningkatkan harga pada pasar global, terutama untuk minyak dan gas alam.

Kedua sumber daya itu bisa punya harga yang jauh lebih tinggi jika krisis Ukraina meningkat dan jika sanksi Barat mulai berlaku pada Rusia.

Ini mengingatkan pada Depresi Hebat tahun 1970-an dan awal 1980-an.

Yaitu era inflasi yang melonjak dan resesi berganda yang penyebabnya adalah pergeseran geopolitik dan guncangan pasokan minyak dunia.

Kemudian juga krisi global pada akhir abad 20, yang sempat melanda Indonesia dan berdampak pada politik hingga runtuhnya Orde Baru.

Begitu juga dengan ketegangan antara Rusia dan Ukraina yang diawali oleh depresi ekonomi akibat pandemi.

Membuat banyak negara besar berburu sumber daya ekonomi, memperkuat kerjasama dengan negara lain dengan dalih keamanan global.

Perang memang tidak pernah berakhir, kita pernah mendengar istilah perang dingin, perang ekonomi, kemudian perang biologis melawan pandemi, dan kini Rusia sedang memulai perang fisik kembali.

Meski Rusia memiliki kekuatan nuklir yang bisa melakukan tindakan agresif, namun kita tidak bisa melupakan bahwa Ukraina mendapat dukungan dari negara Eropa barat dan Amerika Serikat.

Kemungkinan bahwa konflik tersebut dapat menjadi awal dari Perang Dunia yang baru. Maka harus ada yang mengantisipasi agar sesuatu yang lebih buruk tidak muncul.

Dampak Bagi Indonesia

Mengutip dari kontan.co.id, dampak langsung serangan Rusia ke Ukraina bagi Indonesia sangatlah kecil.

Setidaknya selama satu hari kemarin (24 Februari 2022) pasar keuangan mengalami koreksi dan harga minyak mentah naik. Harga emas juga naik.

Katarina Setiawan, Chief Economist strategies dari Manulife Asset Management Indonesia, mengatakan bahwa ketegangan yang berlanjut akan semakin menaikkan harga komoditi energi.

Tentu rupiah akan semakin mengalami inflasi terhadap dollar AS, apalagi menjelang naiknya suku bunga The Fed.

Namun Katarina menambahkan bahwa konflik kawasan ini tidak akan merembet hingga ke selatan. Sehingga untuk aktifitas ekonomi cenderung akan lebih stabil.

Kesimpulan

Serangan Rusia ke Ukraina guncang harga Bitcoin hingga $30.772 dan juga mengguncang harga koin kripto lain seperti ETH dan XRP. Kemudian juga berdampak pada harga komoditas energi dan logam.

Mengingat Rusia merupakan salah satu pengekspor minyak mentah dan emas dunia.

Tentu kita semua berharap konflik segera mereda. Meski dampaknya kepada Indonesia tidak banyak namun para investor kripto Indonesia adalah yang paling merugi dengan adanya perang ini.

Bagikan ;