Categories: Saham

Sejarah Saham JSMR Dari Awal Sampai Sekarang

JSMR adalah salah satu saham BUMN di sektor infrastruktur, utilitas dan transportasi di Indonesia. Jika Anda merupakan investor yang hendak mengoleksi saham-saham BUMN, saham JSMR mungkin dapat menjadi opsi yang bisa Anda pertimbangkan. Kode sahamnya yakni JSMR, menjadi salah satu saham blue chip BUMN dengan kapitalisasi pasar yang besar yakni senilai Rp. 28,31 T dan paling liquid di BEI. Saat ini jumlah saham JSMR yang tercatat di BEI adalah sebanyak 7.257.871.200 saham.

Namun demikian sebelum membeli saham, ada baiknya kita mengenal bidang usaha dan juga sepak terjang emiotennya. Meskipun saham tersebut berasal dari perusahaan BUMN, tidak semua saham BUMN cocok untuk Anda koleksi. Maka dari itu mari mengenal lebih dalam tentang sejarah awal JSMR hingga kabar terkininya saat ini!

Profil Singkat Jasa Marga

PT. Jasa Marga (Persero) Tbk adalah perusahaan milik negara (BUMN) yang bergerak dibidang penyedia layanan jalan tol. Bagi Anda pengguna jalan tol di Indonesia mungkin sudah tidak asing dengan perusahaan yang satu ini. Sebab Jasa Marga-lah yang bertugas melakukan pembangunan, penyelenggaraan hingga pengelolaan jalan tol.

Jasa marga bukan hanya perusahaan pengelola jalan tol tapi juga bertindak sebagai opemegang otoritas jalan tol di Indonesia. Dalam website resminya, Jasa Marga menguraikan aktifitasnya tersebut yakni :

  • Melakukan investasi dengan membangun jalan tol baru,
  • Mengoperasikan dan memelihara jalan tol.
  • Mengembangkan usaha lain, seperti tempat istirahat, iklan, jaringan serat optik dan lain-lain, untuk meningkatkan pelayanan kepada pemakai jalan dan meningkatkan hasil usaha perusahaan.
  • Mengembangkan usaha lain dalam koridor jalan tol.

Jasa Marga berkantor pusat di Gedung Cabang Jagorawi Lantai 4. Plaza Tol Taman Mini Indonesia Indah Jakarta Timur. Setelah lebih dari 40 tahun berdiri, kini Jasa Marga telah memiliki lebih dari 14 anak perusahaan. Anak usaha Jasa Marga ini terdiri dari dua kelompok, yakni ada yang termasuk usaha jalan tol dan usaha bukan jalan tol.

Sejarah JSMR

PT Jasa Marga di dirikan pada 1 Maret 1978 tepatnya setelah selesainya pembangunan tol pertama yakni tol Jakarta-Bogor. Perusahaan ini adalah perusahaan jalan tol pertama sekaligus satu-satunya di Indonesia sampai dengan dengan tahun 1987.

Sekitar akhir tahun 80-an, pemerintah kemudian mengikutsertakan pihak swasta dalam pembangunan jalan tol. Hal ini dilakukan lewat mekanisme Build, Operate and Transfer (BOT). Setelah itu Jasa Marga lebih berperan sebagai lembaga otoritas, sementara para investor swasta yang melakukan pembangunan tol. Namun sebagian besar proyek yang dilakukan gagal.

Akhirnya pada beberapa jalan tol di ambil alih oleh Jasa Marga, salah satu diantaranya adalah JORR dan cipularang. Jasa marga mulai mengambil alih sebagian besar proyek pembangunan dan pengelolaan jalan tol di Indonesia. Perkembangan Jasa Marga tidak lepas dari keputusan perusahaan menjadi perusahaan terbuka/ go public pada tahun 2007 yang lalu.

IPO Saham JSMR

PT Jasa Marga mulai go public dan melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) pada 1 November 2007. Waktu itu sebanyak 2.400.000 saham seri B di lepas senilai Rp. 500/ lembar saham. Kemudian JSMR mencatatkan sahamnya di BEI pada 12 november 2007 dengan harga penawaran Rp. 1700/lembar saham. Karena JSMR Adalah perusahaan milik pemerintah, maka saham seri A tentu di miliki negara.

Untuk Anda yang belum mengetahui apa itu saham seri A dan seri B, penjelasan berikut mungkin dapat membantu Anda. Saham seri A atau biasa juga disebut saham dwiwarna adalah saham di mana pemiliknya memiliki hak istimewa untuk mengajukan pencalonan direksi dan komisaris. Sementara pemilik saham seri B tidak memiliki hak tersebut. Rekam jejak saham JSMR dapat Anda lihat melalui historis pencatatan saham di bawah ini!

Baca: Pertumbuhan dan Sejarah Saham BSDE Sejak IPO Sampai Sekarang

Historis Pencatatan Saham

TanggalTindakan KorporasiSaham
12 November 2007Negara RI (Seri A)1
12 November 2007Saham Perdana @ Rp1.700,2.040.000.000
12 November 2007Pencatatan Saham Pendiri (Company Listing)4.759.999.999
7 – 16 Desember 2016
Penawaran Umum Terbatas I (Rights Issue I)457.871.200
16 Des 2016hmetd7.438.089

Daftar Pemegang Saham

Sejak melakukan IPO pada tahun 2008 hingga kini, saham dwiwarna yang dipegang pemeritah pada saham JSMR masih lebih dari 60%. Berikut adalah daftar pemegang saham yang kini tercatat di BEI

NoNamaJenisJumlahPersentase
1Negara Republik IndonesiaLebih dari 5%5.080.509.84070 %
2MasyarakatKurang dari 5%2.177.361.36030 %
3Subakti SyukurDireksi154.0000,002 %
4Desi ArryaniDireksi1.496.5000,021 %
5Donny ArsalDireksi33.6000,001 %

Anak Perusahaan

Sebagai perusahaan pengelolaan jalan tol terbesar di Indonesia, saat ini JSMR menjadi leader dalam pengelolaan lebih dari 531 km jalan tol atau 76% dari total jalan tol yang ada di Indonesia. Untuk mendukung tugas pokok perusahaan, JSMR telah menciptakan beberapa anak usaha yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.

Seperti yang telah di singgung sebelumnya, kini JSMR telah memiliki lebih dari 15 anak usaha yang terbagi menjadi 2 kelompok yakni usaha jalan tol dan usaha non jalan tol. Berikut adalah beberapa nama anak perusahaan Jasa Marga!

Usaha Jalan Tol

Nama PerusahaanJenisAsset TotalPersentase
PT Cinere Serpong Jaya Pengusahaan Jalan Tol Cinere-Serpong1.158.963.00055 %
PT Jalan Tol Lingkar Luar JakartaPengusahaan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta135.142.00099,9 %
PT Jasamarga Bali Tol Pengusahaan Jalan Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa1.938.330.00055 %
PT Jasamarga Balikpapan-SamarindaPengusahaan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda277.850.00055 %
PT Jasamarga Jalanlayang CikampekPengusahaan Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated22.012.00080 %
PT Jasamarga Kualanamu TolPengusahaan Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi1.901.782.00055 %
PT Jasamarga Manado BitungPengusahaan Jalan Tol Manado-Bitung144.176.00065 %
PT Jasamarga Pandaan MalangPengusahaan Jalan Tol Pandaan-Malang982.269.00060 %
PT Jasamarga Pandaan TolPengusahaan Jalan Tol Gempol-Pandaan1.260.202.00092,2 %
PT Jasamarga Semarang BatangPengusahaan Jalan Tol Batang-Semarang3.659.580.00060 %
PT Marga Kunciran CengkarengPengusahaan Jalan Tol Cengkareng-Kunciran1.143.235.00076 %
PT Marga Sarana JabarPengusahaan Jalan Tol Bogor Ring Road1.671.414.00055 %
PT Marga Lingkar JakartaPengusahaan Jalan Tol JORR W2 Utara2.015.503.00065 %
PT Marga Nujyasumo Agung Pengusahaan Jalan Tol Surabaya-Mojokerto3.146.476.00055 %
PT Marga Trans NusantaraPengusahaan Jalan Tol Kunciran-Serpong1.674.670.00060 %
PT Margabumi Adhikaraya Pengusahaan Jalan Tol Gempol-Pandaan680.004.64666 %

Usaha Bukan Jalan Tol

Nama PerusahaanJenisAsset TotalPersentase
PT Jasa Layanan OperasiPenyelenggaraan Bisnis Jasa Pengoperasian Jalan Tol81.860.00099,9 %
PT Jasa Layanan Pemeliharaan Pengusahaan Jasa Konstruksi dan pemeliharaan jalan tol, jasa sewa peralatan tol, serta jasa sewa kendaraan322.961.00099,7 %
PT Jasamarga PropertiPenyelenggaraan Usaha di bidang Pembangunan, Penjualan dan Jasa Properti860.733.00099,8 %
PT Jasamarga Toll Road Operator

Historis Fundamental JSMR

Fundamental perusahaan adalah salah satu hal terpenting sebagai dasar pemilihan saham yang hendak kita beli. Analisa fundamental bisa dilakukan baik berdasarkan growth investing, value investing dan aspek terkait lain.

Setidaknya kita dapat melihat rekam jejak kinerja saham dari segi ekonomi perusahaan dan hal-hal terkait yang mempengaruhinya. Sehingga kita bisa memutuskan sebuah saham lebih cocok untuk menjadi investasi saham jangka pendek ataukah jangka panjang. Mari kita lihat data-data dari beberapa aspek fundamental saham JSMR selama 5 tahun terakhir yakni dari tahun 2015 hingga 2019!

1. Penjualan, Beban Pokok dan Laba Bersih

KIta bisa menganalisa fundamental perusahaan JSMR melalui data penjualan/pendapatan, beban pokok dan laba bersihnya. Sebab secara umum tingginya angka penjualan belum berarti perusahaan tersebut menghasilkan laba yang besar pula. Namun peningkatan penjualan juga bisa memperlihatkan bagiamana kinerja perusahaan.

Oleh karena itu perlu disandingkan pula dengan data beban pokoknya. Berikut adalah sata penjualan, beban pokok danlaba bersih saham JSMR selama tahun 2015 hingga 2019.

TahunPenjualan
(triliun Rupiah)
Beban Pokok
(triliun Rupiah)
Laba Bersih
(triliun Rupiah)
201926.30
(-28.87%)
2.20
(15.72%)
201836.97
(+5.36%)
31.06
(+4.27%)
2.04
(-2.73%)
201735.09
(+110.62%)
29.78
(+152.30%)
2.09
(+16.12%)
201616.66
(+69.18)
11.81
(+106.37%)
1.80
(+36.68%)
20159.85
(+7.33)
5.72
(+9.93%)
1.32
(+8.55%)

2. Aset, Hutang dan Modal

Selain melihat fundamental dari segi pendapatan dan kemapuan menghasilkan laba, hal yang tidak kalah penting adalah mengetahui posisi keuangannya. Jika sebuah perusahaan bisa mendapatkan laba yang besar, namun ternyata memiliki hutang yang lebih besar dibanding asetnya, hal itu bisa menjadi tanda bahwa perusahaan tersebut sedang tidak sehat secara keuangan. Maka dari itu, kita perlu memeriksa jumlah aset, hutang serta modal perusahaan setidaknya dalam 5 tahun terakhir.

Termasuk pada saham JSMR ini. Berdasarkan data keuangannya dari tahun 2015-2019, aset yang dimiliki oleh JSMR cenderung meningkat setiap tahunnya. Namun bagaimana dengan jumlah hutang dan modal yang di keluarkan pertahunnya? Mari kita lihat langsung datanya pada tabel di bawah ini!

TahunAset
(triliun Rupiah)
Hutang
(triliun Rupiah)
Modal
(triliun Rupiah)
201999.70
(+20.97%)
76.50
(+22.95%)
23.20
(+14.86%)
201882.42
(+4.07%)
62.22
(+2.28%)
20.20
(+10.02%)
201779.19
(+48.02%)
60.83
(+63.70%)
18.36
(+12.37%)
201653.50
(+45.68%)
37.16
(+52.57%)
16.34
(+32.10%)
201536.72
(+15.28%)
24.36
(+19.20%)
12.37
(+8.26%)

Kabar Terkini Saham JSMR

Sebagai salah satu saham milik BUMN yang telah cukup lama listing di BEI, saham ini ternyata tidak bisa menghindari dampak wabah covid-19 beberapa bulan belakangan ini. Sejumlah perubahan yang terjadi membuat Jasa Marga perlu melakukan strategi untuk menyelamatkan sahamnya. Berikut informasi terkini saham JSMR selengkapnya!

JSMR Melakukan Buyback Saham

Karena kondisi perekonomian global yang melemah karena pandemi, Kementerian BUMN sudah mengintruksikan beberapa saham milik pemerintah untuk melakukan Buyback. Salah satunya termasuk JSMR. Berdasarkan data, sejak 2 januari hingga 11 Maret 2020 harga saham JSMR turun sebesar 15,9%, yakni dari Rp. 5175 menjadi Rp. 4350.

Akhirnya pada 12 Maret 2020 yang lalu Jasa Marga mengumumkan akan melakukan buyback saham dengan menyiapkan dana sebesar Rp. 500 Milyar. Buyback dilakukan selama periode 13 Maret sampai 12 Juni 2020. Lalu bagaimana dengan bulan ini?

Pergerakan Harga Saham JSMR

Selama sebulan terakhir harga saham JSMR cukup tidak stabil. Anda bisa melihat perkembangan harga saham JSMR sebulan terakhir yakni dari tanggal 11 Mei hingga 10 Juni melalui grafik di bawah ini.

Penutup

Harga saham bagi sebagian investor adalah waktu yang baik untuk membeli saham. Namun walaupun begitu sebagiknya tetap memperhatikan harga wajar sahamnya dan faktor penting lain. Bagaimana dengan Anda, apakah tertarik membeli saham JSMR?

Baca juga: Pertumbuhan dan Sejarah Saham ASII Sejak Awal Sampai Saat Ini

Bagikan ;
Share
Published by
Yulinda Nurlisdiana

Recent Posts

Ini 8 Investasi Modal Kecil Mulai dari 100 Ribuan, Cocok Bagi Pemula!

Jika mendengar kata investasi maka yang akan terpikirkan adalah sesuatu yang memiliki nilai keuntungan. Hal…

2 minggu ago

HERO Tutup Semua Giant, Begini Kinerja 8 Saham Emiten Ritel Modern

Kabar mengejutkan datang dari sektor ritel modern. Terbaru, PT Hero Supermarket Tbk (HERO), mengumumkan bakal…

3 minggu ago

Merger Gojek – Tokopedia, 8 Emiten Saham Teknologi Langsung Cuan?

Setelah begitu ramai berhembus sejak April kemarin, akhirnya dua raksasa startup asal Indonesia takni Gojek…

3 minggu ago

Penting! Ini Cara Membedakan Saham Likuid dan Tidak Likuid

Bagi Anda para investor pemula yang ingin memulai investasi saham, pasti sudah pernah mendapatkan saran…

4 minggu ago

Investor Wanita dan Bagaimana Perkembangannya Saat Ini ?

Pada tanggal 21 April 2021 yang lalu adalah hari peringatan nasional yang kita kenal sebagai…

1 bulan ago

Mau Investasi Saham? Pahami Dulu Apa itu Bid dan Ask Serta Istilah Lain

Sebenarnya, pada saat kita bertransaksi saham di pasar sekunder (setelah IPO) kita bukan lagi hanya…

1 bulan ago