Berita

Borong Saham MNC Bank, Intip Kinerja 8 Saham Ustaz Yusuf Mansur

Bagi umat Islam di Indonesia, nama Yusuf Mansur sangatlah termahsyur sebagai pemuka agama alias ustaz. Namun bagi mereka yang hobi melakukan investasi di pasar modal, sang pemimpin Pondok Pesantren Daarul Qur’an itu bisa dianggap sebagai ’junjungan’ berkat cukup positifnya kinerja berbagai saham ustaz Yusuf Mansur.

Bukan tanpa alasan kenapa saham ustaz Yusuf Mansur cukup menarik untuk diperbincangkan. Karena sang ulama rupanya beberapa kali memberikan ’dakwah’ tentang pasar modal di media sosial, yang sedikit banyak langsung membuat emiten-emiten yang dia singgung bergejolak ke arah zona hijau alias positif.

Baca juga: HERO Tutup Semua Giant, Begini Kinerja 8 Saham Emiten Ritel Modern

Yusuf Mansur memang tidak ada di level Lo Kheng Hong yang dijuluki Warren Buffett-nya Indonesia, berkat pundi-pundi Rupiah yang dia peroleh dari investasi saham. Atau mungkin bak kakak beradik Budi dan Bambang Hartono yang ada di posisi nomor satu sebagai orang terkaya di Indonesia, berkat saham-saham mereka.

Namun tetap saja, kehadiran Yusuf Mansur di pasar modal Tanah Air sedikit banyak ikut mengenalkan investasi saham kepada masyarakat. Tak sedikit dari calon investor yang akhirnya menggelontorkan dana ke BEI (Bursa Efek Indonesia), setelah mendengar rekomendasi saham ustaz Yusuf Mansur, hingga terpikat dengan mansurmology.

Aksi Mansurmology dan Belanja Saham MNC Bank

© idxchannel

Jika Elon Musk berhasil membuat harga sejumlah cryptocurrency seperti Bitcoin dan Dogecoin jadi menggila setelah dia perbincangkan di Twitter, hal yang sedikit mirip juga terjadi karena Yusuf Mansur. Sejak akhir tahun 2020, Yusuf kerap membicarakan emiten-emiten saham yang ajaibnya, saham tersebut harganya melambung usai disinggung pria berdarah Betawi itu.

Kondisi yang cukup unik ini akhirnya membuat istilah mansurmology muncul di media sosial. Mansurmology sendiri merujuk pada pandangan dan wejangan Yusuf soal saham dan kemudian dijadikan panutan oleh para ’pengikutnya’. Tak seperti para analis sekuritas yang bicara kinerja emiten saham dari faktor-faktor teknikal dan fundamental, mansurmology bicara dengan lebih sederhana, bahkan sedikit dikaitkan dengan agama Islam.

Salah satunya terjadi ketika pria berusia 44 tahun itu membicarakan soal Garuda Indonesia. Kala itu di bulan November 2020, Yusuf mengajak masyarakat untuk jadi pemegang saham baru Garuda agar maskapai pemerintah itu bisa memperoleh modal. Ajaibnya, saham Garuda pun langsung melambung dan membuat mansurmology menarik investor.

Awal Desember 2020 lalu Yusuf pun angkat bicara soal mansurmology di Instagram. Pemilik perusahaan aset manajemen Paytren itu menegaskan bahwa mansurmology tak sekadar cari cuan saja, tapi juga sebagai aksi sedekah sesuai dengan anjuran agama Islam. Bahkan dirinya mengajak untuk berinvestasi di emiten yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak.

Terbaru, pria yang di masa mudanya sangat suka balapan motor dilaporkan melakukan pembelanjaan saham MNC Bank. Lewat konsorsium, dana sebesar Rp80,5 miliar digelontorkan untuk membeli 250 juta lembar saham milik PT Bank MNC International Tbk itu, seperti dilansir CNN Indonesia. Aksi belanja saham ini terjadi pada hari Selasa (22/6) kemarin.

Kinerja 8 Saham Ustaz Yusuf Mansur, Cuan atau Buntung?

Tentunya pembelian ratusan juta saham itu membuat MNC Bank menjadi salah satu koleksi dalam daftar saham Ustaz Yusuf Mansur. Dari penuturannya, Yusuf kembali menegaskan kalau pembelian ini berdasarkan perhitungan investasi jangka panjang, terutama jika dikaitkan dengan kondisi pandemi Covid-19 yang belum usai.

Baca juga: Bakal Terjadi di 2021, IPO Gojek Terbesar dalam Sejarah Indonesia?

Apakah nantinya kinerja MNC Bank akan cukup positif seperti sejumlah saham ustaz Yusuf Mansur lain yang terpengaruh mansurmology? Tentu sangat menarik untuk dinanti. Sebagai gambaran, kami akan membahas bagaimana kinerja sejumlah emiten yang dimiliki sang Ustaz berikut ini:

1. PTBA – PT Bukit Asam Tbk

Saham Ustaz Yusuf Mansur yang pertama adalah PTBA. Emiten Papan Utama ini sudah lama dikenal sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batubara (coal mining). Pada penutupan hari Selasa (22/6) sore kemarin, PTBA berhasil menguat 0,96% (20 poin) ke level 2.100. Hanya saja jika dilihat lebih jauh yakni sebulan ke belakang, PTBA masih di zona merah.

Dengan kapitalisasi pasar Rp24,19 triliun, anak perusahaan Inalum ini dianggap banyak analis punya prospek menarik baik jangka pendek atau jangka panjang, karena imbas kenaikan harga batubara secara global. Menurut Dessy Lapagu selaku analis Samuel Sekuritas kepada Kontan, terus menguatnya harga batubara dan bisnis hilirisasi akan membuat kinerja PTBA meningkat.

2. WSKT – PT Waskita Karya (Persero) Tbk

© Nusantara Pos

Emiten Papan Utama berikutnya yang masuk sebagai koleksi saham ustaz Yusuf Mansur adalah WSKT. Perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi dan infrastruktur ini dilaporkan menguat 2,62% (25 poin) dari hari sebelumnya pada Selasa (22/6) sore kemarin. Di mana WSKT kini ada di level 980, setelah sempat anjlok ke 935 hari Senin (21/6) pagi.

Pada awal Juni kemarin, Menteri BUMN Erick Thohir sempat memacu sentimen positif untuk emiten konstruksi. Di mana Erick kala itu menyampaikan kabar soal perkembangan divestasi jalan tol yang dilakukan lewat INA (Investment Authority). Tentunya dengan terus dikebut pembangunan ruas-ruas jalan tol, berinvestasi di WSKT bukanlah hal buruk.

3. BRIS – PT Bank Syariah Indonesia Tbk

Emiten perbankan syariah dari Papan Utama ini adalah salah satu saham ustaz Yusuf Mansur yang bisa dibilang punya kinerja paling positif. Tak hanya karena mansurmology, banyak analis dan pelaku pasar yang merekomendasikan pembelian BRIS di kala IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) mengalami kemuraman sejak pekan lalu.

Sebagai bank yang berjalan sesuai aturan syariat Islam, BRIS memiliki kapitalisasi pasar Rp74,4 triliun. Pada penutupan hari Selasa (22/6) sore kemarin, BRIS menguat 4,93% (85 poin) dan mendarat di level 1.810. Selama setahun terakhir, kinerja BRIS memang sangatlah baik yakni selalu stabil di zona hijau.

Bahkan pada bulan Januari 2021 lalu, BRIS sempat bikin heboh ketika melambung hingga ke level 3.770 pada 13 Januari. Demi memperkuat ekonomi syariah di Indonesia, BRIS baru saja menjalin kerjasama strategis dengan Peruri (Perum Percetakan Uang Republik Indonesia) terkait produk jasa keuangan syariah. Melihat kinerjanya, BRIS sepertinya akan terus banjir cuan.

Baca juga: Ungkap Rencana Bisnis, Saham TLKM Melambung di Pasar Modal

4. ADHI – PT Adhi Karya (Persero) Tbk

Tak hanya satu, pria bernama asli Jam’an Nurkhatib Mansur ini rupanya juga memiliki koleksi saham dari emiten yang bergerak di bidang jasa infrastruktur dan konstruksi yakni ADHI. Punya kapitalisasi pasar Rp3,08 triliun, ADHI yang ada di Papan Utama ini ditutup tak bergerak pada level 865 hari Selasa (22/6) sore.

Mengalami kinerja cukup negatif selama 6 bulan ke belakang, ADHI justru ada di zona hijau kalau melihat perkembangannya setahun terakhir. Sempat melambung hingga 1.870 pada 15 Januari 2021, tren yang diperlihatkan oleh ADHI memang menurun meskipun tidak sampai ambles di bawah level 700 seperti tahun 2020 lalu.

Menurut Maxi Llesyaputra selaku analis BNI Sekuritas kepada Kontan, proyek LRT di Jabodebek bisa mendongkrak kinerja saham dan penghasilan ADHI di tahun 2021. Dengan estimasi pendapatan naik 37,4% secara yoy (year-on-year) ke level Rp14,9 triliun, proyek LRT kabarnya sudah mencapai 84,6% sehingga membeli saham ADHI akan cukup menguntungkan secara jangka panjang.

5. TLKM – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

© techinasia

Emiten Papan Utama sekaligus perusahaan milik pemerintah berikutnya yang masuk daftar saham ustaz Yusuf Mansur adalah TLKM. Sebagai saham blue chip, TLKM dilaporkan memiliki kinerja positif selama sebulan terakhir. Punya kapitalisasi pasar Rp326,91 triliun, TLKM ditutup tak bergerak di level 3.300 pada hari Selasa (22/6) sore kemarin.

Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung sejak setahun terakhir, memang membuat kebutuhan data internet meningkat dan berimbas positif ke TLKM. Posisi terendah TLKM bahkan sudah terjadi di level 2.560 pada 30 September dan 2 November 2020. Kini TLKM siap untuk membagikan dividen jumbo kepada para pemegang saham dengan nilai mencapai Rp16,64 triliun.

Dalam program Market Opening IDX Channel di awal Juni lalu, kabarnya setiap pemegang saham TLKM akan memperoleh dividen tunai hingga Rp168,01 per lembar saham. Karena masih akan sangat menguntungkan, TLKM tak pernah absen dari posisi teratas saham-saham yang direkomendasikan analis.

6. WIKA – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk

Seperti penjelasannya dalam mansurmology bahwa saham-saham yang dikoleksi berasal dari perusahaan yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, WIKA adalah buktinya. Sama seperti WSKT dan ADHI, WIKA adalah emiten Papan Utama di bidang infrastruktur dan konstruksi yang berkaitan dengan masyarakat luas.

Memiliki kapitalisasi pasar Rp9,82 triliun, WIKA ditutup terkoreksi 0,45% (5 poin) ke level 1.095 hari Selasa (22/6) sore kemarin. Kendati mencatat penurunan laba bersih di kuartal I-2021 sebesar 21,21%, WIKA tetap jadi pertimbangan untuk saham yang layak dibeli. Apalagi infrastruktur dan gedung masih jadi penyumbang terbesar dari pendapatan WIKA.

Baca juga: Indofood Borong Saham Fritolay, Cheetos Hengkang dari Indonesia

7. BABP – PT Bank MNC Internasional Tbk

© Okezone

Dan inilah koleksi saham ustaz Yusuf Mansur yang terbaru yakni BABP. Lewat konsorsium yang dia pimpin, Yusuf meneken kerjasama strategis pembelian 250 juta lembar saham BABP dari Winfly Ltd, perusahaan afiliasi BCAP (PT Mnc Kapital Indonesia Tbk). Kesepakatan ini juga termasuk komitmen Yusuf mempromosikan pembukaan rekening MotionBanking pada jaringannya.

Sekadar informasi, MotionBanking sendiri adalah plaform keuangan digital dari BABP yang sudah memperoleh izin layanan pembukaan rekening dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Dengan meningkatnya antusias masyarakat terhadap perbankan digital, MotionBanking jelas mampu membuat BABP diburu di pasar modal.

Emitan Papan Pengembangan dengan kapitalisasi pasar Rp8,68 triliun ini ditutup menguat 8,23% (26 poin) pada hari Selasa (22/6) sore kemarin ke level 342. Dibandingkan saham-saham ustaz Yusuf Mansur lainnya, BABP adalah yang paling punya kinerja positif. Setelah lama di level 50, posisi terbaik BABP sepanjang sejarah terjadi pada 9 Juni 2021 kemarin di level 410.

8. GIAA – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk

© Kompas

Dan inilah saham ustaz Yusuf Mansur terakhir yang bisa Anda pertimbangkan juga untuk ikut membeli yakni GIAA. Sebagai emiten Papan Utama, bisa dibilang kalau GIAA sebetulnya yang paling muram dalam artikel ini. Punya kapitalisasi pasar Rp5,75 triliun, aktivitas perdagangan saham GIAA bahkan dihentikan sementara oleh BEI, seperti dilansir Kompas.

Suspensi ini dipilih karena GIAA menunda pembayaran kupon sukuk global yang sudah jatuh tempo pada 3 Juni 2021, dengan hak grace period selama 14 hari. Dengan utang mencapai Rp70 triliun dan terus bertambah Rp1 triliun setiap bulannya, GIAA memang dalam kondisi krisis. Sentuhan mansurmology di akhir 2020 lalu sempat membuat GIAA ’terbang’ di pasar modal.

Meskipun begitu di awal tahun 2021, Hasan selaku analis Sucor Sekuritas pernah menuturkan sejumlah sentimen positif yang berdampak pada GIAA. Mulai dari wacana kapasitas penumpang Garuda yang boleh sampai 100%, penerbitan MCB (Mandatory Convertible Bond) alias OWK (Obligasi Wajib Konversi), hingga pembentukan holding BUMN pariwisata.

Bagaimana? Cukup menarik kan membahas kinerja saham ustaz Yusuf Mansur? Melihat mansurmology dan prinsipnya dalam investasi saham, tentu jika Anda adalah investor pemula terutama yang beragama Islam, portofolio Yusuf sepertinya bisa jadi pertimbangan untuk tetap meraih cuan sambil bermanfaat bagi negara Indonesia.

Bagikan ;
Share
Published by
Arai Amelya

Recent Posts

Profil 8 Emiten Perusahaan yang Listing IPO Pada Bulan September

Pada awal September 2021, ada 8 emiten perusahaan yang baru listing IPO di Bursa Efek…

5 hari ago

Mengkilapnya 6 Emiten Saham Perusahaan Tambang Nikel

Semakin meningkatny pasar ponsel dan laptop membuat permintaan terhadap nikel semakin tinggi. Karena baterai lithium…

2 minggu ago

7 Keunggulan Superapp Investasi Saham IPOT dari Indo Premier

Apa aplikasi favorit Anda untuk investasi saham? Tahan diri Anda untuk menyebutnya, karena kita sekarang…

2 minggu ago

Hal-Hal yang Wajib Diketahui Investor Soal Tapering Off dari The Fed

Pekan-pekan terakhir bulan Agustus 2021 ini, pelaku ekonomi global tampaknya sedang memusatkan perhatiannya pada Bank…

3 minggu ago

Ustadz Yusuf Mansur Borong 3 Emiten Saham Ini, Simak Profil Perusahannya.

Apakah Anda pernah dengar istilah Mansurmology? Ini adalah ilmu investasi yang sering dibagikan oleh penceramah…

3 minggu ago

10 Pilihan Saham Berpotensi Cuan di Akhir Agustus 2021

Bulan Agustus 2021 tanpa terasa tinggal menyisakan satu hari saja. Tentu berbagai gejolak di pasar…

3 minggu ago