Inilah Indeks Saham Terpopuler di Indonesia, untuk Acuan Membeli Saham

Peminat investasi di tanah air semakit meningkat namun seringkali tidak diimbangi dengan pengetahuan yang memadai sehingga kerap menimbulkan kegagalan.

Untuk itu perlu kiranya bagi seseorang untuk memiliki bekal pengetahuan dalam dunia investasi sehingga dengan pengetahuan yang dimiliki seseorang bisa lebih cermat dalam berinvestasi.

Salah-satu jenis investasi yang sedang popular belakangan adalah investasi saham, dimana investasi ini peminatnya kian hari kian meningkat dengan semakin banyaknya orang yang terjun pada pasar modal.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah investor hingga 19 November 2020 sudah mencapai 3,53 juta atau meningkat 42% dibandingkan akhir 2019. Investor saham diantaranya mencapai 1,5 juta atau tumbuh 36,13% dari tahun lalu.

Angka tersebut diprediksi akan terus meningkat di tahuun ini, karena peminat investasi di pasar modal masihlah banyak, terlebih kesadaran akan pentingnya investasi mulai merasuki masyarakat.

Hal ini tentu saja menjadi angin segar karena dunia pasar modal di Indonesia saat ini masih di dominasi oleh kalangan investor dari luar negeri.

Investasi saham bukan tanpa risiko, oleh sebab itu supaya seseorang mampu meminimalisir segala kemungkinan buruk yang mungkin terjadi perlu kiranya pengetahuan yang mumpuni akan dunia pasar modal.

Salah satu hal yang harus kita pelajari adalah indeks saham, indeks saham merupakan indikator pergerakan saham.

Dalam investasi saham keputusan membeli saham dapat diambil dengan mengacu pada indeks saham terpopuler di Indonesia selain lewat referensi yang bisa dipakai antara lain artikel, buku, maupun rekomendasi dari pihak yang berpengalaman, untuk tahu saham perusahaan mana yang bakal memberikan keuntungan maksimal.

Umumnya, pelaku pasar saham di Indonesia menggunakan Indeks Harga Saham Gabungan, disingkat IHSG. Namun ada indeks lainnya yang juga bisa dijadikan acuan dan dasar pertimbangan dalam membeli saham.

Baca juga: Pelaku Pasar Modal di Indonesia, Siapa Saja?

Ini dia beberapa indeks saham terpopuler di Indonesia yang paling sering digunaan oleh para investor antara lain.

IHSG

saham

IHSG adalah sebuah singkatan dari Indeks Harga Saham Gabungan. IHSG juga dikenal secara global dengan Indonesia Composite Index (ICI). Sebagian menyebutnya dengan IDX Composite.

Lebih lanjut lagi, IHSG adalah indeks pasar saham yang secara efektif digunakan pada Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks ini merupakan daftar seluruh saham yang saat ini diperjualbelikan di BEI.

Pada umumnya, IHSG digunakan sebagai acuan kenaikan maupun penurunan pasar investasi saham secara nasional dan internasional.

IHSG adalah satu-satunya komponen penting yang wajib digunakan dalam memantau pergerakan harga saham di Indonesia. Para investor biasanya menggunakan parameter dalam IHSG untuk membaca perkembangan harga dan menjadikan acuan pada portofolio.

Indeks LQ45

Indeks LQ45 diluncurkan pertama kali pada Februari 1997, namun untuk mendapatkan data historikal yang lebih panjang, hari dasar yang dipakai adalah tanggal 13 Juli tahun 1994, dengan nilai indeks sebesar 100.

Menurut pengertiannya, indeks LQ45 merupakan 45 emiten yang telah melaui proses seleksi dengan likuiditas tinggi (LiQuid) serta beberapa kriteria pemilihan lainnya. Kriteria tersebut diantaranya dapat meliputi pertimbangan kapitalisasi pasar.

45 emiten tersebut disesuaikan setiap enam bulan sekali (tiap awal Februari dan Agustus). Dengan demikian, saham yang terdapat pada daftar tersebut akan selalu berubah-ubah.

Indeks ini adalah indeks saham terpopuler yang menghitung pergerakan 45 saham dengan kemampuan membayar utang jangka pendek atau likuiditas yang tertinggi.

Selain itu,saham dalam daftar ini juga memiliki kapitalisasi atau nilai pasar besar di BEI. Karena likuiditas dan kapitalisasinya, saham yang masuk dalam Indeks LQ45 masuk dalam kategori saham unggulan atau kerap disebut dengan istilah blue chip.

IDX 30

Indeks IDX30 adalah indeks yang terdiri dari 30 saham yang konstituennya dipilih dari konstituen Indeks LQ45. Konstituen Indeks LQ45 dipilih karena saat ini Indeks LQ45 sudah dapat menggambarkan kinerja saham dengan likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar.

Hanya saja, beberapa fund manager merasa jumlah 45 saham tersebut terlalu besar. Jumlah konstituen Indeks IDX30 yang terdiri dari 30 saham memiliki keunggulan lebih mudah dilakukan replika sebagai acuan portofolio. Selain itu, menurut teori portofolio, jumlah 30 merupakan jumlah diversifikasi aset yang ideal dalam sebuah portofolio.

Baca juga: Apa Itu Pasar Modal (Definisi, Sejarah, Lembaga)

Indeks Sektoral

bagan saham

Indeks sektoral diperkenalkan pada tanggal 2 januari 1996, sekarang ini ada 10 sektor yang ada di BEI yaitu sektor Pertanian, Pertambangan, Industri Dasar, Aneka Industri, Barang Konsumsi, Properti, Infrastruktur, Keuangan, Perdangangan dan Jasa, dan Manufatur.

Indeks ini mengukur performa saham dari setiap setor industri sesuai dengan klasifikasi yang disusun oleh Jakarta Stock Industrial Classification (JASICA).

Pengelempokan sektor menjadi sangat penting, karena ketika kita mengetahui berita terhadap suatu sektor sebagai investor akan sangat menunjang dalam pergerakan di pasar modal.

Jakarta Islamic Index (JII)

Dikutip dari laman BEI, Jakarta Islamic Index (JII) adalah indeks saham syariah yang pertama kali diluncurkan di pasar modal Indonesia pada tanggal 3 Juli 2000.

Konstituen JII hanya terdiri dari 30 saham syariah paling likuid yang tercatat di BEI. Sama seperti ISSI, review saham syariah yang menjadi konstituen JII dilakukan sebanyak dua kali dalam setahun, Mei dan November, mengikuti jadwal review DES oleh OJK.

BEI menentukan dan melakukan seleksi saham syariah yang menjadi konstituen JII. Adapun kriteria likuditas yang digunakan dalam menyeleksi 30 saham syariah yang menjadi konstituen JII.

Daftar ini cocok bagi para investor yang ingin menekankan prinsip syariah dalam memaksimalkan dananya.

Indeks BISNIS-27

Indeks Bisnis 27 adalah istilah untuk daftar indeks saham yang dibuat oleh Bursa Efek Indonesia, dan bekerjasama dengan pihak independen surat kabar Bisnis Indonesia.

Pemilihan rekan kerjasama dengan Bisnis Indonesia dimaksudkan sebagai sarana untuk menetapkan pilihan paling akurat berdasarkan kondisi iklim bisnis dan investasi teranyar di Indonesia, plus untuk memastikan bahwa pihak yang membantu BEI memutuskan daftar pemilik indeks saham adalah pihak yang bukan hanya kompeten, namun juga independen dan tak memiliki kepentingan tertentu.

Pemilihan daftar indeks saham ini dilakukan setiap 6 bulan sekali, dikarenakan iklim bisnis dan investasi yang bisa saja berubah dengan cepat serta mengantisipasi berbagai tren saham.

Daftar saham dalam indeks ini dipilih oleh Komite Indeks Bisnis Indonesia yang merupakan kerja sama BEI dengan perusahaan PT Jurnalindo Aksara Grafika (Bisnis Indonesia Grup).

Indeks KOMPAS100

Indeks Kompas100 diluncurkan bertepatan dengan ulang tahun pasar modal ke 30 dan perayaan HUT PT Bursa Efek Jakarta (BEJ) ke-15 tanggal 13 Juli 2007.

Indeks ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi pada investor, pengelola portofolio serta fund manager sehingga dapat digunakan sebagai acuan dalam menciptakan kreatifi tas (inovasi) pengelolaan dana yang berbasis saham.

Proses pemilihan 100 saham yang masuk dalam penghitungan indeks Kompas100 ini mempertimbangkan faktor likuiditas, kapitalisasi pasar dan kinerja fundamental dari saham-saham tersebut.

Indeks KOMPAS100 merupakan indeks saham yang tersusun atas 100 saham dari emiten yang tercatat di BEI. Saham ini mewakili sekitar 70-80 persen dari total nilai kapitalisasi seluruh saham di bursa yang bisa memberikan gambaran dan kecenderungan arah pergerakan indeks.

Baca juga: Belajar Saham, Mengenal Pasar Modal Syariah di Indonesia

Itulah indeks saham terpopular di indonesia untuk acuan membeli saham, indeks saham tersebut merupakan indeks saham yang layak digunakan sebagai bahan pertimbangan ketika akan bertransaksi di pasar modal.

Bagikan ;

Tinggalkan komentar