Sejarah Saham INAF dan Perkembangannya Sampai Saat ini

Apa kabar para investor? Pada artikel kali ini kami akan kembali mengulas tentang saham di sektor customer goods khususnya di bidang farmasi yakni INAF. Apakah ada yang masih merasa asing dengan saham INAF?

Kode saham milik PT Indofarma Tbk ini sudah hampir 20 tahun melantai di Bursa Efek Indonesia. Seperti yang kita ketahui, industri farmasi merupakan kebutuhan bersama yang tidak akan bisa lepas dari masyarakat di manapun. Namun maju atau mundurnya suatu industri farmasi memiliki banyak faktor.

Salah satunya mungkin dari segi keputusan menjadi perusahaan terbuka, dimana saham perusahaan di miliki oleh masyarakat umum dengan berbagai konsekwensinya. Apakah sebuah perusahaan mampu mengelola dana yang di dapatkan secara maksimal untuk meningkatkan kinerja dan kemajuan bisnisnya.

Bagaimana dengan INAF? Bagi Anda yang penasaran dengan emiten INAF dan sahamnya, bisa membaca artikel ini sampai akhir. Kita akan membahas mulai dari profil dan sejarah emtiten iNAF sejak awal hingga bagaimana perkembangan sahamnya saat ini!

Profil Umum Perusahaan

PT Indofarma (Persero) Tbk adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang farmasi di bawah holding BUMN farmasi PT. Biofarma. Jadi selain KAEF, negara juga punya INAF Yang merupakan perusahaan di bidang farmasi. Kantor pusat PT Indofarma Tbk berlokasi di Jalan Indofarma No. 1, Cikarang Barat, Bekasi.

Selain obat-obatan baik Ethical Generik (OGB), Over The Counter (OTC), Ethical Branded, produk bisnis Indofarma (INAF) yang sudah memiliki izin edar uga meliputi, alat kesehatan dan juga mesin-mesin farmasi. Indofarma juga melakukan distribusi produk-produknya melalui 29 kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Produk-produk Indofarma (INAF) yang sudah di pasarkan secara luas seperti :

  • Bio Vision
  • Bio Vision kids
  • ProUric
  • Zinkid
  • Smart Diagnotic (Malaria test)
  • Smart Diagnotic (Troponin 1 test)
  • Smart Diagnotic (Widal test)

Seiring berkembangnya perusahaan, Indofarma (INDF) telah mendapatkan penghargaan dari berbagai pihak diantaranya :

  • Top 5 GCG Issues In Pharmacy Sector 2017 dari Warta Ekonomi
  • Juara III Produk Inovasi Terbanyak 2018 dari IBD Expo
  • Top 5 Indonesia Most Admired Companies 2018 dari Warta Ekonomi
  • Top 50 Big Capitalization Public List Company 2018 dari IIC

Sejarah INAF

Berbicara mengenai sejarah, awal mulanya Indofarma (INAF) berasal dari sebuah pabrik kecil yang di kelola di Rumah Sakit Pusat pemerintahan Belanda. Dulu, pabrik ini memproduksi salep dan kasa pembalut. Kemdua pada tahun 1931 pabrik ini di beri nama pabrik Obat Manggarai yang memproduksi tablet dan injeksi.

Pada tahun 1950 baru lah pabrik ini di nasionalisasi oleh pemerintah Indonesia, dan pengelolaannya di serahkan pada departemen kesehatan. Setelah pengambil alihan Pabrik Obat Manggarai, pada tahun 1979 pemerintah mengganti namanya menjadi Pusat Produksi Farmasi Departemen Kesehatan.

Pada tahun 1981, pemerintah menetapkannya menjadi Perseroan Umum Indonesia Farma (Perum Indofarma). Tujuh tahun kemdian barulah di lakukan pemabngunan pabrik Indofarma di CIbitung, Bekasi.

Pada tahun 1996, tepatnya pada tanggal 2 Januari 1996 status badan hukum Perum Indofarma berubah menjadi Perusahaan (Persero). Empat tahun kemudian, Indofarma (iNDF) mendirikan anak perusahaannya yang pertama yakni PT Indofarma Global Medika yang bergerak di bidang distribusi dan perdagangan farmasi.

Melakukan IPO dan Listing di BEI

PT Indofarma Tbk melakukan IPO (Intial Public Offering) pada tanggal 30 Maret 2001 setelah mendapatkan pernyataan efektif dari Bapepam-LK.

Waktu itu INAF melakukan penawaran umum perdana saham iNAF sebanyak 596.875.000 saham dengan harga Rp100/ lembar saham. Kemudian pada tanggal 17 April 2001 INAF mencatatkan sahamnya di BEI dengan harga rp. 250/ lembar saham.

Setelah melakukan pencatatan saham di BEI, pada 30 September 2011 INAF melakukan “Akutansi kuasi-reorganisasi”. Hal ini menyebabkan penghapusan defisit senilai Rp57.661.903.925.

Selain itu, terjadi pula kenaiakn nilai wajar aset bersih sebesar  Rp 260.955.748.932 (aset tetap : Rp. 252.089.087.407 dan aset tidak lancar yang akan ditinggalkan : Rp. 8.866.661.523).

Historis Pencatatan Saham

Tanggal PencatatanTindakan KorporasiSaham
17 April 2001Negara RI (Seri A)1
17 April 2001Saham Perdana Rp250 / lembar saham596.875.000
17 April 2001Pencatatan Saham Pendiri (Company Listing)2.499.999.999
26 Agustus 2002Opsi Konversi Karyawan2.392.500

Fundamental INAF

Fundamental INAF

Sebelum memutuskan untuk membeli sebuah saham dari emiten tertentu, biasanya calon investor tidak bisa lepas dari analisis fundamental saham. Sebenarnya analisasi fundamental ini juga perlu di lakukan untuk memantau harga saham wajar pada sebuah emiten serta mengukur saat yang tepat untuk membeli atau menjual kembali saham.

Berikut adalah beberapa data keuangan INAF yang bisa di jadikan sebagai salah satu bahan analisis. Mulai dari neraca keuangan, laporan laba rugi, arus kas dan juga dividen INAF selama 5 tahun terakhir (2015-2019).

Baca juga : 10 Investor Saham Paling Sukses yang Bisa Dijadikan Role Model Investasi

1. Aset, Hutang, dan Modal

Pada sisi aset INAF, selama 2015 hingga 2019 terkadang mengalami kenaikan dan juga penurunan berturut-turut dari tahun 2018-2019 lalu. Hal ini bisa menjadi perhatian kita untuk mencari tahun apa yang terjadi pada tahun-tahun tersebut. Apakah penurunan aset masih wajar ataukah tidak.

Aset sendiri adalah gabungan dari hutang dan juga modal. Jika di lihat dari hutangnya, hutang INAF tahun 2018-2019 juga mengalami penurunan, sementara di sisi modal naik sebesar 1,6 % pada tahun 2019. Agar lebih komperhensif, Anda dapat melihat data aset, hutang dan modal INAF selama 2015-2019 pada tabel di bawah ini!

TahunAset
(Rupiah)
Hutang
(Rupiah)
Modal
(Rupiah)
20191,38 T
(- 4,05%)
879 M
(- 7,05%)
504,93 M
(+ 1,67%)
20181,44 T
(- 5,72%)
945,70 M
(- 5,76%)
496,65 M
(- 5,65%)
20171,53 T
(+ 10,73%)
1,00 T
(+ 24,52%)
526,41 M
(- 8,57%)
20161,38 T
(- 9,92%)
805,88 M
(- 14,36%)
575,76 M
(- 2,86%)
20151,53 T
(+ 22,86%)
941,00 M
(+ 43,36%)
592,71 M
(+ 0,13%)

Jika di amati , Average growth INAF pada sisi neraca keuangan selama 5 tahun ini (2015-2019) yakni :

  • Aset : Rata-rata peningkatannya sebesar 2,78 % pertahun (selama 5 tahun)
  • Hutang : Rata-rata peningkatannya sebesar 8,14 % pertahun (selama 5 tahun)
  • Modal : Rata-rata peningkatannya sebesar -3.93 % pertahun (selama 5 tahun), jika minus artinya bisa jadi hasilnya lebih rendah melebihi dari tahun sebelumnya.

2. Penjualan, Beban Pokok dan Laba Bersih

TahunPenjualan
(Rupiah)
Beban Pokok
(Rupiah)
Laba Bersih
(Rupiah)
20191,36 T
(-14,68%)
1,11 T
 (-15,28%)
-21,80 M
(+ 33,41%)
20181,59 T
(- 2,35%)
1,31 T
(- 2,95%)
-32,74 M
(+ 29,27%)
20171,63 T
(- 2,59%)
1,35 T
(+ 0,80%)
-46,28 M
(- 166,51%)
20161,67 T
(+ 3,26%)
1,34 T
(+ 3,56%)
-17,37 M
(- 364,50%)
20151,62 T
(+ 17,41%)
1,29 T
(+ 20,84%)
6,57 M
(+ 463,61%)

Sementara dari hasil Average Growth di sisi laba rugi INAF selama 5 tahun (2015-2019) yakni :

  • Penjualan : Rata-rata peningkatannya sebesar -4,32 % pertahun (selama 5 tahun)
  • Beban Pokok : Rata-rata peningkatannya sebesar -3,75 % pertahun (selama 5 tahun)
  • Laba Bersih : Rata-rata peningkatannya sebesar 4,94 % pertahun (selama 5 tahun)

3. Arus Kas Operasi, Pembiayaan dan Investasi

Selain neraca keuangan dan juga laba rugi, arus kas juga menjadi bagian penting yang harus di periksa pada sebuah perusahaan. Apakah arus kasnya masih bisa di katakan sehat ataukah tidak. Arus kas bisa di lihat dari segi arus kas operasi, pembiayaan/pendanaan dan juga investasi. Berikut adalah data arus kas INAF selama tahun 2015-2018!

TahunOperasi
(Rupiah)
Pembiayaan
(Rupiah)
Investasi
(Rupiah)
2018-70,39 M
(- 147,83%)
63,80 M
(- 12,56%)
-46,40 M
(+ 50,37%)
2017147,18 M
(+ 146,29%)
72,97 M
(- 39,27%)
-93,50 M
(- 58,65%)
2016-317,96 M
(- 336,78%)
120,16 M
(+ 93,26%)
-58,94 M
(- 198,80%)
2015134,28 M
(- 9,71%)
62,18 M
(+ 177,97%)
-19,72 M
(+ 63,73%)

4. Dividen

Selama 5 tahun terakhir yakni dari 2015 hingga 2019 kemarin, INAF tercatat tidak melakukan pembagian dividen per saham kepada para investornya. Namun, ada data lain yang berhubungan ini yakni dilihat dari laba per saham dan juga laba di tahan per saham nya!

TahunLaba per SahamLaba di tahan per Saham
2019-7,03
(+ 33,41%
34,06
(- 22,00%)
2018-10,56
(+ 29,27%)
43,66
(- 26,72%)
2017-14,93
(- 166,51%)
59,58
(- 11,06%)
2016-5,60
(- 364,50%)
66,99
(+ 5.688,32%)
20152,12
(+ 463,61%)
1,16
(+ 48,19%)

Perkembangan INAF

Perkembangan INAF

Sejak di ubah menjadi perseroan, PT Indofarma Tbk kini sudah berdiri selama hampir 40 tahun lamanya.

Sampai saat ini anak perusahaan Indofarma terdiri dari PT Indofarma Global Medika dan PT. Farmalab Indoutama (FLIU). Namun hal ini juga tidak bisa di pandang remeh. Anda bisa melihat total aset dan persentasenya di bawah ini!

Anak Perusahaan

NoNama PerusahaanJenisAsset TotalPersentase
1PT Indofarma Global MedikaTrading, Distribusi dan Perdagangan Farmasi727.712.099.61799,99 %
2PT. Farmalab Indoutama (FLIU)Laboratorium

Pemegang Saham

Seperti yang telah di sebutkan sebelumnya, bahwa Indofarma merupakan salah satu bagian dari Holding Farmasi BUMN. Oleh sebab itu, saham dwiwarna (seri A) masih tetap di pegang oleh negara. Namun tentu saja jumlah dan persentasenya terjadi perubahan. Berikut adalah informasinya secara detail dan terbaru berdasarkan data di situs BEI!

NamaJenisJumlahPersentase
PT Bio Farma (Persero)Lebih dari 5%2.500.572.22780,68 %
PT Asabri (Persero)-Dapen TNILebih dari 5%431.153.00013,91 %
PublikKurang dari 5%167.542.2735,40 %
Herry TriyatnoDireksi24.2000,001 %

Pergerakan Harga Saham INAF

Dalam 6 bulan terakhir disaat pandemic corona mulai mewabah di Indonesia, harga saham INDF sempat mencapai titik yang sangat rendah pada 19 Maret 2020 yakni seharga Rp 480 /lembar saham.

Apakah kondisi new normal ini dapat menormalkan kembali harga wajar saham INAF? Berikut adalah grafik harga saham INAF terbaru serta pergerakan harga sahamnya selama satu bulan belakangan ini (22 Juni-20 Juli 2020)!

Pergerakan Harga Saham INAF

Penutup

Demikian ulasan mengenai sejarah dan perkembangan emiten INAF hingga saat ini. Kebutuhan akan industri farmasi hampir tidak pernah berhenti, namun semuanya bergantung pada pengelolaan kinerja perusahaan untuk tetap berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan kondisi. Seperti saat ini, di tengah pandemic corona emiten dari saham-saham farmasi perlu cermat dalam membaca pasar dan berinovasi.

Selalu update informasi terbaru mengenai saham yang Anda ingin beli maupun yang sudah di beli. Setelah mengetahui saham INAF lebih dalam, apakah Anda berminat menjadi bagian dari pemilik sahamnya? Semoga ulasan ini bermanfaat dan memperkaya wawasan invstasi saham Anda.

Baca juga : Belajar Saham, Pengetahuan Dasar Investasi Saham, Yuk Pahami!

Bagikan ;