Untung-Rugi dan Tips Pakai Robot Trading Agar Tak Tertipu

Dalam beberapa waktu terakhir, robot trading memang sedang banyak diperbincangkan terutama oleh mereka para investor sekaligus trader forex (foreign exchange) alias mata uang asing atau valas (valuta asing). Hanya saja perbincangan ini lebih mengenai pro-kontra yang terjadi meskipun ada banyak juga pembahasan mengenai tips pakai robot trading dalam pasar forex yang ternyata sangat diminati para pemula.

Bukan tanpa alasan, karena memang teknologi robot trading ini dianggap begitu memudahkan siapapun dalam memahami pasar forex. Di mana lewat teknologi ini, memungkinkan siapapun meraup cuan dari transaksi forex secara otomatis. Mulai dari melakukan open trade (membuka peluang perdagangan), open buy (peluang pembelian) sampai open sell (peluang penjualan), robot trading bisa melakukan perintah itu.

Hanya saja ternyata masalah mulai terjadi ketika para investor atau trader forex tidak memahami betul bagaimana teknologi ini dijalankan. Banyak yang mengira kalau robot trading akan membuat siapapun langsung meraih untung besar di bursa valas. Padahal faktanya, robot trading ini adalah algoritma indikator yang memang diprogram khusus untuk melakukan analisa baik teknikal hingga grafik, sebagai tools yang membantu trader.

Baca juga: Mengenal Robot Trading Yang Lagi Disoroti BAPPEBTI

Belum lagi dengan beberapa masalah yang ditimbulkan robot trading lewat sejumlah platform trading abal-abal, membuat teknologi ini seolah menjadi hal terlarang. Apakah memang seperti itu? Ada baiknya Anda membaca ulasan berikut ini termasuk memahami bagaimana sih tips pakai robot trading yang tepat, sehingga mampu menghasilkan cuan berlipat di pasar forex.

Heboh Penipuan Robot Trading MarkAI, Trader Wajib Waspada

kasus MarkAI
via mega3io

Sebagai tools yang pada dasarnya membantu para trader, robot trading hanya sekadar membantu sementara keputusan yang dilakukan saat trading adalah tanggung jawab mutlak pengguna. Misalnya dalam pasar saham, beberapa platform sekuritas yang sudah dilengkapi fasilitas ini biasanya menawarkan fitur order otomatis dengan direct market access untuk transaksi dan pelaporan otomatis.

Karena itulah para investor saham tetap yang harus memilih sendiri saham-saham mana saja yang hendak dijual atau dibeli. Bahkan termasuk target harga dan jumlah, semua jadi tanggung jawab user. Barulah kemudian robot trading membantu menjalankan eksekusi transaksi supaya investor atau trader tidak kehilangan momen. Setelah ramai dipakai di pasar saham, robot trading pun mengalami perkembangan pesat di pasar forex.

Sutopo selaku Presiden Komisioner HFX International Berjangka menjelaskan bahwa robot trading mulai ramai dipakai di Indonesia oleh para trader forex sejak tahun 2007. Kalau itu robot yag digunakan adalah EA (Expert Advisor) MT4. Kepada Kontan, Sutopo pun menyinggung jika EA MT4 ini bisa dipakai di seluruh pialang forex dengan platform MT4, berbeda dengan robot trading abal-abal yang dalam beberapa waktu terakhir meresahkan.

“Ya karena robot trading abal-abal itu hanya boleh dipakai di broker tertentu. Sudah brokernya tidak jelas, hasil transaksinya pun bisa direkayasa sedemikian rupa alias fake. Ya memang belum punya legalitas atau regulasi resmi, untuk itu trader harus lebih hati-hati. Banyak pihak tak bertanggung jawab ambil izin MLM lewat AP2LI, padahal harusnya semua di bawah kewenangan Bappebti,” ungkap Sutopo.

Apa yang dipaparkan Sutopo ini memang bukan sekadar isapan jempol saja, karena perbincangan soal robot trading memang ramai saat maraknya kasus MarkAI. Sekadar informasi, MarkAI adalah robot trading yang disebut melakukan penipuan di Indonesia. Dilansir detikfinance, banyak korban robot trading cryptocurrency ini yang melaporkan MarkAI ke kepolisian karena kesulitan dalam pencarian dana di platform.

Sheila sebagai salah satu korban MarkAI menuturkan bahwa dia awalnya memperoleh tawaran sewa robot selama 30 hari dengan harga Rp31 ribu – Rp7,75 juta. Di mana MarkAi mematok modal kerja US$30 (sekitar Rp465 ribu) – US$10 ribu (sekitar Rp155 juta). Sehingga total modal yang dibutuhkan mulai Rp496 ribu – Rp162,75 juta dengan keuntungan Rp6.510 – Rp2,17 juta per hari dan Rp195,3 ribu – Rp65,1 juta per bulan.

Berbeda dengan harga resmi dolar AS saat ini di kisaran Rp14 ribuan, MarkAI justru mematok Rp15 ribu. Setelah berjanji untuk beroperasi lagi pada Senin (18/10), hingga Rabu (20/10) justru website dan platform MarkAI masih down, begitu pula pihak CS (Customer Service) yang tidak dapat dihubungi. Tak heran kalau akhirnya banyak yang menduga jika MarkAI melakukan penipuan dengan total korban disebut mencapai 500 ribu orang.

Baca juga: Belajar Aset Kripto: Peluang di Masa Depan dan Aturan Dari BAPPEBTI

Dari penelusuran Kontan, Mark AI sendiri adalah layanan robot trading dengan berbagai paket investasi yang mana sepenuhnya dilakukan oleh robot. Klaim MarkAI, mereka mampu memberi keuntungan konsisten 14%-15% setiap bulannya, sementara trader bisa diam saja tak perlu melakukan apapun. Tentu saja apa yang dijanjikan MarkAI ini tidak sesuai dengan fungsi robot trading pada umumnya, seperti yang sudah dibahas di atas.

Sekali lagi, minimnya edukasi dan regulasi membuat makin banyak trader tertipu. Sekadar informasi, Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) selama bulan Agustus 2021 sudah memblokir sekitar 249 domain situs di bidang PBK (Perdagangan Berjangka Komoditi) yang tak berizin dan meyoritas memberikan layanan robot trading.

Untung-Rugi Penggunaan Robot Trading

untung rugi robot trading
via mediaasuransinews

Kendati kasus MarkAI ini mencoreng layanan robot trading, pada dasarnya teknologi ini dapat memberi keuntungan jika digunakan dengan tepat. Meskipun begitu tak bisa ditampik bahwa hingga saat ini baik di dalam atau luar negeri, keberadaan robot trading memang begitu bebas dan tak punya aturan mengikat. Hal ini yang membuat Desmond Wira selaku praktisi investasi, tetap menilai robot trading mampu membantu membuat keputusan.

“Robot trading ini sebetulnya bisa mengurangi keterlibatan emosi dalam trading. Dapat memaksimalkan entry dan exit juga karena kan kegiatan trading baik emas, forex atau cryptocurency ini berlangsung selam 24 jam. Jadi kalau dilakukan manual, memang jadi terbatas. Tapi kalau robotnya tidak berkualiats dan malah pakai strategi trading berbahaya seperti martingale, bisa bikin margin call alias uang habis,” ungkap Desmond.

Sekadar informasi, martingale sendiri merupakan strategi averaging terus-menerus ketika tengah merugi. Untuk itulah demi mengurangi risiko trading dari layanan ini, pengguna harus paham tips pakai robot trading dengan tepat. Apalagi di Indonesia banyak robot trading palsu dengan dugaan money game yang sudah pasti akan membuat trader dan investor mengalami kerugian total.

“Robot trading yang asli ini memiliki wujud yakni file EA dengan ekstensi mq14 atau ex4 di MT (MetaTrader) 4, dan mq15 atau ex5 di MT5. Robot trading ini sudah pasti digunakan di berbagai broker forex dan wajib di-install terlebih dulu di komputer atau server,” tutup Desmond.

Sama seperti Desmond, Dikki Soetopo selaku Direktur PT Solid Gold Berjangka kepada CNN Indonesia pun menjelaskan bahwa robot trading juga punya keunggulan. Mulai dari tak perlu menganalisa pasar secara manual sampai membatasi kerugian dan target keuntungan. Namun sebagai robot, teknologi ini punya kerugian yakni bertransaksi sesuai keputusan pengguna, tak bisa memperkirakan gejolak pasar dan biaya penggunaan jasa.

Inilah 6 Tips Pakai Robot Trading Forex Agar Hasil Maksimal

untung berlipat robot trading
via investasi.online

Melihat penjelasan panjang lebar di atas, tentu Anda akhirnya menyadari bahwa teknologi yang satu ini memang perlu digunakan dengan bijaksana. Berbagai keuntungan dan kerugian dari robot trading, wajib jadi pertimbangan trader termasuk dengan menghindari layanan yang terkesan abal-abal seperti kasus MarkAI. Nah, supaya tak jadi korban penipuan, berikut adalah tips pakai robot tradig secara tepat agar mampu cuan maksimal:

Baca juga: Aplikasi Saham Terbaik yang Dibutuhkan Investor

1. Paham dan Kuasai

Tips pakai robot trading yang pertama dan bisa dibilang terpenting adalah memahami serta menguasai. Anda harus tahu kalau robot trading tidak menjamin keuntungan, tapi hanya sekadar membantu menentukan keputusan lewat berbagai analisanya. Jika pemahaman ini sudah dipahami, Anda tentu lebih bijaksana mengelola untung dan rugi.

2. Siapkan Modal

Sebagai teknologi pihak ketiga, sudah pasti untuk dapat memakai layanan robot trading, Anda harus membayar biaya jasa. Untu itu, sediakan modal terlebih dulu supaya bisa memakai layanan ini. Agar bisa tahu berapa modal yang dibutuhkan, Anda bisa melakukan back-test EA di akun demo pada platform broker.

3. Ingat, Robot Tak Sempurna

Meskipun merupakan teknologi, robot trading bukanlah sesuatu yang sempurna dan mampu menjanjikan keuntungan pasti saat menggunakannya. Yap, Anda harus sadar bahwa robot ini cuma bisa berjalan sesuai dengan keputusan penggunanya.

Lantaran dikendalikan manusia lewat berbagai strategi, peluang untuk mengalami kegagalan alias loss dalam trading adalah sesuatu yang lazim. Nah, tips pakai robot trading yang bisa Anda terapkan untuk menghindari kerugian dan kegagalan itu adalah pilih yang punya fitur stop loss.

4. Pakai Robot Cadangan

Seperti yang sudah disebutkan bahwa robot trading berjalan dengan strategi pengguna, sehingga ada kalanya tak sesuai dengan kondisi pasar jika berjalan dalam jangka panjang, karena pasar forex atau bahkan cryptocurrency luar biasa dinamis. Nah, tips pakai robot trading berikutnya adalah dengan memakai EA cadangan yang punya strategi berbeda supaya sesuai dengan market yang berubah-ubah.

5. Wajib Diawasi

Robot trading bisa mengamati dan menganalisa pasar selama 24 jam? Benar. Namun bukan artinya Anda tak perlu lagi melakukan pengawasan. Terutama beberapa robot yang bisa mengeksekusi transaksi tanpa intervensi pemiliknya, Anda harus lebih waspada. Karena saat kinerja robot menurun hingga minus, tentu ada yang salah dengan strategi yang sudah Anda buat lantaran tak cocok dengan kondisi pasar, sehingga robot harus dihentikan.

6. Pilih Secara Bijaksana

Dan inilah tips pakai robot trading terakhir yakni pilihlah secara bijaksana. Seperti yang dibahas sebelumnya, layanan ini kini sudah tersedia di hampir banyak broker baik yang legal atau tidak. Supaya tak jadi korban penipuan layaknya kasus MarkAI, ada beberapa hal yang harus Anda hindari. Mulai dari robot menjanjikan hasil terlalu besar dan tak masuk akal, berasal dari broker ilegal, punya kinerja buruk sampai tampilan iklan penuh kebohongan.

Baca juga: Faktor-faktor yang Mempengaruhi Naik Turunnya Harga Saham

Layaknya kasus MarkAI yang terlalu menjanjikan profit membual, Anda jelas harus menghindarinya. Karena dengan memahami tips pakai robot trading yang tepat, Anda bisa memaksimalkan keuntungan. Teknologi inipun mampu berjalan secara efektif dan efisien sehingga kegiatan trading bakal bisa berlangsung dengan menyenangkan. Jadi, apakah Anda sudah siap pakai robot trading secara bijaksana?

Bagikan ;

Tinggalkan komentar