Hal-Hal yang Wajib Dipelajari Mahasiswa Jika Mau Investasi Saham

Kalau bicara mengenai mahasiswa, tentu begitu identik dengan kehidupan mereka yang sangat konsumtif. Yap, mahasiswa saat ini memang didominasi oleh generasi milenial dan generasi Z yang lebih doyan menghabiskan waktu untuk membeli minuman viral sambil nongkrong di cafe.

Belum lagi kebiasaan belanja online dan keinginan travelling demi update foto baru di sosial media, membuat mahasiswa sangat boros dan mudah kehabisan uang saku kiriman orangtuanya. Padahal jika mau membenahi finansial mereka, mahasiswa dapat mengumpulkan modal untuk berinvestasi yang menjanjikan keuangan di masa depan.

Baca juga: Saham-saham Pilihan di Sektor Asuransi Tahun ini

Hanya saja tidak semua mahasiswa cukup sadar bahwa rencana keuangan itu harus dimulai sedini mungkin, sekalipun masih menempuh pendidikan di bangku kuliah. Banyak yang berpendapat bahwa urusan finansial seperti menabung dan memikirkan investasi masa depan baru bakal dipikirkan ketika sudah memiliki pekerjaan, serta tentunya penghasilan.

Apakah itu benar? Jawabannya adalah tidak! Karena urusan mapan finansial haruslah dimulai sejak dini dan wajib dimulai saat Anda masih menjadi mahasiswa. Hal itulah yang dilakukan investor terkaya di dunia, Warren Buffett. Pria yang menggeluti dunia investasi saham ini bahkan sudah membeli saham pertama di usia 11 tahun, serta memiliki aset pertama ketika menginjak umur 14 tahun.

Kenapa Mahasiswa Harus Investasi Saham?

© pikisuperstar/Freepik
© pikisuperstar/Freepik

Salah satu alasan kenapa banyak mahasiswa yang enggan memulai investasi saham adalah karena mereka takut. Ketakutan berlebihan itu dipicu pada pandangan bahwa investasi saham cuma identik dengan orang-orang kaya karena harus mengeluarkan modal besar. Penghasilan mahasiswa yang cuma dari uang saku orangtua, dipandang tidak cukup untuk melakukan investasi saham di pasar modal.

Begitu pula segudang jadwal dan tugas kuliah cukup membuat mahasiswa sibuk menjalani harinya, sehingga dirasa kesulitan jika harus memantau pergerakan emiten saham di pasar modal. Dan terakhir, kecemasan bahwa investasi saham bisa membuat seseorang kehilangan uang dalam jumlah besar, dianggap sebagai alasan utama mahasiswa enggan menanamkan uang di instrumen saham.

Selain hal-hal itu, mahasiswa juga cenderung mengutamakan gengsi daripada investasi. Karena bagaimanapun terlihat menenteng smartphone atau laptop canggih, membawa sepeda motor mahal, tampak lebih menawan daripada menyetorkan uang di saham yang tidak terlihat. Padahal, ada banyak sekali hal yang menjadi alasan kenapa mahasiswa harus mulai investasi saham. Apa saja? Berikut ulasan singkatnya!

  1. Dengan investasi saham, mahasiswa bakal paham cara mengelola keuangan sejak dini. Hal ini menjadi modal terbaik ketika mahasiswa sudah lulus kuliah dan siap memasuki dunia kerja
  2. Lantaran masih mahasiswa, anak-anak muda jelas tidak perlu menanggung keluarga sehingga mereka lebih leluasa pada kebutuhan finansial. Pahamilah, bahwa ketika Anda sulit menyisihkan uang saat berusia 20 tahun, kondisi demikian bakal berlipat sulitnya saat Anda sudah berumur 30 tahun atau 35 tahun dalam situasi berkeluarga
  3. Investasi saham adalah sebuah kegiatan yang penuh risiko. Namun jika Anda memulainya di usia muda saat masih mahasiswa, Anda tentu bakal lebih siap menanggung risiko itu daripada memulainya ketika sudah berumur 40 tahun
  4. Sebagai bentuk investasi jangka panjang, keuntungan dalam investasi saham jelas lebih bisa diperoleh dalam waktu lama. Karena harga saham emiten yang memiliki fundamental oke, bakal meningkat setiap tahunnya yang artinya, keuntungan Anda bakal lebih menumpuk jika dilakukan dalam jangka panjang
  5. Tak perlu cemas lagi urusan modal, karena saat ini banyak sekali broker atau platform yang menawarkan investasi saham dengan modal pas-pasan. Bahkan Anda juga bisa mencoba opsi reksadana untuk investasi saham, yang risiko kerugiannya lebih kecil

Baca juga: Emas, Investasi Primadona di Tengah Pandemi

Dengan berbagai alasan di atas, tentu sudah cukup menjawab alasan kenapa mahasiswa harus mulai melakukan investasi saham saat ini juga. Masih khawatir tidak paham dan bingung saat di pasar modal? Tenang saja. Bakal kami jelaskan satu-persatu.

Pertanyaan-Pertanyaan Penting Seputar Saham dari Mahasiswa

© Freepik
© Freepik

Banyak ahli finansial yang menganjurkan bahwa investasi dilakukan agar bisa kaya, bukannya investasi dilakukan saat sudah kaya. Hal ini tentu menjadi pedoman agar mahasiswa mulai mengenal dunia investasi terutama saham yang menjanjikan keuntungan terbesar, dari seluruh aset investasi yang ada. Agar bisa memahami seputar saham, berikut ulasan dari berbagai pertanyaan yang kerap dilontarkan anak-anak muda soal investasi saham.

1. Apa sih Saham itu?

Sebagai generasi muda, tentu tidak semua mahasiswa yang paham apa sih saham itu. Padahal jika ingin investasi saham, Anda wajib tahu soal saham. Secara mudahnya, saham adalah bukti kepemilikan seseorang dalam sebuah perusahaan. Sehingga ketika Anda misalnya membeli saham milik bank Mandiri, maka Anda bisa disebut sebagai pemilik perusahaan (tergantung seberapa besar kepemilikan lembaran saham).

2. Bagaimana Cara Beli Saham?

Kalau menurut Anda untuk membeli saham di pasar modal bisa dilakukan dengan mudah seperti belanja di minimarket, maka salah besar. Ada prosedur dalam investasi saham dan sebagai investor individual, Anda butuh broker (pialang) atau perusahaan sekuritas yang bertugas menjadi perantara investor dengan pasar modal yakni BEI (Bursa Efek Indonesia)

Agar bisa membeli saham, Anda harus daftar dulu dengan cara membuka rekening di perusahaan efek. Nantinya setelah rekening berhasil dibuka, Anda tinggal melakukan setorang uang dari rekening pribadi dan kemudian melakukan pembelanjaan atau penjualan saham di pasar modal.

3. Apa Fungsi Broker pada Investasi Saham?

Meskipun sebagai perantara investor dan pasar modal, pada dasarnya tugas broker saham bukan hanya itu saja. Broker saham juga wajib menjadi penjamin keamanan dana investasi, sehingga ada baiknya kalau Anda memilih broker atau perusahaan sekuritas yang sudah berizin resmi dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Kadang kala beberapa pialang juga memberikan jasa konsultasi saham untuk para klien sekaligus platform trading saham gratis, agar investor bisa berinvestasi saham online di manapun dan kapanpun. Hanya saja semakin bagus kualitas sebuah broker atau sekuritas, sudah pasti biaya yang dibebankan untuk investor lebih besar.

4. Kapan Transaksi Saham Dilakukan di BEI?

Lagi-lagi tak seperti belanja di minimarket yang buka selama 24 jam, ada waktu tertentu yang harus diketahui para mahasiswa untuk jadwal transaksi saham di BEI. Dimana BEI memiliki hari kerja yang disebut hari bursa dan dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama pada hari Senin-Kamis pukul 09.00-12.00 dan Jumat pukul 09.00-11.30. Kemudian sesi kedua pada hari Senin-Kamis pukul 13.30-16.00 dan Jumat pukul 14.00-16.00.

Baca juga: 10 Daftar Saham Terbaik Untuk Pemula

5. Bagaimana Caranya Bisa Untung dari Investasi Saham?

Nah ini pertanyaan yang paling sering dilontarkan mahasiswa saat hendak investasi saham, yakni bagaimana caranya untuk dapat keuntungan. Patut diketahui bahwa keuntungan saham bisa diperoleh dari capital gain dan dividen. Capital gain merupakan keuntungan saat Anda jual atau beli saham.

Contohnya Anda beli saham seharga Rp3.000 per lembar dan dijual Rp4.000 per lembar, maka keuntungan Rp1.000 itu adalah capital gain. Kemudian dividen ialah keuntungan yang dibagikan emiten kepada pemegang saham. Besaran dividen ini ditentukan dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) yang biasanya digelar rutin setiap tahun.

6. Apa Saja Risiko Investasi Saham?

Seperti yang diketahui, saham adalah instrumen investasi dengan peluang untung dan rugi sama-sama besar. Untuk itulah Anda harus tahu bahwa risiko bermain saham juga ada dua yakni capital loss serta likuidasi. Kebalikan dari capital gain, capital loss terjadi saat Anda menjual saham di bawah harga beli.

Kemudian untuk likuidasi, terjadi ketika perusahaan emiten dinyatakan bangkrut oleh pengadilan atau dibubarkan. Dengan begitu, pemegang saham akan ada di posisi terakhir dalam pembagian kewajiban perusahaan. Sehingga kalau perusahaan bangkrut dan punya banyak hutang, emiten harus melunasinya dulu. Barulah jika ada sisa hasil penjualan kekayaan, bakal dibagi secara merata ke seluruh pemegang saham.

7. Berapa Modal Awal Investasi Saham?

Nah, ini yang menarik dan sangat penting dalam investasi saham. Yap, berapa sih modal awal untuk membeli saham? Seperti yang sudah disebutkan, sekarang investasi saham makin terjangkau karena banyak broker memberikan kemudahan. Beberapa sekuritas mengizinkan mahasiswa (diperkuat dengan Kartu Identitas Mahasiswa), membuka rekening efek mulai dari Rp1 juta.

Barulah dengan modal itu, Anda bisa mulai membeli lot saham. Lot adalah satuan dalam saham yang berjumlah 100 lembar. Dalam investasi saham, pembelian minimal adalah 1 Lot. Sehingga saat Anda mau beli saham emiten yang misalnya seharga Rp5.000 per lembar, maka harus menyiapkan dana paling sedikit Rp500 ribu.

8. Bagaimana Cara Melihat Harga Saham?

Untuk mengetahui harga saham dan memantau pergerakan apakah untung atau rugi, Anda bisa memanfaatkan platform trading yang disediakan oleh pihak broker. Biasanya dalam platform trading itu, ada grafik alias chart Nexus yang memungkinkan Anda mengecek harga saham secara online. Hal ini lebih efektif dan efisien daripada mengecek di website resmi BEI.

9. Apa itu Analisa Saham dan Bagaimana Caranya?

Hal kunci yang membuat seseorang bisa sukses dalam investasi saham adalah dengan melakukan analisa secara tepat. Karena investasi saham bukanlah dunia yang mengandalkan keberuntungan belaka. Melalui sebuah analisa, Anda bisa membeli saham dari emiten yang mempunyai fondasi keuangan baik, sehingga meraup untung.

Agar bisa melakukan analisa dan membeli saham di waktu tepat, ada dua metode yang harus dipelajari mahasiswa yakni analisis fundamental dan analisis teknikal. Secara mudahnya, analisis fundamental berkaitan dengan melihat kondisi keuangan dan kemampuan bisnis perusahaan. Sementara untuk analisis teknikal, berkutat dengan kemampuan membaca pola pergerakan harga saham emiten di grafik platform trading.

Baca juga: Belajar Saham, Cara Memulai Berinvestasi Saham Dengan Aman

Tentunya untuk bisa menerapkan kedua analisis tersebut, tidak bisa dilakukan secara singkat. Anda haruslah menjadi pribadi yang mau belajar dan tidak pantang menyerah. Karena dengan belajar, Anda tentu bisa menjadi seorang investor yang berhasil sekalipun mungkin masih berusia muda.

Kesimpulan

Melalui hal-hal di atas, sebetulnya terungkap bahwa investasi saham bukanlah dunia yang mengerikan. Siapapun jika memang memiliki kemampuan dan niat yang sungguh-sungguh, jelas bisa menjadi seorang investor saham yang hebat.

Tak peduli apakah Anda memiliki penghasilan pas-pasan, membeli saham kini bisa dilakukan oleh mahasiswa. Dengan mempelajari hal-hal penting seputar investasi saham, bukan tak mungkin kalau mahasiswa pun juga bakal meraup untung besar dan meraih sukses di masa depan berkat saham.

Bagikan ;

Tinggalkan komentar