Pasar Modal

Profil 8 Emiten Perusahaan yang Listing IPO Pada Bulan September

Pada awal September 2021, ada 8 emiten perusahaan yang baru listing IPO di Bursa Efek Indonesia. Emiten baru ini bisa jadi alternatif investasi yang bisa Anda lirik untuk diferensiasi investasi.

Tentu sebelum memutuskan investasi, Anda perlu tahu profil perusahaan dan kondisi keuangannya. Jangan sampai investasi pada perusahaan yang kemarin baru saja merugi.

Bisa – bisa Anda tidak untung malah buntung, hehehe. Beberapa perusahaan yang baru saja IPO adalah PT Geoprima Solusi Tbk(GPSO), PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS), dan PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS).

Lalu apa 5 perusahaan lain selain ketiga perusahaan tersebut? Tidak berlama – lama ya, kita akan segera membedah 8 perusahaan yang baru saja listing IPO awal September 2021. Cekidot!!

1. PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS)

Pembahasan lengkap mengenai PT Hasnur Internasional Shipping ada di halaman lain dari sahamtop.com, klik di sini ya.

2. PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO)

PT. Geoprima Solusi Tbk merupakan perwakilan dari SOUTH group untuk Indonesia. SOUTH group merupakan perusahaan dari China yang fokus pada produksi alat survey area dan pemetaan.

Beberapa produk PT Geoprima adalah Echosounder untuk pemetaan pada medan laut. Kemudian ada Total Station dan Global Positioning System (GPS) untuk pemetaan darat.

Lalu ada juga Lidar Drone untuk pemetaan melalui udara. Semua alat PT Geoprima menggunakan teknologi tinggi dan serba digital dalam penyajian data.

PT. Geoprima Solusi Tbk memiliki kantor pusat di Jakarta dan kantor cabang di Yogyakarta. PT Geoprima merupakan partner dari beberapa BUMN seperti PLN, Wika, Waskita Karya, dan Adhikarya.

IPO perdana PT Geoprima menawarkan saham dengan harga 180 rupiah per lembar dengan kode emiten GPSO. Pada hari pertama mampu melesat hingga 34,44 persen menjadi 242 rupiah per saham.

Ada 166.666.600 lembar saham baru atau setara dengan 25 persen dari modal yang melantai pada Bursa Efek. Dari sisi kinerja, PT Geoprima mampu mencatat pendapatan  bersih senilai Rp 1,95 miliar per kuartal I-2021. Jumlah ini menurun  55,4 persen dari pendapatan di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 4,37 miliar.

3. PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS)

Jika Anda mendengar kata Oil, pasti sudah membayangkan bahwa ini adalah perusahaan minyak. Lalu minyak apa ya? Apakah minyak rambut atau minyak goreng? Hehe.

PT Indo Oil merupakan perusahaan yang memproduksi minyak kelapa berkualitas tinggi. Bahkan produknya sudah menjadi komoditas ekspor, artinya kualitas minyaknya standar internasional.

Dengan proses produksi yang diawasi secara ketat, maka produk PT Indo Oil mempunyai kualitas tinggi untuk pasar global. Dua negara yang sudah menjadi langganan ekspor adalah Malaysia dan Sri Lanka.

Ada 3 produk andalan dari PT Indo Oil. Pertama, Crude Coconut Oil merupakan minyak kelapa mentah hasil ekstraksi dari kopra (kelapa segar yang telah dikeringkan).

CCO ini dapat diolah lebih lanjut menjadi minyak kelapa RBD (Refined Coconut Oil) yang biasa menjadi bahan dasar dari berbagai produk seperti industri kecantikan, makanan, dan perawatan kesehatan.

Kedua, Refined Coconut Oil (RBD) yang merupakan minyak kelapa mentah yang telah dimurnikan, diputihkan, dan dihilangkan baunya.

Pemurnian RBD berasal dari CCO yang melalui proses penyulingan bertekanan tinggi. Minyak kelapa ini biasanya akan terlihat lebih jernih, memiliki rasa hambar, dan tidak berbau.

Sehingga dapat dengan mudah menggunakannya sebagai campuran bahan baku pembuatan sabun, kosmetik, maupun olahan makanan.

RBD mengandung asam lemak triglisida yang tidak membentuk kolestrol melainkan dapat berubah menjadi energi. Sehingga tidak menyebabkan pengendapan lemak yang berlebih pada tubuh.

RBD menjadi bahan pilihan utama dalam menggoreng pada industri pangan karena lebih sehat dibandingkan minyak nabati dari sumber lainnya.

Ketiga adalah Copra Meal yaitu pakan ternak dengan sumber protein yang berasal dari pengolahan kopra menjadi minyak kelapa.

Ini merupakan hasil ekstraksi dai kopra kering menjadi 70% minyak kepala dan 30% tepung kopra yang berwarna coklat ketika sudah matang.

Harga perdana saham OILS sebesar Rp 270. Hari pertama mengalami kenaikan 15,56 persen menjadi Rp 312.

Perseroan melepas  150.000.000 lembar saham baru atau setara dengan 33 persen  dari Modal untuk bisa dimiliki oleh masyarakat.

4. PT GTS Internasional Tbk (GTSI)

PT GTSI Internasional merupakan perusahaan yang fokus pada bisnis pelayaran. Tapi bukan pelayaran wisata, tapi mengangkut LNG alias gas alam cair (Liquified Natural Gas).

Pengiriman LNG ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, tapi juga internasional. PT GTSI juga mengembangkan sistem komersial logistik dan infrastruktur LNG, meliputi pengiriman dan penyimpanan LNG.

Pada tahun 2018 PT GTSI mengembangkan segmen baru yang potensial yaitu FSRU (Floating Storage Regasification Unit), penyimpanan gas alam.

Layanan FSRU akan menjadi salah satu tulang punggung pendapatan Perusahaan seiring dengan kemajuan bisnis yang berkelanjutan.

Juga ada layanan khusus untuk pengelolaan infrastruktur distribusi energi. Transformasi ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih baik kepada perusahaan dan mitra.

Bisnis LNG akan memberikan kontribusi yang signifikan melalui proyek pemerintah mengkonversi penggunaan bahan bakar LNG untuk pembangkit listrik PLN.

Perusahaan sudah mempunyai pengalaman selama 30 tahun dalam mengoperasikan kapal LNG dengan kinerja yang sangat baik untuk memenuhi kepuasan pelanggan.

Semua awak kapal dari PT GTSI adalah anak bangsa Indonesia yang berpengalaman, berkompeten, memenuhi sertifikat dan persyaratan standar pelayaran internasional.

Hingga saat ini, PT GTSI merupakan yang terdepan dan pelopor dalam pengiriman LNG.

Anda bisa menemukan nama perusahaan dalam Bursa Efek dengan kode emiten GTSI.  Ada 2,4 miliar lembar saham yang bisa menjadi milik masyarakat dengan harga 100 rupiah per lembarnya.

5. PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK)

PT Kedoya Adyaraya merupakan pengelola RS Grha Kedoya yang ada di Kebon Jeruk Jakarta. Perusahaan akan melepas hingga 20 persen saham atau sebanyak  185,94 juta saham pada rentang harga Rp1.500-Rp1.750 per saham.

Selain RS Grha Kedoya, perusahaan juga mengakuisisi rumah sakit RS Grha MM2100 pada tahun 2018. RS Grha MM berada di Kawasan Industri MM2100, Cibitung Bekasi.

RS Grha Kedoya merupakan rumah sakit umum swasta tipe B yang memperkerjakan sebanyak 26 dokter umum, 8 dokter gigi dan 127 dokter spesialis.

Sementara RS Grha MM2100 merupakan rumah sakit umum swasta tipe C yang memperkerjakan sebanyak 9 dokter umum, 2 dokter gigi dan 28 dokter spesialis.

Kedua rumah sakit milik PT Kedoya Adyaraksa sudah memperoleh akreditasi nasional dari KARS Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Khususnya untuk RS Grha Kedoya juga telah memenuhi standar akreditasi mutu dan pelayanan rumah sakit internasional sehingga bisa memperoleh Akreditasi JCI.

PT Kedoya ingin melengkapi rumah sakit dengan banyak fasilitas dan layanan. Seperti instalasi gawat darurat (IGD), medical check-up (MCU), rawat inap, penunjang medis.

Kemudian ada juga kateterisasi, endoskopi, hemodialisa, sterilisasi sentral (Central Sterile Supply Department), hiperbarik, kamar bedah dan poliklinik spesialisasi.

Kapasitas rumah sakit tidak terlalu banyak tapi mengutamakan kenyamanan. RS Grha Kedoya memiliki fasilitas rawat inap yang terdiri dari 136 kamar dan 200 tempat tidur. Sementara RS Grha MM2100 memiliki sebanyak 58 kamar dan 120 tempat tidur.

6. PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA)

PT Surya Biru Murni Acetylene berdiri sejak tahun 1980 dengan nama PT Surya Acetylene. Kemudian pada tahun 1982 berubah nama menjadi PT Surya Biru Murni Acetylen.

Fokus usaha perusahaan adalah memproduksi gas industri seperti Asetilen, Oksigen dan Nitrogen.

Dengan pesatnya pertumbuhan industri dan pertambangan, perusahaan kemudian memproduksi berbagai gas industri. Seperti Argon, Carbondioxide, Mixed Gas, Compressed air dan menjual gas khusus lainnya untuk laboratorium dan pengujian.

Bersertifikat dengan ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu, perusahaan berkomitmen untuk menjaga kualitas dan memberikan layanan yang lebih baik bagi pelanggan.

Selama lebih dari 40 tahun beroperasi di bisnis Gas Industri, SBM selalu bertujuan untuk produk yang lebih baik, kualitas yang lebih baik dan layanan yang lebih baik.

PT SBMA telah berpengalaman puluhan tahun melayani mitra besar seperti Pertamina, Chevron, Pupuk Kaltim, dan Pama Persada Nusantara.

Perusahaan melepas 278 juta saham untuk masyarakat, dengan harga penawaran pertama 180 rupiah per lembar. Pada beberapa hari mengalami kenaikan 34 persen dengan harga 242 rupiah.

7. PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT)

Anda pernah menggunakan semen merah putih? Itu adalah produk buatan PT Cemindo Gemilang yang merupakan salah satu produsen semen premium di Indonesia.

Perusahaan berdiri sejak tahun 2011 dan kini telah memiliki enam pabrik yang tersebar di Indonesia. Yaitu dua pabrik di Banten, dan masing – masing satu pabrik di Medan, Bengkulu, Gresik, dan Wajok.

Pada lima tahun pertama, PT Cemindo Gemilang berhasil mendistribusikan Semen Merah Putih ke 17 provinsi di Indonesia.

Jaringan distribusi utama tentu pulau Jawa, kemudian menyebar ke berbagai pulau Sumatera, Kalimantan, Bali, dan Nusa Tenggara.

PT Cemindo  akan terus meningkatkan area pendistribusian, sesuai dengan komitmen perusahaan untuk menyediakan semen berkualitas premium bagi seluruh rakyat Indonesia.

Produk andalan dari PT Cemindo adalah Semen portland komposit kualitas premium untuk kebutuhan pembangunan konstruksi umum.

Selain itu perusahaan juga menyediakan semen curah untuk bidang konttraktor rumah atau gedung. Ada juga beton siap pakai atau pracetak dengan komposisi sesuai pesanan.

Dengan kode emiten CMNT, Anda bisa turut membeli semen asli Indonesia dengan harga 700 rupiah per lembar.

Ada 1,7 miliar lembar saham yang melantai dengan prosentase sebesar 10 persen dari keseluruhan modal awal perusahaan.

8. PT IDeA Indonesia Akademi Tbk (IDEA)

Tidak seperti perusahaan sebelumnya yang berbasis industri atau tambang, PT IDeA Indonesia Akademi fokus pada usaha Pendidikan dan Pelatihan Perhotelan, Kapal Pesiar, Tata Boga, dan Restoran.

Bahkan perusahaan juga mengoperasikan hotel dan restoran yang merupakan pengembangan dari usaha management operator property. Hotel dan restoran ini juga sebagai sarana edukasi untuk para peserta didiknya.

IDeA Indonesia Group memulia bisnis pada tahun 2009 sebagai Lembaga Pelatihan Perhotelan yang berlokasi di Kota Metro, Lampung.

Pada tahun 2019 mendapatkan penghargaan sebagai Lembaga Pelatihan Terbaik Tingkat Nasional dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Pasca mendapatkan penghargaan, IDeA Indonesia seperti termotivasi untuk mengembangkan unit usaha sebagai turunan dari bisnis utama.

Yaitu PT IDeA Indonesia Akademi, Tbk., PT Aidia Indonesia Propertindo, dan PT IDeA Hospitality Management.

PT IDeA Indonesia Akademi fokus pada rekrutmen, pelatihan dan penyaluran kerja sumber daya manusia perhotelam.

Penyaluran siswa bekerjasama dengan group hotel dan kapal pesiar, nasional dan internasional. Sedangkan PT Aidia Indonesia Propertindo mengembangkan bisnis layanan akomodasi hotel dan restoran.

Terakhir adalah PT IDeA Hospitality Management bergerak dalam bidang management operator propery sebagai Teaching Factory atau hotel edukasi bagi IDeA Indonesia.

Ada 212.487.500 lembar saham atau 20 persen dari modal awal perusahaan yang bisa Anda miliki lewat Bursa Efek. Harganya juga tidak mahal, hanya 150 rupiah tiap lembarnya.

Bagikan ;
Share
Published by
Alfian Ihsan

Recent Posts

Pahami Perbedaan Antara ETF dan Reksa Dana

Baru – baru ini Bursa Efek mengeluarkan catatan transaksi investasi ETF yang mengalami peningkatan selama…

4 hari ago

Kebangkrutan Evergrande Dan Dampaknya Bagi Pasar Saham

Pasar global kembali geger dengan fenomena Evergrande yang berpotensi gagal bayar hutang perusahaan. Evergrande hari…

2 minggu ago

Cara Beli Saham Netflix, Starbucks, Disney di Bursa Amerika

Tertarik dengan saham-saham luar negeri khususnya di Bursa Amerika? Apakah kita yang ada di Indonesia…

2 minggu ago

Mengintip Pergerakan Saham-Saham LQ45 ‘Termahal’ di BEI

Bagi Anda yang sudah terbiasa menjelajahi pasar modal seperti BEI (Bursa Efek Indonesia) misalnya, saham-saham…

3 minggu ago

Mengenal Robot Trading Yang Lagi Disoroti BAPPEBTI

Baru – baru ini Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) mengumumkan telah memblokir banyak situs…

3 minggu ago

Mengkilapnya 6 Emiten Saham Perusahaan Tambang Nikel

Semakin meningkatny pasar ponsel dan laptop membuat permintaan terhadap nikel semakin tinggi. Karena baterai lithium…

1 bulan ago