Sering Datangkan Cuan, Inilah Saham Terbaik di Sektor Agliculture

Ada banyak sektor saham yang menjanjikan namun sebagai calon investor kita wajib tahu sektor saham terbaik yang sering mendatangkan cuan, karena yang namanya investasi jelas kita ingin mendapatkan keuntungan hasil dari uang yang sudah kita gelontorkan.

Selain sektor cunsomer goods yang juga dikenal memiliki potensi yang baik untuk dijadikan koleksi saham ada lagi nih sektor saham yang tak kalah menjanjikan yaitu sektor agliculture, terlebih di sektor ini Indonesia dikenal sebagai negara maritim yang subur untuk meghasilkan belpabagai hasil di sektor ini.

Sektor agliculture dikenal sebagai sektor yang berpotensi besar akan meghasilkan valuasi baik di tahun ini karena terbukti di masa pandemi seperti saat ini saja beberapa perusahaan yang bergerak di sektor agliculture mengalami peningkatan kinerja baik di pasar modal.

Memang saham di sektor ini tidak sepopular di sektor saham lain namun dengan kenyataan tersebut para investor saham justru sekarang mulai berbondong-bondong membeli saham di sektor agliculture.

Saham agliculture yang banyak diminati oleh para investor masih didominasi oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang kelapa sawit. Namun tidak menutup kemungkinan pada subsktor lain juga akan mengikuti.

Baca juga: Pahami, Inilah Klasifikasi Sektor dan Subsektor Saham di BEI

Lalu apa saja saham terbaik di sektor agliculture? Simak baca ulasan ini sampai selesai ya!

1. SSMS (PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk)

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk merupakan perusahaan yang berbasis di Indonesia yang bergerak dalam industri kelapa sawit. Kegiatan bisnisnya termasuk mengelola perkebunan kelapa sawit serta mengoperasikan pengilangan minyak kelapa sawit dan pabrik pengolahan inti sawit.

Perkebunan kelapa sawit, pengilangan, dan pabrik Perusahaan berlokasi di Kalimantan Tengah, Indonesia. Produk-produknya termasuk minyak sawit mentah, inti sawit, dan minyak kelapa sawit.

Beberapa anak perusahaannya antara lain PT Kalimantan Sawit Abadi, PT Mitra Mendawai Sejati, PT Sawit Lestari, dan PT Ahmad Saleh.

Dikutip dari kontan.co.id di semester pertama tahun ini penjualan SSMS mencapai Rp 1,76 triliun, naik 18,43% dibandingkan dengan penjualan di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,49 triliun. Kenaikan penjualan tersebut menghasilkan laba bersih Rp 100,61 miliar.

2 .AALI (PT Astra Agro Lestari Tbk)

PT Astra Agro Lestari Tbk merupakan perusahaan agribisnis yang berbasis di Indonesia yang utamanya bergerak dalam perkebunan dan pengolahan sawit.

Produk-produknya meliputi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), biji sawit, minyak biji sawit (palm kernel oil/PKO), dan pembuang biji sawit (palm kernel expeller/PKE).

Perkebunan dan pabrik pengolahannya berada di Aceh, Riau, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah, Indonesia.

Perusahaan itu juga bergerak dalam bidang perkebunan karet melalui anak perusahaannya, PT Pandji Waringin. Beberapa anak perusahaannya adalah PT Sari Lembah Subur, PT Eka Dura Indonesia, PT Tunggal Perkasa Plantations, dan PT Sawit Asahan Indah.

Dikutip dari bisnis.com emiten perkebunan PT Astra Agro Lestari Tbk. mencetak laba bersih sebesar Rp371,06 miliar pada kuartal I/2020.

Laporan keuangan perseroan menunjukkan, jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan dengan periode kuartal I/2019 sebanyak Rp37,41 miliar. Dengan kata lain, laba bersih Astra Agro meroket 892 persen. Walhasil, laba per saham juga naik menjadi Rp192,79.

Kenaikan laba disebabkan peningkatan pendapatan sebesar 13,33 persen menjadi Rp4,79 triliun. Penjualan minyak sawit dan turunannya menyumbang Rp4,43 triliun sedangkan inti sawit dan turunannya Rp313,78 miliar. Adapun segmen lainnya mencetak sekitar Rp45,57 miliar.

3. LSIP (PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk)

PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk
PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (Pasardana)

PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk merupakan perusahaan agrobisnis yang berbasis di Indonesia yang utamanya bergerak dalam perkebunan kelapa sawit.

Lingkup bisnisnya mencakup pembibitan, penanaman, pemanenan, pengolahan, dan perdagangan produk kelapa sawit, karet, bibit kelapa sawit, kakao, dan teh.

Perkebunan dan fasilitas pemrosesannya berada di beberapa daerah di Indonesia, seperti Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Pulau Sulawesi, dan Pulau Jawa.

Beberapa anak perusahaannya adalah PT Multi Agro Kencana Prima, Lonsum Singapore Pte Ltd, PT Tani Musi Persada, dan PT Sumatra Agri Sejahtera.

Dikutip dari kontan co.id laba bersih PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) melesat di kuartal I tahun 2020. Perusahaan kebun milik grup Salim ini membukukan laba bersih Rp 81 miliar atau naik 109,8% secara tahunan.

Manajemen LSIP dalam rilis menjelaskan, kenaikan harga jual rata-rata, laba selisih kurs dan penurunan beban umum dan administrasi yang diimbangi rugi yang timbul dari perubahan nilai wajar aset biologis menjadi pendorong kenaikan laba emiten yang kerap disebut Lonsum ini.

4. TBLA (PT Tunas Baru Lampung Tbk )

PT Tunas Baru Lampung Tbk merupakan perusahaan yang berbasis di Indonesia yang bergerak dalam industri pertanian (agrikultural).

Kegiatan bisnis Perusahaan meliputi produksi dan distribusi produk-produk konsumen berbasis agrikultural, seperti minyak sawit, minyak kelapa, minyak sayur, minyak kelapa mentah, stearin, minyak sawit mentah, minyak biji sawit, distilat asam lemak sawit, distilat asam lemak kelapa, keping sawit dan kopra, serta sabun.

Perusahaan ini menjual produk-produknya di pasar domestik dan internasional.

Dikutip dari kontan co.id PT Tunas Baru Lampung Tbk baru saja merilis laporan kinerja di tiga bulan pertama. Berdasarkan laporan keuangan interim kuartal I 2020 yang dipublikasikan pada Kamis (28/5), emiten sawit berkode saham “TBLA” ini membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 2,76 triliun di kuartal I 2020.

Angka ini naik sekitar 27,25% dibandingkan pendapatan usaha pada kuartal I 2019 yang tercatat sebesar Rp 2,17 triliun.

5. MGRO (PT Mahkota Group Tbk)

PT Mahkota Group Tbk
PT Mahkota Group Tbk

PT Mahkota Group Tbk merupakan perusahaan yang berbasis di Indonesia yang utamanya bergerak dalam operasi pabrik kelapa sawit dan perkebunan. Perusahaan mengolah minyak sawit sebagai produknya, dan berlokasi di Medan.

Dikutip dari kontan co.id total pendapatan MGRO di sembilan bulan pertama tahun ini loncat 85,42% secara tahunan (yoy) dari semula Rp 1,36 triliun menjadi Rp 2,53 triliun. Kalau dibandingkan dengan target pendapatan tahun ini yang sebesar Rp 3,2 triliun, realisasi pendapatan di sembilan bulan pertama tahun ini sudah mencapai 79,25%.

Hanya saja, memang MGRO masih membukukan rugi bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 37,11 miliar pada Januari-September 2020 seiring pengeluaran yang naik pada beberapa pos beban.

Baca juga: Ini Dia, Sektor Saham Terbaik di Indonesia Tahun 2020: Blue Chip!

6. BWPT (PT Eagle High Plantations Tbk)

PT Eagle High Plantations Tbk, sebelumnya dikenal sebagai PT BW Plantation Tbk, merupakan perusahaan yang berbasis di Indonesia yang bergerak dalam perkebunan kelapa sawit dan produksi minyak kelapa sawit.

Perusahaan bersama dengan anak perusahaannya bergerak dalam mengembangkan, membudidayakan, memanen, dan mengekstraksi minyak kelapa sawit mentah dan inti sawit.

Serta memproduksi produk kelapa sawit, yang terdiri atas produk pengilangan kelapa sawit, seperti minyak sawit mentah dan inti sawit.

Perusahaan memiliki dan mengelola perkebunan kelapa sawit dan kilang pemrosesan minyak kelapa sawit yang berlokasi di Kalimantan Tengah, Timur, dan Barat.

Anak perusahaannya termasuk PT Bumilanggeng Perdanatrada, PT Adhyaksa Dharmasatya, PT Sawit Sukses Sejahtera, PT Wana Catur Jaya Utama, PT Satria Manunggal Sejahtera, dan PT Agrolestari Kencana Makmur.

Manajemen PT Eagle High Plantations Tbk berharap bisa membukukan kinerja positif hingga akhir tahun nanti. Keyakinan tersebut merujuk pada membaiknya harga minyak sawit mentah (CPO) belakangan ini.

Adapun membaiknya harga minyak sawit dikabarkan akibat menguatnya kebutuhan minyak kelapa sawit di pasar dunia, terutama dipicu oleh peningkatan impor China. Sementara stok minyak kelapa sawit khususnya Malaysia justru menurun.

7. SIMP (PT Salim Ivomas Pratama Tbk)

PT Salim Ivomas Pratama Tbk
PT Salim Ivomas Pratama Tbk

PT Salim Ivomas Pratama Tbk merupakan perusahaan agrobisnis yang berbasis di Indonesia yang utamanya bergerak dalam perkebunan minyak kelapa sawit.

Bisnisnya diklasifikasikan ke dalam dua divisi: divisi perkebunan serta divisi minyak goreng dan lemak yang dapat dimakan.

Divisi perkebunannya utamanya bergerak dalam budi daya komersial perkebunan kelapa sawit, pengembangan dan riset serta pembiakan benih; perusahaan juga bergerak dalam budi daya karet, tebu, dan tanaman lain, juga pemurnian gula dan penggerusan kopra.

Divisi perkebunannya memperoleh pendapatan utamanya dari penjualan minyak sawit mentah (COP), tandan buah segar (FFB), dan produk sampingan lainnya, seperti inti sawit.
Divisi minyak goreng dan lemak yang dapat dimakan bergerak dalam pembuatan dan penjualan minyak goreng berbahan kelapa sawit, margarin, mentega, minyak goreng mentah (CNO), dan produk sampingan lainnya yang terbuat dari pemurnian dan fraksinasi minyak kelapa sawit serta kopra yang digerus.

Beberapa merek utama dari divisi minyak goreng dan lemak yang dapat dimakan antara lain Bimoli, Delima, Palmia, dan Simas.

PT Salim Ivomas Pratama Tbk. membukukan pendapatan Rp6,87 triliun pada kuartal II/2020. Posisi itu naik 5,69 persen dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp6,50 triliun.

8.BEEF (PT Estika Tata Tiara Tbk)

PT Estika Tata Tiara Tbk merupakan perusahaan yang berbasis di Indonesia yang terutama bergerak dalam bisnis pertanian. Perusahaan juga terlibat dalam pembuatan pakan ternak dan peternakan.

Selain itu BEEF juga bergerak di bidang distribusi dan penjualan sapi hidup, distribusi dan penjualan karkas sapi, daging, jeroan, kulit, dan produk turunan sapi lainnya.

Juga distribusi dan penjualan produk makanan olahan baik dalam kondisi segar dingin (chilled) maupun beku (frozen).

Pada saat ini, Perusahaan bergerak dalam bidang distributor makanan. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2008.

PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) meraih pendapatan sebesar Rp 684,62 miliar sepanjang semester I-2020. Nilai ini naik 18% jika dibanding kinerja BEEF periode yang sama 2019 yang tercatat sebesar Rp 580,03 miliar.

9. GZCO (PT Gozco Plantations Tbk)

PT Gozco Plantations Tbk
PT Gozco Plantations Tbk

PT Gozco Plantations Tbk merupakan perusahaan yang berbasis di Indonesia yang bergerak dalam industri kelapa sawit.

Kegiatan perusahaan mencakup mengembangkan dan mengoperasikan perkebunan pohon kelapa sawit, memproses tandan buah segar (FFB) serta memproduksi minyak sawit mentah dan inti sawit.

Perkebunan pohon kelapa sawitnya terletak di beberapa wilayah di Indonesia, antara lain Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

Anak perusahaannya termasuk PT Suryabumi Agrolanggeng, PT Palma Sejahtera, PT Golden Blossom Sumatra, PT Bumi Mas Indo Sawit, dan PT Cahya Vidi Abadi.

10. DSFI (PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk)

PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk merupakan perusahaan perikanan yang berbasis di Indonesia. Ruang lingkup kegiatannya adalah perikanan, termasuk penangkapan, pembelian, pengolahan, penjualan, dan perdagangan produk-produk ikan.

Produk-produknya meliputi ikan kakap merah, kakap biasa, ikan kerapu, lencam, kakap putih, tenggiri, tuna, ikan parrot, kuro mas, belanak merah, gurita, sotong, kakap malabar, cumi-cumi, ikan perut merah, dan ikan kerisi.

Perusahaan menawarkan produk-produk makanan laut dalam berbagai jenis meliputi filet, utuh, stik, bit, potongan, pinggang, bentuk medali, tusuk.

Dengan mengoperasikan armada kapalnya sendiri untuk menangkap ikan, Perusahaan ini juga membeli dari armada penangkap ikan lokal serta menawarkan bantuan teknis dan keuangan untuk konstruksi kapal penangkap ikan, pasokan fasilitas pengendali suhu di atas kapal, serta negosiasi kesepakatan harga yang saling menguntungkan.

Perusahaan mendistribusikan produknya ke pasar lokal dan internasional.

Baca juga: Jenis Saham Sektor Infrastruktur, Utilitas, dan Transportasi di Indonesia

Itulah beberapa saham terbaik di sektor agliculture yang layak untuk dikoleksi, saham-saham tersebut bisa dijadikan rekomendasi bagi kita.

Namun jangan lupa kita juga harus melihat kinerja saham-saham tersebut secara lebih dalam ketika Anda akan membeli saham di sektor ini. Karena beberapa perusahaan di sektor agliculture mengalami kinerja yang menurun akibat dari adanya pandemi.

Bagikan ;

Tinggalkan komentar