Saham

10 Daftar Saham Terbaik Untuk Pemula

Kesadaran berinvestasi sangat penting bagi kita, terutama para milenial yang secara usia produktif masih cukup panjang dan tentunya akan menghadapi kebutuhan-kebutuhan hidup di masa mendatang.

Investasi menjadi salah satu jalan keluar supaya kita bisa meraih tujuan-tujuan keuangan yang telah di rencanakan dan saham merupakan instrumen yang bisa di andalkan.

Namun tentu saja, seperti instrumen investasi lainnya, saham juga pasti memiliki resikonya tersendiri.

Bagi para pemula yang baru ingin memulai investasi saham mungkin masih cukup banyak keraguan untuk memilih saham mana yang layak untuk di beli pada masa awal-awal mulai berinvestasi atau bahkan untuk pertama kalinya.

Itu adalah hal yang sangat wajar, tapi jangan sampai hal tersebut mengurungkan niat Anda untuk mulai berinvetasi.

Berikut kami sajikan 10 daftar saham terbaik untuk pemula yang bisa Anda cermati dan coba beli di tahun ini.

Baca: 11 Daftar Saham Blue Chip Indonesia Tahun 2020

Saham-saham ini dikatakan oleh beberapa sumber dan ahli menjadi pilihan yang bisa di pertimbangkan oleh para pemula, karena :

  • Termasuk emiten besar dan secara jangka panjang kemungkinan akan tetap cukup baik kinerjanya.
  • Bisa di katakan bahwa saham-saham ini resikonya tidak terlalu tinggi.
  • Kita cukup familiar dengan bisnisnya, sehingga bisa melihat sendiri dan lebih yakin untuk menjadi pemegang sahamnya.

1. BBCA

Saham pertama yang di rekomendasikan untuk pemula adalah saham dengan kode BBCA milik PT. Bank Central Asia Tbk atau Bank BCA. Bank BCA (BBCA) merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang perbankan swasta terbesar di Indonesia dan banyak diminati investor.

BBCA masuk dalam daftar index saham LQ45 periode Juli 2020 kemarin, sehingga bisa di katakan saham ini juga merupakan saham paling liquid di BEI.

Secara kinerja, Bank BCA juga tidak kalah dengan bank-bank besar plat merah seperti Mandiri atau BRI. Dari segi harga sahamnya terlihat tidak terlalu fluktuatif dan pelan namun secara jangka panjang pergerakan harganya cukup naik.

Sebab seperti yang kita tahu, pengguna layanan/nasabah Bank BCA cukup besar dan kepercayaan publik terhadap bank pun sangat tinggi.

Selain itu, rasio NPL Bank BCA juga termasuk cukup rendah jika di bandingkan dengan perusahaan perbankan besar lainnya. Bagi Anda yang belum tahu, NPL adalah kredit macet.

Hal ini karena BCA menerapkan proses dan syarat yaang cukup detail dan ketat untuk nasabah yang ingin melakukan peminjaman.

Sehingga dalam memberikan pinjaman, Bank BCA akan melihat kemampuan nasabah dalam membayar dana pinjamannya dan prosesntase kredit macet menjadi lebih kecil.

2. ICBP

Saham lainnya yang bisa di pertimbangkan untuk pemula adalah ICBP atau saham dari PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk yang merupakan saham dari emiten di sektor consumer goods.

Sebenarnya, Indofood sendiri punya 2 kode saham, yang pertama adalah INDF dan yang kedua ICBP.

Perbedaannya, INDF adalah holding/perusahaan induk sedangkan ICBP adalah anak usaha yang khusus bergerak dalam produksi makanan dan minuman saja (food & beveranges).

Sebab INDF merupakan holding yang cukup besar, yang membawahi beberapa sektor lain yang berkaitan seperti agribisnis dan distribusi.

Saham ICBP menjadi saham yang cukup menarik karena Indofood bisa di katakan bisa mempertahankan kinerja keuangannya.

Salah satu brand besar milik Indofood seperti Indomie bisa di temukan di mana saja dengan permintaan yang tinggi karena rasanya, bahkan menembus pasar luar negeri.

Karena adanya ekspor ini, kemungkinan bisnis ini akan terus membesar walaupun memang ICBP memproduksi produk lainnya selain indomie, namun indomie dinilai merupakan produk best seller.

Saham ICBP juga bisa di katakan merupakan saham yang tahan banting. Walaupun sedang krisis, ICBP mampu bertahan karena masyarakat tetap perlu makan.

Apalagi jika sedang ingin berhemat, maka indomie menjadi salah satu alternatifnya. Secara grafik pergerakan harganya cenderung perlahan naik keatas.

Sehingga ICBP menjadi saham yang menarik untuk pemula dan jangka panjang secraa kinerja.

3. TLKM

Saham selanjutnya yang menarik di beli bagi pemula adalah saham TLKM di bidang telekomunikasi. Saham ini adalah milik PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk, yang merupakan salah satu BUMN besar di bidang telekomunikasi.

Jika di bandingkan dengan pesanginya seperti XL, kinerja TLKM bisa di katakan lebih stabil, dari segi pengguna dan dari segi jaringan yang sudah tersebar di seluruh Indonesia (walaupun tidak semua daerah bisa mengakses signal 4G).

Yang menarik dari saham TLKM, jika di lihat dari perkembangan teknologi saat ini saham ini bisa masuk dalam kategori saham di sektor consumer goods.

Karena kebutuhan akan jaringan internet sangatlah tinggi, untuk melakukan berbagai aktifitas. Setiap orang butuh internet dan setiap rumah butuh wifi.

TLKM sudah memfasilitasi hal ini dengan produk-produknya, dan yang cukup baru yakni indihome. Inilah salah satu alasan yang membuat saham ini punya prospek cerah ke depannya.

TLKM juga memiliki project palapa ring yang tujuan akhirnya adalah agar masyarakat Indonesia bisa mengakses signal Telkom dimanapun mereka berada.

Jika demikian, maka pastinya masyarakat perlu membeli pulsa/paket data TLKM dan jumlah penjualan TLKM akan terus meningkat

4. MNCM

MNCM adalah kode saham milik PT Media Nusantara Citra Tbk atau yang kita kenal dengan MNC Group. Mengapa MNCM menjadi salah satu saham yang menarik untuk pemula?

Jika kita lihat, kini harga saham MNCM turun hingga di bawah Rp. 1000. Menurut salah satu pengamat saham, hal ini di sebabkan karena pada awal tahun 2013 ownernya tidak terlalu fokus mengembangkan bisnis, melainkan lebih banyak mengurusi urusan parpol.

Namun, pada awal 2020 lalu, pemiliknya yakni Hary Tanoe, kembali mengumumkan akan kembali fokus pada bisnisnya. Bahkan menargetkan harga saham di atas Rp. 3000.

Setelah pengumuman tersebut, MNC di kabarkan menggandeng Netflix sebagai partner.

Menariknya, prospek pada bidang bisnis ini kedepannya bisa di katakan cukup cerah karena selain dari segi manajemennya yang kini mulai fokus, media akan menjadi salah teknologi paling di butuhkan dan MNC kemungkinan bisa menjadi salah satu media yang bisa berkembang secara internasional.

Sehingga membeli saham MNCM sedang murah saat ini bisa di pertimbangkan pemula untuk jangka panjang.

5. UNVR

Kembali lagi pada saham di sektor customer goods. Jika Anda tertarik berinvestasi di sektor ini, ada saham lainnya yang cukup banyak di lirik oleh investor pemula selain ICBP yakni UNVR.

UNVR adalah saham milik PT. Unilever Indonesia Tbk. Emiten ini termasuk saham blue chip dan masuk dalam index saham LQ45 dengan market cap yang besar yakni Rp. 313, 78 Triliun per Agustus 2020.

UNVR bisa di katakan telah emnjadi market leader di bidangnya. Banyak produk-produk rumah tangga di setiap keluarga Indonesia berasal dari perusahaan ini. Sehingga dominasi brand dan marketnya bisa di katakan sudah sangat kuat.

Secara kinerjanya, pengelolaan keuangan UNVR juga cukup efisien. Dalam 10 tahun terakhir, pendapatan UNVR terus naik secara konsisten.

UNVR juga pernah tercatat mampu menaikan ROE hingga 142% pada tahun 2018 dan dividen payout atau besaran profit yang di bagikan sebagai dividen sebesar 100%. Artinya keuntungan yang di peroleh di bagikan kepada para pemegang saham sepenuhnya.

6. BBRI

Jika Anda tertarik berinvestasi saham di sektor perbankan, maka ada pilihan lainnya yang menarik bagi pemula yakni BBRI.

Dari namanya mungkin kita bisa menebak bahwa saham ini merupakan saham milik PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau Bank BRI, yakni salah satu perbankan terbesar BUMN dan menjadi salah satu aset negara terbesar.

Saham BBRI menarik di beli oleh pemula karena emiten ini termasuk bank yang memperoleh profit terbesar.

Pengalaman dan manajemen yang sudah lebih dari 100 tahun bergerak di pasar UMKM sulit di saingi. Market capnya kini menjcapai Rp. 373, 74 Triliun.

Hal menarik lainnya nilai NPL BRI juga tergolong rendah dan memiliki rasio ROE di atas 15%. Dari segi pembagian deviden per-sahamnya juga terus meningkat dari tahun ke tahun.

7. BMRI

Emiten perbankan terbesar lainnya adalah PT. Bank Mandiri Tbk (BMRI). Sama seperti BBRI, BMRI juga merupakan perusahaan milik negara. Mengapa saham BMRI menarik untuk pemula?

Hal ini karena BMRI memiki track record kinerja yang cukup bagus berdasarkan data keuangan BMRI dalam 10 tahun terakhir. BMRI mampu meningkatkan revenue, yang di iringi pula dengan peningkatan net profit.

Selain itu ROA dan ROE BMRI juga dalam range angka yang cukup baik yakni 11%, walaupun tidak sebagus BBRI. Saham ini juga selalu membagikan deviden kepada para pemegang sahamnya.

8. ADMF

Saham menarik lainnya untuk pemula yakni ADMF yang merupakan kode saham dari PT. Adira Finance Tbk. Perusahaan ini adalah satu perusahaan terbesar yang bergerak di bidang pembiayaan di Indonesia.

Perusahaan ini menjadi pilihan banyak masyarakat Indonesia untuk urusan pembiayaan, mulai dari otomotif dan pembiayaan multiguna lainnya.

Jika di lihat dari data keuangannya, ADMF tercatat memiliki revenue dan net profit yang bagus selama 10 tahun terakhir.

Jadi bisa di katakan bahwa emiten ini memiliki kinerja yang cukup baik. Dari segi ROE juga sangat bagus, yakni di atas 20% yang bisa di artikan bahwa perusahaan.

9. SIDO

Selanjutnya ada saham SIDO atau Sido Muncul, yang produknya mungkin sudah tidak asing lagi untuk Anda. PT Industri Jamu dan Farmasi Sd Mncl Tbk meruapakan emiten yang bergerak di sektor consumer goods khususnya obat-obatan herbal.

Walaupun saham ini tergolong lebih muda dari melantai di BEI di banding saham-saham yang di sebutkan di atas, namun kinerjanya sangat menarik.

Sejak tahun 2013 hingga 2019 kemarin, revenue dan net profitnya terus meningkat. Sementara tingkat utangnya masih dalam kategori aman. Begitupun dengan rasio ROE-nya.

Secara harganyapun, saham SIDO termasuk cukup stabil tidak mengalami penurunan drastis sejak Januari hingga kini berada di angka Rp. 1.275/ lembar saham (per 3 Agustus 2020)

10. BBNI

Sebelum mengakhiri ulasan kali ini, saham terakhir yang bisa di pertimbangkan pertimbangkan oleh pemula yakni BBNI. BBNI adalah salah satu emiten BUMN di sektor perbankan. Walaupun tidak sebagus BBRI tapi BBNI memiliki kinerja yang juga cukup baik.

BBNI mampu meningkatkan revenue dan juga net profit selama 10 tahun terakhir (2010-2019). ROE-nya pun konsisten bisa di atas belasan persen.

Melihat kinerjanya, BBNI ini mungkin bisa cocok untuk berinvestasi dengan jangka waktu diatas 2 tahun. Bagaimna menurut Anda?

Penutup

Itulah 10 daftar saham terbaik untuk pemula. Setelah membuat membuat rekening saham, kira-kira adakah dari 10 saham di atas yang menarik untuk Anda beli?

Pilihan apapun yang di ambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab investor. Namun demikian, pemula juga perlu berani mengambil langkah awal yang di dasarkan pada data.

Semakin banyak mempelajari value dan informasi saham, Anda akan semakin mahir dalam berinvestasi.

Tahun 2020 ini mungkin merupakan tahun yang penuh tantangan untuk dunia investasi di pasar modal.

Baca juga: Belajar Saham, Cara Memulai Berinvestasi Saham Dengan Aman

Sejak awal tahun hingga Juni 2020 IHSG turun, bahkan cukup parah pada bulan Maret. Namun, kita mungkin masih bisa merenungkan kata-kata Warren Buffet berikut : “Be fearful when others are greedy and greedy only when others are frearful”

Bagikan ;
Share
Published by
Yulinda Nurlisdiana

Recent Posts

Pahami Perbedaan Antara ETF dan Reksa Dana

Baru – baru ini Bursa Efek mengeluarkan catatan transaksi investasi ETF yang mengalami peningkatan selama…

4 hari ago

Kebangkrutan Evergrande Dan Dampaknya Bagi Pasar Saham

Pasar global kembali geger dengan fenomena Evergrande yang berpotensi gagal bayar hutang perusahaan. Evergrande hari…

2 minggu ago

Cara Beli Saham Netflix, Starbucks, Disney di Bursa Amerika

Tertarik dengan saham-saham luar negeri khususnya di Bursa Amerika? Apakah kita yang ada di Indonesia…

2 minggu ago

Mengintip Pergerakan Saham-Saham LQ45 ‘Termahal’ di BEI

Bagi Anda yang sudah terbiasa menjelajahi pasar modal seperti BEI (Bursa Efek Indonesia) misalnya, saham-saham…

3 minggu ago

Mengenal Robot Trading Yang Lagi Disoroti BAPPEBTI

Baru – baru ini Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) mengumumkan telah memblokir banyak situs…

3 minggu ago

Profil 8 Emiten Perusahaan yang Listing IPO Pada Bulan September

Pada awal September 2021, ada 8 emiten perusahaan yang baru listing IPO di Bursa Efek…

4 minggu ago