Sejarah Saham META dan Perkembangannya Sampai Sekarang

Saham di sektor infrastruktur menjadi salah satu saham yang cukup menarik perhatian para investor.

Hal ini mengingat kebutuhan pembangunan infrastruktur tidak akan pernah ada habisnya apalagi di wilayah Indonesia yang sangat luas.

Selain JSMR dan CNMP yang sudah di bahas sebelumnya di artikel lain, saham di sektor infrasktur lainnya adalah META.

Apakah Anda pernah mendengarnya, atau justru sedang mencari tahu lebih dalam mengenai profil dan juga perkembangan saham META?

META adalah kode saham milik PT Nusantara Infrastructure Tbk. Sebelum melakukan transaksi saham terutama pembelian, ada baiknya kita mengenal profil emiten dan bagaimana proses serta perkembangan kinerja dan sahamnya.

Mari kita bahas lebih dalam mengenai sejarah dan perkembangan saham META!

Profil Perusahaan

PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) merupakan perusahaan swasta yang bergerak di bidang infrastruktur khususnya jalan tol, energi pertambangan, minyak dan gas bumI, air bersih, serta pelabuhan laut.

Saat ini META memiliki kantor pusat yang berada di Equity Tower Lantai 38, SCBD Lot 9 Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52 – 53 Jakarta. Dari tahun ke tahun, META telah mendapatkan berbagai penghargaan dengan berbagai kategori, diantaranya :

  • 100 Fastest Growing Companies 2018 dari Infobank
  • 5 Perusahaan terbaik di bidang infrastruktur yang menerapkan Good Corporate Governance (GCG) dari Warta Ekonomi Award 2017
  • Infobank Award 2017 sebagai 100 perusahaan dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia.

Perusahaan tercatat telah melakukan beberapa kali akuisisi saham maupun perusahaan. Seperti pada tahun 2010, META mengakuisisi saham PT Margautama Nusantara.

Lalu pada tahun 2012, META mengakuisisi PT Intisentosa Alambahtera (ISAB) dimana merupakan pelabuhan strategis yang berada di Lampung, Sumatera Selatan dan juga PT Tirta Bangun Nusantara (TBN) yang berada di Tangerang, Jawa Barat.

Tidak hanya sampai di situ, pada tahun 2014 META kembali mengakuisisi saham Perusahaan mengakuisisi 70,17% saham PT Tara Cell Intrabuana.

Bagaimana PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) bisa melakukan pengembangan selama hampir 25 tahun? Berikut sejarah dan juga perkembangan saham META hingga saat ini!

Baca: Sejarah dan Perkembangan WIKA Sampai Saat ini

Sejarah META

PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) berdiri pada tanggal 1 September 1995 dan baru beroperasi secara komersial pada tahun 2000. Dulu namanya adalah PT Sawitia Bersama Darma.

Kemudian pada tahun 1998 berganti nama lagi menjadi PT Wahana Tradindo Jay. Pada tahun 2001 berganti lagi menjadi PT Metamedia Technologies Tbk, dan terakhir menjadi PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) pada tahun 2006.

Listing di BEI

Pada 29 Juni 2001, PT Nusantara Infrastructure mulai menjadi perusahaan terbuka dengan penawaran umum perdana saham META yakni Rp. 100 per lembar saham.

Saat itu META melepas 60.000.000 sahamnya kepada masyarakat umum. Dengan begitu, META Listing di BEI sebelum namanya berganti menjadi PT Nusantara Infrastructure Tbk

Lalu setelahnya barulah pada 18 Juli 2001, sahamnya di catatkan di BEI. Seperti yang telah di sebutkan sebelumnya, bahwa META beberapa kali telah melakukan pergantian nama dan bertepatan pada tahun 2001, nama perusahaan ini adalah PT Metamedia Technologies Tbk. Oleh karena itu, nama kode sahamnya adalah META.

Pasca IPO, seperti yang di singgung sebelumnya, META melakukan beberapa akuisisi saham perusahaan lain. Catatan historis sahamnya bisa Anda lihat pada tabel di bawah ini!

Historis Pencatatan Saham

TanggalTindakan KorporasiSaham
18 Juli 2001Saham Perdana @ Rp200 per lembar saham60.000.000
18 Juli 2001Pencatatan Saham Pendiri (Company Listing)375.000.000
8 November 2006Penggabungan Usaha (Merger)9.693.571.429
20 Juli 2010Penggabungan Saham-5.064.285.714
12 Agustus 2011RIght Issue I8.476.500.000
Konversi Waran Seri I (2011 s/d 31-Ags-2013)1.694.886.165
2 Januari 2019hmetd187.883.525

Proyek-Proyek yang di Tangani

Satu tahun setelah berganti nama (2007), META di percaya menangani pengembangan aset jalan tol ketiga yang menyediakan askes ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Makassar (JTSE).

Kemudian pada 2008, BSD tol melakukan perluasan jalan. Seiring berkembangnya teknologi, pada tahun 2013 semua gerbang tol BMN dan JTSE bekerja sama dengan Bank besar di Indonesia untuk pembayaran elektronik.

Fundamental META

Sejarah Saham META dan Perkembangannya Sampai Sekarang

Aspek fundamental perusahaan berkaitan dengan asumsi ekonomiperusahaan dan kejadian yang secara tidak langsung bisa mempengaruhi kinerja perusahaan.

Salah satu sumber untuk menganalisa fundamental perusahaan adalah laporan keuangan perusahaan itu sendiri.

Namun perlu di ingat, bahwa hasil pencapaian maupun evaluasi dari data-data di bawah ini tidak bisa menjadi cerminan pasti saham META.

Berikut adalah data-data keuangan META selama 5 tahun terakhir, dari tahun 2015-2019!

1. Penjualan, Beban Pokok dan Laba Bersih

Penjualan yang di hasilkan META memang tidak selalu naik selama 5 tahun terakhir. Namun padda 2019 kemarin, angka penjualannya meningkat hingga lebih dari 100%.

JIka kita sandingkan dengan data beban pokoknya, ternyata sama-sama naik turu begituun laba bersihnya. Hal ini yang perlu Anda cari tahu lebih lanjut.

Mengapa pola pada laporan laba rugi META demikian?

Di bawah ini adalah data penjualan, beban pokok dan laba bersih dari META yang bisa Anda cermati.

TahunPenjualan
(Rupiah)
Beban Pokok
(Rupiah)
Laba Bersih
(Rupiah)
20191,60 T
(+ 104,66%)
143,80 M
(- 33,76%)
2018781,77 M
(- 1,29%)
330,66 M
(+ 20,34%)
217,09 M
(+ 133,14%)
2017792,01 M
(- 19,74%)
274,78 M
(- 41,71%)
93,12 M
(- 57,68%)
2016986,83 M
(+ 59,63%)
471,43 M
(+ 125,25%)
220,02 M
(+ 4,26%)
2015618,21 M
(+ 19,26%)
209,29 M
(+ 35,21%)
211,03 M
(+ 38,63%)

2. Aset, Hutang dan Modal

Anda pasti masih memerlukan pencarian sebab lebih lanjut ketika melihat data keuangan laba rugi META diatas.

Sebenarnya Anda bisa melihat dari dari sudut pandang posisi keuangannya juga untuk melihat apakah perusahaan sudah bisa mengelola dana dengan efektif dan efisien.

Misalnya dengan melihat eprtumbuhan aset dan bagaimana keseimbangannya dengan hutang dan modalnya.

Selama tahun 2015 hingga 2019, jumlah aset META cenderung meningkat, walaupun pada tahun 2017-2018 menbgalami penurunan.

Namun hal in bisa diwajari dengan melihat jumlah hutang yang menurun pada tahun-tahun tersebut.

Sementara modalnya tetap meningkat. Berikut adalah data aset, hutang dan modal META lebih lengkapnya selama 5 tahun kebelakang.

TahunAset
(Rupiah)
Hutang
(Rupiah)
Modal
(Rupiah)
20195,10 T
 (+18,45%)
1,90 T
(+ 43,24%)
3,20 T
(+ 7,41%)
20184,31 T
(- 19,07%)
1,33 T
(- 52,37%)
2,98 T
(+ 17,51%)
20175,32 T
(- 3,65%)
2,79 T
(- 1,58%)
2,54 T
(- 5,82%)
20165,52 T
(+ 14,08%)
2,83 T
(+ 26,57%)
2,69 T
(+ 3,36%)
20154,84 T
(+ 18,78%)
2,24 T
(+ 30,77%)
2,60 T
(+ 10,11%)

Jika di cermati, maka average growth META pada asepek neraca keuangannya selama 5 tahun terakhir (2015-2019) adalah :

  • Aset : Rata-rata meningkat sebesar : 5, 72% / tahun
  • Hutang : Rata-rata meningkat sebesar : 9,33% / tahun
  • Modal : Rata-rata meningkat sebesar : 6,51 / tahun

3. Kas Operasi, Pendanaan dan Investasi

Selain laporan laba rugi dan juga neraca keuangan, Anda juga tetap perlu memeriksa arus kas perusahaan (emiten).

Apakah arus kasnya bisa di katakan sehat ataukah sebaliknya? Berikut adalah arus kas operasi, arus kas pendanaan/pembiayaan dan juga arus kas investasi META dari tahun 2015-2018!

TahunOperasi
(Rupiah)
Pendanaan
(Rupiah)
Investasi
(Rupiah)
2019
2018177,55 M
(- 6,13%)
-75,70 M
(+ 24,08%)
-75,25 M
(- 12,05%)
2017189,14 M
(- 29,65%)
-99,72 M
(- 121,04%)
-67,16 M
(+ 90,86%)
2016268,83 M
(+ 80,62%)
474,02 M
(+ 31,31%)
-734,45 M
(- 43,30%)
2015148,84 M
(+ 280,37%)
360,99 M
(- 59,25%)
-512,52 M
(+ 36,05%)

4. Dividen

JIka Anda merupakan salah satu investor yang mencari saham-saham yang rajin memberikan dividen, mungkin Anda perlu mempertimbangkan catatan dividen per saham META di bawah ini.

Karena selama 5 tahun terakhir, META tidak secara rutin membagikan dividen kepada para investornya.

TahunDividen Per Saham
(Rupiah)
2019
20185,11
(+ 470,26%)
20170,90
(+ 92,47%)
20160,47
(+ 0,00%)
2015
(- 100,00%)

Perkembangan Saham META

Sejarah Saham META dan Perkembangannya Sampai Sekarang

Anak Perusahaan

Setelah hampir 25 tahun berdiri, META kini telah berhasil mengembangkan beberapa lini usahanya dengan membentuk anak perusahaan.

Selain bidang-bidang yang berkaitan dengan infrastruktur jalan tol, META juga mengembangkan lini bisnis pada sektor telekomunikasi.

Berikut adalah daftar anak perusahaan META beserta asset dan juga persentase saham yang di miliki META berdasarkan data BEI.

NoNamaJenisAsset TotalPersentase
1PT Bintaro Serpong DamaiPengelola Jalan Tol762.243.879.80088,93 %
2PT Bosowa Marga NusantaraPengelola Jalan Tol450.669.123.27498,54 %
3PT Energi InfranusantaraPembangunan,perdagangan dan jasa315.004.000.00099,99 %
4PT Margautama NusantaraPerdagangan, dan jasa1.748.238.000.00074,98 %
5PT Portco InfranusantaraPengusahaan pelabuhan291.667.000.00099,99 %
6PT Potum Mundi InfranusantaraPengelolaan air bersih dan limbah524.358.000.00099,99 %
7PT Telekom InfranusantaraPerdagangan,perlengkapan,dan telekomunikasi lain248.555.300.00099,99 %
8PT Transco InfranusantaraTransportasi darat83.809.81499 %

Daftar Pemegang Saham

Dulu, pemegang saham META terbesar (lebih dari 5%) di miliki oleh CS AG Singapore Trust Account client PT Hijau Makmur Sejahtera (pengendali) yakni 21,00% dan juga CS AG Singapore Trust Account client Eagle Infrastructure Fund Ltd. yakni 22,32%.

Bagaimana dengan saat ini? Apakah kepemilkan saham terbesar masih sama? Lalu berapa jumlah dan persentasenya?

Anda dapat melihat perkembangan jumlah saham META serta detail pemegang sahamnya pada tabel di bawah ini, dimana datanya di ambil dari situs resmi BEI.

NamaJenisJumlahPersentase
PT Metro Pacific Tollways IndonesiaLebih dari 5%13.071.313.59673,8 %
PT Indonesia Infrastructure FinanceLebih dari 5%1.771.071.13110 %
MasyarakatKurang dari 5%2.482.869.46714,02 %
Saham TreasurySaham Treasury385.454.0002,18 %
Muhammad Ramdani BasriDireksi33.465.2660,19 %

Pergerakan Harga Saham META

HArga saham menjadi salah satu pertimbangan investor dalam berinvestasi. BAik untuk kebutuhan pembelian maupun menilai potensi keuntungan dari selisih harga saham nantinya.

Bagaimana harga saham META akhir-akhir ini? Grafik di bawah ini adalah pergerakan harga saham META selama 1 bulan (9 Juni-9 Juli 2020).

Sejarah Saham META dan Perkembangannya Sampai Sekarang

Baca juga: Jenis Saham Sub Sektor Jalan Tol Atau Toll Road di Indonesia

Penutup

JIka Anda sudah membaca artikel mengenai saham di sektor infrastruktur lainnya, kini setelah membaca saham META Anda bisa menambah opsi saham-saham di sektor tersebut.

Apakah Anda tertarik membeli saham META? Jangan lupa memahami aspek fundamental yang lainnya dan juga mencari tahu tentang analisa teknikal untuk memantau saham yang Anda pilih.

Bagikan ;