Sejarah Saham ADHI Dari Awal dan Perkembangannya

Salah satu saham di sektor industri yang paling diminati investor saham di BEI adalah saham dengan kode ADHI. Apakah Anda salah satu orang yang tertarik dengan saham yang satu ini?

ADHI adalah kode saham dari PT Adhi Karya (Persero) Tbk yang juga merupakan salah satu BUMN di bidang kontruksi.

Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang seluk beluk serta perkembangan emiten ADHI, kali ini kita akan mengulasnya secara lebih detail.

Mulai dari profil perseoan, sejsrahnya dari awal hingga perkembangannya hingga saat ini.

Profil Perusahaan

PT Adhi Karya (Persero) Tbk memiliki kantor pusat yang berlokasi di Jalan Raya Pasar Minggu Km. 18 Jakarta.

Secara garis besar, ADHI memilki 5 fokus lini bisnis yang berbeda yakni di bidang konstruksi, energi, properti, industri dan juga investasi.

Hingga saat ini, ADHI sudah dipercaya menangani proyek-proyek besar di Indonesia, baik di berbagai bidang lini bisnisnya. Terakhir, ADHI kabarnya mengerjakan LRT Jabodetabek.

Contoh proyek-proyek yang telah berhasil dilaksanakan oleh ADHI seperti :

  • PLTU Tembilahan 2×100 MW tahun 2007
  • Resid Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Pertamina RU IV Cilacap  tahun 2011
  • Resid Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Pertamina RU IV Cilacap  tahun 2011
  • Grand Taman Melati Margonda di Depok
  • Taman Melati Jatinangor di Sumedang
  • Tol Ruas Nusa Dua – Benoa tahun 2016
  • Produksi Aromatik dan Minyak Bahan Bakar tahun 2017
  • KPBU Unsolicited SPAM Kota Dumai tahun 2019
  • dan masih banyak lagi

Saat ini ADHI di pimpin oleh Entus Asnawi Mukhson sebagai direktur utama yang telah di angkat pada RUPST Juni 2020 lalu, menggantikan Budi Harto.

Selain itu, posisi komisaris utama juga digantikan oleh Dody Usodo Hargo yang sebelumnya di jabat oleh Fadjroel Rachman.

Berbicara mengenai kapitalisasi pasar, market cap ADHI pada Juli 2020 adalah sebesar Rp. 2,28 T, menurun lebih dari setengahnya dari Juli 2019 yang lalu yang mencapai Rp. 5,69 T.

Padahal pada semester I tahun 2020 ini ADHI dikabarkan mendapatkan kontrak proyek baru senilai Rp. 3, 7 T.

Tentu saja sebagai calon investor kita perlu memahami sebab penurunan ini untuk membantu menilai bagaimana prospeknya ke depan ya?

Baca: Sejarah dan Perkembangan Saham SMRA Hingga Saat Ini

Sejarah Emiten ADHI

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) dulunya merupakan perusahaan milik pemerintah Belanda bernama Associate NV sebelum akhirnya di nasionalisasi oleh pemerintah RI.

Berdasarkan PP No. 65 tahun 1961 pada tanggal 11 Maret 1960 Perusahaan tersebut berubah menjadi Perusahaan negara (PN) Adhi Karya. Selanjutnya pada 1 Juni 1974, PN Adhi Karya berubah status menjadi Perseroan Terbatas.

IPO dan Pencatatan Saham ADHI di BEI

Pada 8 Maret 2004, pertama kalinya PT Adhi Karya memperoleh pernyataan efektif menjadi perusahaan terbuka dengan melakukan penawaran saham perdana sebesar 441.320.000 saham. Saat itu harga saham pada iPO senilai Rp. 150/ lembar saham.

Kemudian dari jumlah saham tersebut 10%-nya di tawarkan kepada employee/manajemen. Pada tanggal 18 Maret 2004 barulah PT Adhi Karya (ADHI) mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan harga saham Rp.150/ lembar saham.

ADHI termasuk BUMN di bidang konstruksi pertama yang terdafat di BEI.

Historis Pencatatan Saham

TanggalTindakan KorporasiSaham
18 Maret 2004Saham Perdana senilai Rp150/ lembar saham397.188.000
18 Maret 2004Pencatatan Saham Pendiri918.680.000
18 Maret 2004Employee Management Buy Out441.320.000
18 Maret 2004Employee Stock Allocation44.132.000
09 – 21 Oktober 2015Right Issue I1.759.529.376

Fundamental ADHI

Fundamental perusahaan menjadi salah satu hal yang wajib di ketahui oleh para calon investor.

Baik perusahaan itu berupa BUMN atau BUMS, perusahaan lama atau baru listing di BEI Kita tetap perlu update memahami hal-hal terkait fundamental perusahaan untuk mengetahui saat kapan kita perlu membeli dan juga menjual saham yang kita miliki. Apalagi jika kaitannya pembelian saham baru.

Berikut adalah beberapa aspek fundamental ADHI yang tdilihat dari neraca keuangan, laporan laba rugi, arus kas dan juga dividen selama 5 tahun terakhir (2015-2019). Dengan mencermatinya, Anda mungkin bisa memahami gambaran tentang bagaimana kinerja emiten ADHI.

Namun perlu di ingat, data hasil ini tidak bisa mencerminkan bagaiman saham ADHI dimasa mendatang. Untuk mengetahuinya Anda perlu melakukan analissi dengan data-data lain yang relevan.

1. Aset, Hutang dan Modal

Kepemilikan aset emiten ADHI Selama 5 tahun terkahir (2015-2019) secara konsisten mengalami peningkatan.

Namun ini juga perlu di lihat apakah peningkatan ini lebih banyak di sisi liabilitasnya ataukah ekuitasnya serta apakah masih bisa di katakan wajar ataukah tidak.

Di bawah ini adalah data lengkap mengenai aset, hutang dan modal ADHI dari 2015 hingga 2019!

TahunAset
(Rupiah)
Hutang
(Rupiah)
Modal
(Rupiah)
201936,52 T
(+ 21,24%)
29,68 T
(+ 24,54%)
6,83 T
(+ 8,74%)
201830,12 T
(+ 6,30%)
23,83 T
(+ 6,10%)
6,29 T
(+ 7,08%)
201728,33 T
(+ 40,99%)
22,46 T
(+ 53,30%)
5,87 T
(+ 7,85%)
201620,10 T
(+ 19,89%)
14,65 T
(+ 26,33%)
5,44 T
(+ 5,44%)
201516,76 T
(+ 60,26%)
11,60 T
(+ 33,21%)
5,16 T
(+ 194,72%)

Average growth di sisi neraca keuangan ADHI selama 5 tahun (2015-2019) yakni :

  • Aset : Rata-rata meningkat hingga 29,73% pertahun (selama 5 tahun)
  • Hutang : Rata-rata meningkat hingga 28,7% pertahun (selama 5 tahun)
  • Modal : Rata-rata meningkat hingga 44,77% pertahun (selama 5 tahun)

2. Penjualan, Beban Pokok dan Laba Bersih

Tingkat penjualan/pendapatan ADHI cenderung meningkat dari tahun ke tahun selama 2015-2019, namun agak menurun sebanyak 2,22% pada tahun 2019.

Hal ini bisa dibilang wajar karena ADHI juga behasil menurunkan beban pokoknya, bahkan laba bersihnya naik sebesar 3,1%. Berikut data selengkapnya!

TahunPenjualan
(Rupiah)
Beban Pokok
(Rupiah)
Laba Bersih
(Rupiah)
201915,31 T
(- 2,22%)
12,97 T
(- 1,35%)
665,05 M
(+ 3,10%)
201815,66 T
(+ 3,29%)
13,15 T
(+ 0,39%)
645,03 M
(+ 24,75%)
201715,16 T
(+ 36,99%)
13,10 T
(+ 31,66%)
517,06 M
(+ 64,09%)
201611,06 T
(+ 17,83%)
9,95 T
(+ 18,23%)
315,11 M
(- 32,24%)
20159,39 T
(+ 8,51%)
8,41 T
(+ 9,92%)
465,03 M
(+ 42,36%)

Average growth di sisi laporan laba rugi ADHI selama 5 tahun (2015-2019) yakni :

  • Penjualan : Rata-rata meningkat hingga 12,88% pertahun (selama 5 tahun)
  • Beban pokok : Rata-rata meningkat hingga 11,77% pertahun (selama 5 tahun)
  • Laba bersih : Rata-rata meningkat hingga 20,41% pertahun (selama 5 tahun)

3. Arus Kas Operasi, Pembiayaan dan Investasi 

TahunOperasi
(Rupiah)
Pembiayaan
(Rupiah)
Investasi
(Rupiah)
2019496,20 M
(+ 599,83%)
1,01 T
(+ 45.198,97%)
-1,51 T
(- 61,71%)
201870,90 M
(+ 102,20%)
-2,24 M
(- 100,05%)
-936,80 M
(- 990,25%)
2017-3,23 T
(- 84,09%)
4,08 T
(+ 254,83%)
-85,92 M
(+ 75,38%)
2016-1,75 T
(- 827,19%)
1,15 T
(- 67,06%)
-348,99 M
(- 55,80%)
2015241,05 M
(+ 124,64%)
3,49 T
(+ 697,49%)
-224,00 M
(+ 61,90%)

4. Dividen

Pada 8 Juli kemarin, ADHI baru saja membayarkan sejumlah dividen kepada para investornya dengan total deviden tunai Rp. 66.380.624.757.

Secara track record, ADHI memang termasuk emiten yang cukup rajin membagikan devidennya. Jadi jika Anda pemburu dividen, jangan khawatir ADHI biasanya membagikan dividennya tiap tahun.

Hanya saja Anda perlu jeli mencari tahun kapan cum date, ex date dan juga tanggal pembayaran dividen ADHI supaya tetap bisa menjadi salah satu penerima deviden ADHI.

Berikut adalah jumlah deviden per saham yang di bagikan ADHI selama 5 tahun terakhir yakni dari tahun 2015-2019!

TahunDividen per Saham
(Rupiah)
201936,18
 (+ 24,98%)
201828,95
 (+ 9,62%)
201726,41
 (+ 0,69%)
201626,23
 (+ 44,08%)
201518,20
18,20
 (- 46,78%)

Perkembangan ADHI

Hingga saat ini berarti saham ADHI sudah melantai di BEI selama 16 tahun. Selain dari sisi keuangan, perkembangan ADHI juga bisa kita lihat dari banyaknya anak perusahan yang berhasil di dirikan ADHI serta persentase kepemilikannya.

Kita juga bisa mencermati daftar pemilik saham berserta jumlah dan persentasenya yang sangat mungkin berubah.

Terakhir, kita bisa melihat pergerakan harga saham ADHI sebab pada masa pandemik semua hal bisa terjadi bahkan ada pula saham yang terkena suspensi BEI. Bagaimana dengan saham ADHI?

Anak Perusahaan

Pada tahun 2012, ADHI pertama kalinya mendirikan anak perusahaannya yakni PT Adhi persada Properti yang bergerak di bidang properti.

Tapi kini, sudah lebih dari 5 anak perusahaan yang berhasil dikembangkan ADHI. Anak perusahaan di dirikan untuk membantu memaksimalkan fungsi perusahaan induknya.

Namun di bidang apa saja anak perusahaan ADHI Bergerak? dan berapa asset total yang di miliki dan persentase kepemilikan ADHI terhadap anak perusahaannya?

Berikut adalah daftara anak perusahan ADHI selengkapnya!

NoNama PerusahaanJenisAsset TotalPersentase
1PT Adhi Commuter PropertiProperti2.640.914.625.00799,99 %
2PT Adhi Multipower, Pte., Ltd.Perdagangan Umum89.169.750.466100 %
3PT Adhi Persada BetonIndustri Beton Pracetak949.113.718.21999,71 %
4PT Adhi Persada GedungKonstruksi Gedung4.386.230.168.10399,57 %
5PT Adhi Persada PropertiProperti5.764.029.899.82599,94 %
6PT Adhi Persada RealtiRealti1.084.607.752.36599,97 %

Daftar Pemegang Saham

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa ADHI Merupakan perusahaan publik (BUMN) maka mayoritas pemegang saham ADHI adalah negara.

Namun berbicara mengenai jumlah dan persentasenyanya sangat mungkin terjadi perubahan bukan? Berikut adalah daftar pemegang saham ADHI saat ini!

NamaJenisJumlahPersentase
Negara Republik IndonesiaLebih dari 5%1.816.046.62451 %
MasyarakatKurang dari 5%1.744.802.75249 %
Partha SarathiDireksi24.5000,001 %

Pergerakan Harga Saham ADHI

Di masa pandemik ini harga saham ADHI sempat terjun cukup tajam yakni di angka Rp. 386/ lembar saham pada tanggal 26 Maret 2020. Lalu bagaimana kabarnya di era normal ini?

Anda bisa melihat pergerakan harga saham ADHI selama 1 bulan terakhir yang dimulai pada tanggal 25 Juni hingga 24 Juli 2020 melalui grafik di bawah ini!

Baca juga: Sejarah dan Perkembangan Saham LPKR Sampai Sekarang

Penutup

Anjloknya pasar saham di Bursa Efek Indonesia di alami banyak emiten, bahkan sekelas emiten raksasa sekalipun.

Setelah membaca mengenai sejarah dan perkembangan emiten ADHI, apakah menurut Anda saham ini layak untuk di beli?

Saham BUMN seringkali menarik minat para investor lokal maupun asing. Namun tidak semua BUMN sudah membuktikan kinerja yang maksimal.

Jika Anda tertarik untuk mendalami saham ini, ada baiknya Anda tetap memperluas wawasan dan kemampuan menilai value saham. Karena pada akhirnya semua pilihan tergantung pada diri investor masing-masing.

Bagikan ;