Inilah 7 Poin Penting Saat Membaca Laporan Keuangan Perusahaan

Dalam proses riset untuk memilih investasi saham, kita pasti akan membaca laporan keuangan perusahaan. Hal ini adalah suatu kegiatan yang sangat penting sebelum memutuskan saham mana yang akan dibeli. Metode ini biasanya juga disebut sebagai analisis fundamental dengan cara membedah laporan keuangan.

Jangan lupa, kalau perusahaan juga memiliki kepentingan untuk memberikan kesan positif di dalamnya. Jadi penting juga untuk kita mencari second opinion dari para praktisi saham lainnya. Selain itu di dalam laporan keuangan, terdapat banyak sekali data-data tentang kondisi keuangan perusahaan. Pemula biasanya bingung apa saja yang penting di pahami saat membaca laporan keuangan.

Nah untuk itu kali ini kita akan membahas tentang beberapa poin penting yang wajib kita perhatikan saat membaca laporan keuangan perusahaan. Hal ini supaya kita benar-benar tahu mana sih saham yang benar-benar bagus atau hanya ‘di bagus-baguskan’. Sebellum kita bahas, jika Anda masih belum pernah mendengar tentang metode analisis fundamental, bisa menyimak ulasan di bawah ini terlebih dahulu.

Sekilas Tentang Metode Analisis Fundamental

Metode ini banyak digunakan oleh para value investor legendaris seperti Warren Buffett, Lo Kheng Hong dan Benjamin Graham. Apa tujuan dari metode analisis fundamental berdasarkan laporan keuangan perusahaan itu?

Secara prinsip, metode ini bertujuan untuk menemukan perusahaan yang memiliki bisnis yang bagus, manajemen yang baik, dan juga harga sahamnya wajar atau bahkan masih murah. Untuk menemukannya, kita bisa membaca laporan keuangan tahunan dan juga laporan keuangan perusahaan yang di terbitkan setiap 3 bulan.

Meskipun laporan keuangan adalah data yang paling lengkap, detail dan juga terverifikasi kebenarannya, terkadang perusahaan juga memiliki kepentingan untuk memberikan kesan positif. Sehingga dalam analisis ini, kita membutuhkan data-data lain dari analis independen untuk menguji kembali pernyataan yang ada dalam laporan keuangan perusahaan yang telah kita baca.

Baca yuk, Apa Itu Analisa Teknikal dan Analisa Fundamental?

Di dalam laporan keuangan, terdapat ratusan halaman dengan banyak sekali data-data. Setidaknya kita perlu ilmu dasar keuangan untuk memahami apa makna di balik data-data yang di sajikan. Yuk, langsung saja kita bahas poin-poin penting yang perlu di cemati saat membaca laporan keuangan perusahaan!

1. Cermati Profil Perusahaannya

Cermati Profil Perusahaannya
Sumber gambar : unpsplash.com/ Roland Samuel

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengetahui ini perusahaan apa. Sangat mendasar, tapi sangat penting. Jangan sampai kita berinvestasi, tapi tidak pernah tahu sedang berinvestasi di perusahaan apa.

Bukan hanya memahami bidang bisnisnya saja tapi kita juga perlu tahu bagaimana sejarah terbentuknya perusahaan hingga saat ini, apakah emiten memilik anak perusahaan atau justru bagian dari perusahaan induk, bagaimana bentuk bisnisnya. Selain itu, penting juga untuk tahu siapa saja orang-orang penting di balik bisnis ini.

Misalnya saja kita sedang melirik saham SIDO. Ternyata, Sidomuncul merupakan perusahaan yang berasal dari bisnis rumahan yang di bangun pada tahun 1930-an di Yogyakarta. Nah, dari bentuk usahanya Sidomuncul juga bukan hanya bergerak di bidang bisnis produksi jamu tapi juga memiliki beberapa anak usaha seperti perkebunan, percetakan dan konsultasi jamu loh!

Dari sini kita bisa memahami dengan sudut pandang yang lebih luas, kalau saham SIDO bukanlah sekedar saham yang jualan jamu. Tapi bisnisnya sudah mapan dan bertahan puluhan tahun lamanya hingga saat ini.

Oh ya, Anda juga perlu mengecek orang-orang penting di balik perusahaan. Siapa saja pemegang saham terbesar, bagaimana reputasi dan rekam jejak mereka. Dari segi manajemennya, kita bisa mencermati apakah pihak manajemen memiliki kompetensi untuk mengelola perusahaan. Lalu para direkturnya, apakah mereka punya pengelaman yang memadai dalam hal bisnis? Terakhir, cek juga komisaris perusahaan yang merupakan representasi pemilik saham .

Umumnya, komposisi kepemilikan saham dari komisaris independen akan lebih di sukai oleh para investor ritel. Hal ini karena bisa menunjukan kalau perusahaan di awasi oleh para profesional yang independen dan tidak memiliki hubungan personal. Sehingga dalam mengambil keputusan di harapkan bisa lebih objektif.

Dengan mengetahui bagaimana penggerak perusahaan, kita bisa semakin yakin atau malah justru berpikir 2 kali untuk menempatkan uang di perusahaan tertentu.

2. Pahami Apa Saja Faktor yang Berpengaruh Terhadap Bisnisnya

Sekarang kita masuk ke poin selanjutnya, yakni tentang pengaruh eksternal. Ketika kita ingin berinvestasi pada saham tertentu, maka kita perlu tahu juga apa saha faktor-faktor yang berpengaruh bagi kelangsungan bisnis perusahaan.

Misalnya saja Anda berinvestasi pada saham di bidang industri properti. Setidaknya Anda perlu tahu bagaimana perkembangan harga tanah, suku bunga, proyek infrastrutur di daerah tertentu dan lain-lain. Begitu pula dengan bidang bisnis lain, seperti perbankan, otomotif, pertambangan, teknologi, consumer goods.

Jadi, ada faktor-faktor internal dan eksterlnal yang perlu Anda cermati. Khususnya jika itu benar-benar berpengaruh secara signifikan terhadap lini bisnis utama perusahaan. Nah, hal ini biasanya di cantumkan juga dalam laporan keuangan tahunan pada bagian “Analisis & diskusi manajemen”. Di dalamnya akan di jelaskan ulasan manajemen terhadap ekonomi makro, industri, operasional dan juga keuangan. Semakin berkualitas, biasanya laporan yang di sajikan pun semakin lengkap dan akurat.

Baca yuk, Faktor-faktor yang Mempengaruhi Naik Turunnya Harga Saham

3. Cari Tahu Opini Audit Perusahaan

Poin penting yang ketiga adalah mencari tahu siapa saja yang mengevaluasi perusahaan lalu cek opini dari auditor. Anda perlu tahu siapa akuntan publik yang mengaudit laporan keuangan tersebut? Bagaimana dengan kredibilitasnya?

Perlu Anda ketahui, beberapa akuntan publik ternama biasanya berasal dari PWC, KPMG, Deloitte dll. Selain itu, Anda juga perlu mencermati bagaimana opini dari auditor tersebut. Ada 4 jenis opini yang di sampaikan, mulai dari yang terbaik hingga yang terburuk yaitu :

  • Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion) : Artinya perusahaan sudah menyampaikan laporan keuangan dengan standar akuntansi yang baik dan data yang akurat
  • Wajar Dengan Pengecualian (Qualified Opinion) : Artinya ada beberapa bagian dari laporan yang tidak sesuai dengan standar akuntansi
  • Tidak Wajar (Adverse Opinion) : Artinya laporan perusahaan yang di sampaikan tidak sesuai dengan standar akuntansi, sehingga tidak bisa memberikan informasi yang relevan
  • Tidak Memberikan Pendapat (Disclaimer Opinion) : Artinya pihak auditor tidak memiliki data atau bukti yang cukup untuk menilai perusahaan, karena bisa jadi manajemen menghalang-halangi (ini adalah opini terburuk)

4. Jangan Lupa Cek Laporan Laba-Rugi

Nah, ini adalah tahap dimana Anda melihat kondisi terkini dari perusahaan incaran. APakah perusahaan tersebut sedang untung ataukah sedang merugi? Seberapa besar pertumbuhan labanya jika dibandingkan dengan tahun lalu? Bagaiamna dengan perbandingan laba dan pendapatannya (profit margin)?

Semakin besar profit marginnya maka ini menjadi pertanda bagus. Artinya perusahaan tersebut sedang untung besar. Selain itu, perusahaan tersebut juga bisa mengelola sumber daya yang di miliki dengan cukup efektif, alias tidak boros sumber daya. Tapi, membaca laporan laba rugi juga tidak cukup untuk menilai perusahaan karena seringkali grafik yang terlihat bisa mengecoh.

Lalu apa yang harus di lakukan? Ini berhubungan dengan langkah selannjutnya.

5. Cek Juga Sumber-sumber Pendapatan dan Biaya Perusahaan

Membaca laporan keuangan Cek Sumber-sumber Pendapatan dan Biaya Perusahaan
Sumber gambar : unsplash.com/ Frank Busch

Anda perlu tahu, kalau manajemen terkadang melakukan beberapa aksi korporasi yang dicatat sebagai pendapatan bagi perusahaan. Misalnya saja ada perjanjian jual beli aset perusahaan sebut aja tanah atau bangunan yang di catat sebagai pendapatan. Ini adalah contoh pendapatan non operasional.

Nah, pendapatan yang bukan berasal dari operasional perusahaan ini seringkali mengecoh investor pemula. Biasanya pendapatan yang terlihat dalam grafik laba menjadi sangat besar. Mengesankan kalau bisnisnya bagus, produknya sedang laku keras, penjualannya sangat luar biasa. Padahal pemasukannya naik bukan karena kinerja bisnisnya, melainkan justru dari penjualan aset-aset perusahaan.

6. Ketahui Siapa Saja Partner Bisnis Perusahaan

Partner bisnis itu ada 2 kategori. Pertama, adalah partner bisnis yang berasal dari perusahaan lain dan yang kedua adalah sister company atau perusahaan kerabatnya (afiliasi). Pertanyaannya, memang kenapa sih kita perlu penasaran dengan parnert bisnis perusahaan yang sedang kita incar?

Hal ini karena ini bisa menjadi tanda, apakah yang terjadi adalah aktivitas bisnis murni ataukah hanya dibuat-buat supaya laporan keuangan perusahaan terlihat bagus. Misalnya manipulasi dengan bertukar aset dengan perusahaan afiliasinya. Sebagai investor, jangan sampai kita terkecoh dengan laporan laba yang besar. Padahal ternyata, pembelinya ya masih perusahaan yang sama .

7. Perhatikan Kualitas Pendapatannya

Perhatikan kualitas pendapatan perusahaan
Sumber gambar : unsplash.com/ Sarah Elizabeth

Pendapatan perusahaan itu bisa di ukur kualitasnya. Terutama jika perusahaan sudah dalam skala besar, biasanya perusahaan bertransaksi secara b to b atau business to business. Artinya perusahaan menjual produknya kepada perusahaan lain dan biasanya berbentuk piutang yang di bayar secara berkala.

Misalnya saja perusahaan konstruksi X mendapatkan proyek senilai Rp 10 Triliun. Maka bisa di pastikan uang sebesar Rp 10 Triliun tersebut tidak langsung cair salam satu waktu melainkan dalam kurun waktu yang telah di sepakati (bisa sampai bertahun-tahun). Namun dalam laporan keuangan, jika proyek tersebut sudah di tandatangani maka akan tetap ditulis sebagia pendapatan lain-lain.

Nah, yang perlu di cek adalah : “apakah profit yang di tulis nilainya selaras dengan arus kas ataukah menjadi piutang yang tidak tertagih?” Karena bisa saja laba operasionalnya positif tapi arus kasnya malah negatif karena masih ada piutang yang belum uangnya belum di terima oleh perusahaan.

Untuk memastikannya, Anda bisa melihat ‘laba operasional’ pada laporan keuangan perusahaan terlebih dahulu. Lalu bandingkan ‘laba operasional’ tersebut dengan ‘Kas netto dari aktivfitas operasi’ yang ada di laporan arus kas. Jika nilainya tidak jauh berbeda, maka itu menjadi pertanda kalau laporan keuangan di dukung dengan arus kas yang sehat.

Penutup

Itulah poin penting yang wajib di perhatikan saat kita membaca laporan keuangan perusahaan. Dengan memahami poin-poin tersebut, kita jadi bisa lebih memahami bagaimana kondisi perusahaan tersebut yang sebenarnya. Anda bisa melakukan pengamatan ulang terhadap laporan keuangan yang sekilas mungkin terlihat positif tapi jika di telusuri lebih dalam terdapat banyak kejanggalan.

Jadi sebaiknya jangan berhenti belajar tentang analisis fundamental perusahaan jika Anda ingin menjadi seorang value investor. Semakin Anda terlatih, maka akan lebih mudah bagi Anda menemukan perusahaan-perusahaan bagus dengan harga wajar bahkan masih murah. Semoga ulasan di atas bermanfaat, khususnya bagi Anda yang masih pemula dalam melakukan analisis fundamental perusahaan.

Bagikan ;

Tinggalkan komentar