Analisis

10 Pilihan Saham Berpotensi Cuan di Akhir Agustus 2021

Bulan Agustus 2021 tanpa terasa tinggal menyisakan satu hari saja. Tentu berbagai gejolak di pasar saham terasa dalam sebulan terakhir, membuat para investor dan trader sama-sama cemasnya. Namun Anda tak perlu terlalu khawatir, karena dalam berbagai kondisi termasuk pandemi Covid-19, masih ada sejumlah saham berpotensi cuan yang layak untuk dilirik.

Hanya saja untuk bisa menentukan saham berpotensi cuan secara tepat, tidak dapat dilakukan secara sembrono. Anda harus benar-benar melihat pergolakan ekonomi dunia termasuk beberapa aksi korporasi yang mungkin hendak dilakukan emiten.  Bicara soal ekonomi dunia, peluang berakhirnya intervensi Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) menjadi salah satu yang paling banyak dibicarakan.

Di mana disebut-sebut banyak pejabat utama The Fed sepakat melakukan tapering off alias mengurangi pembelian obligasi negara dan aset lain, sebelum tahun 2021 berganti. Atas kondisi ini, Perry Warjiyo selaku Gubernur BI (Bank Indonesia) sepakat kalau tapering off yang dilakukan The Fed tak akan memberikan dampak sebesar taper tantrum di tahun 2013 kemarin.

Namun stimulus moneter itu ternyata sudah mempengaruhi kinerja pasar saham Tanah Air. Dilansir CNBC Indonesia, Artha Sekuritas misalnya, menilai banyak investor menanti kebijakan tapering off tersebut sementara Samuel Sekuritas Indonesia memprediksi jika IHSG bakal lanjut berkonsolidasi setelah breakout downtrend line.

Kendati begitu pendapat berbeda diungkapkan oleh Pilarmas Investindo Sekuritas yang menilai kalau IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) punya peluang menguat. Opini ini senada dengan catatan MNC Sekuritas yang menyebutkan kalau pola koreksi IHSG sudah terbatas. Tak heran kalau berbagai perusahaan sekuritas itu mulai cukup percaya diri merekomendasikan beberapa saham berpotensi cuan ini:

Baca juga: 10 Saham Rekomendasi Saat PPKM Darurat Diperpanjang

1. TLKM – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

© Antara

Di tengah kondisi IHSG yang masih terus tertekan, saham blue chip tentu masih bisa bertahan tenang salah satunya TLKM. Dengan total kapitalisasi pasar menembus Rp336,81 triliun, saham Papan Utama ini bahkan ditutup menguat 2,41% atau 80 poin ke level 3.400 pada hari Senin (30/8) sore. Kondisi ini jelas lebih baik karena dalam lima hari terakhir, TLKM ada di zona merah.

Bahkan posisi terendah TLKM selama sepekan terakhir adalah di level 3.320 pada hari Selasa (24/8) pekan lalu. Kendati demikian selama bulan Agustus, performa TLKM cukup memuaskan yakni nyaman di zona hijau. Level terburuk TLKM terjadi di posisi 3.230 (10 Agustus), sedangkan pencapaian terbaiknya pada 3.440 (23 Agustus) tepat pekan lalu.

2. MDKA – PT Merdeka Copper Gold Tbk

Masih dari Papan Utama, saham berpotensi cuan berikutnya adalah milik emiten tambang, MDKA. Dengan kapitalisasi pasar Rp64,36 triliun, MDKA juga ditutup menguat ke level 2.810 pada hari Senin (30/8). Artinya, MDKA berhasil merangkak sebesar 4,46% alias 120 basis poin. Pencapaian positif MDKA ini memang sudah terlihat semenjak sepekan terakhir.

Sebelumnya, MDKA selalu berkutat di bawah level 2.700 selama beberapa hari ke belakang bahkan sampai mencapai level 2.650 pada Rabu (25/8) minggu lalu. Berbeda dengan TLKM yang cukup baik di bulan Agustus, pergerakan saham MDKA tidak terlalu menggembirakan. DI mana MDKA sempat tergelincir hingga level 2.580 pada 10 Agustus 2021 lalu. Sedangkan posisi terbaiknya di level 2.910 yang sudah terjadi pada awal bulan, 3 Agustus.

3. MEDC – PT Medco Energi Internasional Tbk

© Petrominer

Lagi-lagi emiten Papan Utama yang memang jadi penggerak IHSG, menjadi pertimbangan berikutnya dalam daftar saham berpotensi cuan di akhir Agustus 2021. Adalah MEDC yang dilaporkan ditutup menguat hari Senin (30/8) sore ke level 482. Pencapaian ini membuat MEDC meningkat hingga 3,88% alias 18 basis poin. Tentu cukup menyenangkan mengingat kinerja MEDC tak baik selama sepekan ini.

Baca juga: Borong Saham MNC Bank, Intip Kinerja 8 Saham Ustaz Yusuf Mansur

Ada di zona merah, saham dengan total kapitalisasi pasar Rp12,12 triliun itu bahkan terperosok hingga ke level 460 di hari Jumat (27/8) pekan lalu. Sebuah kondisi yang cukup muram mengingat MEDC sempat ada di level 520 pada hari Selasa (24/8) seminggu lalu. Hanya saja jika mengingat pergerakan sahamnya sepanjang bulan Agustus, MEDC patut bangga lantaran ada di zona hijau.

Memutuskan untuk melakukan buyback saham, MEDC disebut-sebut siap menggelontorkan dana hingga Rp130,5 miliar. Tentu saja aksi korporasi ini bisa menggenjot saham MEDC sehingga layak untuk Anda koleksi di akhir Agustus 2021.

4. SCMA – PT Surya Citra Media Tbk

Jika dua saham sebelumnya adalah pertambangan, angin segar datang dari sektor media. Di mana saham SCMA termasuk yang layak untuk dibeli di penghujung bulan kedelapan tahun 2021 ini. Emiten Papan Utama dengan kapitalisasi pasar Rp29,19 triliun ini dilaporkan menguat pada penutupan bursa hari Senin (30/8) sore. Di mana SCMA menguat sebesar 3,13% alias 60 poin ke level 1.975.

Apa yang diraih SCMA hari ini tentu sesuai dengan pencapaiannya sepanjang satu pekan terakhir yang tak pernah terjengkal dari zona hijau. Bahkan bisa dibilang kalau bergerakan SCMA cukup fluktuatif. Terjungkal ke level 1.900 pada hari Selasa (24/8) minggu lalu, SCMA bahkan beberapa kali mencapai level 2.000. Namun pencapaiannya di bulan Agustus, bisa dibilang tak bergerak dari zona merah.

Selama satu bulan terakhir ini, SCMA sudah mengalami penurunan hingga 12,22% alias sebanyak 275 poin. Titik terendah SCMA terjadi pada level 1.745 di hari Rabu (18/8). Sedangkan posisi terbaiknya justru telah terjadi pada awal Agustus lalu tepatnya hari Senin (2/8) di level 2.250. Apakah SCMA mampu mengulanginya lagi di bulan September nanti? Sangat layak dinantikan.

5. HOKI – PT Buyung Poetra Sembada Tbk

© Kumparan

Inilah emiten middle cap pertama yang masuk dalam daftar saham berpotensi cuan di akhir Agustus 2021. Kendati kapitalisasi pasarnya di kisaran Rp1,83 triliun, HOKI tetap layak jadi pilihan investor atau trader sekalipun. Sama seperti emiten-emiten lain dalam daftar, HOKI juga ditutup menguat pada hari Senin (30/8) sebesar 0,53% alias satu poin ke level 189.

Dalam satu pekan terakhir, kinerja HOKI memang bisa dibilang tidak terlalu menggembirakan, tapi tidak membuatnya dilupakan oleh sekuritas untuk direkomendasikan. Kinerja HOKI sempat menurun di pekan terakhir bulan Agustus, bahkan tenggelam di level 188 yang terjadi pada Jumat (27/8).

Kendati begitu harapan agar HOKI kembali melambung hingga level 214 pada Selasa (10/8) tetap kuat. Apakah HOKI mampu melakukannya? Sangat layak dinantikan.

Baca juga: Mengintip Portofolio Saham Sandiaga Uno, Bagaimana Kinerjanya?

6. WIKA – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk

Sama seperti TLKM, WIKA adalah saham berpotensi cuan kedua yang datang dari perusahaan plat merah alias BUMN milik pemerintah. Emiten middle cap kedua  dalam daftar dengan total kapitalisasi pasar Rp8,52 triliun ini, juga turut menguat dalam penutupan bursa hari Senin (30/8) sore. Di mana WIKA mampu merangkak sebesar 3,83% alias sebanyak 35 poin ke level 950.

Apa yang diraih WIKA ini memang sebetulnya sudah diduga karena perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur dan konstruksi ini ada di zona hijau dalam sepekan terakhir. Sekali tenggelam di level 895 pada Selasa (24/8), WIKA meraih titik terbaiknya sehari kemudian yakni Rabu (25/8) di posisi 960. Tak cuma memuaskan dalam sepekan terakhir, WIKA mencatat kinerja positif di Agustus.

Menurut data BEI (Bursa Saham Indonesia), titik terburuk WIKA pada bulan Agustus sudah terjadi pada hari Jumat (20/8) yakni di level 850. Dengan raihan terbaiknya kembali berulang di penghujung bulan Agustus 2021, WIKA sudah pasti masuk dalam rekomendasi banyak perusahaan sekuritas.

7. MPPA – PT Matahari Putra Prima Tbk

© MPPA

Semakin relaksasinya kebijakan PPKM, sepertinya turut membuat emiten-emiten retail mulai bisa bernapas lega. Kondisi itu pula yang dialami emiten middle cap satu ini yakni MPPA. Memiliki kapitalisasi pasar Rp7.15 triliun, MPPA juga ditutup menguat hingga 5,56% alias 50 poin ke level 950 pada hari Senin (30/8). Sama seperti WIKA, MPPA juga memperlihatkan kinerja positif dalam sepekan terakhir.

Berada dalam zona hijau, MPPA yang pernah terseok-seok hingga level 785 pada Selasa (24/8) pekan lalu, berhasil melambung hingga level 960 pada hari Senin (30/8) pagi. Hanya saja meskipun satu pekan terakhir cukup memuaskan, kinerja MPPA justru terlihat muram dalam sepekan terakhir. Di mana MPPA mengalami kejatuhan hingga level 715 pada hari Kamis (19/8), kendati sempat ada di posisi 1.020 pada Selasa (3/8) sebelumnya.

8. KAEF – PT Kimia Farma Tbk

Masih tingginya jumlah kasus Covid-19 di Indonesia, membuat emiten-emiten yang bergerak di sektor kesehatan tetap mengalami kinerja memuaskan. Kondisi itulah yang dialami oleh KAEF, salah satu penggerak Papan Utama. Emiten dengan kapitalisasi pasar Rp13,61 triliun ini bahkan menutup dirinya dengan baik saat menguat sebesar 3,81% alias 90 poin ke level 2.450 hari Senin (30/8).

Kondisi ini jelas jadi harapan baru setelah dalam sepekan terakhir KAEF ada di zona merah bahkan sampai dua kali di posisi 2.360. Bahkan sebelumnya jika melihat kinerja KAEF di bulan Agustus, emiten yang diprediksi akan menguat lagi di bulan September ini sempat anjlok ke level 2.300 pada hari Jumat (20/8). Cukup menyedihkan mengingat KAEF pernah berjaya di level 2.690 pada Senin (2/8) lalu.

9. AKRA – PT AKR Corporindo Tbk

© PT. AKR Corporindo

Aksi korporasi bos AKR Corporindo, Haryanto Adikoesoemo yang membeli 1,59 juta saham AKRA, membuat emiten Papan Utama ini memperoleh angin segar. Tak heran kalau

akhirnya AKRA ditutup menguat pada hari Senin (30/8) sore sebesar 1,05% alias 40 poin ke level 3.850. Hal ini jelas jadi sentimen positif mengingat kinerja AKRA dalam seminggu terakhir tak begitu menggembirakan.

Baca juga: 8 Saham Papan Pengembangan yang Melejit di Bursa dan Bisa Dilirik

AKRA bahkan dilaporkan sampai ada di level 3.680 pada hari Kamis (26/8) minggu lalu. Kendati begitu meskipun sepekan terakhir di zona merah, performa AKRA di bulan Agustus sangatlah memuaskan. Level terendah AKRA terjadi di 3.450 yang sudah dialami dua kali di hari Kamis (5/8) dan Senin (9/8). Sedangkan pencapaian terbaiknya sebelum hari ini adalah Selasa (24/8) sama-sama di level 3.850.

10. INDF – PT Indofood Sukses Makmur Tbk

Menutup daftar saham berpotensi cuan di akhir Agustus adalah INDF. Salah satu blue chip unggulan ini juga mencatat pencapaian positif. Di mana emiten dengan kapitalisasi pasar Rp57.29 triliun ini menguat 1,56% alias sebesar 100 poin ke level 6.525. Apa yang diraih INDF ini jelas memperlihatkan kondisinya dalam sepekan terakhir yang nyaman di zona hijau.

INDF terus bergerak menjauhi level 6.200 dan menuju 6.600, jika memang kinerjanya selalu positif. Tak heran kalau pencapaiannya sepanjang bulan Agustus pun ada di zona hijau. Di mana level terburuk INDF terjadi pada awal Agustus lalu yakni di level 6.125. Tampaknya meskipun pemerintah lagi-lagi memperpanjang PPKM, INDF akan tetap berjaya.

Bagikan ;
Share
Published by
Arai Amelya

Recent Posts

Profil 8 Emiten Perusahaan yang Listing IPO Pada Bulan September

Pada awal September 2021, ada 8 emiten perusahaan yang baru listing IPO di Bursa Efek…

5 hari ago

Mengkilapnya 6 Emiten Saham Perusahaan Tambang Nikel

Semakin meningkatny pasar ponsel dan laptop membuat permintaan terhadap nikel semakin tinggi. Karena baterai lithium…

2 minggu ago

7 Keunggulan Superapp Investasi Saham IPOT dari Indo Premier

Apa aplikasi favorit Anda untuk investasi saham? Tahan diri Anda untuk menyebutnya, karena kita sekarang…

2 minggu ago

Hal-Hal yang Wajib Diketahui Investor Soal Tapering Off dari The Fed

Pekan-pekan terakhir bulan Agustus 2021 ini, pelaku ekonomi global tampaknya sedang memusatkan perhatiannya pada Bank…

3 minggu ago

Ustadz Yusuf Mansur Borong 3 Emiten Saham Ini, Simak Profil Perusahannya.

Apakah Anda pernah dengar istilah Mansurmology? Ini adalah ilmu investasi yang sering dibagikan oleh penceramah…

3 minggu ago

Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Memulai Investasi Reksa Dana

Pasar modal menjadi salah satu alternatif mencari cuan saat beraktifitas di rumah aja akibat pandemi…

4 minggu ago