Investasi

Apa itu Investasi (Penjelasan Lengkap Definisi, Cara, dan Jenisnya)

Pernahkah Anda mendengar seorang influencer yang bercerita tentang pengalaman suksesnya dalam berinvestasi? Kemudian banyak orang yang akhirnya mengikuti jejak influencer tersebut, namun mendapatkan hasil yang berbeda. Mereka rugi dan akhirnya malah kapok berinvestasi.

Misalnya ada kasus orang-orang yang mengikuti jejak influencer yang berinvestasi dengan profile high risk pada reksa dana. Setiap hari dipantaulah pergerakan nilainya. Lalu suatu saat dia menemukan nilai reksa dananya turun drastis. Hal itu langsung membuatnya otomatis mengambil semua investasinya.

Tentulah nilainya jauh dengan saat dia awal menginvestasikan uangnya di reksa dana. Selain itu, hal yang membuat seseorang bertambah kapok dalam investasi adalah uang investasi tersebut adalah dana yang digunakan dalam waktu dekat misalnya untuk menyekolahkan anak, dimana akan dipakai setahun kemudian. Pasti ini membuat panik ya!

Mengapa terjadi hal seperti itu?

Belakangan ini kita mungkin sering mendengar wacana tentang investasi. Investasi sedang hangat di bicarakan baik melalui artikel, media sosial atau pun youtube. Tapi ternyata banyak juga yang belum mengetahui apa sebenarnya investasi itu. Untuk itu kita akan membahas apa dan bagaimana sebenarnya investasi itu? Mari kita bahas sekarang!

Definisi Investasi

Investasi adalah sebuah cara pengumpulan modal dengan resiko yang biasanya lebih tinggi namun pertambahan nilai yang juga lebih tinggi daripada menabung agar kita bisa mencapai tujuan di masa depan. Dalam hal ini, yang disebut nilai adalah uang.

Jika berbicara mengenai investasi pada surat-surat berharga, market adalah hal yang mempengaruhi besar kecilnya resiko dalam investasi tersebut. Misalnya tiba-tiba market turun, maka nilai investasi bisa juga sampai minus dari nilai awalnya. Tapi bisa saja suatu hari market naik lagi dan bahkan bisa mngembalikan modal awal berkali-kali lipat. Oleh karena itu investasi bertujuan untuk dapat memetik hasil secara jangka panjang.

Berbeda dengan tabungan yang nilainya akan tetap. Kalau begitu, bukankah lebih baik cari cara yang aman-aman saja? Mengingat bahwa menabung juga merupakan cara mengumpulkan modal untuk mencapai suatu tujuan. Mengapa perlu berinvestasi?

Sebenarnya ada 3 kata kunci dari definisi investasi tersebut yang dapat menjelaskan mengapa investasi itu penting. Yakni resiko, pertambahan nilai dan juga harapan dimasa depan. Namun, untuk lebih jelasnya kita akan membahas hal tersebut pada poin selanjutnya!

Mengapa Investasi Itu Penting?

Investasi menjadi hal yang sangat penting karena setiap tahunnya nilai ekonomi suatu barang & jasa terus naik. Bisa di katakan bahwa kita tidak bisa hanya mengandalkan tabungan saja. Walaupun tabungan juga pada dasarnya memberikan bunga/ return pada uang kita.

Logikanya begini, misalnya Anda ingin membeli sebuah rumah seharga 480 juta Rupiah. Saat ini Anda siap menabung sebesar Rp. 5.000.000/ bulan. Artinya butuh 8 tahun untuk Anda bisa menabung dan membeli rumah tersebut.

Tapi masalahnya apakah dalam 8 tahun ke depan harga rumah tersebut masih Rp. 480 Juta? Mengingat dalam 10 tahun terakhir rata-rata inflasi di Indonesia adalah sebesar 6%. Kemungkinan besar nilainya akan bertambah sehingga harganya menjadi jauh lebih mahal. Lalu mungkin yang jadi pertanyaan, bukankah tabungan juga memberikan bunga?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa pertambahan nilai/bunga (jika dalam investasi berbentuk surat-surat berharga) cenderung lebih besar di banding menabung. Bunga tabungan biasanya hanya 2% per tahunnya. Belum lagi potongan biaya admin sebesar Rp. 15.000-Rp. 20.000/ bulan. Hal ini tentu tidak akan bisa mnegimbangi inflasi, dan bahkan menurunkan nilai tabungan dalam 8 tahun ke depan.

Inilah mengapa investasi sangatlah penting. Investasi bisa mengimbangi inflasi, bahkan dapat memberikan keuntungan yang lebih tinggi dan maksimal lagi untuk kita. Tapi walaupun demikian, kita juga tidak bisa sembarangan dalam berinvestasi. Terutama bagi pemula, Anda perlu berhati-hati ketika memutuskan untuk mulai berinvestasi.

Cara Investasi Bagi Pemula

Untuk mulai berinvestasi, kita tidak bisa sekedar meng-copy paste cara maupun jenis investasi seseorang. Hal ini karena faktor profile investor, modal yang dimiliki dan juga tujuan setiap orang bisa berbeda-beda. Maka dari itu, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam berinvestasi bagi para pemula.

1. Tentukan Dulu Tujuan Berinvestasi

Sebelum berinvestasi, Anda wajib mengetahui harapan/tujuan investasinya. Sejak awal definisi investasi dikatakan bahwa investasi erat kaitannya dengan harapan di masa depan. Masa depan ini terbagi menjadi 2 golongan rencana yakni jangka pendek (sekitar di bawah 10 tahun) dan jangka panjang (diatas 10 tahun).

Tiap-tiap tujuan diatas nantinya memiliki karakter investasi yang cocok. Dengan begitu, resiko kerugian ataupun kejadian penarikan investasi secara tiba-tiba pada saat turunnya market lebih bisa di minimalisir.

2. Memulai Investasi Pada Instrumen yang Aman

Dalam berinvestasi tentunya kita juga berbicara tentang potensi risk and return. Biasanya semakin tinggi returnnya maka akan semakin tingi resikonya. Hal ini yang seringkali kurang diperhatikan oleh investor pemula. Padahal hal ini penting sekali sebagai pijakan.

Oleh karena itu, jIka kita masih pemula dalam dunia investasi, disarankan untuk membeli instrumen investasi yang di nilai lebih aman. Misalnya reksadana pasar uang. Dengan begitu, Anda bisa melakukan “latihan” untuk mempelajari bagaimana strategi berinvestasi yang cocok bagi Anda.

3. Pertimbangkan Pemilihan Instrumen Investasi sesuai Tujuan

Jika tujuannya jangka pendek, maka disarankan untuk berinvestasi pada instrumen keuangan yang lebih liquid. Seperti deposito, reksadana pasar uang atau SBN Ritel. Tapi jika tujuannya jangka panjang yakni di atas 10 tahun maka saham menjadi salah satu instrumen investasi yang sangat cocok untuk Anda.

Jenis-jenis Investasi

Ada berbagai jenis investasi yang bisa kita pilih. Di bawah ini adalah jenis-jenis investasi yang terkenal di Indonesia. Apa saja itu? Langsung saja kita bahas!

1. Saham

Saham merupakan salah satu instrumen investasi yang paling populer di Indonesia. Berdasarkan pengertian dari situs remi Bursa Saham Indonesia (IDX), Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas.

Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas asset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Jadi nantinya Anda merupakan bagian dari pemilik saham di sebuah perusahaan yang Anda beli sahamnya. Ada dua sumber keuntungan yang bisa Anda dapatkan dari saham. Pertama, keuntungan yang berasal dari dividenatau bagi hasil keuntungan perusahaan). Yang kedua berasal dari selisih harga saham yang bisa naik saat Anda menjualnya kembali.

Saat ini sudah banyak saham yang listing di BEI, baik berasal dari BUMS maupun BUMN. Hal yang penting sebelum membeli saham sebuah perusahaan adalah dengan mengamati fundamental perusahaannya terlebih dahulu. Jika fundamentamental perusahaan dikenal bagus, maka Anda bisa memasukannya dalam daftar portofolio Anda. Pembelian saham bisa di lakukan melalui jasa perantara/broker (perusahaan sekuritas).

2. Obligasi

Obligasi atau surat utang adalah surat pernyataan utang baik yang bersifat jangka pendek maupun jangka panjang berisi perjanjian dimana penerbit akan membayarkan imbalan berupa bunga dan nilai utang pokoknya sesuai waktu yang telah di janjikan. Pihak yang bisa menerbitkan obligasi adalah korporasi dan negara.

Imbalan bunga yang akan diterima oleh pemegang obligasi yakni berupa kupon. Obligasi termasuk salah satu instrumen investasi yang cukup aman. Hal ini karena resiko gagal bayar sangat minim, apalagi jika obligasi tersebut di terbitkan oleh pemerintah.

Obligasi pemerintah ada beberapa macam, seperti :

  • ORI (Obligasi Ritel Indonesia) yakni obligasi yang dijual kepada individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia
  • SR (Sukuk Negara Ritel) adalah Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang dijual kepada individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia.
  • FR (Fixed Rate) berupa surat pengakuan utang dengan mata uang Rupiah, dimana surat ini dijamin pembayaran bunga dan pokoknya oleh Negara, sesuai masa berlakunya.
  • PBS (Project Based Sukuk) adalah SBSN yang diterbitkan oleh Pemerintah dengan tingkat imbal hasil tetap.
  • INDON (Obligasi Negara Valas) hampir sama dengan FR, namun mata uang asing

3. Reksadana

Berdasarkan Undang-Undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995, pasal 1 ayat (27) didefinisikan bahwa Reksa Dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.

Sekilas reksadana ini cukup mirip dengan saham, karena berkaitan dengan pemodalan. Namun keduanya berbeda. Salah satu perbedaannya adalah, jika modal pada saham langsung dikelola oleh investor sementara reksa dana dikelola oleh manajer investasi.

Karena itu, reksadana cocok untuk orang-orang yang tidak punya waktu untuk memikirkan pengelolaan investasinya. Sebaliknya, jika Anda ingin berinvestasi saham, Anda perlu meluangkan banyak waktu untuk mengelola saham Anda. Di Indonesia ada beberapa jenis reksadana yakni : reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran dan reksadana saham

Sama seperti saham, reksadana juga sangat populer di Indonesia. Apalagi saat ini reksadana bisa di beli dimana pun dan kapanpun melalui smartphone. Sudah ada banyak platform online yang aman untuk melakukan jual beli reksadana speerti Bareksa, Bibit, Ajaib dll.

4. Properti

Properti merupakan aset investasi jangka panjang yang sangat menggiurkan. Sebab nilai properti cenderung selalu naik dari tahun ketahun. Bahkan persentase peningkatannya bisa mencapai 15-20% per tahun.

Properti bisa berupa kepemilikan tanah atau bangunan misalnya. Selagi menunggu nilai properti naik, Anda dapat menyewakan properti. Lalu kemudian setelah harganya sudah naik sesuai dengan ekspektasi Anda, Anda bisa menjualnya. Selain mendaptkan passive income, properti Anda tetap bisa terawat dengan baik jika di sewakan.

Dengan begitu nilainya sesuai dengan persentase kenaikan harga properti. Tapi ketika menyewakan properti Anda, jangan lupa menyertakan surat sewa menyewa sejelas mungkin untuk menghindari perselisihan dikemudian hari. KEmudian siapkan pula biaya maintanance sesuai kesepakan dengan penyewa.

Modal Minimal dalam Berinvestasi

Besarnya dana minimal yang harus di keluarkan untuk berinvestasi bisa berbeda-beda. Misalnya jika kita berinvestasi pada instrumen saham. Saham memiliki ukuran pembelian yakni 1 Lot.

Saat ini 1 Lot berarti 100 lembar saham. Jadi jika seandainya 1 lembarnya adalah Rp.100 berarti Anda perlu menyiapkan Rp.100.000 untuk pembelian 1 Lot saham. Harga pembelian saham bisa berubah sesuai harga saham perlembarnya. Tapi yang pasti minimal pembelian adalah 1 Lot.

Baca juga :

Berbeda lagi dengan reksadana, dimana Anda bisa langsung menyiapkan sejumlah uang untuk dikelola oleh manager investasi. Bahkan dengan investasi reksadana melalui aplikasi, bisa di mulai dengan Rp.10.000 saja!

Penutup

Berinvestasi lebih baik jika dilakukan sejak muda. Investasi bisa dilakukan oleh siapa saja. Pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, pegawai kantoran semua bisa melakukan investasi dengan modal yang bisa di sesuaikan dengan kemampuan.

Sebagai informasi tambahan, selain 4 jenis instrumen investasi diatas sebenarnya ada jenis investasi yang lainnya seperti deposito berjangka, emas & batu mulia serta asuransi. Semoga informasi seputar investasi di atas dapat bermanfaat untuk Anda.

Apa itu investasi?

Investasi adalah sebuah cara pengumpulan modal dengan resiko yang biasanya lebih tinggi namun pertambahan nilai yang juga lebih tinggi daripada menabung agar kita bisa mencapai tujuan di masa depan.

Mengapa Investasi Itu Penting?

misalnya Anda ingin membeli sebuah rumah seharga 480 juta Rupiah. Saat ini Anda siap menabung sebesar Rp. 5.000.000/ bulan. Artinya butuh 8 tahun untuk Anda bisa menabung dan membeli rumah tersebut.

Cara Investasi Bagi Pemula?

1. Tentukan Dulu Tujuan Berinvestasi
2. Memulai Investasi Pada Instrumen yang Aman
3. Pertimbangkan Pemilihan Instrumen Investasi sesuai Tujuan

Jenis investasi?

1. Saham
2. Obligasi
3. Reksadana
4. Properti

Bagikan ;
Share
Published by
Yulinda Nurlisdiana

Recent Posts

Ada Varian Baru Covid-19, Seperti Ini Performa Emiten Saham Minyak

Tanpa terasa pandemi Covid-19 sudah hampir dua tahun melanda Indonesia. Tentu jika melihat apa yang…

3 hari ago

Kenalan dengan NFT, Aset Digital yang Viral di 2021

Dalam beberapa bulan terakhir, nama NFT (Non-Fungible Token) tengah ramai diperbincangkan. Tidak hanya mereka yang…

2 minggu ago

Diborong Konglomerat, Intip Kinerja Saham Emiten Rumah Sakit

Tanpa terasa pandemi Covid-19 sudah hampir dua tahun lamanya melanda seluruh dunia. Perubahan jelas terjadi…

2 minggu ago

Horor Krisis Evergrande, Ada Properti China Gagal Bayar Lagi?

Sepanjang bulan Oktober 2021 kemarin, perekonomian China memang jadi sorotan dunia. Tak lain dan tak…

2 minggu ago

First Jobber Mau Beli Saham? Simak Hal-Hal Berikut Ini!

Lulus kuliah atau sekolah, lalu memperoleh penghasilan dari pekerjaan pertama. Sangat menyenangkan, bukan? Kondisi inilah…

3 minggu ago

Mengenal Berbagai Musim Saham, Kapan Waktu Terbaik Berinvestasi?

Investasi saham adalah salah satu jenis investasi yang beresiko tinggi. Namun bukan berarti kita tidak…

1 bulan ago