7 Tips Investasi Bagi Wanita Milenial, Bagaimana Caranya?

Membayangkan memiliki kebebasan finansial ketika usia sudah tidak lagi produktif, adalah impian orang. Yap, di saat rekan-rekan sejawat harus menanti uang pensiunan bahkan menunggu jatah dari anak atau menantu, hidup hingga tua dengan penghasilan sendiri adalah sebuah kebanggaan.

Ingin seperti itu? Bukan sesuatu yang mudah karena dibutuhkan komitmen finansial yang sangat disiplin sejak masih produktif. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan berinvestasi. Kenapa kok investasi? Karena investasi adalah cara terbaik mengelola keuangan hingga mencapai kebebasan finansial sesuai dengan yang diharapkan.

Apalagi jika Anda adalah kalangan milenial alias generasi Y yang terlahir di tahun 1982-1996, investasi tentu menjadi sebuah tantangan. Sebagai generasi yang terlahir era pergantian abad, milenial membawa gaya hidup yang unik dan terbarukan. Hanya saja kemajuan teknologi membuat milenial menjadi generasi dengan perilaku konsumtif tertinggi demi memenuhi gaya hidup. Perilaku negatif inilah yang membuat banyak orang memandang remeh kalangan milenial dalam melakukan investasi.

Baca juga: 10 Investor Saham Paling Sukses yang Bisa Dijadikan Role Model Investasi

Tentu tidak ada yang mau asumsi tersebut menjadi kenyataan. Milenial juga memiliki peluang untuk bisa bangkit dan mencapai kebebasan finansial, asalkan cukup disiplin dalam mengelola keuangan. Tidak hanya untuk milenial laki-laki yang bakal menjadi tulang punggung keluarga, milenial perempuan juga harus mulai paham pentingnya investasi bagi masa depan.

Kenapa Wanita Harus Berinvestasi?

wanita harus investasi
© studiogstock/Freepik

Dengan fakta bahwa tingkat konsumsi milenial sangat tinggi, tak jarang kalau mereka kesulitan untuk memiliki dana darurat, aset dan tentunya investasi. Padahal menurut penelitian Wharton Pension Research Council, jika milenial ingin hidup layak sesuai standar rata-rata saat pensiun kelak, harus mulai sadar menyisihkan 40% penghasilannya ke investasi.

Bukan hanya monopoli laki-laki, perempuan milenial juga wajib sadar pentingnya investasi bagi kehidupan mereka. Memang hingga saat ini, dunia investasi seolah jadi dominasi kaum pria mulai dari investasi properti, saham hingga P2P (peer-to-peer) Landing.

Data pada tahun 2016, BEI (Bursa Efek Indonesia) mencatat ada lebih dari 66 ribu investor pria dengan 21 ribu di antaranya masih aktif. Sementara untuk investor perempuan, ada sekitar 53 ribu yang terdaftar, tapi hanya 472 yang masih aktif, seperti dilansir Detik Finance.

Dibandingkan laki-laki, perempuan memang lebih cenderung memegang uang tunai. Bahkan secara statistik, dari semua aset yang dimiliki perempuan, 71% di antaranya tidak diinvestasikan. Mayoritas perempuan cenderung menunggu hingga usia tua untuk mulai investasi karena memang tidak tahu cara mengelola finansial secara tepat.

Padahal ketika seorang perempuan melakukan investasi, ada banyak sekali keuntungan yang diperoleh. Bahkan dalam studi Merril Lynch, 41 perempuan berharap bisa melakukan investasi lebih banyak. Berikut adalah beberapa alasan kenapa perempuan harus berinvestasi:

  • Mencapai kesetaraan finansial dengan kaum laki-laki
  • Mewujudkan tujuan keuangan entah keinginan melanjutkan sekolah, membahagiakan orangtua, bahkan solo travelling
  • Menjadi seorang perempuan yang mandiri karena di zaman saat ini, perempuan tidak boleh menggantungkan diri pada laki-laki sepenuhnya
  • Sebagai sarana persiapan dana darurat sekaligus berjaga-jaga jika kondisi buruk terjadi

Dengan melakukan investasi sejak muda, perempuan tentu bisa berdiri di kedua kakinya sendiri dan melakukan berbagai hal yang dia inginkan. Karena itulah jika Anda adalah perempuan milenial, ada baiknya mulai memperbaiki kondisi keuangan sekarang juga melalui investasi.

Tips-Tips Jitu Investasi untuk Wanita Milenial

Tingginya sifat konsumtif pada perempuan milenial memang jadi tantangan tersendiri untuk melakukan investasi. Tak perlu malu mengakuinya, ada banyak wanita-wanita milenial yang hobi menghabiskan ratusan Ribu hingga jutaan Rupiah untuk membeli berbagai produk skincare, melakukan treatment kecantikan, membeli baju dan item aksesoris branded hingga travelling ke tempat-tempat Instagrammable.

Baca juga: Belajar Saham, Pengetahuan Dasar Investasi Saham, Yuk Pahami!

Hal-hal itu tidaklah keliru karena menghabiskan penghasilan yang sudah didapat dengan kerja keras adalah hak masing-masing orang. Namun kalau gaya hidup seperti itu dibiarkan terus-menerus tanpa mempertimbangkan investasi yang tepat, perempuan milenial akan sulit mencapai kebebasan finansial. Tentu Anda tak ingin demikian, bukan? Untuk itulah berikut kami bahas tujuh tips investasi untuk perempuan milenial:

1. Pelajari Instrumen Investasi

perbedaan saham dan obligasi © Freepik
© Freepik

Tips pertama sekaligus paling mendasar bagi perempuan milenial yang mau berinvestasi adalah mempelajari instrumen-instrumen investasi. Seperti yang diketahui, aset untuk investasi banyak sekali pilihannya mulai dari yang konvensional seperti emas (logam mulia), deposito, properti (rumah, apartemen, gedung, tanah) hingga saham, obligasi, reksadana, P2P Lending dan forex yang lebih modern.

Dengan mempelajari berbagai jenis instrumen investasi, Anda tentu akan tahu instrumen mana yang menjanjikan keuntungan terbesar, sekaligus potensi kerugian tertinggi. Bagi Anda yang cukup berani ambil risiko, saham jelas bisa jadi pilihan terbaik. Namun bagi Anda yang ingin berinvestasi tanpa takut rugi, maka emas, deposito dan properti jawabannya.

Tentunya dalam mempelajari instrumen investasi ini, Anda akan tahu berapa dana yang harus disisihkan agar bisa membeli produk investasi yang diinginkan. Jangan lupa pertimbangkan informasi fundamental tiap-tiap aset, agar tahu mana yang paling berdampak untuk tujuan finansial dan tentunya memberikan cuan terbesar.

2. Bantuan Financial Advisor

bantuan financial advisor
© Freepik

Dibandingkan laki-laki, perilaku perempuan saat berinvestasi tentu berbeda. Dalam riset yang dilansir Merdeka, perempuan disebut lebih realistis dalam berekspektasi. Agar memaksimalkan sikap ini, ada baiknya perempuan meminta bantuan pihak ketiga seperti penyedia jasa financial advisor alias penasehat keuangan.

Fakta bahwa pasar finansial sangatlah rumit lantaran dipengaruhi berbagai macam hal seperti perekonomian global hingga situasi politik, tentu membuat orang awam tidak paham. Apalagi kalangan perempuan milenial yang mungkin tidak mempedulikan berita investasi, sehingga ada baiknya bagi perempuan yang tidak terlalu berani mengambil risiko, menggunakan jasa penasehat keuangan.

Hanya saja pastikan Anda memilih financial advisor yang memang benar-benar berkualitas dan memiliki tarif yang kompetitif. Dengan bantuan financial advisor yang tepat, Anda tentu akan bisa merencanakan keuangan dan investasi secara lebih sehat dari penghasilan yang dimiliki.

3. Lakukan Survey

Jika financial advisor akan membantu Anda mempunyai pengelolaan keuangan yang lebih baik, tetap saja untuk mempelajari seluk-beluk investasi, Anda harus ikut terlibat aktif. Agar bisa bersikap aktif, ada baiknya kalau Anda melakukan survey soal kondisi keuangan dan pasar berjangka itu sendiri.

Baca juga: Jenis Reksa Dana Syariah Tanpa Riba yang ada di Indonesia

Contohnya kalau Anda memilih investasi reksadana, pastikan menggunakan MI (Manajer Investasi) berkualitas. Begitu pula kalau investasi saham, broker atau pialang yang dipilih haruslah terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan) agar bisa berinvestasi dengan aman dan nyaman. Jangan lupa pula untuk melihat kinerja bisnis sebuah perusahaan sebelum Anda membeli saham. Meskipun terdengar cukup ribet, tapi proses ini membuat Anda memiliki pandangan yang lebih luas dalam berinvestasi.

4. Susun Rencana Investasi

melakukan perencanaan keuangan
© vecteezy

Nah, jika sudah menentukan instrumen investasi yang bakal dipilih dan mulai mengatur keuangan lebih sehat, tips berikutnya yang bisa dilakukan adalah dengan menyusun rencana investasi. Para penasehat keuangan biasanya ikut membantu Anda melakukan hal ini, tapi semua kendali tetap pada Anda.

Sekadar informasi, ada dua jenis investasi yang bisa dipilih yakni jangka panjang dan jangka pendek. Seperti namanya, investasi jangka panjang ini biasanya berlangsung di atas lima tahun sementara investasi jangka pendek cuma selama 1-2 tahun saja. Tentunya makin lama investasi, sudah pasti makin besar keuntungan Anda. Sehingga kalau Anda mendamba bisa bebas finansial saat tidak produktif lagi, maka investasi jangka panjang sangat tepat dipilih.

5. Disiplin Sisihkan Uang

Komitmen adalah kunci utama dalam keberhasilan investasi perempuan milenial. Pegang terus prinsip bahwa pengeluaran adalah penghasilan dikurangi penghematan. Sehingga Anda akan paham kalau penghasilan baru bisa dibelanjakan setelah menabung dan menyisihkan uang untuk investasi. Jika sudah menabung, Anda akan tahu berapa besar rasio tabungan sehingga tahu kondisi keuangan.

Misalkan saja, Anda memiliki penghasilan Rp2 juta per bulan yang artinya Rp24 juta per tahun. Dengan rasio tabungan tahunan positif minimal 10% yakni Rp2,4 juta, maka setidaknya Anda harus menabung sedikitnya Rp200 ribu per bulan. Namun dengan investasi, tentu tabungan yang dimiliki per bulan haruslah menjadi minimal Rp500 ribu.

Tunggu, apakah dengan ratusan ribu Rupiah bisa berinvestasi? Tentu saja bisa. Anda dapat memilih model menabung emas di Pegadaian atau membeli reksadana yang dimulai dari Rp50 ribu. Dengan begini, tidak ada alasan bahwa harus menunggu kaya untuk melakukan investasi, bukan? Karena yang dibutuhkan adalah niat dan komitmen.

6. Jangan Terbawa Emosi

perempuan bingung
© vectorstock

Ada yang bilang bahwa perempuan lebih mengutamakan hati atau perasaan, sementara laki-laki cenderung berpikir logis. Melalui sebuah riset yang dilakukan sejumlah peneliti Universitas Basel di Swiss, terungkap kalau struktur otak perempuan dan laki-laki berbeda. Sejalan dengan perkembangannya, otak laki-laki mempunyai volume insula anterior lebih besar, sehingga kurang peka terhadap perasaan dan emosi.

Baca juga: Pengertian Investasi Jangka Pendek, Menengah, Panjang dan Jenisnya

Sehingga ketika perempuan terlalu terbawa emosi atau perasaan dalam berinvestasi, maka sebetulnya itu bukan kondisi yang aneh. Perempuan memang bakal lebih berhati-hati, apalagi jika berinvestasi dalam kondisi perekonomian bergejolak. Agar tidak terbawa emosi, cobalah untuk bersikap sabar dan memperbanyak informasi soal fundamental investasi, agar lebih tenang dan tidak mudah panik.

7. Manfaatkan Teknologi

perempuan dan smartphone
© Kit8

Nah, tips investasi terakhir yang bisa dilakukan perempuan milenial agar meraup untung besar adalah dengan memaksimalkan penggunaan teknologi. Sudah banyak broker yang menyediakan platform-platform trading secara online, sehingga membuat siapapun tetap bisa berinvestasi secara efektif dan tentunya efisien.

Dalam platform itu, disediakan pula sejumlah informasi berita perekonomian dan berbagai analisa investasi. Bahkan untuk investasi seperti emas, reksadana atau obligasi, Anda bisa melakukan pembelian secara online, sehingga lebih mudah. Karena sudah saatnya bagi perempuan yang identik pegang smartphone, tidak hanya mengabiskan uang untuk belanja di marketplace, tapi untuk membeli produk-produk investasi.

Kesimpulan

Melalui ulasan di atas, terbukti bahwa sebetulnya bukanlah hal mustahil bagi perempuan milenial untuk melakukan investasi. Wanita sama halnya dengan pria, memiliki peluang sama besarnya untuk hidup sukses dan dapat penghasilan besar di usia tua, melalui investasi. Asalkan memilih instrumen investasi yang tepat, menyisihkan keuangan secara disiplin, kebebasan finansial bisa segera didapatkan, bahkan tanpa perlu menunggu tua. Semangat untuk investasi ya, wanita Indonesia!

Bagikan ;