Analisis

Mengenal Konsep Dasar Keuangan Time Value of Money

Kita mungkin sudah lama menggunakan uang untuk berbagai kebutuhan kita, baik yang bersifat jangka pendek maupun jangka panjang.

Kita juga mungkin tidak asing dengan berbagai konten tentang keuangan maupun investasi di media sosial atau sumber lainnya di internet.

Tapi hal ini ternyata tidak secara langsung membuat orang-orang terdorong untuk mulai melakukan investasi. Masih banyak orang yang enggan berinvestasi, karena takut resikonya.

Namun sebelum membicarakan resiko, mungkin ada baiknya kita menyadari konsep “Time Value of Money” sebagai dasar melakukan investasi.

Konsep “Time Value of Money” biasanya di ajarkan di kelas-kelas keuangan dasar atau business matematics.

Namun bagi Anda yang bukan berasal dari jurusan tersebut, sebenarnya masih bisa memahami konsep ini dengan mudah untuk melengkapi pemahaman dalam berinvestasi.

Dengan mengenal konsep ini, seseorang bisa menghargai uang dengan mempertimbangkan value waktu yang ada dan menimbang secara rasional dalam memilih instrument atau produk investasinya.

Selain itu, kita bisa menghitung berapa nilai uang dimasa mendatang dan berapa jumlah uang yang perlu kita investasikan setiap bulannya atau setiap tahunnya.

Jika kita terjemahkan dalam bahasa Indonesia, Time Value of Money berarti “Nilai Waktu dari Uang”.

Ketika kita memahami dari terjemahannya saja mungkin masih sangat membingungkan ya.

Oleh karena itu mari kita bahas lebih dalam apa itu “Time Value of Money” dan juga bagaimana contoh penerapannya!

Apa itu Time Value of Money?

Time Value of Money adalah sebuah konsep keuangan yang menganggap bahwa nilai uang saat ini lebih berharga di banding nilainya di masa mendatang (dengan nilai yang sama).

Jadi nilai uang 50 juta saat ini tidak akan sama dengan 50 juta di masa mendatang, bahkan nilainya dalam satu tahun kemudian. Pertanyaannya, mengapa demikian?

Hal ini karena adanya potensi pendapatan yang di hasilkan dari uang tersebut, misalnya dari bunga atau hasil investasi lainnya.

Baca juga : Inilah 10 Saham Perusahaan Milik Pengusaha Terkaya di Indonesia

Kedua, adanya potensi penurunan nilai mata uang karena inflasi dan kegagalan dalam investasi. Lebih jelasnya lagi, kita akan membahas lebih dalam mengenai konsep nilai uang dan waktu.

Konsep Sumbu Nilai Uang dan Waktu Dalam Time Value of Money

Seperti ilustrasi gambar, terdapat sumbu Nilai Uang (Rp) dan Waktu (Tahun). Misalnya kita memiliki nulai uang saat ini atau yang kita kenal sebagai “Present Value” (PV).

Dengan berjalannya waktu, nilai uang kita saat ini (PV) akan berubah nilainya karena adanya inflasi (i) misalnya.

Inilah yang kita sebut sebagai nilai uang pada masa mendatang atau Future Value (FV). Bagaimana cara menghitungya?

Untuk menghitung nilai uang pada masa mendatang Anda bisa menggunakan rumus FV = PV x (1+i) pangkat n.

  • PV = Present Value
  • FV = Future Value
  • i = Interest Rate (suku bunga/ laju inflasi)
  • n = Jangka Waktu

Contoh sederhananya, Anda ingin menghitung berapa nilai uang Anda 5 tahun mendatang.

Misalnya Anda ingin memiliki uang Rp. 10 juta dengan asumsi nilai inflasi 6% tiap tahunnya. Maka kita tinggal memasukan rumus diatas menjadi : Rp. 10.000.000 x (1+6/100) pangkat 5 = Rp. 13.380.000.

Jadi kurang lebih nilai uang Rp. 10 juta Anda saat ini akan bernilai Rp. 13,38 juta dalam jangka waktu 5 tahun kedepan dengan asumsi inflasi 6 %.

Jadi jika kita tahu nilai uang 5 tahun mendatang, kita bisa menghitung berapa jumlah uang yang harus kita investasikan atau di sebut dengan Payment (PMT) tiap bulannya untuk mendapatkan uang sejumlah Rp. 13.380.000 yang setara dengan Rp. 10.000.000 saat ini.

Rumusnya adalah PMT = FV x i/ ((1+i) pangkat n-1)).

  • PMT = Payment
  • FV = Future Value
  • i = Pertumbuhan Investasi
  • n = Jangka Waktu

Jika kita masukan jumlah uang pada contoh diatas dengan rumus PMT, misalnya dengan asumsi pertumbuhan investasi/ return investasi 10% tiap tahunnya dengan jangka waktu investasi 5 tahun maka kita akan mendapatkan Rp. 13.380.000 x 10%/ ((1+10%) pangkat 5-1) = Rp. 2.193.442.

Baca juga : Belajar Saham, Mengenal Pasar Modal Syariah di Indonesia

Jadi kita harus menabung setidaknya sebesar Rp. 2.193.442 tiap tahun secara rutin selama 5 tahun untuk mengumpulkan uang sebesar Rp. 13.380.000 (yang saat ini bernilai Rp. 10.000.000).

Penerapan Time Value of Money

Penerapan konsep “Time Value of Money juga bisa berguna ketika kita dihadapkan dengan beberapa pilihan terkait keuangan.

Supaya lebih mudah memahaminya, maka kita akan bahas dalam bentuk contoh penerapannya.

Berikut adalah beberapa contoh penerapan konsep “Time Value of Money” yang mungkin bisa Anda jadikan referensi dalam menyikapi pilihan-pilihan keuangan yang ada.

Contoh 1 Penerapan Time Value Of Money

Misalnya Anda merupakan karyawan teladan disebuah perusahaan sehingga berhak mendapatkan bonus sebesar Rp. 50 juta. Lalu perusahaan memberikan 2 opsi.

Pilihan pertama, Anda mendapatkannya saat ini juga atau pilihan kedua yakni Anda menitipkannya pada perusahaan setahun lagi namun dengan nilai yang sama.

Jika Anda memahami konsep Time Value of Money, maka Anda akan melihat bahwa pilihan kedua tersebut bisa memiliki efek yang berbeda.

Anggap saja Anda bisa menyimpan uang tersebut dalam deposito yang memiliki bungan 5% p.a (nett).

Sehingga uang Rp. 50 juta tadi nilainya akan menjadi Rp. 52,5 juta satu tahun lagi. Jadi uang Rp. 50 juta saat ini tidak sama nilainya dengan Rp. 50 juta satu tahun lagi.

Contoh 2 Penerapan Time Value Of Money

Begitupun jika Anda perusahaan memberikan 2 pilihan misalnya pilihan A, Anda bisa mendapatkan uang Rp. 50 juta saat ini juga, ataukah pilihan B yakni Anda mendapatkan uangnya tahun depan namun dengan nominal Rp. 52,5 juta.

Sebelum Anda menerima salah satu pilihan tersebut, Anda perlu menghitung Time Value of Money-nya terlebih dahulu.

Hal ini karena adanya perbedaan jangka waktu. Pada opsi A, uang Rp. 50 juta akan kita terima hari ini sedangkan pada opsi B, uang Rp. 51 juta akan kita terima tahun depannya.

Sehingga kita perlu membandingkan nilai uang pada opsi A dan b pada jangka waktu yang sama. Ada 2 cara untuk membandingkannya. Pertama dengan melihat nilai uang saat ini ke tahun depan atau sebaliknya melihat uang tahun depan pada masa kini.

Kita coba membahas cara pertama yakni melihat nilai uang saat ini ke masa depan.

Misalnya, kita memilih mengambil uangnya saat ini dan menyimpan uang tersebut dalam deposito dengan suku bunga 5%. Sehingga pada tahun depannya, uang kita menjadi Rp. 52,5 juta.

Sekarang, jika opsi A dan B kita bandingkan, yakni Rp. 51 juta dengan Rp. 52,5 juta maka jelas Rp. 52,5 lebih besar nilainya.

Jadi lebih baik Anda memilih opsi A, yang mana Anda mendapatkan Rp. 50 juta tahun ini, dibanding Rp. 51 juta tahun depan.

Karena nilai dengan nilai waktu yang sama, yakni 1 tahun Anda mendapatkan nilai uang yang berbeda, yakni pilihan A lebih besar dari pilihan B.

Lalu cara yang kedua yaitu membandingkan nilai uang pada masa mendatang pada masa kini. Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, rumusnya adalah PV = FV/(1+i) pangkat n.

Nah, sekarang kita coba masukan nilai uang dan waktu dari opsi B, 51.000.0000/(1 +5/100) pangkat 1 = Rp. 48.571.428 (Ini adalah nilai uang opsi B hari ini).

Opsi A bernilai Rp. 50 juta sedangkan opsi B nilainya Rp. 48,57 juta. Jadi pilihan yang lebih besar tentu saja opsi A.

Contoh 3 Penerapan Time Value Of Money

Penerapan konsep Time Value of Money lainnya misalnya perusahaan memberikan Anda opsi C yakni menerima uang Rp. 100 juta hari ini, atau opsi D yang mana Anda bisa mendapatkan uangnya dengan nilai Rp. 30 juta pada tahun pertama, Rp. 30 juta pada tahun kedua dan Rp. 40 juta pada tahun ketiga. Kalau kita jumlahkan akan lebih besar yakni Rp. 110 juta. Kira-kira mana yang akan Anda pilih?

Namun, jika kita menggunakan sudut pandang “Time Value of Money” kita tidak bisa langsung membandingkan nilai uang pada opsi C dan opsi D begitu saja.

Karena nilai uang pada hari ini (opsi C) berbeda nilainya dengan uang pada tahun pertama, kedua dan ketiga (opsi D).

Untuk membandingkannya, maka kita perlu menggunakan rumus beberapa step dengan rumus yang sama dengan contoh sebelumnya yakni PV = FV/(1+r) pangkat n.

Pada pilihan-pilihan di atas (Opsi C dan D) kita ketahui bahwa ada beberapa nilai uang yang di hasilkan :

  • Hari ini Rp. 100 juta (Opsi C)
  • Tahun ke-1 Rp. 30 juta (Opsi D)
  • Tahun ke-2 Rp. 30 juta (Opsi D)
  • Tahun ke-3 Rp. 40 juta (Opsi D)

Misalnya kita ambil contoh suku bunga yang berlaku adalah sebesar 5% jika jika mengambil opsi C dan menyimpan uangnya pada instrumen keuangan bersuku bunga 5%. Jadi untuk membandingkannya :

  • Pertama, kita perlu menghitung nilai uang pada opsi D ke nilai hari ini menggunakan rumus PV = FV/(1+r) pangkat n. Maka kita mendapatkan nilai sebagai berikut :

Tahun ke-1 = Rp. 30.000.000/ (1+5/100) pangkat 1, jumlahnya hari ini menjadi Rp. 28.571.428

Tahun ke-2 Rp. 30.000.000/ (1+5/100) pangkat 2, jumlahnya hari ini menjadi Rp. 27.272.727

Tahun ke-3 Rp. 40.000.000/ (1+5/100) pangkat 3, jumlahnya hari ini menjadi Rp. 34.782.608

  • Lalu kita harus menjumlahkannya uang pada tahun ke-1, ke-2 dan ke-3 di atas yakni Rp. 28.571.428 + Rp. 27.272.727 + Rp. 34.782.608 = Rp. 90.626.763

Jika kita bandingkan, pada opsi C kita akan mendapatkan uang Rp. 100.000.000 sedangkan pada opsi D nilai real uang yang kita dapatkan hari ini sebenarnya hanya Rp. 90.000.000 saja.

Maka jelas lebih baik kita memilih opsi C di bandingkan opsi D karena nilai uang opsi C lebih besar.

Baca juga : BAB 1. Value Investing, Strategi Investasi Ala Warren Buffett

Itulah pentingnya mengapa kita perlu memahami konsep value of money. Jika bisa membandingkan dan memilih pilihan yang lebih baik dalam memperlakukan uang kita.

Penutup

Setelah mengetahui apa itu “Time Value of Money”, apakah Anda sudah mulai membayangkan bagaimana konteks keuangan yang sedang Anda hadapi menggunakan konsep ini? Jika sudah, maka Anda bisa mulai menghitung, tentunya dengan mempertimbangkan potensi instrumen investasi yang menjadi pilihan Anda.

Bagikan ;
Share
Published by
Yulinda Nurlisdiana

Recent Posts

Kenapa Saham UNVR Anjlok, Saatnya Beli atau Jual Rugi?

Saham UNVR (Unilever) adalah salah satu saham bluehip yang sering juga menjadi list saham yang…

1 hari ago

10 Saham Rekomendasi Saat PPKM Darurat Diperpanjang

Jika sesuai dengan jadwal, PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat di Jawa - Bali akan…

5 hari ago

Hal-Hal Penting Bagi Investor Saham Jika PPKM Darurat Diperpanjang

Terus bergerak melaju hingga akhirnya menembus 2,73 juta kasus per hari Jumat (16/7) sore, pandemi…

6 hari ago

10 Rekomendasi Perusahaan Farmasi Yang Cocok Untuk Investasi

Industri kesehatan merupakan industri yang masih bisa mencatat kenaikan pendapatan ketika pandemi. Karena pandemi memaksa…

7 hari ago

Ingin Beli Saham BBCA? Coba Pertimbangkan 6 Hal Ini Dulu!

Saham BBCA merupakan salah satu saham bluechip perbankan yang harganya mahal. Walaupun mahal, saham ini…

7 hari ago

10 Perusahaan Bakrie Group Untuk Pilihan Investasi Saham

Beberapa hari ini banyak muncul pemberitaan mengenai Ardi Bakrie sebagai pimpinan di beberapa perusahaan Bakrie…

1 minggu ago