Sejarah Saham FAST dan Perkembangan Sampai Saat ini

Di Bursa Efek Indonesia setiap hari berbagai saham dari berbagai sektor di perdagangkan termasuk saham dari restoran fast food terkenal dan tidak asing lagi bagi kita, yakni KFC (Kentucky Fried Chicken).

Kode saham KFC yang terdaftar di BEI adalah FAST, dimana saham ini termasuk dalam emiten syariah dan indeks saham ISSI.

Restoran fastfood yang memiliki jargon “KFC, Jagonya Ayam” ini sudah lama berada di Indonesia dan menjadi salah satu restoran ayam goreng favorit berbagai generasi karena rasanya yang enak.

Beberapa analis menyebutkan kalau saham FAST cocok untuk berinvestasi jangka panjang. Jadi bagi Anda yang ingin melakukan investasi saham jangka panjang, mungkin FAST bisa menjadi salah satu opsi yang perlu di pertimbangkan.

Memang bisa di katakan bahwa KFC sudah berhasil menjadi salah satu market leader restoran fastfood khususnya ayam goreng di Indonesia.

Bahkan di skala internasional, positioning KFC sudah tidak di ragukan lagi. Namun tentu saja sebagai calon investor, kita tidak bisa begitu saja memilih saham-saham yang di sarankan.

Sehingga ada baiknya jika kita memastikan sendiri bagaimana fundamental perusahaan dan mengenali bentuk bisnis perusahaannya itu sendiri serta perkembangannya, termasuk pada saham FAST yang merupakan kode saham milik PT Fast Food Indonesia Tbk ini.

Maka dari itu mari kita kenali lebih dalam tentang emiten restoran ayam dunia yang satu ini!

Profil Perusahaan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa FAST adalah kode saham milik PT Fast Food Indonesia Tbk.

PT Fast Food Indonesia Tbk merupakan perusahaan waralaba tunggal merek KFC yang ada di seluruh Indonesia.

Karena seperti yang kita tahu bahwa KFC sebenarnya adalah perusahaan restoran ayam goreng asal Amerika yang saat ini sudah di waralabakan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Unit bisnis dari perusahaan ini meliputi layanan pesta ulang tahun, layanan KFC coffee, layanan KFC Foodbus, layanan KFC Drive-Thru dan layanan KFC Breakfast.

Dengan pengalaman selama puluhan tahun, tentu saja KFC telah mendapatkan berbagai penghargaan. Beberapa diantaranya seperti :

  • Gold Champion kategori Fast Food Restaurant dari Indonesia WOW Brand Award 2017
  • Top 3 most Powerful Restaurant Brand in Indonesia dari Brand Asia Award 2017
  • Indonesia Netizen Brand Choice Award 2018
  • Service Quality Award 2018 dari SQ
  • Indonesia Top Digital PR Award 2019, dll.

Dari segi manajemen, jajaran dewan komisaris KFC Indonesia di pimpin oleh Pak Anthony Salim selaku Komisaris Utama, yang juga merupakan Presiden & CEO Salim Group, Presiden Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk dan Chairman First Pacific Company Limited di Hong Kong.

Kemudian ada Noni Gelael Barki sebagai Wakil Komisaris Utama, Elisabeth Gelael sebagai Komisaris I, Benny Setiawan Santoso sebagai Komisaris II, Saptari Hoedaja sebagai Komisaris Independen, dan juga P.L GUnawan Solaiman sebagai Komisaris Independen.

Sementara pada jajaran direksi, ada Ricardo Gelael (Direktur Utama), Ferry Noviar Yosaputra (Wakil Direktur Utama), Justinus Dalimin Juwono (Direktur)

Cahyadi Wijaya (Direktur), Fabian Gelael (Direktur), Adhi Indrawan (Direktur), Shivashish Pandey (Direktur) dan Omar Luthfi Anwar (Direktur).

Saat ini KFC sudah membuka kurang lebih 689 gerai yang tersebar di 163 kota di Indonesia dengan persebaran terbanyak di Jawa dan Sumatera.

Jika Anda ingin mengunjungi kantor pusatnya, Anda bisa mengunjungi kantor pusat PT Fast Food Indonesia Tbk yang ada di Jalan M.T. Haryono Kav. 7 Jakarta.

Sejarah FAST

Sejarah Saham FAST

Berbicara mengenai restoran KFC, biasanya tidak lepas dari pendirinya yakni Kolonel Harland Sanders, seorang pria paruh baya yang gambarnya menjadi icon restoran KFC.

Sebelum berhasil di waralabakan, Sanders hanya berjualan ayam goreng di restoran pinggir jalan di Cobin, Kentucky.

Terlebih lagi ia keluar sekolah pada usia muda dan mulai bekerja dengan berbagai profesi seperti petani, tentara bahkan agen asuransi.

Namun minatnya terhadap memasak sudah ad sejak kecil, sehingga pada tahun 1930 Sanders mencoba menyempurnakan resep ayamnya dan sempat mendapatkan penghargaan dari gubernur kentucky. Kemudian barulah pada tahun 1952 waralaba pertama KFC di dirikan.

KFC masuk ke Indonesia melalui PT Fast Food Indonesia di dirikan oleh Gelael Group pada 19 Juni tahun 1978. Gerai pertamanya di buka pada bulan Oktober di Jalan Melawai, Jakarta.

Ternyata KFC mendapatkan respon positif dari masyarakat Indonesia. Semakin lama, KFC berkembang ke berbagai kota seperti Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makasar dan Manado.

Hingga saat ini, berarti KFC sudah memimpin pasar selama lebih dari 40 tahun di Indonesia.

Listing di Bursa Efek Indonesia

Sebelum melakukan IPO (Initial Public Offering), pada tahun 1990 Salim Group terlebih dahulu bergabung dan menjadi salah satu pemegang saham utama dalam PT Fast Food Indonesia.

Hal ini semakin memperkuat pengembangan KFC di indonesia hingga akhirnya mendapatkan pernyataan efektif dari Bapepam-LK pada tanggal 31 Maret 1993.

Kemudian FAST melakukan penawaran saham perdananya sebanyak 4.462.500 kepada masyarakat dengan nominal Rp. 1.000/lembar saham.

Pada tanggal 11 Mei 1993, PT Fast Food Indonesia Tbk resmi mencatatkan sahamnya di BEI (dulunya Bursa Efek Jakarta) dengan harga penawawaran Rp. 5.700/lembar saham.

Baca juga : Sejarah dan Perkembangan Saham ANTM Hingga Saat Ini

Historis Pencatatan Saham

Sejak listing di BEI, saham FAST sempat melakukan stock split dan bonus saham. Lebih detailnya, Anda bisa menyimak historis pencatatan saham FAST dibawah ini!

TanggalTindakan KorporatSaham
11 Mei 1993Saham perdana @Rp. 5.7004.462.500
11 Mei 1993Pencatatan Saham Pendiri17.850.000
30 September 1994Saham Bonus20.973.750
30 September 1994Dividen Saham1.338.750
5 Desember 2000Stock Split 1:10401.625.000
27 Juli 2011Dividen Saham14.166.595
26 Juli 2013Saham Bonus 3 :101.534.721.984

Fundamental FAST

Fundamental FAST

1. Penjualan, Beban Pokok, dan Laba Bersih

Pada sisi penjualan/pendapatan, FAST terlihat cukup stabil dan cenderung meningkat setiap tahunnya selama 5 tahun terakhir, begitupun juga dengan beban pokok dan laba bersihnya.

Untuk mengetahui data lebih detail, Anda bisa melihatnya melalui tabel di bawah ini!

TahunPenjualan
(Rupiah)
Beban Pokok
(Rupiah)
Laba Bersih
(Rupiah)
20196,71 T
(+ 11,45%)
2,51 T
(+ 10,30%)
241,55 M
(+ 13,93%)
20186,02 T
(+ 13,48%)
2,28 T
(+ 14,69%)
212,01 M
(+ 26,95%)
20175,30 T
(+ 8,59%)
1,99 T
(+ 8,55%)
167,00 M
(+ 3,25%)
20164,88 T
(+ 9,12%)
1,83 T
(+ 4,45%)
172,61 M
(+ 64,35%)
20154,48 T
(+ 6,32%)
1,75 T
(+ 5,10%)
105,02 M
(- 30,93%)

Berdasarkan data diatas, Average Growth dari sisi laba rugi yang di peroleh FAST Selama 5 tahun terakhir (2015-2019) yakni :

  • Rata-rata pertumbuhan dari segi penjualan/pendapatannya sebesar 9,79%
  • Average Growth dari segi beban pokoknya sebesar 8,6%
  • Rata-rata pertumbuhan dari segi laba bersihnya sebesar 15,5%

2. Aset, Hutang dan Modal

Selain sisi laba rugi, posisi keuangan emiten juga merupakan hal penting yang perlu kita ketahui. Mulai dari aset, hutang dan juga modal. Berikut adalah data jumlah aset, hutang dan modal FAST selama tahun 2015 hingga 2019!

TahunAset
(Rupiah)
Hutang
(Rupiah)
Modal
(Rupiah)
20193,40 T
(+ 13,88%)
1,75 T
(+ 20,42%)
1,66 T
(+ 7,73%)
20182,99 T
(+ 8,74%)
1,45 T
(- 0,46%)
1,54 T
(+ 19,09%)
20172,75 T
(+ 6,66%)
1,46 T
(+ 7,47%)
1,29 T
(+ 5,75%)
20162,58 T
(+ 11,57%)
1,35 T
(+ 13,30%)
1,22 T
(+ 9,71%)
20152,31 T
(+ 6,84%)
1,20 T
(+ 23,33%)
1,11 T
(- 6,56%)

Berdasarkan data diatas, Average Growth dari sisi posisi keuangan/ neraca FAST selama 5 tahun terakhir (2015-2019) yakni :

  • Rata-rata pertumbuhan dari segi asetnya sebesar 9,53%
  • Average Growth dari segi hutangnya sebesar 12,8%
  • Rata-rata pertumbuhan dari segi modalnya sebesar 7,14%

3. Arus Kas Operasi, Pembiayaan dan Investasi

Dari segi arus kas, arus kas operasi FAST tercatat tidak pernah sampai negatif. Hal itu menandakan bahwa arus kas operasi FAST cukup baik. Namun bagaimana dengan arus kas lainnya?

TahunOperasi
(Rupiah)
Pembiayaan
(Rupiah)
Investasi
(Rupiah)
2019490,68 M
(- 14,46%)
-79,06 M
(+ 20,35%)
-536,26 M
(- 68,70%)
2018573,64 M
(+ 79,26%)
-65,69 M
(+ 11,08%)
-317,88 M
(- 31,10%)
2017320,00 M
(- 27,29%)
-73,88 M
(- 5,37%)
-242,47 M
(- 4,91%)
2016440,12 M
(+ 29,11%)
-70,11 M
(+ 19,97%)
-231,12 M
(+ 6,77%)
2015340,90 M
(+ 4,20%)
-87,60 M
(- 2,23%)
-247,89 M
(- 4,66%)

4. Dividen

TahunDividen
(Rupiah)
201916,00
(+ 28,00%)
201812,50
(- 16,97%)
201715,05
(+ 67,68%)
20168,98
(- 40,15%)
201515,00
(- 0,00%)

Perkembangan FAST

Perkembangan FAST selama 40 tahun bukan hanya bisa di lihat dari sejarah dan juga aspek fundamentalnya saja.

Sebelum memutuskan berinvestasi Anda tentu perlu tahu berapa persen saham yang beredar di masyarakat dan siapa saja pemegang saham utama FAST serta tentunya bagaimana dengan pergerakan harga saham FAST selama ini.

Baca juga : Hal-Hal yang Bisa Menyebabkan Harga Emas Anjlok

Daftar Pemilik Saham

Dulu, komposisi kepemilikan saham FAST secara mayoritas 80% terdistribusi 43,84% kepada PT Gelael Pratama (Gelael Group) dan 35,84% kepada PT Megah Eraraharja (Salim Group). Sementara saham minoritas (20%) terbagi kepada Masyarakat dan Karyawan.

Bagaimana dengan saat ini? Apakah terjadi perubahan yang signifikan? Berikut adalah daftar pemilik saham FAST terbaru beserta jumlah sahamnya!

NamaJenisJumlahPersentase
PT. Gelael PratamaLebih dari 5%1.596.111.05040 %
PT. Indoritel Makmur Internasional TbkLebih dari 5%1.430.115.49235,84 %
MasyarakatKurang dari 5%964.050.61624,16 %

Pergerakan Harga Saham

Pada awal listing di BEI pada tahun 1993, harga penawaran saham FAST adalah sebesar Rp. 5.700/lembar saham.

Lalu pernah melakukan stock split dengan perbandingan 1 : 10 pada tahun 2010. Setelah stock split saham FAST naik cukup pesat ketika tahun 2012 dan tahun 2019.

Baca juga : Sejarah Saham BRIS dan Perkembangannya Saat ini

Lalu bagaimana harga saham FAST setelah krisis pandemic covid saat ini? Grafik di bawah ini adalah pergerakan harga saham terbaru selama 1 bulan terakhir hingga 11 september 2020!

Pergerakan harga saham FAST

Penutup

Itulah sekilas sejarah dan perkembangan emiten FAST hingga saat ini. Sebuah perusahaan restoran ayam goreng cepat saji Amerika yang memiliki waralaba di berbagai negara termasuk di Indonesia lewat PT Fast Food Indonesia Tbk. Data emiten FAST diatas adalah data masa lalu dan tidak bisa menunjukan kinerjanya akan sama dengan masa depan. Data-data ini mungkin bisa di jadikan pembelajaran dan evaluasi saja.

Bagikan ;

Tinggalkan komentar