Pahami 5 Karakter Konsumen Dalam Era Ekonomi Baru

Kemudahan teknologi dan aktifitas bisnis dengan internet, membawa kita ke arah era Ekonomi Baru. sebagai pebisnis, Anda harus bisa pahami 5 karakter konsumen dalam era ekonomi baru.

Ekonomi baru merupakan sistem ekonomi yang meletakkan konsumen menjadi titik sentral.

Ciri utamanya adalah penggunaan teknologi di segala bidang dan kemudahan akses informasi  yang  kian  transparan.

Hal ini memungkinkan bentuk-bentuk aliansi  strategis  dan  kerjasama  antar perusahaan bahkan antar negara.

Perdagangan seolah tidak mengenal ruang dan dapat dilakukan dari mana saja, nyaris tidak ada batasan negara dan asal produk.

Semua orang bisa melakukan aktifitas bisnis dalam waktu 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, 365 hari setahun dengan pembayaran yang semakin mudah.

Beberapa orang menyebutnya Ekonomi Baru (New Economy). Ada pula yang menyebutnya Ekonomi Digital (Digital Economy), Ekonomi Internet (Internet Economy) ataupun Ekonomi Jaring (Web Economy).

Hal ini menandakan bahwa telah terjadi perubahan. Perubahan global yang berdampak luas.

Jika Anda hanya mengandalkan teknologi dalam menyongsong perubahan global, itu hanya sebuah awalan.

Menyongsong Perubahan Global

Menguasai teknologi saja tidak cukup membuat sebuah perusahaan menjadi sukses. Mikko Kosonen – Strategist dan CIO Nokia mengatakan bahwa:

“Teknologi hanyalah awal, yang lebih penting adalah melakukan transformasi strategi, pendekatan, struktur dan proses pemasaran.

Kemudian bisnis Anda mengubah peluang-peluang, yang dimungkinkan oleh teknologi menjadi keuntungan riil.”

Untuk dapat bertahan, perusahaan harus memahami perubahan-perubahan yang terjadi. Dan pemahaman itu harus Anda lakukan dalam waktu yang kian singkat.

Misal dalam berproduksi, perusahaan harus mencari cara-cara yang lebih efisien untuk menghasilkan produk/jasa mereka.

Begitu pula dalam distribusi, kini teknologi memungkinkan jalur distribusi bisa dilakukan antara produsen dengan pengguna secara langsung tanpa menggunakan perantara seperti toko retail.

Dari sisi strategi, perusahaan harus merumuskan dengan tepat siapa yang benar- benar pesaing mereka, dengan siapa harus mengadakan kerjasama.

5 karakter konsumen

Juga bagaimana memanfaatkan perubahan yang terjadi, penggunaan saluran (channel) baru, memperbaiki keunggulan bersaing (competitive advantage), dan mengubah kelemahan mereka menjadi kekuatan.

Satu hal yang penting, perusahaan harus tahu segala sesuatu tentang konsumen seperti: Apa saja yang berubah dari konsumen, apa yang mempengaruhi mereka, bagaimana reaksi mereka, bagaimana pola baru mereka.

Kini perusahaan dituntut untuk mengetahui siapa konsumen sesungguhnya?

Kunci Ekonomi Baru

Dalam ekonomi baru, jaringan digital dan infrastuktur komunikasi adalah kunci.

Keduanya menyediakan sarana sehingga memungkinkan setiap orang dan organisasi berinteraksi berkomunikasi, bekerjasama dan mencari informasi.

Tiga hal yang disediakan oleh jaringan komunikasi digital adalah :

1. Cakupan luas dari produk-produk digital seperti basis data, berita, informasi, buku, majalah, TV dan program radio, software, dan lain-lain yang diantarkan via infrastruktur digital tiap saat, dimana saja di dunia.

2. Konsumen dan perusahaan melakukan transaksi keuangan dengan mata uang digital dengan alat jaringan komputer atau perangkat bergerak.

3. Microprocessor dan kemampuan jaringan, ditanamkan pada barang sehari-hari seperti perangkat rumah tangga, dan kendaraan bermotor.

Dari ketiga hal tersebut, kemudian Ekonomi Baru sendiri mempunyai ciri sebagai berikut:

1. Akses informasi tiada batas.

2. Pasar global yang terus berkembang.

3. Bisnis  dilakukan  lebih  cepat  dari  sebelumnya. 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 365 hari per tahun.

4. Perusahaan Multi Nasional mudah masuk ke banyak ke negara.

5. Internet memungkinkan konsumen sedunia mempunyai informasi yang sama pada saat yang sama.

Sehingga mereka bisa langsung membandingkan produk dan harga dan bertransaksi hanya dengan meng-klik mouse.

6.   Privatisasi meningkatkan persaingan pasar.

7.   Pengembangan teknologi komunikasi data dan suara meningkatkan harapan akan pelayanan konsumen dan membuka berbagai peluang.

Teknologi Saja Tidak Cukup

Menguasai teknologi saja ternyata tidak cukup membuat sebuah perusahaan menjadi sukses. Mikko Kosonen – Strategist dan CIO Nokia mengatakan bahwa:

Teknologi hanyalah awal karena yang tepenting adalah melakukan transformasi strategi, pendekatan, struktur dan proses pemasaran.

Dari  sisi  marketing,  perusahaan tidak bisa hanya mengandalkan  4P yaitu Produk, Price, Promotion, People.

Karena Anda butuh satu hal lagi untuk berkompetisi dalam ekonomi baru yaitu Pace, langkah.

Ini menggambarkan betapa pentingnya dimensi waktu untuk hidup dalam ekonomi kecepatan.

Sebagai seorang pengusaha, Anda harus mencatat bahwa era kecepatan adalah ketika konsumen mempunyai banyak informasi sebelum menentukan pilihan. Maka pastikan bahwa Anda merupakan pilihan tepat bagi konsumen.

Pemikiran bahwa kita harus mempelajari konsumen bukanlah hal baru ataupun revolusioner.

Pemasar (marketing) selama ini selalu memperhatikan konsumen dan mengajukan pertanyaan.

Tetapi apa yang selama ini kurang dari seorang pemasar adalah melihat konsumen dengan cukup dekat.

Penglihatan ini kemudian memikirkan implikasi-implikasi dari apa saja  yang telah mereka observasi.

Yang banyak terjadi, hasil observasi tidak mereka manfaatkan semaksimal mungkin.

Rantai Penting Bisnis

Hasil observasi pendahulu bukan menjadi satu pertimbangan penting untuk membuat produk yang benar-benar sesuai kehendak pasar.

Konsumen bukanlah satu – satunya mata rantai penting dalam sebuah bisnis. Tetapi juga ada mata rantai nilai lainnya berupa manufaktur, distribusi, perencanaan, pembelian dan penjualan.

Namun kini seorang pengusaha harus bisa melihat dari sudut pandang konsumen. Karena konsumen hanya melihat apa yang tampak pada mereka.

Dan bagi konsumen, strategi dan efisiensi perusahaan bukanlah hal yang penting. Yang lebih penting hari ini adalah perusahaan bisa menghubungkan diri dengan konsumen dan melakukan pemasaran persuasif.

Dampaknya adalah orang hanya akan mulai membeli apa yang dibeli orang lain setelah melakukan percarian  informasi  dari  lingkungan  kecil  dan  teman.

Jika  itu  tidak  memuaskan konsumen, mereka akan menggunakan harga sebagai instrumen informasi.

Ini adalah salah satu perilaku dari 5 karakter konsumen yang kini lumrah menjadi karakter setiap konsumen pada belahan dunia manapun.

Gejala demokrasi Konsumen yaitu seorang konsumen mempunyai lebih banyak pilihan karena ada dukungan teknologi dan perkembangan faktor global.

Kategori Konsumen

Dalam era Ekonomi Baru, konsumen mempunyai lebih banyak pilihan karena ada dukungan teknologi dan perkembangan faktor global.

5 karakter konsumen

Secara umum, kategori konsumen sebagai berikut.

1.   Impulsive Buyer, mereka yang membeli produk secara cepat

2.   Patient buyer, mereka yang membeli produk setelah membuat berbagai perbandingan

3.   Analytical buyer, mereka yang  terlebih dahulu melakukan riset  analisis sebelum memutuskan membeli.

Jika Anda adalah seorang pengusaha, setidaknya ada dua pertanyaan yang harus Anda temukan jawabannya.

Mengapa  konsumen  berbelanja?,  dan  Apa  gunanya  bagi  konsumen?.

Untuk lebih mengerti tentang konsumen, Anda harus menyusun sebuah panduan bernama CRM (Customer Relationship Management).

Ini adalah strategi bisnis untuk memilih dan memperlakukan   konsumen   demi   mengoptimalkan   nilai   jangka   panjang.

CRM memerlukan   filosofi   Customer-Centric   Business   dan   budaya   untuk   mendukung keefektifan pemasaran, penjualan, dan  proses jasa.

Jadi Anda sebagai pengusaha yang ingin menerapkan CRM maka harus benar – benar tahu karakter konsumen dan bisa melayani mereka dengan baik.

5 Karakter Konsumen Ekonomi Baru

Ini adalah kecenderungan dari 5 karakter konsumen pada era Ekonomi Baru yaitu :

1. Keinginan  akan  keunikan,  personifikasi,  dan  layanan  sesuai  keinginan  pembeli (customization).

2. Keinginan untuk interaksi sosial.

3. Keinginan akan keragaman dan pilihan saluran, akses anytime, anywhere.

4. Keinginan akan nilai kompetitif. Bagaimana perusahaan menghadapi harapan yang lebih tinggi dari para konsumen untuk nilai dan layanan.

5. Keinginan untuk membuat pilihan yang lebih baik karena informasi semakin mudah dan banyak.

Untuk me-manage calon konsumen, Anda juga perlu melakukan segmentasi. Ini merupakan proses pemetaan calon konsumen berdasarkan kategori tertentu. Misal kategori keadaan ekonomi, kelas sosial, kesukaan.

Jika pada   bisnis   konversional/fisik,   segmentasi   pasar   umumnya   dikategorikan menurut letak geografis, kepadatan penduduk, psikologis, dan perilaku sosial.

Namun beberapa riset terhadap konsumen menunjukkan bahwa kini pada Ekonomi baru, terlebih pada masyarakat yang banyak menggunakan internet menunjukkan hal yang berbeda.

Beberapa analisa marketing digital menunjukkan bahwa segmentasi paling penting dari belanja online bukanlah letak geografis atau kepadatan penduduk.

Tetapi pada faktor – faktor seperti pengalaman online, kecenderungan media sosial, tekanan waktu, dan pembelian berdasarkan katalog.

Setelah   melakukan pemetaan konsumen, kemudian Anda bisa  memilih  antara  para  golongan  itu,  mana  yang  bisa  perusahaan jadikan sebagai target market.

Setelah memilih target/sasaran pasarnya, organisasi harus melakukan satu tahap lagi yaitu Positioning.

Positioning adalah strategi pemasaran yang dilakukan agar konsumen bisa membedakan perusahaan atau produk dengan perusahaan lain atau produk lain.

Dengan apa Anda melakukan Positioning? Salah satunya adalah dengan menggunakan strategi branding, atau memperkuat merek.

Jika produk adalah sesuatu yang dibuat di pabrik. Merek adalah sesuatu yang perusahaan buat dalam pikiran para konsumennya, agar berhasil, perusahaan harus merek, bukan produk.

Tentu Anda tahu bahwa Nike adalah salah satu contoh yang berhasil melakukan strategi branding atau penguatan merek.

Perusahaan dapat membangun merek dengan menggunakan strategi  positioning  dimulai  dengan  nama  yang  bagus.

Contoh lainnya adalah Lexus  yang punya  produk  yang eksklusif,  Google  untuk  pencarian,  yahoo!  untuk  segala  kebutuhan. Tiga merek tersebut sukses membangun merek dengan dukungan logo ataupun font yang khas.

Baca juga : Kupas Tuntas Profil Platform Kripto Asal Korsel, UPbit.

Strategi Pemasaran

Setelah Anda membangun merek, lalu selanjutnya apa? Tentu melakukan pemasaran. Ada banyak peluang yang bisa Anda temukan untuk memasarkan produk.

Ini adalah 7 analisis peluang pasar dapat Anda lakukan melalui tahapan berikut:

1.   Identifikasi kebutuhan konsumen yang belum tercapai/terpenuhi.

2.   Identifikasi dengan jelas konsumen yang akan dilayani perusahaan.

3.   Bandingkan perusahaan kita dengan pesaing.

4.   Ukur   sumber   daya   yang   Anda miliki;   Apakah   memungkinkan  untuk   memenuhi kebutuhan konsumen.

5.   Ukur ketersediaan pasar terhadap teknologi.

6.   Perjelas peluang dalam pernyataan yang kongkrit.

7.   Ukur seberapa menarik peluang itu.

Jika Anda mampu memahami konsumen dan memancing daya tarik mereka untuk melirik produk Anda dengan merek yang unik dan pelayanan optimal.

Kami yakin usaha Anda mampu bersaing pada era Ekonomi Baru ini.

Penutup

Sebagai seorang pengusaha harus memahami bahwa ekonomi telah bergerak ke arah baru.

Ekonomi baru berbasis internet dengan kejelian memanfaatkan teknologi digital dan media sosial.

Komunikasi dan Iklan yang sesuai dengan target pasar paling spesifik dari produk Anda adalah yang paling bisa menarik minat calon pembeli.

Maka mempelajari 5 karakter konsumen seperti diatas adalah lebih penting dari membuat produk itu sendiri.

Jika perilaku konsumen berubah maka otomatis segmen pasar juga berubah. Namun ada beberapa hal tertentu yang tidak berubah. Perusahaan harus menemukan siapa saja konsumen mereka sebenarnya.

Dalam hal ini perusahaan harus melakukan analisis ulang posisi mereka dan menentukan strategi mereka.

Apakah tetap dengan metode penjualan daring dan luring, atau full 100 persen luring.

Tentu untuk menentukan keputusan ini harus dengan segera, karena waktu untuk menentukan strategi dan melaksanakannya semakin pendek.

Penting untuk memperhatikan kemana dan bagaimana Anda melangkah akan sangat menentukan hasil akhir Anda dalam membidik konsumen dan melakukan penjualan dengan baik.

Bagikan ;

Tinggalkan komentar