Sah! Ekonomi Indonesia Sudah Bangkit Pasca Pandemi

Setelah mengalami penurunan produk domestik bruto atau PDB pada tahun 2020 sebanyak 2,07%, tahun 2021 kemarin Indonesia mulai mengalami kenaikan kembali. Tahun 2022 ini adalah titik ekonomi indonesia sudah bangkit pasca pandemi.

Jika PDB tahun 2020 sebesar 15.434,2 triliun, maka PDB 2021 bisa naik meski sedikit pada angka 16.970,8 triliun rupiah.

Pulihnya kembali perekonomian merupakan dampak dari ketersediaan vaksin sejak tahun 2021, sehingga membuat percaya diri para pelaku usaha dan investor.

Meski begitu, sektor pariwisata berbasis kunjungan nampaknya belum mampu bangkit, apalagi pariwisata yang biasa mengandalkan pengunjung dari luar negeri.

Bali misalnya, beberapa kota seperti Kuta dan Denpasar masih nampak lengang. Jika kita melihat turis asing ada di sana itu karena mereka memang lebih memilih tinggal di sana selama pandemi 2 tahun ini.

Meski pada tahun 2021 sudah memunculkan geliat kehadiran wisatawan mancanegara, namun jumlahnya masih kalah jauh dari situasi sebelum pandemi.

Stagnasi pada sektor pariwisata ini juga memaksa lebih dari 100juta orang kehilangan pekerjaan mereka.

Jika biasanya ada 320 juta lapangan kerja yang melingkupi bisnis pariwisata, kini hanya ada sekitar 200juta lapangan kerja yang masih bisa bertahan.

Ini juga termasuk usaha mikro, kecil dan menengah yang berada di sekitar tempat wisata. Juga termasuk sarana transportasi tradisional seperti delman atau becak sebagai kendaraan khas wisata.

Berita baiknya adalah sirkuit moto GP Mandalika kemarin sempat berhasil mengundang para bikers alias pebalap Moto GP untuk melakukan uji coba sirkuit.

Jika pandemi bisa terkendali pada tahun 2022, ini akan menarik gairah wisatawan mancanegara untuk menyaksikan moto GP di Indonesia sambil menikmati indahnya pemandangan Lombok.

Menuju Kebangkitan Ekonomi 2022

Pemulihan ekonomi Indonesia hingga akhir  tahun 2021 relatif bertahap meskipun indikator-indikator utama menunjukkan kenaikan lebih kuat daripada 2020.

ekonomi indonesia sudah bangkit

Ini tampak dari penjualan ritel meningkat sebesar 11%, sementara aktivitas manufaktur terus berkembang.

Perkembangan manufaktur didorong oleh permintaan eksternal yang lebih optimis dalam jumlah besar.

Pemerintah semakin mempunyai respons krisis yang baik dengan pengadaan vaksin gratis dan penguatan layanan kesehatan.

Beberapa langkah kebijakan moneter juga sudah mencapai keseimbangan antara mengelola tekanan pembiayaan eksternal dan mendorong pemulihan.

Pembiayaan moneter dari defisit mendukung respons fiskal dalam keadaan luar biasa.

Kebijakan Fiskal Bank Indonesia

Bank Indonesia (BI) juga melonggarkan kebijakan moneter meskipun tingkat kebijakan riil relatif tinggi terhadap nasabah dan mempertimbangkan inflasi yang rendah dan output negatif yang besar.

Pertumbuhan kredit swasta masih turun meskipun neraca bank sudah lebih sehat dan kerentanan perusahaan sudah mencapai titik level moderat.

Ini karena kombinasi dari kendala permintaan dan penawaran kredit, termasuk efektivitas transmisi kebijakan moneter yang lemah.

Juga karena mekanisme pengambilan risiko yang rendah seperti penjaminan dan secara historis ketergantungan yang rendah pada perbankan kredit untuk kalangan UMKM.

Respons fiskal terhadap COVID-19 berupa penyesuaian pengeluaran telah dilakukan pada tahun 2021 yang berpotensi mengalami kendala pendapatan dan pembiayaan.

Paket respons fiskal COVID-19 ditingkatkan dari 3,8 menjadi 4,5 persen dari PDB antara 2020 dan 2021, termasuk untuk menyediakan dana kampanye vaksinasi gratis.

Tapi itu sudah mencakup pemotongan belanja bantuan sosial sekitar 0,3 poin persentase dari PDB.

Meskipun utang publik relatif rendah, ruang fiskal tidak bisa berkembang dengan luas karena ada kombinasi basis pendapatan yang sempit dan pasar utang yang dangkal.

Baca juga: Kripto Sebagai Penyelamat Rusia Hadapi Embargo Ekonomi

Sehingga menyebabkan pembiayaan moneter defisit fiskal yang tinggi daripada dengan negara-negara lain.

Defisit fiskal memaksa pemerintah dan Bank Indonesia untuk mengajukan pinjaman ke Bank Dunia, demi menjaga kehidupan masyarakat dengan menyalurkan bantuan.

Dan juga menyediakan bantuan pinjaman pembiayaan usaha kepada UMKM agar roda ekonomi tetap berputar.

Pada akhirnya, ini akan mendorong perbaikan ekonomi pada tahun 2022. Semoga kita semua selalu optimis bahwa ekonomi indonesia sudah bangkit.

Bagikan ;