Investasi

Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Memulai Investasi Reksa Dana

Pasar modal menjadi salah satu alternatif mencari cuan saat beraktifitas di rumah aja akibat pandemi Covid-19. Beberapa investor senior pasar modal benar-benar melakukan pekerjaan seperti ini dari rumah.

Pada pertengahan tahun atau biasa disebut dengan kuartal pertama 2021, Kustodian Sentral Efek Indonesia atau KSEI mencatat kenaikan investor pasar modal.

Jika pada akhir 2020 ada 3,88 juta investor, Juli lalu naik sebanyak 44,24 persen menjadi 5,59 juta investor. Sebuah kenaikan yang signifikan ini salah satunya adalah anak muda yang semakin melek investasi.

Dari 5,59 juta investor, 88 persennya merupakan investor reksa dana. Reksa dana merupakan perusahaan manajemen investasi yang berpengalaman dalam mengelola uang para investor.

Untuk lengkanya bisa Anda baca pada artikel mengenai Reksa Dana ini.

Saat Anda mempunyai akun dan menginvestasikan sejumlah uang pada reksa dana, perusahaan tidak hanya akan menaruh investasi Anda pada satu jenis instrumen saja namun dibagi untuk beberapa jenis.

Misalnya pada obligasi, pasar uang, dan saham dalam waktu bersamaan. Inilah alasan kenapa investasi reksadana menjadi lebih aman dan punya banyak penggemar.

Pada bulan Juli 2021, jumlah investor reksa dana meningkat 55% menjadi 4,93 juta orang berdasarkan data KSEI.

Kami meramalkan jumlah investor reksa dana ini terus meningkat, dengan perkiraan pada akhir 2021 bisa mencapai lebih dari 5 juta investor.

Peningkatan jumlah investor yang signifikan menunjukkan sentimen yang positif di pasar modal Indonesia.

Dengan adanya peningkatan partisipasi investor retail lokal, tentu akan mengurangi ketergantungan pasar modal pada investor asing.

Salah satu penyebab meningkatnya jumlah investor pasar modal Indonesia adalah karena tingkat suku bunga yang rendah.

Sehingga investor berpikir untuk mencari alternatif investasi selain deposito yang bisa memberikan potensi imbal hasil yang lebih tinggi.

Kemajuan teknologi ikut andil dalam mendorong peningkatan jumlah investor reksa dana. Investasi reksa dana dan segala infonya bisa Anda nikmati dalam genggaman tangan.

Jika Anda adalah investor pemula, ada baiknya untuk memulai investasi reksa dana secara online.

Sudah ada banyak platform yang menyediakan fasilitas jual beli reksa dana seperti Bareksa, Tanamduit, Bibit, dan platform lain. Minimum investasinya juga sangat terjangkau lho, Anda bisa memulainya dengan 10 ribu rupiah saja.

Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Memulai Investasi

Investasi artinya kita menanamkan modal dengan harapan bisa mendapatkan keuntungan pada periode waktu tertentu.

Oleh karena itu penting untuk melakukan eksplorasi lebih detail sebelum berinvestasi. Anda harus memperhatikan beberapa hal ini sebelum  melakukan investasi reksa dana.

1. Profil Resiko

Profil resiko menggambarkan seberapa besar toleransi seseorang terhadap resiko. Setiap orang bisa memiliki profil resiko yang berbeda-beda. Ada yang siap dengan resiko kehilangan uang 1 juta rupiah, ada yang hanya siap kehilangan 500 ribu rupiah saja.

Beberapa pengamat pasar modal membagi profil resiko menjadi tiga, yaitu konservatif, moderat, dan agresif. Pertama adalah profil resiko konservatif artinya tingkat toleransi terhadap resikonya rendah.

Jika Anda belum siap kehilangan banyak uang artinya profil resiko Anda rendah dan tidak menyukai perubahan ekstrem dalam investasi yang dimiliki. Sebaiknya Anda memilih investasi yang stabil dan beresiko rendah.

Namun investasi dengan resiko rendah ini mempunyai return investasi yang rendah. Misalnya reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap.

Anda tetap bisa melakukan investasi pada reksa dana campuran dan reksa dana saham tetapi dengan porsi yang sangat kecil.

Kedua adalah profil resiko moderat artinya tingkat toleransinya sedang. Bagi investor pada level ini, mereka  dapat mentolerir resiko menengah. Perubahan yang cukup signifikan dalam grafik investasi tidak membuat Anda depresi.

Jika Anda ada pada level moderat, kami sarankan berinvestasi pada pendapatan tetap dan reksa dana campuran.

Ketiga adalah  profil resiko agresif adalah orang yang tingkat toleransi terhadap resikonya tinggi. Sehingga berani mengambil resiko yang cukup besar.

Jika Anda sudah ada pada tahap profil risiko agresif, maka Anda dapat menggunakan produk-produk reksa dana dengan return yang sangat tinggi.

Tentu produk investasi dengan return yang sangat tinggi juga memiliki risiko yang tinggi. Namun risiko tinggi tersebut bukanlah masalah bagi seorang investor agresif.

Kategori produk reksa dana yang paling sesuai untuk karakter progresif adalah reksa dana saham dan reksa dana campuran.

Jika Anda belum yakin pada level profil resiko Anda, bisa gunakan fitur kuesioner pada perusahaan penyedia produk investasi seperti reksa dana atau saham.

Aplikasi mereka mempunyai menu berupa kuesioner yang berisi beberapa pertanyaan. Setiap jawaban yang Anda pilih memiliki nilai sendiri dan kemudian akan dijumlahkan.

Hasil penjumlahan itu yang kemudian menentukan level kategori profil risiko Anda.

Dalam investasi termasuk investasi reksa dana ada istilah high risk high return. Jadi semakin besar potensi imbal hasil yang Anda harapkan, resiko yang mengintai Anda juga semakin besar.

Oleh karena itu, Anda perlu mengenal profil resiko Anda sendiri terlebih dahulu. Jika tidak siap mental maka Anda bisa stress saat kehilangan sebagian uang.

2. Tujuan Keuangan dan Investasi

Apa tujuan keuangan anda? Sebaiknya tentukan ini lebih dahulu sebelum memulai investasi. Mengapa demikian? Karena dengan memahami tujuan keuangan, maka Anda bisa memilih jenis investasi yang sesuai.

Tujuan keuangan setiap orang bisa berbeda-beda, Anda dapat menentukan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Apakah Anda berinvestasi untuk membayar uang kuliah, atau untuk merencanakan pernikahan? Tentu masa waktunya akan berbeda.

Maka setidaknya susun rencana keuangan Anda dengan cara SMART, yaitu Specific, Measurable, Achieveable, Realistic, Timely. SMART adalah semacam metode dalam mengelola keuangan Anda.

Pertama adalah Specific, tujuan keuangan Anda harus spesifik. Artinya Anda harus bisa mendefinisikan tujuan keuangan Anda dengan dengan jelas, tidak ambigu.

Contoh jika Anda ingin membeli rumah, maka harus jelas lokasi rumah yang ingin Anda beli, harga berapa, ukuran berapa, bagaimana proses pembayarannya, dan bagaimana Anda bisa mendapatkan uangnya.

Kedua adalah Measurable, Terukur. Rencana keuangan Anda harus bisa diukur, entah dengan satuan waktu atau jumlah.

Misal Sudah sejauh mana Anda berusaha mengumpulkan uang? Kurang berapa lama lagi Anda dapat mewujudkan tujuan keuangan?

Ketiga adalah Achieveable, Anda harus punya tujuan yang bisa dicapai. Tujuan Anda bukanlah mimpi, karena itu harus jelas dan mungkin terlaksana.

Secara psikologis, Anda akan mendapatkan tantangan dengan tujuan keuangan yang tidak terlalu sulit, tetapi juga tidak terlalu mudah.

Keempat adalah Realistic, tujuan keuangan Anda harus realistis dan relevan dengan kebutuhan.

Contoh saat ini Anda belum memiliki rumah, tetapi malah ingin membeli mobil. Tentu Anda harus mempunyai skala kebutuhan mana yang primer dan sekunder.

Kelima adalah Timely, mempunyai ukuran waktu. Kami juga menyebutnya dengan batasan waktu atau menunjukkan deadline kapan Anda membutuhkan sejumlah uang.

Anda dapat menggunakan pertanyaan-pertanyaan berikut  untuk mempermudah, misal kapan tujuan keuangan Anda harus terpenuhi?, atau kapan uang mukanya harus disiapkan?.

Setelah menentukan tujuan keuangan maka Anda bisa memilih jenis reksa dana yang cocok.

Misalkan tujuan keuangan Anda untuk menikah dalam 1 tahun lagi, maka sebaiknya Anda memilih instrumen yang konservatif seperti reksa dana pasar uang.

Jadi, dalam memilih jenis atau produk reksa dana yang cocok, Anda perlu menyesuaikan dengan jangka waktu tujuan keuangan dan memahami Resiko investasi.

3. Risiko Investasi

Setiap instrumen investasi pasti ada resikonya, begitu juga dengan investasi reksa dana. Salah satu resiko investasi adalah penurunan nilai investasi. Resiko investasi paling rendah pada jenis investasi reksa dana adalah pasar uang.

Semua investasi tentu mempunyai potensi untuk mendapatkan keuntungan tapi ada potensi untuk mengalami kerugian juga.

Maka kami menyarankan sebelum berinvestasi sebaiknya Anda mengenal risiko dari masing-masing produk reksa dana.

4. Cara Kerja

Reksa dana adalah wadah kumpulan dana investor yang mempercayakannya pada Manajer Investasi. Manajer kemudian akan membaginya dalam berbagai instrumen investasi seperti pasar uang, obligasi, atau  saham. Jadi, dana investasi Anda dikelola oleh pihak profesional yaitu Manajer Investasi.

Tenang, Manajer Investasi bukanlah pihak yang menyimpan uang Anda. Melainkan reksadana menyimpannya pada  Bank Kustodian.

Bank Kustodian adalah lembaga yang membantu dan bertanggung jawab untuk mengurus administrasi, mengamankan serta mengawasi aset keuangan dari suatu perusahaan ataupun perorangan.

Bank kustodian fokus pada penyediaan jasa penitipan kolektif atas efek dari para nasabah. Bank Kustodian akan membantu pengurusan setiap efek milik Anda.

Beberapa Bank Kustodian di Indonesia adalah Bank Central Asia, Standard Chartered Bank, Lippo Bank, dan Bank CIMB Niaga.

5. Cara Memilih Produk

Anda dapat memilih produk reksa dana yang disesuaikan dengan tujuan keuangan dan profil risiko. Juga perhatikan kinerja reksa dana yang akan Anda pilih.

Beberapa hal yang bisa Anda perhatikan adalah reputasi sang Manajer Investasi, performa produk reksadana, tingkat risiko, total dana kelolaan, dan aspek-aspek pendukung lain.

Dua Cara Memulai Investasi Reksa Dana

Ada dua cara yang bisa Anda lakukan untuk membeli reksa dana. Pertama Anda bisa membeli melalui APERD (Agen Penjual Efek Reksa Dana) yang bisa berbentuk bank, sekuritas, atau pilihan kedua pada perusahaan financial technology (fintech).

Membeli Reksa Dana melalui APERD

Jika Anda ingin membeli reksa dana melalui APERD, maka Anda harus mencari informasi seputar APERD. Pastikan bahwa APERD yang Anda pilih sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Anda bisa cek legalitasnya di reksadana.ojk.go.id.

Citibank N.A. Cabang Indonesia, PT Aldiracita Sekuritas Indonesia, PT Artha Investa Teknologi, dan PT Bahana Sekuritas adalah beberapa contoh APERD di Indonesia.

Secara seksama Anda harus membaca dan mempelajari informasi seputar investasi reksa dana di APERD. Termasuk jenis reksa dana yang ada, manajer investasi yang menjadi mitra, bank kustodian, serta tata cara pembelian dan penjualan produk reksa dana.

Kemudian Anda bisa memilih produk reksa dana yang sesuai dengan tujuan investasi dan profil risiko Anda. Lalu mengisi formulir pembukaan rekening efek.

Siapkan beberapa dokumen untuk pendaftaran yaitu Kartu Tanda Penduduk (KTP), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan meterai.

Baca yuk, Belajar Investasi Reksadana Modal Rp100 Ribu

Setelah mengisi formulir, Anda akan mendapatkan satu nomor identitas yang akan Anda gunakan setiap kali melakukan transaksi pembelian atau penjualan reksa dana.

Membeli Reksa Dana melalui Online

Selain melalui APERD, kini Anda juga berinvestasi reksa dana lewat online seperti pada aplikasi bank, sekuritas, atau perusahaan jasa fintech.

Secara umum langkah – langkahnya adalah sebagai berikut :

  • Lakukan registrasi pada aplikasi layanan yang sudah Anda pilih.
  • Isi data diri Anda, serta upload dokumen pendukung.
  • Anda akan mendapatkan nomor identitas unik untuk melakukan transaksi .
  • Terakhir adalah aktivasi akun, biasanya melalui OTP SMS atau Email.

Setelah pendaftaran akun Anda berhasil, Anda bisa memilih produk reksa dana pada layanan aplikasi. Pilih yang sesuai dengan tujuan investasi dan profil risiko Anda. Kemudian lakukan deposit uang melalui layanan uang elektronik atau transfer bank.

Dengan 5 tips yang kami bagikan dan 2 cara pembelian, kami berharap Anda bisa mendapatkan pencerahan dan pertimbangan yang matang untuk segera memulai investasi. Salam Sukses!

Bagikan ;
Share
Published by
Alfian Ihsan

Recent Posts

Profil 8 Emiten Perusahaan yang Listing IPO Pada Bulan September

Pada awal September 2021, ada 8 emiten perusahaan yang baru listing IPO di Bursa Efek…

5 hari ago

Mengkilapnya 6 Emiten Saham Perusahaan Tambang Nikel

Semakin meningkatny pasar ponsel dan laptop membuat permintaan terhadap nikel semakin tinggi. Karena baterai lithium…

2 minggu ago

7 Keunggulan Superapp Investasi Saham IPOT dari Indo Premier

Apa aplikasi favorit Anda untuk investasi saham? Tahan diri Anda untuk menyebutnya, karena kita sekarang…

2 minggu ago

Hal-Hal yang Wajib Diketahui Investor Soal Tapering Off dari The Fed

Pekan-pekan terakhir bulan Agustus 2021 ini, pelaku ekonomi global tampaknya sedang memusatkan perhatiannya pada Bank…

3 minggu ago

Ustadz Yusuf Mansur Borong 3 Emiten Saham Ini, Simak Profil Perusahannya.

Apakah Anda pernah dengar istilah Mansurmology? Ini adalah ilmu investasi yang sering dibagikan oleh penceramah…

3 minggu ago

10 Pilihan Saham Berpotensi Cuan di Akhir Agustus 2021

Bulan Agustus 2021 tanpa terasa tinggal menyisakan satu hari saja. Tentu berbagai gejolak di pasar…

3 minggu ago