Jenis Saham Consumer Goods Pilihan, Sering Mendatangkan Cuan

Investasi saham saat ini menjadi primadona di kalangan investor. Mudahnya mendapatkan informasi dan cara bertransaksi semakin dapat memikat perhatian para investor dimanapun berada. 

Namun para investor sebaiknya jangan lupa bahwa semua jenis investasi, termasuk saham, juga memiliki risiko yang besar. Karena itu, diperlukan banyak pengetahuan dan latihan agar tidak mengalami kerugian besar di masa mendatang.

Karena jenis saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sangatlah beragam, yang sama-sama mempunyai potensi untuk mendapakan penghasilan, baik bagi pemula maupun bagi investor yang sudah mapan.

Ada beberapa jenis saham potensial yang bisa kita jadikan alat investasi,baik untuk pemula maupun untuk pemain saham yang sudah lama. Apa saja? kalian bisa baca di tautan berikut: Jenis Saham ini cocok untuk para ‘Pemain‘ Saham Pemula, Apa Saja?

Dan salah satu jenis saham yang laris manis di pasar saham adalah jenis saham consumer goods atau barang konsumsi, dimana jenis saham ini merupakan salah satu jenis saham popular yang banyak diincar oleh banyak investor dalam menanamkan modalnya.

Consumer goods juga masuk kategori saham blue chip di tanah air, apa itu saham blue chip silahkan baca pada tautan berikut: Apa itu Saham Blue Chip? Ini Penjelasan Selengkapnya!

Dan bila ingin mengetahui daftar saham blue chip di tanah air kalian juga bisa membacanya disini 11 Daftar Saham Blue Chip Indonesia Tahun 2020

Pada jenis saham ini dikenal sering mendatangkan cuan yang menarik, sehingga jenis investasi saham consumen goods menjadikanya salah satu jenis saham yang banyak diburu oleh banyak investor.

Dalam lini bisnisnya emiten yang yang tergabung dalam bisnis ini merupakan sector yang memproduksi barang barang kebutuhan sehari –hari yang dibutuhkan masyarakat.  

Dilihat dari putaran transaksinya saham consumer goods sangatlah cepat karena tingginya kebutuhan pasar.

Dengan hal tersebut saham jenis ini merupakan saham yang bisa dikatakan tahan banting. Sehingga aman khususnya bagi pemula yang baru akan ‘bermain’ saham. Karena barang yang diproduksi selalu dibutuhkan masyarakat.

Soo tunggu apalagi, segeralah berinvestasi pada saham jenis ini. Berikut beberapa saham pilihan consumer goods yang sering mendatangkan cuan dan bisa menjadi rujukan dalam memilih jenis saham. Yuk simak penjelasannya:

1. PT Mayora Indah Tbk (MYOR)                                                     

PT Mayora Indah Tbk. (MYOR)

PT Mayora Indah Tbk atau Mayora Indah serta Mayora Group adalah salah satu kelompok bisnis produk konsumen di Indonesia, yang didirikan pada tanggal 17 Februari 1977. Perusahaan ini terdaftar sebagai perusahaan publik telah tercatat publik di Bursa Efek Indonesia dengan kode IDX: MYOR sejak pada tanggal 4 Juli 1990.

Jika ingin lebih mengenal Mayora kalian bisa membaca lebih detail disini Sejarah dan Perkembangan Saham MYOR Sampai Saat Ini

Produk mayora sangat kuat dan popolar di pasaran, kita tentunya tidak asing lagi dengan produk seperti kopiko, beng-beng, energen, biscuit roma. Itu merupakan beberapa contoh produk hasil dari perusahaan yang satu ini.

Selain jenis barang yang sudah mengakar di masyarkat Mayora dilirik oleh banyak investor juga karena telah menyediakan investasi terbuka bagi siapa saja yang ingin membeli sahamnya.

Tentu saja hal ini langsung diburu oleh banyak investor karena Mayora merupakan suatu perusahaan yang dinilai akan menguntungkan jika melakukan investasi pada perusahaan ini.  

Berikut Pemegang Saham Mayora (Juni 2020):

Nama Pemegang SahamJumlah SahamModal DisetorPersentase
PT. Unita Branindo7.363.121.900 (Saham)147.262.438.000.000 (IDR)32,93%
PT. Mayora Dhana Utama5.844.349.525 (Saham)116.886.990.500.000 (IDR)26,14%
Jogi Hendra Atmadja5.638.834.400 (Saham)112.776.688.000.000 (IDR)25,22%
Public (each below 5%)3.512.393.900 (Saham)70.247.878.000.000 (IDR)15,71%

Dengan lini bisnis usaha yang sudah mapan maka tak menghernakan Mayora banyak dilirik oleh banyak investor. Selain itu Mayora juga dikenal perusahaan yang cukup stabil dalam di lantai bursa saham tanah air ditopang dengan afiliasi anak perusahaan yang mereka miliki.

Adapun afiliasi anak perusahaan Mayora adalah sebagai berikut:

Nama PerusahaanPersentase
Mayora Nederland BV100%
PT. Sinar Pangan Barat100%
PT. Sinar Pangan Timur100%
PT. Torabika Eka Semesta and subsidiary96.23%

Tahun lalu, MYOR mengempit laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp 1,98 triliun.

Laba ini meningkat 15,8% dari laba bersih tahun 2018 senilai Rp 1,71 triliun. Per 31 Desember 2019, jumlah aset MYOR mencapai Rp 19,03 triliun.

2. PT Garuda Food Putra Putri Jaya Tbk (GOOD)

PT Garuda Food Putra Putri Jaya Tbk (GOOD)

PT. Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) bergerak dalam bidang industri makanan ringan terutama produk-produk dari kacang, coklat dan biskuit serta pengolahan susu. Pada saat ini, kegiatan Perusahaan adalah dalam bidang industri makanan ringan dan minuman. Perusahaan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1994.

Jika kalian ingin lebih mengetahui GOOD kalian bisa membacanya disini Sejarah dan Perkembangan Saham GOOD Hingga Saat Ini

Kesuksesan Garudafood tidak bisa lepas dari industry makanan ringan seperti kacang. Siapa yang tidak mengenal kacang garuda. Tentu saja kita sudah sangat familiar dengan makanan tersebut. Karena telah menjamur di tengah masyarakat dan produk tersebut sudah menyebar ke plosok Indonesia.

Kesuksesan ini membawa emiten GOOD masuk dalam salah satu investasi saham consumer goods yang banyak menarik minat investor. Di tengah tawaran keuntungan dan memang produk produknya sudah melekat pada hati konsumen di tanah air.

Adapun pemegang saham Garudafood adalah sebagai berikut:

Nama Pemegang SahamJumlah SahamModal DisetorPersentase
Pelican Company Limited1.220.537.090 (Saham)122.053.709.000 (IDR)16,54%
Kusumo Dewiningrum Sunjoto610.154.000 (Saham)61.015.400.000 (IDR)8,27%
Sudhamek Agoeng Waspodo Soenjoto549.150.201 (Saham)54.915.020.100 (IDR)7,44%
Pangayoman Adi Soenjoto562.760.000 (Saham)56.276.000.000 (IDR)7,63%
Prodjo Handojo Sunjoto471.687.000 (Saham)47.168.700.000 (IDR)6,39%
Rahajoe Dewiningroem Soenjoto434.216.000 (Saham)43.421.600.000 (IDR)5,88%
Public (each below 5%)372.666.900 (Saham)37.266.690.000 (IDR)5,05%
Juniastuti345.739.200 (Saham)34.573.920.000 (IDR)4,68%
Untung Rahardjo Sunjoto282.552.000 (Saham)28.255.200.000 (IDR)3,83%
PT. Tudung Putra Putri Jaya282.552.000 (Saham)28.255.200.000 (IDR)3,83%
Lestari Santoso Soenjoto282.215.000 (Saham)28.221.500.000 (IDR)3,82%
PT. Dharma Agung Wijaya114.231.000 (Saham)11.423.100.000 (IDR)1,55%
Hartono Atmadja99.158.400 (Saham)9.915.840.000 (IDR)1,34%
Hardianto Atmadja83.300.400 (Saham)8.330.040.000 (IDR)1,13%
Sri Hastuti Ambarwati86.434.900 (Saham)8.643.490.000 (IDR)1,17%
Sri Martini Dewi86.434.900 (Saham)8.643.490.000 (IDR)1,17%
Eka Susanto Widadi Sunarso90.532.000 (Saham)9.053.200.000 (IDR)1,23%
Darmo Pranoto Soenjoto123.431.000 (Saham)12.343.100.000 (IDR)1,67%

Nama-nama pemegang saham tersebut mungkin sudah familiar dan sering kita kenal, memang emiten ini merupakan salah satu emitan yang banyak mengundang minat banyak investor kelas kakap dan juga tentunya investor saham pemula.

Untuk memudahkan jalanya perusahaan, emiten ini juga mempunyai satu anak usaha yaitu PT. Sinar Niaga Sejahtera. Perusahaan yang menjadi distributor resmi dari produk Garudafood.

Laba bersih Garudafood tumbuh 15,37% menjadi Rp 140,47 miliar di kuartal pertama 2020. Di kuartal I-2019 lalu, laba bersih emiten yang kode saham GOOD ini masih Rp 121,75 miliar.

3. Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ)

Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ)

PT. Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) bergerak di industri makanan dan minuman. Di bagian minuman, Perusahaan memproduksi berbagai minuman seperti susu, jus buah, teh, minuman tradisional dan minuman kesehatan.

Diproduksi dengan teknologi UHT (Ultra High Temperature), dan dikemas dalam bahan kemasan aseptik. Di bagian makanan, Perusahaan memproduksi susu kental manis, susu bubuk, dan konsentrat jus buah tropis. Perusahaan memasarkan semua produknya dengan penjualan langsung, penjualan tidak langsung, dan perdagangan modern.

Perusahaan Ultrajaya Milk Industry, yang memproduksi susu kemasan Ultra Milk. Perusahaan ini sudah beroperasi sejak tahun 1970, dan dikelola sejak 1950-an.

Jika diamati pada kondisi pasar saat ini, produk emiten dengan kode ULTJ ini memang memiliki peminat yang cukup tinggi. Mereka memiliki target pemasaran yang menjangkau semua usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Ultrajaya Milk sendiri juga ikut melakukan penjualan pada investasi consumer goods, adapun para pemegan sahamnya kita bisa lihat di tabel di bawah ini;

Nama Pemegang SahamJumlah SahamModal DisetorPersentase
Tuan Sabana Prawirawidjaja3.611.948.900 (Saham)180.597.000.000 (IDR)31,26%
Public (each below 5%)3.373.240.840 (Saham)168.662.000.000 (IDR)29,19%
PT.Prawirawidjaja Prakarsa2.472.304.260 (Saham)123.615.000.000 (IDR)21,40%
PT.Indolife Pensiontana1.721.034.000 (Saham)86.052.000.000 (IDR)14,90%
Tuan Samudera Prawirawidjaja375.000.000 (Saham)18.750.000.000 (IDR)3,25%

Hingga saat ini masih banyak sekali investor pemula maupun yang sudah profesional tertarik untuk menanamkan saham mereka di sini.

Hal tersebut juga berkaitan dengan reputasi perusahaan Ultrajaya Milk sebagai salah satu perusahaan yang mau membuka investor publik sejak tahun 1990 hingga saat ini serta pelbagai afiliasi anak perusahaan yang juga mendukung bisnis mereka.

Adapaun afiliasi anak perusahaan dari Ultrajaya Milk adalah sebagai berikut:

Nama PerusahaanPersentase
PT. Nikos Distribution Indonesia70%
PT. Nikos Intertrade60%
PT. Tirta Talaga Jaya85%
PT. Ultra Peternakan Bandung Selatan75%
PT. Ultra Sumatera Dairy Farm69.36%
PT. Ultrajaya ITO EN Manufacturing55%

Laba bersih ULTJ pada 2019 melesat 47,94% yoy menjadi Rp 1,03 triliun. Padahal, pada 2018, laba bersih ULTJ hanya sebesar Rp 697,78 miliar.

4. PT. Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)

PT. Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)

PT. Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) bergerak dalam bidang makanan olahan, bumbu, minuman, kemasan, minyak goreng, pabrik gandum dan pabrik pembuatan karung tepung. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1990.

Afiliasi Anak Perusahaan:

Nama PerusahaanPersentase
Indofood Agri Resources Ltd62.8%
Indofood Singapore Holdings Pte Ltd83.8%
Ocean 21 Pte Ltd (Ocean 21)100%
Pacsari Pte Ltd100%
PT. Argha Giri Perkasa80%
PT. Arthanugraha Mandiri100%
PT. Bina Makna Indopratama100%
PT. Bogasari Flour Mills100%
PT. Bogasari Sentra Flour Mills and subsidiaries100%
PT. Indobahtera Era Sejahtera100%
PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk and subsidiaries80.5%
PT. Indomarco Adi Prima100%
PT. Inti Abadi Kemasindo100%
PT. Mandiri Pangan Makmur100%
PT. Mileva Makmur Mandiri100%
PT. Pelayaran Tahta Bahtera90.9%
PT. Prima Intipangan Sejati100%
PT. Putri Daya Usahatama65%
PT. Salim Ivomas Pratama Tbk and subsidiaries80.5%
PT. Saripangan Mandiri Sejahtera100%

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mengantongi laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk Rp 2,54 triliun pada Semester I 2019. Capaian itu tumbuh 30,1% dibandingkan periode sama tahun lalu.

Jika kalian ingin mengetahui lebih detail saham INDF, Kalian bisa membacanya disini Sejarah dan Perkembangan INDF Dari Awal Sampai Saat Ini

Itulah beberapa jenis saham consumer goods pilihan yang bisa kita jadikan investasi saham yang menarik untuk memberi banyak keuntungan dikemudian hari. Namun ingat investasi saham merupakan salah-satu jenis investasi yang mempunyai risiko tinggi. Sehingga kita harus mempelajari dengan baik cara berinvestasi saham dengan baik.

Terlebih lagai bagi kita yang mungkin merupakan pemain saham pemula kita mesti cermat supaya tehindar dari hal hal yang berpotensi mengundang kerugian dalam investasi jenis ini.   

Dan bagi kalian para ‘pemain’ saham pemula kalian bisa membaca tautan ini Bagaimana Strategi Investasi Saham Bagi Pemula? Berikut Langkahnya!. Supaya kita lebih cermat dan lebih bijak dalam berinvestasi saham. Semoga bermanfaat.

Bagikan ;