Mengintip Jajaran Direksi Baru PT Bukalapak Dan Rencana Inovasi

Setelah lebih dari dua minggu isu perombakan direksi Bukalapak beredar di media, akhirnya pada pertengahan Februari 2022 mengumumkan hasil rapat dewan direksi. Yuk kita mengintip jajaran direksi baru PT Bukalapak.

Beberapa bulan ini saham BUKA mengalami penurunan tren, membuat direksi harus menemukan inovasi baru dalam layanan mereka atau akan semakin ketinggalan dari Ecommerce lain.

Seperti kita tahu Bukalapak masih berada pada peringkat nomor 5 Ecommerce favorit masyarakat Indonesia.

Dua ranking paling atas ada Shopee dan Tokopedia yang saling berebut pamor, kabarnya Shopee kembali menduduki peringkat pertama setelah program gratis ongkir dan diskon Shopee Food besar-besaran.

Sedangkan Bukalapak masih fokus untuk peningkatan kemitraan dengan toko kelontong, pasar yang sedang mereka pertarungkan dengan startup ULA.

Nampaknya tahun ini Bukalapak sedang mencari mitra untuk mengembangkan bank digital sebagai media pembayaran bagi mitra toko kelontong Bukalapak.

Menata Direksi

BUKA juga sedang menata dewan direksi untuk persiapan tersebut, sekaligus sebagai respon atas mundurnya direksi utama sebelumnya yaitu Rachmat Kaimuddin.

Jajaran direksi akhirnya menunjuk Willix Halim sebagai direktur utama PT Bukalapak, Willix bukan orang baru bagi Bukalapak karena dia adalah orang yang telah mengantarkan Bukalapak sebagai Unicorn.

Kemudian ada dua nama baru yang naik menjadi jajaran direksi, yaitu Victor Putra Lesmana dan Howard Nugraha Gani.

Kira-kira akan seperti apa ya Bukalapak dalam kendali Willix, mari kita simak dulu profil mereka agar bisa memperkirakan langkah seperti apa yang akan dia ambil ke depan.

Mari kita segera mengintip jajaran direksi baru bukalapak, tentu yang pertama adalah direktur utamanya dulu.

Profil Willix Halim

Willix Halim merupakan sosok yang akrab dengan teknologi sejak kecil, bahkan ketika berumur 7 tahun dia sudah pernah menciptakan permainan computer sederhana.

Foto: Bukalapak

Sebagai alumni University of Melbourne jurusan Computer Science dan Mechatronics, tentu skill pemrogramannya bukan kaleng-kaleng gais.

Saking masternya dalam bidang pemrograman, dia pernah lho dinobatkan sebagai The Best Growth Hacker di Australia.

Tapi ini bukan Hacker yang sukanya nyerang halaman web atau blog ecek-ecek ya, Growth Hacker itu julukan untuk orang yang fokus pada pemanfaatan teknologi dan bahasa pemrograman untuk pengembangan bisnis.

Growth Hacker tidak hanya menuntut kemampuan dalam bahasa pemrograman, tapi juga pengetahuan mengenai jaringan marketing bisnis online, segmentasi penjualan, dan aneka aspek bisnis lainnya.

Sehingga seorang Growth Hacker juga harus mempunyai pengetahuan tentang bisnis, desain produk, dan programming.

Lalu Apakah Willix Halim punya kemampuan itu semua? Jelas punya dong!

Pengalaman Willix

Karena setelah dia menamatkan pendidikan pada University of Melbourne, dia lanjut sekolah ke Stanford Graduate School of Business. Mantap kan kuliahnya di luar negeri semua.

Sebelum bergabung bersama Bukalapak, Willix Halim ternyata penah menjadi Senior Vice Preisdent Growth pada situs Freelancer.com.

Itu lho situs web yang menjadi perantara antara para pekerja freelance dalam bidang teknologi dengan pencari jasa dari berbagai belahan dunia.

Kemudian pada 2016, Willix Halim bergabung ke Bukalapak sebagai Chief Operating Officer, yang berkontribusi pada inovasi bisnis Bukalapak dan mengangkat status sebagai salah satu start-up unicorn lokal Indonesia.

Dengan inovasi bisnis Offline to Online yang dikembangkan oleh Bukalapak bersama mitra toko kelontong, Willix juga berhasil mengantarkan Bukalapak untuk melantai pada bursa saham Indonesia pada 2021.

Ini merupakan pencapaian bahwa Bukalapak sebagai perusahaan teknologi pertama yang menawarkan sahamnya secara terbuka untuk publik.

Profil Victor Putra Lesmana

Victor juga orang yang sudah lama berjibaku dengan Bukalapak, fokus kerjanya adalah tentang pengembangan Marketplace, Digital Product, Logistic and Supply Chain, Payment, Financial Technology and Business.

jajaran direksi baru PT Bukalapak
Foto: market.bisnis.com

Sebelum bergabung dengan Bukalapak, Victor sudah berpengalaman dalam berbagai bidang layanan keuangan.

Kemudian juga teknologi, consumer goods, M&A, dan jalur supply chain bisnis.

Beragam pengalamannya didapatkan selama bekerja pada IBM USA, Cina, dan Singapura.

Victor juga sempat berkontribusi pada perusahaan The Boston Consulting Group.

Sebelum masuk ke jajaran direksi, Victor memegang posisi sebagai President of Fintech di Bukalapak.

Profil Howard Nugraha Gani

Howard merupakan lulusan MBA dari INSEAD University, Perancis.

Sebelumnya dia merupakan Engineer pada perusahaan Ericsson Australia. Sehingga keakrabannya dengan teknologi tidak perlu Anda ragukan lagi.

jajaran direksi baru PT Bukalapak

Howard juga merupakan pemimpin yang handal dalam dunia bisnis, dia memimpin beragam inisiatif bisnis dan produk pada Bukalapak.

Kemudian juga mumpuni dalam manajemen kemitraan, memahamai strategi disrupsi, dan growth hacking.

Kemitraan dengan toko kelontong merupakan salah satu gagasan Howard yang kini menjadi salah satu profil bisnis utama dari Bukalapak.

Perkembangan Bukalapak

Setelah kita membicarakan tiga nama baru dalam jajaran direksi baru PT Bukalapak yang ternyata mereka adalah orang lama di Bukalapak.

Selanjutnya akan menarik jika kita bicarakan tentang perkembangan Bukalapak dalam satu tahun belakangan ini.

Melansir dari dailysocial.id, pendapatan Bukalapak pada akhir tahun 2021 mencapai 1,3 triliun rupiah.

Dengan pertumbuhan 42 persen dalam kurun waktu 9 bulan selama tahun 2021.

Pertumbuhan ini BUKA dapatkan dari semakin banyaknya toko kelontong yang bergabung menjadi mitra Bukalapak.

Pendapatan ini juga lebih baik dari akhir tahun 2020 yang hanya mencatatkan laba sekitar 948 miliar rupiah.

Marketplace masih menjadi penyumbang nomor satu dari pendapatan Bukalapak tahun 2021 yaitu sebesar 780,4 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 5 persen dari tahun 2020.

Kenaikan signifikan berasal dari mitra bukalapak yang merupakan hasil dari kerja keras tim lapangan yang turun mengawal dan membersamai para mitra.

Tidak tanggung-tanggung, kenaikan persentase keuntungan dari tahun 2020 mencapai angka 322 persen. Sangat mengagumkan!

Dengan pendapatan yang dihasilkan yaitu 496,7 miliar rupiah selama Sembilan bulan terakhir pada tahun 2021.

Namun ada penurunan dari layanan BukaPengadaan, yaitu layanan bisnis Business to Business bagi pengadaan kebutuhan kantor ataupun perusahaan dalam jumlah order yang besar.

Mungkin karena pertumbuhan ekonomi makro belum stabil dan munculnya tren bekerja secara virtual dari mana saja.

Sehingga permintaan akan kebutuhan perkantoran ataupun manufaktur mengalami penurunan.

Namun meski mengalami penurunan, nominalnya masih bisa menyentuh angka 70 miliar ruliah, sedangkan pendapatan tahun 2020 adalah sebesar 80 miliar rupiah.

Tumbuhnya All Commerce

All Commerce atau sistem Offline to Online yang digagas Bukalapak sejak beberapa tahun lalu nampak semakin membuahkan hasil.

Dengan 80 persen jumlah masyarakat yang masih membeli di warung kelontong, Bukalapak berhasil memaksimalkan peluang ini untuk menjadi supplier mereka.

Proses pemesanan barang secara online dan dukungan dengan inventori kemudian pembayaran secara online pula.

Telah membantu banyak warung kelontong yang ada pada sekitar tempat tinggal kita tetap bisa bertahan selama pandemi.

Bahkan Bukalapak juga memberikan layanan Pay Later alias bayar nanti kepada para mitra. Sehingga mereka bisa menambah barang dagangan sesuai permintaan pasar dengan sistem bayar kredit.

Ada total transaksi sebesar 87,9 triliun selama satu tahun dalam perputaran kerjasama dengan mitra Bukalapak di berbagai daerah.

Sebuah kerja nyata dari cita-cita Bukalapak yang tetap ingin menjadi Start-up yang kental dengan citarasa lokalitas Indonesia dan bermanfaat bagi sesama.

Ini menunjukkan bahwa Bukalapak mendukung perekonomian masyarakat bawah sehingga warung kelontong bisa tetap berjuang pada masa pandemi.

Mitra Bukalapak kini sudah berkembang hingga 10.4 juta yang ada di pulau Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sumatera.

Dari total seluruh mitra, 63 persen yang menyumbang transaksi paling banyak ada di daerah luar jawa.

Ini artinya masih banyak toko retail di luar jawa yang berpotensi menjadi mitra untuk bekerjasama dengan start-up.

Sebuah kabar baik bagi start-up yang ingin fokus pada kemitraan dengan warung kelontong, kabar baik bagi Start-up yang ingin menduplikasi cara kerja BUKA.

Rencana Bukalapak 2022

Tentu akan menarik untuk mengetahui rencana pengembangan usaha Bukalapak pada tahun 2022 ini.

Mungkin bisa jadi pertimbangan untuk Anda yang sedang mengintip saham BUKA, dan pengobat lara bagi Anda yang sedang mengalami cut loss.

Dalam sebuah wawancara eksklusif yang dilakukan oleh CNBC Indonesia. Teddy Pratomo selaku Presiden Bukalapak mengatakan keinginan untuk menjadi investor pada Bank Digital.

Bank digital yang dia maksud adalah Allo Bank, merupakan pengembangan produk perbankan dari Bank Mega.

Anda tidak asing kan dengan nama Bank Mega, itu lho yang punyanya Crazy Rizh Anak Singkong alias Chairul Tanjung. Yang juga pemilik dari dua stasiun televisi, Trans 7 dan Trans TV.

Teddy juga menambahkan untuk terus fokus pada penggarapan pasar offline dan warung kelontong.

Baca juga: Merger Indosat dan Tri Indonesia Buat Geger Bursa Efek

Dengan prestasi Mitra Bukalapak yang menghasilkan lebih dari 300 persen lonjakan pendapatan dari tahun 2020. Teddy masih percaya diri untuk terus melebarkan sayap Mitra ke wilayah tengah dan timur Indonesia.

Teddy kemudian mengungkapkan keinginannya untuk ekspansi ke beberapa negara tetangga Indonesia, namun masih dalam tahap penjajakan.

Bukalapak ingin meniru ekspansi Shopee yang bahkan sudah merambah ke luar Asia, namun Bukalapak belum ingin terlalu jauh untuk melakukan ekspansi.

Teddy melihat ada potensi menduplikasi sistem mitra Bukalapak pada warung kelontong lain yang ada di berbagai negara Asia Tenggara.

Misalnya Thailand dan Philipina yang secara kultur ekonomi tidak jauh berbeda dengan Indonesia. Mereka juga punya banyak warung kelontong yang menjadi ciri khas sebagai ruang transaksi bagi warga.

Kesimpulan

Bagi Anda para investor BUKA jangan berkecil hati dengan turunnya valuasi saham BUKA.

Para pengamat optimis dengan jajaran jajaran direksi baru PT Bukalapak bisa membawa inovasi dan menaikkan valuasi saham Anda.

Tetap dukung terus start-up favorit Anda dan  pantau terus informasi terbaru dari sahamtop.com.

Terimakasih!

Bagikan ;