Siapa yang tidak tahu PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk atau biasa di kenal dengan nama Telkom Indonesia? Seperti nama perusahaannya yang sudah lama akrab di telinga masyarakat Indonesia, karena produk/layanannya. Selain itu, saham Telkom dengan kode TLKM di BEI juga di incar banyak investor dalam maupun luar negeri.
Hal ini dikarenakan, bisnis di bidang telekomunikasi dan informasi termasuk salah satu bisnis yang sangat menjanjikan di era digital ini. Selain itu memang, produk-produk Telkom sudah banyak di sukai masyarakat Indonesia.
Sehingga tak heran saat sahamnya melantai di BEI menjadi perhatian, terutama untuk investor yang senang mengoleksi saham blue chip milik BUMN. Sejumlah institusi penting tercatat sebagai bagian dari pemilik saham TLKM seperti, BPJS Ketenagakerjaan, GIC, Lazard Asset Management, AIA, BlackRock Investment, JPMOrgan dll.
Apakah Anda juga tertarik dan ingin mulai berinvestasi pada saham TLKM? Yuk kita bahas bagaimana sejarah dan perkembangan TLKM hingga bisa menjadi perusahaan raksasa seperti saat ini!
Profil Singkat TLKM

PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi. Saat ini, kantor pusat TLKM berada di Telkom Landmark Tower Jl. Gatot Subroto No.Kav. 52, Kuningan Timur Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Produk/layanan Telkom sudah cukup lama digunakan oleh masyarakat Indonesia. Beberapa diantaranya seperti : Indihome dan Telkomsel. Saat ini TLKM masuk dalam daftar indeks saham LQ45, JII dan termasuk juga dalam saham syariah.
Bidang usaha TLKM kurang lebih terbagi menjadi 5 bidang usaha. Mobile, Consumer, Enterprise, WIB dan la-lain. Sementara bidang usaha terbesar TLKM berdasarkan laporan keuangan September 2019 di duduki oleh Mobile sebesar Rp. 68,288 T (51,6%). Kedua yakni Enterprise Rp. 29,273 T (22,1%), WIB Rp. 19,946 T (15,1%), dan bidang usaha lain-lain Rp.1,141 T (0,9%).
Saham TLKM sebagian besarnya (52,091%) di miliki pemerintah Indonesia. Pembahasan tentang kepemilikan saham terkini akan kita bahas lebih detail pada bab daftar pemegang saham di bawah ini.
Sejarah TLKM
Sebenarnya Telkom (TLKM) mulai dirintis pada tahun 1882, yakni saat kemunculan teknologi telepon hingga menyaingi layanan pos dan telegraf. Dulu TLKM adalah bagian dari “Post en Telegraafdienst”, yang didirikan pada tahun 1884.
Sampai akhirnya pada tahun 1961 pemerintah mendirikan Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel).
Kemudian seiring berkembang pesatnya industri ini, pemerintah melakukan pemisahan fungsi antara industri pos dan telekomunikasi dalam Perusahaan Negara Postel: PN Pos dan Giro serta Perusahaan Negara Telekomunikasi pada 6 Juli 1965. Tanggal 6 Juli 1965 kini dijadikan sebagai tahun lahirnya Telkom (TLKM).
Saat teknologi ponsel mulai berkembang, pada thun 1995 PT Telekomunikasi Indonesia mendirikan Telkomsel dan kartu Halo pascabayar. Tidak lama kemudian, yakni pada tahun 1997, seluruh provinsi di Indonesia sudah bisa menikmati layanan jaringan Telkomsel.
Pada tahun 2005, TLKM meluncurkan jaringan broadband Indihome. Lanjut ke 2010 TLKM turut menyelesaikan proyek kabel serat optik bawah laut JaKaLaDeMa, dan 2008 TLKM meluncurkan satelit merah putih.
TLKM melakukan IPO dan Listing saham di BEI
Telkom melakukan IPO dengan menawarkan saham sebanyak 8.400.000.000 kepada masyarakat yang terdiri dari 8.399.999.999 saham Seri B dan 1 saham Seri A Dwiwarna. Seperti yang kita ketahui saham seri A Dwiwarna adalah saham istimewa yang membuat pemiliknya memiliki hak dalam pemilihan direksi perusahaan. Saham ini hanya di miliki oleh negara.
Kemudian pada tanggal 14 November 1995 saham TLKM tercatat di BEI (dulunya Bursa Efek Jakarta dan BUrsa Efek Surabaya) dengan harga Rp. 2.050/ lembar saham. Saat itu saham yang di jual sebanyak 933.333.000 saham baru Seri B dan 233.334.000 saham Seri B milik Pemerintah.
Disaat yang sama, pemerintah juga melakukan penawaran dan pencatatan di penawaran dan pencatatan di Bursa Efek New York (“NYSE”) serta Bursa Efek London (“LSE”) atas 700.000.000 saham Seri B milik Pemerintah dalam bentuk American Depositary Shares (“ADS”).
Historis Pencatatan Saham TLKM
Setelah melakukan IPO dan listing di BEI, saham TLKM telah mengalami berbagai dinamika. Apa saja yang terjadi pada saham TLKM? Berikut adalah kronologis saham TLKM yang di rekam dalam pencatatan saham TLKM!
Tanggal | Tindakan Korporasi | Saham |
14 November 1995 | Negara RI (Seri A) | 1 |
14 November 1995 | Saham Perdana (Seri B) @ Rp2.050, | 9.333.332.999 |
03 Agustus 1999 | Saham Bonus (Bonus Shares) 50 : 4 | 746.666.640 |
28 Septeber 2004 | Pemecahan Saham (Stock Split) 1 : 2 | 10.079.999.640 |
28 Agustus 2013 | Pemecahan Saham (Stock Split) 1 : 5 | 80.639.997.120 |
04 September 2018 | partialDelisting | 1.737.779.800 |
Fundamental TLKM

Sebagai salah satu perusahaan di bidang telekomunikasi yang ada di Indonesia dan telah lama berdiri, TLKM disebut-sebut sebagai saham yang wajib dimiliki selain saham-saham di sektor consumer goods dan juga perbankan.
Hal ini karena prospek yang di nilai cerah menurut perkembangan zaman yang sangat mengandalkan teknologi digital. Walaupun demikian, kita perlu memahami bagaimana kinerja perusahaan lewat aspek-aspek fundamentalnya. Untuk itu mari kita lihat bagaimana historis fundamental TLKM selama 5 tahun terakhir, yakni tahun 2015 sampai 2019!
1. Aset, Hutang dan Modal
Permodalan awal TLKM berkembang pesat hingga saat ini. Supaya lebih komperhensif, Anda dapat membandingkannya dengan melihat jumlah aset dan hutang TLKM selama 2015-2019. Anda bisa mencermati tabel di bawah ini untuk data lebih lengkap.
Tahun | Aset (Rupiah) | Hutang (Rupiah) | Modal (Rupiah) |
2019 Q3 | 214.990 T | 98.544 T | 116.446 T |
2018 | 206.20 T (+3.89%) | 88.89 T (+2.94%) | 117.30 T (+4.61%) |
2017 | 198.48 T (+10.51%) | 86.35 T (+16.59%) | 112.13 T (+6.24%) |
2016 | 179.61 T (+8.09%) | 74.07 T (+1.82%) | 105.54 T (+12.97%) |
2015 | 166.17 T (+17.94%) | 72.75 T (+32.82%) | 93.43 T (+8.48%) |
2. Penjualan, Beban Pokok, dan Laba Bersih
Tahun | Penjualan (Rupiah) | Beban Pokok (Rupiah) | Laba Bersih (Rupiah) |
2019 Q3 | 102.631 T | 31.114 T | |
2018 | 130.78 T (+1.97%) | 26.98 T (-17.50%) | |
2017 | 128.26 T (+10.25%) | 53.12 T (+11.91%) | 32.70 T (+12.10%) |
2016 | 116.33 T (+13.53%) | 47.47 T (+10.66%) | 29.17 T (+25.11%) |
2015 | 102.47 T (+14.24%) | 42.89 T (+20.31%) | 23.32 T (+8.72%) |
3. Arus Kas
Arus kas TLKM termasuk sehat. Anda bisa melihatnya dari arus kas operasional, investasi dan pendanaan. Dibawah ini data arus kas TLKM Selama 2015-2019!
Tahun | Operasional | Investasi | Pendanaan |
2019 Q3 | 38.263 | -22.133 | -18.386 |
2018 | 45.67 T (-7.56%) | -35.09 T (-6.31%) | -18.458 |
2017 | 49.41 T (+4.60%) | -33.01 T (-19.78%) | -21.052 |
2016 | 47.23 T (+8.16%) | -27.56 T (-0.50%) | -17.905 |
2015 | 43.67 T (+15.72%) | -27.42 T (-10.80%) | -6.407 |
4. Dividen
Tahun | Dividen Per Saham |
2019 | |
2018 | 23.32 T (+8.72%) |
2017 | 242.09 (+31.26%) |
2016 | 184.44 (+9.97%) |
2015 | 167.71 (+7.69%) |
Perkembangan Saham TLKM

Daftar Pemegang Saham
No | Nama | Jenis | Jumlah | Persentase |
1 | Negara Republik Indonesia | Lebih dari 5% | 51.602.353.560 | 52,091 % |
2 | Masyarakat | Kurang dari 5% | 47.459.863.040 | 47.459.863.040 |
3 | Ririek Adriansyah | Direksi | 1.156.955 | 0,001 % |
4 | Harry M. Zen | Direksi | 977.292 | 0,001 % |
5 | Siti Choiriana | Direksi | 540 | 0 % |
6 | Bogi Witjaksono | Direksi | 55.000 | 0 % |
7 | Edi Witjara | Direksi | 32.500 | 0 % |
9 | Faizal Rochmad Djoemadi | Direksi | 182.000 | 0 % |
Anak Perusahaan
Sejak awal kelahirannya hingga saat ini, TLKM sudah berkembang pesat dalam industri telekomunikasi dan informasi. Untuk mendukung serta mengembangkan fungsi utama perusahaan, maka TLKM menciptakan beberapa anak perusahaan.
Sebelumnya anak perusahaan Telkom (TLKM) berjumlah 49 (dengan kepemilikan langsung). Tapi kabarnya pada tahun 2020-2021 TLKM akan melakukan restruktururisasi jumlah anak perusahaan. Hal ini di lakukan untuk lebih efesienkan perusahaan kedepannya. Sekitar 20 anak perusahaan akan di pangkas.
Berikut daftar anak perusahaan TLKM yang tercatat di BEI samapi saat ini!
Nama Perusahaan | Jenis | Asset Total | Persentase |
PT Dayamitra Telekomunikasi (“Dayamitra”) | Telekomunikasi | 10.689 | 100 % |
PT Graha Sarana Duta (“GSD”) | Penyewaan kantor dan manajemen gedung dan jasa pemeliharaan konsultan sipil, dan pengembangan | 4.333 | 99,99 % |
PT Indonusa Telemedia (“Indonusa”) | TV Berlangganan dan Jasa Konten | 687 | 100 % |
PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia | Pembangunan, jasa dan perdagangan bidang telekomunikasi | 1.015100 % | |
PT Jalin Pembayaran Nusantara | Jasa pembayaran, switching, kliring, settlement | 15 | 100 % |
PT Metranet | Jasa Portal/Multimedia | 370 | 100 % |
PT Multimedia Nusantara (“Metra”) | Jasa Jaringan Telekomunikasi dan Multimedia | 10.020 | 100 % |
PT Napsindo Primatel (“Napsindo”) | Telekomunikasi menyediakan Network Access Point (NAP),Voice Over Data(VOD) dan jasa terkait lainnya | 5 | 60 % |
PT Patra Komunikasi Indonesia (“Patrakom”) | Telekomunikasi Jaringan Tetap | 472 | 100 % |
PT Pramindo Ikat Nusantara (“Pramindo”) | Jasa dan Pembangunan Telekomunikasi | 3.146 | 100 % |
PT Telekomunikasi Indonesia International (“TII”) | Telekomunikasi | 7.147 | 100 % |
PT Telekomunikasi Selular (“Telkomsel”) | Telekomunikasi operator fasilitas telekomunikasi dan jasa telepon seluler menggunakan teknologi Global System for Mobile Communication (“GSM”) | 89.781 | 65 % |
PT Telkom Akses (“Telkom Akses”) | Pembangunan, jasa dan perdagangan bidang telekomunikasi | 5.098 | 100 % |
Pergerakan Harga Saham TLKM
Selama 10 tahun (2010-2019) saham TLKM sudah naik hingga 95,24%. Jika Anda menahan saham TLKM pada awal 2010 sebesar Rp. 100 juta, maka pada 2019 kemarin uang Anda sudah menjadi Rp. 195,23 juta. Namun kinerja ini tidak bisa menjadi patokan apa yang pasti terjadi dimasa depan, karena banyak faktor yang bisa mempengaruhi.
Lalu bagaimana dengan pergerakan harga saham TLKM akhir-akhir ini? kIta semua tahu bahwa saham-saham blue chip juga banyak yang ikut turun saat wabah covid 19. Menjelang new normal, berikut pergerakan harga saham TLKM sejak 15 Mei hingga 17 Juni 2020!

Kesimpulan
Saham TLKM yang merupakan salah satu emiten terbesar dari perusahaan BUMN yang patut di pertimbangkan. Selain dari keuntungan dari peningkatan harga saham, Anda juga bisa mendapatkan keuntungan invesatsi dari dividen karena TLKM merupakan emiten yang termasuk rajin membagikan dividennya.
Demikian pembahasan mengenai sejarah dan perkembangan saham TLKM. Bagaimana, apakah Anda tertarik membeli saham TLKM dalam waktu dekat? Semoga dengan informasi ini Anda bisa menambah wawasan investasi saham sehingga dapat memilih saham terbaik untuk Anda. Selamat berinvestasi!
Baca juga: