BAB 6. Seperti ini Cara Membaca Laporan Keuangan Perusahaan

Pada pembahasan kami sebelum ini, dijelaskan bahwa salah satu senjata utama jika Anda ingin menerapkan strategi value investing adalah Laporan Keuangan. Yap, senjata utama ini tidak lepas dari mindset seorang value investor yang harus berpikir selayaknya pemilik perusahaan, bukan cuma sekadar pembeli lembaran saham saja.

Supaya bisa bersikap seolah-olah jadi sang empu perusahaan, Anda tentu harus tahu betul Laporan Keuangan. Karena melalui Laporan Keuangan itu, Anda bakal memahami bagaimana kinerja bisnis dan tentunya kondisi keuangan perusahaan bersangkutan. Dengan Laporan Keuangan pula, seorang value investor bisa menahan diri dari ketakutan dan kerakusan berlebihan di pasar modal.

Hanya saja rupanya tidak semua investor menyukai atau bahkan memahami cara membaca Laporan Keuangan. Bahkan melihat lembar demi lembar Laporan Keuangan dengan berbagai istilah dan deretan angka, banyak yang sudah malas terlebih dulu. Kalau sudah begini, banyak yang memilih cara cepat dengan menggunakan aplikasi online trading, untuk melihat ringkasan Laporan Keuangan perusahaan.

Baca juga: BAB 1. Value Investing, Strategi Investasi Ala Warren Buffett

Apakah menggunakan aplikasi online trading keliru? Tidak juga. Hanya saja kalau Anda memang ingin sukses seperti investor terkaya di dunia yakni Warren Buffett, haruslah belajar membaca Laporan Keuangan yang lengkap. Karena Laporan Keuangan dalam aplikasi trading online biasanya tidak memuat data yang lengkap.

Dua Jenis Format Laporan Keuangan Perusahaan

Untuk bisa memperoleh informasi Laporan Keuangan perusahaan, Anda tentu harus memiliki akses. Apakah investor biasa seperti kita bisa mendapatkan akses? Jawabannya adalah bisa karena semua sudah disediakan oleh BEI (Bursa Efek Indonesia). Melalui website resmi mereka di www.idx.co.id, siapapun bisa mempelajari Laporan Keuangan emiten.

Sekadar informasi, BEI menyediakan dua format Laporan Keuangan perusahaan. Berikut penjelasannya masing-masing:

contoh Laporan Keuangan
  1. Dengan nama file Financial Statement, format Laporan Keuangan ini disediakan oleh BEI sebagai regulator sehingga tampilannya sama untuk semua emiten yang melantai di BEI. Format Laporan Keuangan ini biasanya berjumlah 10-15 halaman tanpa Catatan Kaki
  2. Biasanya menggunakan nama Laporan Keuangan atau LK Konsolidasi, laporan ini disediakan oleh pihak emiten yang bersangkutan sehingga formatnya bebas. Berbeda dengan Financial Statement, Laporan Keuangan ini biasanya memiliki Catatan Kaki

Catatan Kaki, Hal Penting yang Wajib Dipahami dalam Laporan Keuangan

Bukan tanpa alasan jika seorang value investor memegang teguh prinsip speak by data. Yap, bagi seorang value investor, angka tidaklah pernah berbohong. Melalui angka-angka yang tertuang di Laporan Keuangan, bisa terlihat jelas kondisi finansial emiten sehingga dapat memperhitungkan harga saham normal. Dengan begitu, bisa memutuskan mau membeli atau menjual saham.

Karena itulah jika disuruh memilih, seorang value investor yang menerapkan strategi value investing, akan memilih Laporan Keuangan format bebas dari emiten yang memiliki Catatan Kaki karena lebih lengkap memberikan data-data finansial. Sekadar informasi, dalam Laporan Keuangan Anda bisa menemukan Laporan Laba Rugi (Income Statement), Laporan Neraca (Balance Sheet) dan Laporan Arus Kas (Statement of Cash Flow).

Melalui ketiga jenis laporan itu, investor akan mendapat banyak informasi mulai dari melihat pertumbuhan laba bersih, penghasilan, arus kas, pertumbuhan ekuitas hingga margin laba perusahaan. Hanya saja satu yang patut digarisbawahi, ketiga jenis laporan di atas tidak akan memberikan penjelasan mendalam, karena cuma sekadar memberikan informasi dasar.

Supaya lebih jelas, berikut contoh dari Laporan Keuangan BBCA:

contoh Laporan Keuangan milik BCA

Dalam Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian milik bank BCA di atas, terungkap adanya penurunan aset Kas dari Desember 2019 ke Maret 2020 sebesar 2,8%. Hanya saja tidak ada yang tahu seperti apa penjelasan lengkap mengenai penyebab perbedaan aset Kas atau rincian dari aset tersebut. Hal inilah yang membuat Laporan Keuangan yang disajikan tidaklah lengkap karena banyak pertanyaan belum terjawab.

Baca juga: BAB 3. Inilah Senjata Utama Value Investor

Namun tenang saja, karena Anda mengunduh Laporan Keuangan format bebas dari emiten, keterbatasan Laporan Keuangan ini teratasi karena ada Catatan Kaki yang disediakan. Yap, dalam kolom paling kedua, terdapat informasi catatan yang dituliskan dengan angka-angka. Melalui angka-angka yang bertuliskan keterangan Catatan itulah, Anda bakal diarahkan ke halaman yang berisikan informasi lebih mendetail di lembaran khusus Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian (halaman 9-103).

Sebagai gambaran, berikut ini adalah beberapa hal yang bakal dari membaca Catatan Kaki pada Laporan Keuangan emiten:

  1. Mengetahui sumber pemasukan perusahaan
  2. Memperoleh informasi pelanggan terbesar perusahaan
  3. Mendapatkan data mendetail soal kontribusi setiap lini bisnis emiten
  4. Melihat susunan kepemilikan saham perusahaan
  5. Mengetahui pelanggan yang banyak melakukan hutang ke perusahaan (dalam kondisi ini disebut piutang)
  6. Mendapat jadwal jatuh tempo hutang jangka pendek perusahaan
  7. Melihat relasi bisnis perusahaan termasuk kondisi transaksi yang ada

5 Catatan Kaki Terpenting di Laporan Keuangan

Kendati memang dalam sebuah Laporan Keuangan format bebas yang dirilis oleh emiten ada banyak sekali lembaran-lembaran tambahan Catatan Kaki, penting bagi seorang value investor untuk memahaminya. Memang Anda harus terbiasa dengan lebih dari 50 informasi Catatan Kaki, tapi itu semua sangat penting dalam menerapkan strategi value investing.

Hanya saja karena memang tidak semua orang memiliki waktu luang untuk membaca seluruh Laporan Keuangan perusahaan, berikut ada lima Catatan Kaki terpenting yang wajib diperhatikan. Mari kita ulas satu-persatu:

1. Catatan Kaki Pendapatan Perusahaan

Seperti namanya, informasi Catatan Kaki ini sangatlah penting bagi investor agar tahu besaran penghasilan masing-masing anak perusahaan, hingga tiap produk-produk yang dihasilkan. Lewat Catatan Kaki Pendapatan Perusahaan, Anda bisa mendapatkan informasi mengenai:

  • Sumber penghasilan terbesar perusahaan
  • Trend pendapatan tiap-tiap anak perusahaan apakah mengalami kenaikan atau penurunan
  • dan lain-lain

Baca juga: 11 Daftar Saham Blue Chip Indonesia Tahun 2020

Catatan Kaki Pendapatan BCA Q1 2020

2. Catatan Kaki Segmen Operasi

Seperti namanya, Catatan Kaki segmen operasi (operation segment) akan memberikan informasi kepada investor mengenai penghasilan, beban perusahaan hingga laba bersih dari setiap anak perusahaan dan perusahaan induk tentunya. Biasanya Catatan Kaki ini disediakan untuk emiten raksasa yang memiliki lini usaha lain. Lewat Catatan Kaki segmen operasi pula, Anda bisa melakukan analisa terhadap:

  • Proporsi penjualan setiap anak perusahaan
  • Proporsi beban pokok penjualan serta beban usaha
  • Proporsi laba bersih setiap lini usaha
  • Proporti aset sekaligus liabilitas setiap anak perusahaan
Catatan Kaki Segmen Operasi BCA Q1 2020

3. Catatan Kaki Biaya Perusahaan

Bukan hanya mengetahui besaran penghasilan emiten, setiap value investor harus paham berapa besar biaya (expenses) yang membebani perusahaan. Biasanya expenses ini berkaitan dengan Cost of Goods Sold serta Operating Expenses. Lewat Catatan Kaki biaya perusahaan, Anda bisa mendapat informasi mengenai:

  • Beban sekaligus biaya terbesar perusahaan
  • Informasi kenaikan biaya perusahaan yang wajar atau tidak, beserta penjelasan jika ada biaya yang meningkat tidak wajar
  • Kalau kenaikan biaya perusahaan lebih besar daripada kenaikan penghasilan, maka keuntungan emiten berpotensi berkurang drastis
Catatan Kaki Biaya Perusahaan BCA Q1 2020

4. Catatan Kaki Utang Usaha

Hampir seluruh perusahaan memiliki hutang. Jangan anggap remeh dulu, karena hutang memberikan pengaruh pada operasional perusahaan. Untuk itulah Anda harus memahami betul Catatan Kaki utang usaha. Melalui Catatan Kaki ini, Anda sebagai investor bakal memperoleh informasi soal:

  • Jumlah besaran hutang emiten sekaligus lini usaha yang dikelola
  • Pihak ketiga yang menjadi tujuan pembayaran hutang
  • Besaran bunga pinjaman yang jadi beban emiten sekaligus waktu jatuh tempo hutang
Catatan Kaki Utang Usaha BCA Q1 2020

5. Catatan Kaki Manajemen Risiko

Jika sudah mengetahui besaran penghasilan, biaya operasional hingga hutang yang dimiliki perusahaan, maka investor haruslah tahu informasi mengenai manajemen risiko. Melalui Catatan Kaki manajemen risiko, investor akan tahu risiko-risiko yang dimiliki perusahaan. Sehingga dengan begitu, beberapa hal berikut ini bakal Anda ketahui:

Baca juga: BAB 4. Rasio Dasar Fundamental yang Wajib Diperhatikan Value Investor

  • Kemungkinan terburuk yang dialami perusahaan jika sejumlah risiko terjadi
  • Hal-hal yang dilakukan perusahaan sebagai tindakan antisipasi atas risiko terburuk
  • Analisa sensitivitas terhadap risiko yang berpeluang dialami
Catatan Kaki Manajemen Risiko

Kesimpulan

Mempelajari informasi di atas, tentu banyak di antara Anda yang bakal cukup pusing. Namun jika Anda memang ingin menjadi seorang investor sukses, harus benar-benar teliti dalam mempelajari Laporan Keuangan. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, Laporan Keuangan adalah senjata utama seorang value investor dalam berjuang di pasar modal.

Baca juga : 11 Daftar Saham Blue Chip Indonesia

Semakin paham Anda terhadap Laporan Keuangan perusahaan termasuk Catatan Kaki yang diberikan, Anda jelas akan mengetahui kinerja sebuah perusahaan serta aspek finansialnya. Dengan begitu, ketika terjadi sentimen buruk di pasar modal atau terhadap emiten yang Anda pilih, Anda tak akan kebingungan dan bisa lebih tenang. Karena Anda sudah tahu betul bagaimana fundamental perusahaan, melalui hal-hal mendetail dalam Laporan Keuangan.

Bagikan ;