Daftar Saham Untuk Investasi Jangka Panjang Bagi Pemula

Bagi Anda yang masih pemula dan baru mulai ingin berinvestasi saham, mungkin masih bingung saham apa yang cocok untuk di tabung secara jangka panjang di tahun 2020 ini.

Meskipun IHSG sempat turun secara drastis pada masa pandemic covid-19 kemarin, namun tidak ada salahnya jika Anda mulai menabung saham dari sekarang.

Karena justru ini bisa menjadi momentum baik untuk memperoleh keuntungan investasi saham dalam 10 atau 15 tahun kedepan karena harga saham yang sedang murah.

Namun kita tidak bisa membeli saham hanya karena harganya sedang murah saat ini. Jadi sebelum memilih saham apa yang akan kita beli, tentunya kita perlu mengenali lebih dalam mengenai fundamental emitennya.

Bahkan kita perlu mencermati bagaimana tata kelola manajemen dalam membangun perusahaan.

Hal ini agar kita bisa menilai apakah saham tersebut berpotensi besar masih memiliki kinerja baik dalam 10-15 tahun ke depan.

Memang harga saham yang turun pada tahun pertama atau kedua adalah hal yang wajar dan kita tidak perlu risau karena kita menabung untuk jangka panjang yakni dalam kurun waktu 5-10 tahun kedepan.

Tapi yang jadi masalah adalah ketika saham yang kita beli hari ini, kemudian amblas, stagnan dan bahkan sulit naik lagi.

Oleh karenanya, kali ini kita akan membahas saham-saham yang menjadi rekomendasi beberapa analis saham untuk di tabung secara jangka panjang yakni lebih dari 5 tahun.

Saham-saham ini bisa d tabung secara berkala misalnya sebulan sekali, per dua atau tiga bulan sekali. Namun kurang di rekomendasikan untuk menabung tahunan karena hasilnya akan kurang maksimal di banding menabung bulanan.

Kriteria saham yang menjadi rekomendasi biasanya memiliki kinerja yang baik dan telah teruji selama bertahun-tahun.

Selain itu, saham-saham ini juga memiliki nilai “competitive moat” atau penguasaan pangsa pasar yang besar dari pada para pesaingnya. Langsung saja kita bahas apa saja saham-saham rekomendasi pada tahun ini untuk Anda yang ingin menabung saham secara jangka panjang!

1. Saham BBRI

Saham BBRI Untuk Investasi Jangka Panjang

Kita mulai dengan saham pilihan yang harganya cukup murah, namun sangat kompetitif kinerjanya yakni BBRI.

Saham perbankan yang wajib dipertimbangkan untuk pemula jika ingin menabung saham. Per-tanggal 14 September 2020, harga saham BBRI adalah Rp 3.400/ lembar saham.

Seperti yang kita tahu, BBRI adalah saham milik PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk yang merupakan salah satu bank BUMN terbesar di Indonesia.

Yang mana, secara kinerja dan kualitasnya sudah di akui secara Internasional. Bank BRI bahkan masuk dalam jajaran 2.000 perusahaan terbaik versi Forbes.

Pendapatan bank BRI selalu tumbuh dalam 10 tahun terakhir. Begitupula dengan asetnya. Pada tahun 2019 kemarin, BBRI memiliki total aset Rp. 1.416,76 Triliun, meningkat dari 9,24% dari tahun sebelumnya.

2. Saham CPIN

Saham CPIN Untuk Investasi Jangka Panjang

Jika Anda pikir hanya saham-saham perbankan dan customer goods saja yang biasanya di rekomendasikan untuk pemula agar bisa menabung saham, ternyata ada saham di sektor Basic Industry and Chemical juga bisa menjadi pilihan yang layak di pertimbangkan.

Saham selanjutnya yang wajib menjadi pertimbang para pemula untuk menabung saham yakni saham dengan kode CPIN.

CPIN merupakan saham dari PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk yang memiliki konsentrasi bidang usaha industri makanan ternak, pembibitan dan budidaya ayam ras serta pengolahannya. Saham ini adalah saham pilihan termurah kedua.

Pada tanggal 14 September 2020 harga saham CPIN adalah Rp. 6.050/lembar saham dengan market cap sebesar Rp. 99.21 Triliun.

CPIN sempat anjlok karena issue ayam, tapi dengan cepat meningkat lagi. Biasanya saham dengan fundamentalnya baik, walaupun sahamnya jatuh namun akan tetap naik nantinya. Secara trend, saham CPIN juga cukup baik.

Aset CPIN selalu meningkat dalam 5 tahun terakhir, begitu juga dengan pendapatannya. Pada tahun 2019 yang lalu CPIN tercatat mampu menghasilkan pendapatan sebesar Rp. 58,63 Triliun, yang mana hal ini naik sebesar 8,67% dari tahun sebelumnya.

Untuk Anda yang juga berburu dividen, CPIN tercatat menjadi emiten yang rajin membagikan dividen kepada para investornya.

3. Saham TLKM

Saham TLKM Untuk Investasi Jangka Panjang

Saham lainnya yang sangat sayang untuk di lewatkan adalah TLKM. Anda pasti kenal dengan salah satu BUMN kebanggaan Indonesia yang satu ini.

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk atau biasa kita kenal dengan sebutan Telkom adalah BUMN yang bergerak pada bidang telekomunikasi.

Sehingga jika jika ada masalah dengan saham TLKM, pemerintah sendiri yang langsung turun tangan.

Secara prospek, saham ini juga sangat cerah mengingat kebutuhan masyarakat yang kini tidak bisa lepas dari internet.

Apalagi dengan jumlah masyarakat Indonesia yang sangat besar, hal ini pasti tidak akan membuat TLKM meningkatkan revenuenya dalam jangka panjang.

Perusahaan juga ini merupakan salah satu perusahaan terbesar di bidangnya. Bisa kita katakan bahwa TLKM adalah penguasa pasar dalam industri ini.

Secara kuantitas, TLKM masih terlalu besar jika kita bandingkan dengan kompetitornya. Harga saham TLKM juga lebih murah dari pada ketiga saham rekomendasi yang telah kita bahas sebelumnya.

Per-tanggal 14 September 2020 ini pergerakan harga saham TLKM mencapai Rp. 2.870/ lembar saham. Tertarik membeli saham TLKM?

4. Saham UNVR

Saham UNVR Untuk Investasi Jangka Panjang

Siapa yang tidak tahu brand Unilever? Dari mulai pasta gigi hingga makanan sehari-hari masyarakat Indonesia tidak bisa lepas dari brand yang satu ini.

Ya, Unilever memang merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang industri kebutuhan barang sehari-hari (customer goods).

Oleh karena itu wajar jika perusahaan ini seperti tidak ada matinya. Apalagi dengan namanya besarnya, bisa kita katakan bahwa prospek pertumbuhan Unilever sangat bagus untuk jangka panjang.

Untuk Anda yang tertarik menjadi salah satu pemilik saham Unilever, UNVR adalah kode saham Unilever yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Saham ini adalah salah satu saham yang sering menjadi rekomendasi analis saham untuk pemula agar bisa menabung saham jangka panjang.

Hal ini tidak mengherankan, karena perusahaan multinasional ini sudah sangat kuat menguasai pangsa pasar. Bukan hanya di Indonesia tapi juga berbagai belahan dunia lainnya.

Selain itu, saham-saham yang berada dalam sektor consumer goods biasanya lebih stabil pada saat pasar saham sedang mengalami krisis.

Karena produknya selalu menjadi kebutuhan konsumen setiap harinya. Orang-orang pasti membutuhkan pasta gigi, sabun mandi dan tentunya makanan atau minuman.

Hal ini berbeda dengan saham-saham dari sektor pertambangan yang biasanya harganya naik turun mengikuti harga komoditas dunia.

Namun bukan berarti saham-saham sektor pertambangan tidak bagus untuk di beli, Anda tetap bisa membelinya sesuai dengan tujuan investasi dan kemampuan analisa Anda.

Jika Anda tertarik membeli saham UNVR, berdasarkan grafik pergerakan harga saham (BEI) harga saham UNVR per tanggal 14 Spetember 2020 adalah Rp. 8.275/ lembar saham.

Seperti yang kita tahu, bahwa unilever merupakan perusahaan multinasional, sehingga sahamnya juga di perjual belikan di luar negeri. Baik saham Unilever Indonesia maupun Internasional, grafik pergerakan harga sahamnya juga selalu memberikan return yang baik (Bursa efek Amerika).

5. Saham ICBP

Saham ICPB Untuk Investasi Jangka Panjang

Saham dari sektor customer goods lainnya yang banyak menjadi rekomendasi adalah ICBP, yakni saham yang berasal dari Indofood.

Sebenarnya Indofood memiliki dua kode saham yang tercatat di BEI, yakni INDF dan ICBP. Namun jika Anda ingin menabung saham, menurut beberapa analis saham, kode saham ICBP lebih cocok untuk Anda.

Semua orang pasti setuju bahwa produk-produk dari Indofood, terutama mie instantnya merupakan produk yang sangat diminati oleh masyarakat Indonesia.

Bukan hanya di Indonesia, Indomie juga sudah di ekspor ke berbagai negara di dunia. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Harga saham ICP per tanggal 14 Spetember 2020 adalah Rp. 10.500/ lembar saham dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp. 122.45 Triliun.

Saham-saham yang direkomendasikan untuk investasi jangka panjang bagi pemula ini adalah saham-saham yang memiliki revenue yang baik.

ICBP juga merupakan saham yang termasuk dalam kriteria ini karena revenuenya yang selalu meningkat dari tahun ketahun. Pada tahun 2019 kemarin, ICBP tercatat mampu meningkatkan penjualannya sebanyak 10,11% yakni sebesar Rp. 42,30 Triliun.

Selain itu, ICBP juga termasuk emiten yang rajin membagikan dividen sahamnya bahkan jumlahnya selalu meningkat setiap tahun.

Pembagian dividen bisa menjadi salah satu indikator yang bagus dalam melihat kemampuan perusahaan dalam meningkatkan profitabilitasnya. Jadi jika Anda juga mengharapkan keuntungan investasi dari dividen, Anda mungkin bisa mempertimbangkan membeli saham ICBP.

6. Saham BBCA

Saham BBCA Untuk Investasi Jangka Panjang

Saham terakhir yang bisa menjadi pilihan bagi Anda yang ingin menabung saham adalah saham dengan kode BBCA.

BBCA merupakan saham yang berasal dari PT Bank Central Asia Tbk dan masuk dalam jajaran saham yang paling mahal di Bursa Efek Indonesia. BBCA juga merupakan salah satu emiten yang memiliki market cap (kapitalisasi pasar) terbesar.

Per-tanggal 14 September 2020, harga saham BBCA adalah Rp. 30.250/ lembar saham. Sementara market capnya (kapitalisasi pasar) mencapai 745,81 Triliun.

Kapitalisasi pasar yang tinggi ini menunjukan bahwa kepercayaan investor kepada emiten BBCA sangatlah tinggi. Hal ini tidak mengherankan, karena secara kinerja saham baik fundamental dan teknikalnya sangat baik.

Selama 10 tahun terakhir, pendapatan BBCA selalu meningkat. Begitu juga dengan dengan asetnya. Pada tahun 2019 kemarin, BBCA tercatat memiliki total aset sebesar Rp 918,99 Triliun.

Bahkan Bank BCA pernah mendapatkan penghargaan sebagai Bank terbaik di Indonesia dan Asia dari FinanceAsia Country Awards for Achievement 2019 di Hong Kong.

Penutup

Berdasarkan saham-saham yang di rekomendasikan di atas, ternyata Anda bukan hanya bisa berinvestasi saham jangka panjang pada tiga sektor unggulan seperti perbankan, customer goods, dan telekomunikasi saja. Ada sektor saham lain yang juga prospek dijadikan tabungan saham jangka panjang di sektor Basic Industry and Chemical, CPIN misalnya.

Sektor-sektor tersebut adalah industri yang telah teruji selama bertahun-tahun tidak pernah lesu dan termakan oleh zaman. Jika Anda sudah yakin, Anda bisa membeli saham dalam jumlah besar saat awal lalu membiarkan pergerakan IHSG meningkat selama 5 atau 10 tahun kedepan. Atau Anda bisa menabung saham sedikit demi sedikit, lalu ketika saham mengalami koreksi Anda bisa membelinya lebih banyak.

Bagikan ;