Cara Membeli Saham IPO di Indo Premier serta Ketentuannya

Saham IPO atau saham dari perusahaan yang baru saja melakukan penawaran saham perdananya di bursa biasanya menjadi perhatian publik. Apakah Anda juga salah satu investor yang tertarik membeli saham IPO?

Biasanya, ada beberapa tujuan mengapa sebuah perusahaan melakukan IPO (Intial Public Offering). Diantaranya mulai dari untuk mendapatkan tambahan modal atau melakukan ekspansi, meningkatkan citra perusahaan atau bahkan untuk membayar hutang.

Nah sama seperti saat membeli saham lama, Anda sebaiknya berhati-hati dalam memilih saham IPO. Lebih baik membeli saham IPO yang tujuan IPO perusahaannya adalah untuk berekspansi, karena ini akan menjadi sentimen yang positif dibanding emiten yang tujuannya membayar hutang.

Tahukah Anda bahwa proses pembelian saham IPO tdak selamanya mulus. Terkadang nasabah yang sudah mengisi form bookbuilding melalui perusahaan sekuritas pun tidak bisa menerima jumlah saham sesuai dengan pesanannya karena terjadi oversubscribed dari jatah penawaran yang di tawarkan oleh emiten. Jadi dengan kata lain nasabah hanya mendapatkan jatah saham lebih sedikit dari pesanan.

Selain itu, masih sulit mendapatkan akses data tentang proses IPO dan juga pembelian saham IPO masih terkesan ribet karena masih manual.

Baca juga : Review Indo Premier Sekuritas, Cara Daftar dan Jual Beli Saham Online

Nah, Baru-baru ini BEI memperkenalkan e-IPO untuk menjawab kebutuhan masyarakat di era digital. Apa itu e-IPO, yuk kita bahas pada poin selanjutnya.

Mengenal e-IPO (Electronic Indonesia Public Offering)

Sejak Agustus 2020 yang lalu BEI sudah memperkenalkan e-IPO, yakni layanan pembelian saham IPO secara online. Sistem ini disebut-sebut sebagai salah satu inovasi BEI menyambut ulath pasar modal yang ke 43.

Kebijakan mengenai e-IPO ini di sampaikan lewat surat keputusan direksi PT Bursa Efek Indonesia Kep-00051/BEI/08-2020.

Indo Premier adalah salah satu sekuritas yang sudah ditunjuk OJK sebagai penyedia sistem ini. Jadi PT Indo Premier Sekuritas bisa memfasilitasi para nasabahnya untuk membeli saham dari perusahaan yang di-underwrite sebelum akhirnya listing di BEI.

Dengan begitu nasabah Indo Premier bisa lebih mudah untuk membeli saham pada penawaran perdana.

Adapun kelebihan e-IPO yang dikemukakan oleh Kepala Divisi Pengembangan Bisnis BEI (Ignatius Denny Wicaksono), untuk investor, emiten dan juga perusahaan penjamin emisi serta perusahaan efek yakni :

  • e-IPO akan membuka akses secara luas bagi para investor untuk ikut serta dalam penawaran umum perdana saham
  • Kedepan, investor bisa langsung mendapatkan akses informasi yang lengkap tentang pros IPO lewat website resmi e-IPO
  • Dengan sistem e-IPO, akan memperluas akses emiten dalam menawarkan saham perdananya
  • e-IPO ini nantinya akan bisa mempermudah Perusahaan Penjamin emisi dalam hal publikasi penawaran umum karena semuanya bisa di akses dalam 1 website saja
  • Jika dulu hanya sedikit saja anggota bursa uang bisa terlibat dalam penawaran umum, kini dengan kebijakan e-IPO ini memungkinan perusahaan efek lainnya ikut dalam seluruh proses IPO
  • Persuahaan efek juga bisa menjadikan kebijakan ini untuk membuka layanan baru mereka

Bagi Anda yang akan membeli saham IPO untuk pertama kalinya mungkin masih bingung tentang cara dan ketentuannya di Indo Premier. Nah, kali ini kita akan membahasnya secara detail. Kita mulai dengan mengenal waktu pembelian sahamnya.

Apa Itu Bookbuilding dan Pooling

Ketika melakukan pembelian saham IPO, Anda akan memiliki 2 kesempatan untuk bertransaksi. Pertama adalah Bookbuilding (masa penawaran awal) atau Fixed Allotment (Penjatahan Pasti) dan kedua yakni Pooling (masa penawaran terpusat). Waktu-waktu ini sudah ditentukan oleh perusahaan yang menerbitkan saham IPO. Sehingga Anda wajib mencatatnya agar tidak ketinggalan.

Selain itu ada tanggal-tanggal penting lainnya yang perlu Anda catat ketika ingin ikut serta dalam transaksi saham IPO. Diantaranya :

  • Tanggal pernyataan efektif
  • Tanggal penjatahan
  • Pengembalian dana pesanan (refund)
  • Distribusi saham elektronik
  • Tanggal pencatatan perdana saham di BEI

Jika Anda memilih masa bookbuilding untuk membeli saham IPO, maka Anda juiga perlu menyiapkan dana yang cukup. Hal ini karena dalam periode bookbuilding terdapat minimal jumlah pesanan yang harus Anda beli.

Tapi ini tidak berarti Anda pasti akan mendapatkan semua minimal pesanan saham. Anda bisa saja bahkan tidak bisa membeli 1 lot pun jika permintaan melebihi kapasitas, untuk itulah ada tanggal pengembalian (refund).

Jika masa bookbuilding sudah habis, Anda baru bisa mendapatkan kepastian berapa jumlah saham yang bisa Anda beli. Setelah itu kita akan masuk pada masa pooling. Pada waktu pooling, tidak ada minimal pembelian saham.

Namun tetap saja pastikan dana pada RDN Anda harus mencukupi untuk bertransaksi. Ketika masa pooling sudah habis, selanjutnya akan masuk pada waktu pengembalian dana jika seandainya saham IPO yang bisa Anda dapatkan ternyata lebih sedikit dari pesanan.

Baca juga : Bingung Pilih Saham IPO atau Saham Lama? Ini Resiko dan Tipsnya!

Perlu Anda ketahui, bahwa umumnya dalam pembelian saham IPO ini Anda hanya memiliki kesempatan 1 kali saja. Jadi Anda harus memilih antara bookbuilding atau pooling. Namun terkadang tidak menutup kemungkinan juga untuk membelinya pada kedua waktu tersebut.

Cara Membeli Saham IPO di Indo Premier

Cara membeli saham IPO di Indo Premier

Tata cara membeli saham IPO di Indo Premier cukup mudah. Karena sudah ada peluncuran e-IPO, maka langkah-langkahnya tentu di sesuaikan dengan ketentuan BEI. Berikut adalah langkah yang harus Anda lakukan untuk membeli saham IPO melalui e-IPO di Indo Premier!

1. Pastikan Anda Sudah Punya RDN (Rekening Dana Nasabah)

Untuk membeli saham IPO di Indo Premier, pastikan Anda sudah memiliki RDN yang terdaftar di Indo Premier. Bagi yang belum tahu apa itu RDN, RDN adalah nomor rekening yang digunakan investor untuk menampung dana transaksi saham yang Anda perjual belikan.

Jika Anda sudah terdaftar menjadi nasabah Indo Premier, pasti Anda juga memiliki RDN. Namun jika belum, pembahasan mengenai tata cara pendaftarannya ada di artikel yang terpisah ya.

2. Wajib Untuk Membaca Prospektus dan Resiko Usaha

Sebelum membeli saham IPO, nasabah diwajibkan mempelajari prospektus dan resiko usaha. Hal ini untuk mengantisipasi kerugian yang dapat di alami investor dalam bertransaksi saham IPO.

Semua orang yang berinvestasi tentunya mengharapkan keuntungan bukan? Nah, prospektus dan resiko ini dapat Anda download melalui webiste resmi Indo Premier.

3. Anda Harus Mengembalikan Surat Kuasa e-IPO

Selanjutnya Anda harus menandatangani dan mengembalikan surat kuasa yang berhubungan e-IPO yang sebelumnya di kirimkan pihak Indo Premier melalui email.

Selain di tandangani, surat kuasa ini perlu di beri materai. Surat ini berlaku untuk semua pemesanan saham IPO Anda nantinya di Indo Premier.

Dalam keterangan ketentuan e-IPO yang dikeluarkan BEI, pihak Penyedia Sistem dalam hal ini adalah Indo Premier akan menlaah dokumen-dokumen terkait paling lama sekitar 5 hari kerja sebelum akhirnya Anda bisa membeli saham IPO. Jadi coba persiapkan diri sebelum tanggal IPO dari perusahaan yang Anda minati ya!

4. Log In Melalui Website Indo Premier

Jika sudah mengirimkan kembali surat kuasa yang telah di tandatangi diatas materai, maka Anda sudah bisa melakukan pemesanan saham IPO perdana Anda.

Anda hanya perlu log ini terlebih dulu melalui website resmi Indo Premier. Masukan username, password serta PIN pada kolom member.

5. Isi Formulir Pemesanan Saham Sesuai Sistem Penjatahan yang di Pilih

Anda perlu memilih sistem penjatahan untuk membeli saham IPO. Ada 2 masa penjatahan yakni Masa Penjatahan Pasti (Fixed Allotment) dan Penjatahan Terpusat (Pooling).

Jika Anda memilih Fixed Allotment, maka Anda harus mengisi form Bookbuilding. Namun jika Anda memilih Pooling maka isilah Formulir Pemesanan Pembelian Saham (FPPS).

Pastikan pengisian data benar-benar jelas dan akurat. Untuk mengirimkan data tersebut, selanjutnya Anda perlu menekan tombol “Submit”. Jika sudah, maka data Anda akan tersimpan pada database IPOT milik Indo Premier.

6. Lakukan Penyetoran Dana ke RDN Setelah Menerima E-mail Konfirmasi

Nantinya Anda akan menerima email atau telepon konfirmasi kalau Anda memilih Masa Penjatahan Pasti (Fixed Allotment).

Pihak Indo Premier akan mengkonfirmasikan kembali tentang jumlah saham sesuai dengan transaksi yang telah Anda lakukan sebelumnya.

Setelah itu, Anda akan menerima Trade Confirmation, yang mana Anda harus melakuakn penyetoran dana sesuai pemesanan ke RDN Anda yang terdaftar di Indo Premier.

Perlu Anda ketahui, bahwa dana tersebut tidak dapat Anda tarik lagi kecuali transaksi saham IPO yang Anda lakukan gagal karena tidak mendapatkan pernyataan efektif dari Bapepam-LK (OJK) atau jumlahnya tidak sesuai dengan pemesanan.

Ketentuan e-IPO di Indo Premier

Ketentuan e-IPO Indo Premier

Selain cara pembelian saham IPO, Anda juga perlu memperhatikan beberapa ketentuan yang berlaku di Indo Premier berikut ini sebelum bertransaksi.

Adanya Biaya Penjatahan Pasti (Fixed Allotment Fee)

Perlu Anda ketahui, jika Anda memilih membeli saham IPO pada Masa Penjatahan Pasti (Fixed Allotment), Anda akan di kenakan biaya sebesar 1%. Besaran biaya ini juga dapat berubah sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun nilai 1% merupakan biaya yang umum berlaku pada perusahaan sekuritas.

Pedebetan Dilakukan Otomatis Untuk Pentahan Terpusat (Pooling)

Seperti yang telah di singgung sebelumnya, jika Anda memilih membeli saham IPO pada masa pooling Anda wajib memastikan bahwa dana di RDN Anda mencukupi.

Karena pihak Indo Premier akan melakukan pendebetan secara otomatis setelah Anda mengirimkan Formulir Pemesanan Pembelian Saham (FPPS). Jika dana tidak cukup maka sistem akan membatalkannya.

e-IPO pada Indo Premier Tergantung Ketentuan Bapepam-LK (OJK)

Semua ketentuan tentang e-IPO ini tentunya mengikuti kebijakan OJK. Sehingga perubahan-perubahan akan sangat mungkin terjadi dan akan disesuaikan dengan kebijakan OJK.

Indo Premier Memiliki Hak dan Wewenang dalam Mengatur Alokasi Penjatahan e-IPO

Dalam hal penjatahan, pihak Indo Premier akan bertindak sebagai pihak yang berwenang menghatur alokasi saham eIPO. Sehingga keputusan apapun yang di buat oleh Indo Premier tidak bisa di ganggu gugat oleh siapapun.

Baca juga : Ini Dia, Sektor Saham Terbaik di Indonesia Tahun 2020: Blue Chip!

Apakah akhirnya Anda mendapatkan jumlah saham sesuai pesanan, kurang dari pesanan atau bahkan Anda tidak bisa mendapatkan 1 Lot pun, maka Anda harus menerimanya. Ingat bahwa dalam praktiknya saham IPO bisa saja oversubscribed atau sebaliknya.

Penutup

Bagaimana, sudah cukup jelas mengenai proses pembelian saham IPO di Indo Premier? Bagi Anda nasabah Indo Premier yang tertarik membeli saham pada penawaran perdana perusahaan, bisa langsung mengikuti langkah-langkah yang telah di jelaskan di atas. Mengenai informasi terupdate atau perubahan, bisa Anda tanyakan langsung pada customer service Indo Premier melalui IPOBOT di telegram misalnya.

Bagikan ;

Tinggalkan komentar