Pasar Modal

Inilah 8 Rekomendasi Saham Saat IHSG Ambruk, Layak Dibeli!

Pekan terakhir di bulan Januari 2021 tentu bukanlah waktu menyenangkan bagi IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan). Namun tenang saja, masih ada kok segelintir rekomendasi saham saat IHSG ambruk yang bisa Anda coba.

Namun sebelum membahas soal rekomendasi saham saat IHSG ambruk, ada baiknya untuk mengetahui pergerakan pasar modal terlebih dulu. Ditutup sangat rendah di level 5.979,07 pada 30 Desember 2020, IHSG sempat bernapas ke 6.104,90 pada 4 Januari 2021. Tetapi hanya dalam waktu dua hari, kembali tergelincir ke 6.065,68 pada 8 Januari 2021.

Melambung hingga level 6.382,94 pada 11 Januari 2021, IHSG pun berjalan naik-turun. Hingga akhirnya titik tertinggi IHSG terjadi pada 20 Januari 2021 yang mencapai level 6.429,76 tapi kemudian terus tergelincir hingga 6.109,17 pada 27 Januari 2021 pukul 15.00 WIB. Kondisi muram ini tentu membuat investor cukup berhati-hati dalam melakukan transaksi di pasar modal.

Baca juga: Mengenal Jenis-jenis Indeks Saham yang Ada di Bursa Efek Indonesia

Dilansir CNBC Indonesia, ada sejumlah saham yang laris manis diperdagangkan pada pekan lalu. Beberapa emiten itu seperti ANTM (PT Aneka Tambang Tbk), BBRI (PT Bank Rakyat Indonesia), BBCA (PT Bank Central Asia), TLKM (PT Telekomunikasi Indonesia Tbk) dan TINS (PT Timah Tbk). Begitu pula ada rekomendasi saham saat IHSG ambruk yang tetap bisa dibeli investor.

Rekomendasi Saham Saat IHSG Ambruk yang Bisa Dipertimbangkan

1. BRPT – PT Barito Pacific Tbk

© vibiznews

Berdiri pada tahun 1979, Barito Pacific adalah perusahaan yang mulai melantai di BEI pada 1 Oktober 1993. Bergerak di sektor barang baku, Barito Pacific memiliki, mengelola dan mengoperasikan berbagai bidang industri seperti petrokimia, hutan tanaman industri, pertambangan, properti, perkebunan kelapa sawit, eksplorasi hingga produksi minyak dan gas bumi.

Pada penutupan pukul 15.00 WIB hari Rabu (27/1), BRPT melemah 6,31% dan ada di level 995. Jika boleh mundur, BRPT pernah ada di titik tertinggi selama dua hari berturut-turut yakni 11-12 Januari 2021 di level 1.180. Posisi terendah BRPT di bulan Januari sejauh ini terjadi pada 25 Januari kemarin di level 985. BRPT adalah emiten saham yang direkomendasikan MNC Asset Management.

2. BNLI – PT Bank Permata Tbk

Masih dari saham rekomendasi MNC Asset Management, kali ini mereka memilih emiten perbankan yakni BNLI. Sebagai salah satu bank swasta populer, perjalanan bisnis Permata memang sangat panjang. Tak banyak yang tahu kalau ada lima bank yang bergabung dalam pembentukan Permata tahun 2002 lalu yakni Bank Bali, Universal, Prima Express, Artamedia dan Patriot.

Tercatat pada pukul 15.12 WIB hari Rabu (27/1), BNLI melemah 6,9% dan ada di level 2.700. Penurunan ini terjadi setelah sehari sebelumnya BNLI ada di posisi 2.900, padahal sempat terperosok ke 2.400 di tanggal 25 Januari 2021. Sepanjang bulan Januari ini, BNLI mencatat titik tertingginya di level 3.000 pada 4 Januari 2021.

Baca juga: Inilah Indeks Saham Terpopuler di Indonesia, untuk Acuan Membeli Saham

3. ACES – PT Ace Hardware Indonesia Tbk

Menurun sebesar 1,54% dan ada di level 1.595 pada hari Rabu (27/1) pukul 15.12 WIB, ACES adalah salah satu emiten saham rekomendasi Reliance Sekuritas. Posisi emiten ACES ini sama dengan yang dialami pada 22 Januari. Padahal jika mundur beberapa hari sebelumnya, ACES sempat terlihat ada di level 1.745 pada tanggal 20 Januari 2021.

Sepanjang bulan pertama tahun 2021 ini, emiten yang baru melantai di pasar modal pada 6 November 2007 itu berhasil ada di titik tertinggi level 1.800 pada 8 Januari 2021, sama seperti yang terjadi tanggal 29 Desember 2020. Dengan bidang usaha utama perdagangan, ACES memang beroperasi di sektor barang konsumsi non-primer untuk sub industri ritel barang rumah tangga.

4. ERAA – PT Erajaya Swasembada Tbk

Tercatat di BEI sejak 14 Desember 2011, ERAA bisa dibilang sebagai emiten saham yang bergerak cukup positif di sepanjang Januari 2021. Bahkan ERAA berhasil mencapai level tertinggi pada 25 Januari sebesar 2.820. Sementara di hari Rabu (27/1) pukul 15.14 WIB, ERAA nyaman di level 2.670. ERAA sendiri memulai perjalanan di bulan Januari pada level 2.420 di tanggal 4 Januari.

Sebagai perusahaan ritel dan distribusi perangkat elektronik yang berhubungan dengan telekomunikasi, Erajaya sejauh ini memiliki empat anak perusahaan yakni Erafone Artha Retailindi, Sinar Eka Selaras, Era Sukses Abadi dan Teletama Artha Mandiri. Pemegang saham utama Erajaya adalah Eralink International dengan porsi saham 59,97%.

5. BBRI – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

© Pikiran Rakyat

Binaartha Sekuritas menempatkan BBRI di posisi pertama sebagai rekomendasi saham saat IHSG ambruk. Tentu tanpa direkomendasikan, BBRI memang menjadi salah satu emiten terkuat dan masuk dalam kategori blue chip. Sepanjang Januari 2021 ini, BBRI mencatat pergerakan hijau kendati sempat turun 0,65% pada Rabu (27/1) sore ke level 4.620.

Level tertinggi BBRI di bulan pertama tahun 2021 adalah 4.890 yang terjadi pada 20 Januari 2021, sementara level terendahnya adalah pada 6 Januari 2021 yang terperosok ke level 4.200. Tentu dengan masih positifnya kinerja BBRI, masih sangat layak dipertimbangkan untuk dibeli di pekan muram IHSG.

Baca juga: Bagaimana Kebijakan Pemerintah Mampu Mempengaruhi Pergerakan Saham?

6. BNGA – PT Bank CIMB Niaga Tbk

Emiten perbankan kedua yang direkomendasikan oleh Binaartha Sekuritas adalah BNGA. Namun jika dibandingkan dengan BBRI, pergerakan BNGA di sepanjang Januari 2021 ini tidaklah menggembirakan. Pada hari Rabu (27/1) sore, BNGA harus rela turun lagi sebesar 2,70% ke level 900. Penurunan ini sudah dialami BNGA sejak 20 Januari yang sempat menyentuh 1.005.

Level tertinggi BNGA bahkan sudah terjadi sekitar tiga pekan lalu, tepatnya di titik 1.025 pada 7 Januari 2021. Namun meskipun begitu, membeli emiten BNGA bisa jadi salah satu pertimbangan investor saat IHSG terpuruk. Apalagi jika dilihat dari sisi aset, CIMB Niaga adalah bank terbesar keempat di Indonesia dan cukup unggul dalam bidang pelayanan nasabah.

7. PTBA – PT Bukit Asam Tbk

© Tagar

Salah satu rekomendasi saham

saat IHSG ambruk dari BNI Sekuritas adalah PTBA. Emiten yang bergerak di sektor energi dengan industri batu bara, minyak dan gas ini memang cukup tangguh. Resmi terdaftar di BEI pada 23 Desember 2002, perusahaan BUMN ini tercatat memiliki lebih dari 2.199 karyawan per tahun 2019.

Hanya saja memang di sepanjang Januari 2021, pergerakan PTBA memang tak terlalu membahagiakan. Dilaporkan turun 2,90% pada hari Rabu (27/1) sore ke level 2.680, PTBA sempat begitu perkasa di level 3.040 pada 13 Januari, titik tertingginya di bulan pertama 2021 ini. Posisi PTBA ini sama seperti yang terjadi pada 6 Januari silam.

Baca juga: Sejarah Jakarta Islamic Index (JII) dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)

8. BRIS – PT Bank BRISyariah Tbk

Tak berlebihan kalau BRIS disebut sebagai emiten primadona selama pandemi Covid-19. Bahkan di bulan Januari 2021, pergerakan BRIS juga masih sangat positif yang membuat BNI Sekuritas memasukannya sebagai rekomendasi saham saat IHSG ambruk. Bahkan kendati turun 6,95% pada Rabu (27/1) sore ke level 2.810, BRIS masihlah banyak diminati.

Apalagi jika mengingat pada 12 Januari kemarin, BRIS sempat melambung hingga 3.760 yang membuatnya menjadi salah satu emiten unggulan di pasar modal. Meskipun tercatat terus turun sejak 20 Januari yang sempat ada di level 3.650, sejumlah pihak masih cukup optimis dengan pergerakan BRIS.

Kesimpulan

Dilansir CNBC Indonesia, sebetulnya masih ada sejumlah saham lagi yang direkomendasikan oleh keempat sekuritas tersebut. Seperti MDKA (PT Merdeka Copper Gold), MAPI (PT Mitra Adiperkasa), ADRO (PT Adaro Energy), MEDC (PT Medco Energi Internasional), CPIN (PT Charoen Pokphand Indonesia), BWPT (PT Eagle High Plantations) dan UNVR (PT Unilever Indonesia).

Rekomendasi saham saat IHSG ambruk yang dipaparkan oleh perusahaan-perusahaan sekuritas seolah menjadi angin segar bagi para investor saham. Terutama untuk pemula yang sedang mencari informasi mengenai saham-saham yang layak dipertimbangkan. Jadi, apakah Anda siap untuk investasi di emiten-emiten tersebut?

Bagikan ;
Share
Published by
Arai Amelya

Recent Posts

Pahami Perbedaan Antara ETF dan Reksa Dana

Baru – baru ini Bursa Efek mengeluarkan catatan transaksi investasi ETF yang mengalami peningkatan selama…

4 hari ago

Kebangkrutan Evergrande Dan Dampaknya Bagi Pasar Saham

Pasar global kembali geger dengan fenomena Evergrande yang berpotensi gagal bayar hutang perusahaan. Evergrande hari…

2 minggu ago

Cara Beli Saham Netflix, Starbucks, Disney di Bursa Amerika

Tertarik dengan saham-saham luar negeri khususnya di Bursa Amerika? Apakah kita yang ada di Indonesia…

2 minggu ago

Mengintip Pergerakan Saham-Saham LQ45 ‘Termahal’ di BEI

Bagi Anda yang sudah terbiasa menjelajahi pasar modal seperti BEI (Bursa Efek Indonesia) misalnya, saham-saham…

3 minggu ago

Mengenal Robot Trading Yang Lagi Disoroti BAPPEBTI

Baru – baru ini Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) mengumumkan telah memblokir banyak situs…

3 minggu ago

Profil 8 Emiten Perusahaan yang Listing IPO Pada Bulan September

Pada awal September 2021, ada 8 emiten perusahaan yang baru listing IPO di Bursa Efek…

4 minggu ago