Categories: Pasar Modal

Apa itu Cum Date, Ex Date, Recording Date, dan Payment Date Dividen?

Halo para investor! Untuk memulai sebuah profesi atau kegiatan baru apapun biasanya kita perlu mengenal istilah-istilah penting yang berkaitan dengan kegiatan tersebut. Misalnya dalam dunia digital marketing, teknologi informasi, media dan sebagainya pasti perlu di awali dengan pemahaman akan istilah-istilah paling penting di bidangnya. Hal ini tidak terkecuali dengan dunia investasi saham.

Secara umum ada dua cara untuk mendapatkan keuntungan dari trading saham. Pertama dengan mendapatkan dividen atau pembagian keuntungan perusahaan jika perusahaan tersebut mengalami keuntungan. Kemudian cara yang kedua adalah dari selisih harga saham yang naik (capital gain) ketika dijual kembali.

Di Indonesia, ada lembaga-lembaga terkait yang berwenang dalam jalannya mekanisme pasar saham di Indonesia. Salah satu yang paling penting dan bertugas menjadi salah satu SRO (Self Regulatory Organization) yakni BEI.

Bursa Efek Indonesia atau Indonesia Stock Exchange (IDX) adalah lembaga yang menyelenggarakan dan membuat sistem transaksi jual beli efek di Indonesia. PT Bursa Efek Indonesia. Jika Anda melakukan trading, Anda pasti akan sering mencari update data emiten terkini maupun hal terkait lainnya salah satunya melalui situs resmi BEI.

Dalam kegiatan jual beli saham di BEI, ada istilah-istilah yang seringkali di pakai untuk mengartikan kegiatan-kegiatan berkaitan dengan trading saham di BEI. Istilah-istilah yang cukup mendasar itu misalnya, cum date, ex date, recording date dan payment date dividen.

Istilah-istilah diatas berkaitan dengan pembagian dividen. Tentunya hal ini cukup penting diketahui oleh para investor, terutama investor baru yang ingin memulai trading sahamnya di BEI dan ingin mendapatkan keuntungan dari dividen. Untuk mengetahui apa arti dan saat kapan istilah tersebut biasanya di gunakan mari kita bahas satu persatu!

Cum Date

Pernah mendengar istilah cum date saat mencari informasi tentang trading? Cum date adalah singkatan dari cummulative date. Cum date merupakan tanggal terakhir seorang investor bisa mendaftarkan diri untuk mendapatkan dividen dari kepemilikan jumlah sahamnya di sebuah perusahaan. Jadi jika Anda harus membeli saham perusahaan pada cum date yang di tentukan perusahaan jika ingin mendapatkan dividen dari perusahaan tertentu.

Misalnya, perusahaan ABCD telah mengumumkan bahwa perusahaan tersebut hendak membagikan Rp. 100 untuk per-lembar sahamnya. Disisi lain, perusahaan juga telah mengumumkan bahwa cum date mereka adalah tanggal 1 Juli 2020. Jika Anda ingin mendapatkan dividen tersebut Anda harus membeli saham ABCD paling lambat atau terakhir ditanggal 1 Juli.

Biasanya cum date berlangsung 1 hari saja. Jadi jika Anda membeli saham perusahaan jika Anda membeli saham setelah cum date, maka Anda sudah tidak berhak mendapatkan dividen dari saham perusahaan. Perlu di ketahui, bahwa cum date saham satu perusahaan dengan perusahaan lainnya berbeda-beda. Sehingga coba lakukan pengecekan pada perusahaan yang Anda minati.

Baca juga : Pelaku Pasar Modal di Indonesia, Siapa Saja?

Ex Date

Lalu apa itu ex date? Istilah ex date biasanya selalu berkaitan dengan cum date. Jika cum date adalah batas akhir untuk calon investor bisa mendapatkan dividen dengan membeli saham di perusahaan tertentu, ex date adalah tanggal diluar cum date.

Maksudnya, jika Anda membeli saham setelah cum date yang telah di tentukan maka tanggal tersebut termasuk ex date. Itu berarti mau berapa banyakpun lembar saham yang Anda beli pada ex date, Anda tidak akan mendapatkan dividen dari pembelian saham perusahaan tersebut. Ex date jatuh sehari setelah cum date.

Misalnya cum date perusahaan ABCD adalah tanggal 1 Juli 2020 maka ex date-nya adalah tanggal 2 Juli 2020. Jika Anda membeli saham ABCD pada tanggal 2 Juli 2020 atau bahkan lewat hanya 1 menit saja dari cum date, maka Anda tidak akan memiliki hak untuk mendapatkan dividen dari saham tersebut. Untuk Anda pemburu dividen, sebaiknya mencatat tanggal-tanggal ini agar tidak tertinggal.

Recording Date

Apa itu recording date?

Recording date adalah tanggal pencatatan nama-nama investor/pemegang saham perusahaannya yang berhak mendapatkan deviden. Jadi setelah para investor membeli saham sebelum atau ketika cum date, maka selanjutnya perusahaan akan merekap siapa saja yang berhak mendapatkan dividen nantinya.

Biasanya recording date dilakukan pada T+3 setelah cum date atau T+2 setalah ex date. Contoh : Perusahaan ABCD mengumumkan cum datenya pada tanggal 1 Juli 2020 dan ex date-nya pada tanggal 2 Juli 2020. Lalu Anda membeli saham perusahaan ABCD pada tanggal 1 Juli atau sebelumnya, maka Anda akan tercatat sebagai pemegang saham yang penerima deviden perusahaan ABCD pada tanggal 4 Juli-nya.

Recording date jatuh saat cum date di pasar tunai. Sebagai informasi, dalam pembagian deviden pasar di bagi menjadi 2, yakni pasar regular dan tunai. Perbedaan antara pasar reguler dan tunai ada pada sistem transaksinya. Penyelesaian transaksi di pasar reguler biasanya dilakukan pada T+2 (2 hari setelah transaksi). Sedangkan pembayaran untuk transaksi di pasar tunai dilakukan pada hari yang sama (T+0).

Payment Date Dividen

Tiga poin di atas adalah istilah yang di gunakan dalam hal batas tanggal pembelian saham sehingga investor berhak mendapatkan deviden ataukah tidak serta berbicara tentang pencatatan data investornya. Pertanyaan selanjutnya, lalu kapan dividen tersebut di bagikan?

Nah inilah yang namanya payment date/ distribution date. Payment date/distribution date adalah tanggal pembagian deviden kepada para investor/pemegang saham yang membeli saham perusahaan sebelum atau ketika cum date.

Payment date di umumkan bersamaan dengan cum date dan ex date. Misalnya, perusahaan ABCD mengumumkan bahwa cum date nya jatuh pada tanggal 1 Juli 2020, sedangkan ex datenya tanggal 2 Juli 2020 dan payment date-nya tanggal 21 Agustus 2020. Jika Anda membeli saham ABCD di tanggal 1 Juli 2020 atau sebelum tanggal 2 Juli 2020, nantinya Anda akan mendapatkan dividen dari saham ABCD pada tanggal 21 Agustus 2020.

Biasanya payment date ini akan berlangsung pada 10 hari sampai dengan 2-3 minggu setelah ex date. Jumlah dividen yang diterima akan di transfer ke rekening masing-masing pemegang saham yang berhak mendapat dividen atau mereka yang membeli saham perusahaan sebelum atau saat cum date. Tentunya setelah di potong pph (pajak penghasilan) sebesar 10%. Jadi, pastikan nomor rekening yang Anda cantumkan sudah benar.

Besaran jumlah dividen yang di berikan juga berbeda-beda. Oleh sebab itu sebaiknya melakukan analisa fundamental dan teknikal sebelum melakukan investasi saham. Supaya Anda bisa memilih perusahaan yang terbiasa membagikan deviden tinggi pada investornya.

Mengapa Tanggal-tanggal di Atas Penting?

Pada bagian pembuka di artikel ini, saya sedikit menyinggung tentang pentingnya istilah-istilah diatas bagi investor saham pemula. Tanggal-tanggal diatas harus di pahami karena akan sering di temui ketika hendak berinvestasi. Namun bagaimana penejleasan yang lebih kongkritnya?

Ternyata tanggal-tanggal tersebut bukan hanya berpengaruh bagi para investor secara langsung, tapi juga memiliki pengaruh dalam pergerakan harga di pasar saham. Berikut penjelasannya!

Bagi Investor

Seperti yang telah di sebutkan sebelumnya, dalam investasi saham pemegang saham bisa mendapatkan keuntungan dengan 2 cara yakni melalui dividen dan juga capital gain atau penjualan saham saat terjadi kenaikan harga saham.

Baca : Apa Itu IPO? Definisi, Tahapan dan Cara Menilai Prospeknya

Untuk memperoleh capital gain, investor perlu menahan saham yang di miliki agar nilainya naik dan siap untuk di jual kembali. Namun jika investor juga ingin mendapatkan keuntungan dari dividen yang di bagikan perusahaan, maka tanggal-tanggal tersebut sangatlah penting untuk di cari tahu.

Dengan mengetahui tanggal-tanggal di atas, investor yang berorientasi pada keuntungan saham melalui dividen bisa bersiap saat kapan perlu membeli saham dari perusahaan tertentu. Kemudian pada tanggal berapa bisa menerima dividennya.

Bagi Pasar Saham

Lalu apa pengaruh dari tanggal-tanggal di atas terhadap pergerakan harga saham di bursa efek?

Umumnya harga saham akan naik sebelum ex date, karena permintaan atas lembar saham akan tinggi dari investor yang mengincar dividen. Kemudian harga saham akan turun kembali bahkan menjadi lebih murah setalah ex date. Hal ini karena para investor yang membeli saham pada cum date, biasanya melepas kembali sahamnya setelah ex date. Mengapa mereka melakukan hal tersebut?

Mungkin hal ini karena plan trading nya hanya jangaka pendek saja atau salah satunya karena status hak penerima dividen seperti ini :

Ketika seseorang membeli saham saat cum date dan melepasnya kembali di luar cum date atau setelah ex date maka statusnya tetap berhak mendapatkan dividen. Tapi jika kita membeli saham sebelum atau pada cum date kemudian menjualnya kembali di hari yang masih termasuk cum date maka kita tidak berhak mendapatkan dividen dari saham tersebut. Atau seperti yang di singgung sebelumnya, jika Anda membeli saham setelah lewat dari cum date walaupun hanya 1 menit, maka sudah tentu Anda juga tidak berhak menerima dividen.

Jadi jika Anda tidak terlalu mengharapkan dividen, Anda mungkin bisa membeli saham setelah cum date saja. Namun jika berdasarkan analisa Anda perusahaan tersebut memiliki prosepektus yang bagus di masa depan maka tidak ada salahnya membeli saham pada cum date. Dengan begitu Anda bisa mendapatkan keuntungan dari dividen dan juga capital gain yang lebih maksimal di masa depan.

Bagi Plan Trading

Bagaimana, apakah Anda termasuk tipe investor yang ingin mendapatkan keuntungan dari deviden, capital gain atau keduanya? Semua itu tergantung dari kebutuhan dan analisis Anda masing-masing. Sebab semua pilihan dalam investasi tentu mengandung konsekwensi dan resikonya tersendiri.

Jika Anda termasuk orang yang ingin mendapatkan keuntungan dari pembagian dividen, Anda wajib mengetahui tanggal-tanggal tersebut agar tidak terlewat. Namun sebenarnya pembagian dividen bukanlah patokan sebuah perusahaan dinilai memiliki kinerja baik atau buruk. Ada juga perusahaan yang memiliki kinerja baik, namun tidak membagikan devidennya. Sebab keuntungan dari saham bukan hanya dari dividen mealinkan dari capital gain yang bisa di maksimalkan secara jangka panjang.

Baca juga :

Penutup

Demikian penjelasan mengenai istilah-istilah penting yang berkaitan dengan tanggal-tanggal pembagian dividen di BEI. Pengumuman mengenai tanggal-tanggal tersebut biasanya diumumkan di situs resmi BEI, perusahaan terkait ataupun situs-situs trading lain. Anda dapat melakukan pengecekan secara berkala melalui situs-situs tersebut. Semoga informasi ini bermanfaat dan dapat membantu Anda selangkah lebih siap untuk memulai trading saham di bursa efek. Selamat berinvestasi!

Bagikan ;
Share
Published by
Yulinda Nurlisdiana

Recent Posts

Ini 8 Investasi Modal Kecil Mulai dari 100 Ribuan, Cocok Bagi Pemula!

Jika mendengar kata investasi maka yang akan terpikirkan adalah sesuatu yang memiliki nilai keuntungan. Hal…

2 minggu ago

HERO Tutup Semua Giant, Begini Kinerja 8 Saham Emiten Ritel Modern

Kabar mengejutkan datang dari sektor ritel modern. Terbaru, PT Hero Supermarket Tbk (HERO), mengumumkan bakal…

3 minggu ago

Merger Gojek – Tokopedia, 8 Emiten Saham Teknologi Langsung Cuan?

Setelah begitu ramai berhembus sejak April kemarin, akhirnya dua raksasa startup asal Indonesia takni Gojek…

3 minggu ago

Penting! Ini Cara Membedakan Saham Likuid dan Tidak Likuid

Bagi Anda para investor pemula yang ingin memulai investasi saham, pasti sudah pernah mendapatkan saran…

4 minggu ago

Investor Wanita dan Bagaimana Perkembangannya Saat Ini ?

Pada tanggal 21 April 2021 yang lalu adalah hari peringatan nasional yang kita kenal sebagai…

4 minggu ago

Mau Investasi Saham? Pahami Dulu Apa itu Bid dan Ask Serta Istilah Lain

Sebenarnya, pada saat kita bertransaksi saham di pasar sekunder (setelah IPO) kita bukan lagi hanya…

1 bulan ago