Saham

Cara Beli Saham Netflix, Starbucks, Disney di Bursa Amerika

Tertarik dengan saham-saham luar negeri khususnya di Bursa Amerika? Apakah kita yang ada di Indonesia bisa beli saham Netflix, Starbucks atau Disney? Jawabannya, bisa. Lalu bagaimana caranya? Yuk teruskan membaca artikel ini!

Saat ini, menjadi bagian dari pemilik perusahaan kenamaan di hollywood menjadi semakin mudah. Sebab kita bisa membeli sahamnya meski tidak tinggal di Amerika lewat aplikasi saham online cross-border. Jika dari dulu Anda punya mimpi menjadi pemilik Netflix, Starbucks dan Disniey yang sudah mendunia. Mungkin inilah satnya untuk memulai.

Bagaimana langkahnya?

1. Membuka Rekening Saham di Broker Internasional

Sumber gambar : unsplash.com/ Joshua Mayo

Pertama-tama yang harus Anda lakukan untuk bisa membeli saham di bursa Amerika adalah membuka rekening saham di broker luar negeri. Sebab broker Indonesia tidak menyediakan layanan untuk pembelian saham selain saham-saham yang ada di Bursa Efek Indonesia.

Tapi tidak perlu khawatir. Saat ini sudah banyak kok broker-broker luar negeri yang juga melayani nasabah dari Indonesia. Untuk mendaftar kita tidak perlu bertemu, tapi cukup secara online saja. Persyaratannya pun terhitung mudah. Biasanya hanya perlu dokumen identitas, foto selfie dan selanjutnya Anda perlu mengisi kuesioner yang di sediakan.

Beberapa broker saham luar negeri yang terkenal misalnya saja :

  • Etoro
  • Interactive Broker
  • Tradestation
  • Saxo Bank
  • GoTrade
  • Tiger Securities

2. Pastikan Legalitas Brokernya Aman

Ketika proses memilih broker luar negeri Anda mungkin menemukan banyak sekali pilihan. Jangan lupa cek kembali legalitas brokernya. Apalagi broker yang kita pilih berada di luar negeri sehingga legalitas menjadi kunci bertransaksi saham dengan aman.

Lalu bagaimana sih caranya kita memastikan legalitas broker yang beroperasi di bursa USA itu aman? Setidaknya ada 2 hal yang harus Anda cek. Apakah broker tersebut sudah menjadi anggota FINRA (Financial Industry Regulatory Authority, Inc.) dan juga SIPC (Securities Investor Protection). Hm.. apakah itu?

FINRA adalah suatu lembaga yang bertugas mengatur industri finansial di Amerika. Kalau di Indonesia itu seperti OJK. Sehingga semua broker yang beroperasi di bursa efek Amerika wajib menjadi anggotanya.

Sedangkan SIPC adalah semacam lembaga perlindungan bagi investor. Di Indonesia, kita punya KSEI. Semua broker yang yang beroperasi di bursa efek Amerika juga wajib menjadi anggotanya.

Jadi untuk memastikan legalitas broker yang hendak Anda pilih, Anda harus mengecek kembali keanggotaan broker pada 2 lembaga tersebut. Gimana caranya?

Pertama, Anda bisa mengeceknya dengan melihat pada bagian bawah situs broker trsebut. Biasanya ia mencantumkan logo FINRA dan SIPC jika memang sudah menjadi anggotanya. Yang kedua, Anda bisa melakukan pemeriksaan di situs brokercheck.finra.org. Mudah bukan?

3. Cari Tahu Minimum Deposit dan Fee Transaksi

Langkah selanjutnya untuk bisa membeli saham Netflix, Starbucks dan Disney di Bursa USA, jangan lupa cek minimum deposit dan juga fee transaksinya ya. Karena berbagai sebab, mungkin banyak yang mengira kalau deposit dan fee transaksi saham di luar negeri itu sangat mahal. Padahal kenyataannya tidak seperti itu kok.

Contohnya saja Tiger Securities dan GoTrader. Broker-broker ini bahkan tidak memiliki syarat minimum deposit yang harus di setorkan saat pertama kalinya membuka rekening. Jadi kita setor ketika memang ingin membeli saham saja. Jadi kalau kesan bahwa jumlah deposit membuka rekening saham di broker luar neger itu mahal sepertinya kurang tepat.

Walaupun memang ada juga yang mensyaratkan minimum deposit, misalnya eToro dengan minimum deposit 200 USD. Tapi masing-masing broker bisa saja berbeda. Sama seperti di Indonesia.

Selanjutnya mengenai fee transaksi. Berapa fee transaksi jual beli saham di Amerika?

Menariknya, saat ini ada juga broker yang tida membebankan fee transaksi kepada nasabah alias gratis. eToro termasuk broker yang menggratiskan fee transaksi ini. Sedangkan broker-broker lainnya ada yang tetap menerapkan fee transaksi sesuai ketentuannya masing-masing. Biasanya jumlahnya tidak besar. Tapi untuk memastikannya, coba cek fee transaksi broker yang Anda minati!

Jadi mencari tahu minimum deposit dan fee transaksi ini juga baik Anda lakukan supaya bisa mengestimasi kapan dan bagaimana frekuensi pembelian saham yang lebih baik.

4. Setorkan Dana Deposit/ Untuk Beli Saham

Sumber Gambar : unsplash.com/ Tech Daily

Jika legalitas sudah oke, informasi deposit maupun fee sudah jelas dan sudah emndaftar sebagai nasabah, langkah selanjutnya adalah menyetorkan dana deposit ataupun untuk pembelian sahamnya.

Seperti membeli saham di dalam negeri, rekening nasabah dan rekening broker itu di pisah. Hal ini dilakukan demi melindungi keamanan nasabah. Oleh karena itu kita perlu menyetor sejumlah dana ke rekening broker supaya bisa bertransaksi saham.

Misalnya saja Tiger Securities, menempatkan rekening nasabah di Trust Account yang pengelolaannya di lakukan oleh Bank seperti UOB atau DBS. Kalau di Indonesia, misalnya saja Ajaib Sekuritas menempatkan rekening nasabahnya di Permata Bank. Pertanyaannya, bagaimana cara menyetorkan dananya?

Penyetoran dana di lakukan dalam bentuk mata uang asing speerti Dollar US atau Dollar Singapura. Jadi bagi kita yang mata uangnya Rupiah, harus mentransfer dari rekening Rupiah ke mata uang lain (valas). Tapi transfer uang jenis seperti ini dikenakan biaya yang umumnya cukup mahal oleh bank, biasanya sekitar $20-$30. Nah mungkin ini yang cukup memberatkan.

Tapi tidak perlu khawatir, sekarang teknologi sudah canggih. Anda bisa mencoba alternatif berikut untuk mengurangi beban biaya transfer valas!

  • Melalui aplikasi bank DBS (ada tawaran transfer valas gratis*)
  • Melalui aplikasi TransferWise, yang memungkinkan kita melakukan transfer valas namun dengan fee yang lebih murah.

5. Cek Kode Saham dan Lakukan Analisa

Baiklah sekarang saat beli saham Netflix, Starbucks dan juga Disney di bursa USA. Tapi sebelum itu cek dulu kode sahamnya!

Seperti pembelian saham di Indonesia, saham-saham di bursa Amerika juga memiliki kode sahamnya tersendiri. Nah jika kita ingin membeli saham Netflix, Starbucks dan juga Disney , ini kode saham yang perlu Anda cari.

  • Netflix : NLFX
  • Starbucks : SBUX
  • Disney : DIS

Nah dengan mengetahui kode sahamnya, kita bisa melakukan analisa kapan waktu terbaik membeli saham-saham ini. Seperti halnya broker di Indonesia, broker Internasional juga menyediakan data dan juga laporan keuangan yang lengkap agar kita bisa menganalisa kinerja dari saham incaran.

Fasilitas penyediaan data dan laporan keuangan ini bisa di akses gratis oleh para nasabah yang sudah terdaftar. Bukan hanya itu, para analis dari broker juga biasanya melakukan analisa secara mendetail terhadap suatu saham dan membagikan hasil analisanya kepada nasabah. Memang analisa-analisa ini tidak bersifat pasti, namun bisa dijadikan tambahan wawasan kita terhadap saham yang kita minati. Dengan begitu wawasan kita tentang saham akan semakin kaya dan analisa pribadi kita pun bisa semakin tajam.

Baca juga, Cara Bermain Saham Luar Negeri

Oh ya, uniknya di salah satu broker internasional sebut saja eToro, kita bisa melihat portofolio investor lain yang terbilang sudah sukses. Inipun gratis. Sehingga kita bisa mempelajarinya.

Oleh karena itu sebelum membeli saham-saham ini sebaiknya Anda manfaatkan semua fasilitas yang di berikan oleh broker. Jangan karena terlalu bersemangat dengan kemudahan akses pembelian saham luar negeti saat ini, kita jadi lupa bahwa prinsip value investing tetaplah sama. Beli selagi murah dan jual ketika mahal.

6. Lakukan Pembelian Saham

Pemilihan saham mana yang akan di beli dan analisanya sudah selesai, sekarang Anda sudah yakin ingin membeli saham Netflix, Starbucks atau Disney. Lalu berapa minimum pembelian sahamnya? Apakah sama seperti di Indonesia yang hitungannya minimal 1 Lot = 100 lembar saham?

Nah ternyata, kalau di Nasdaq atau NYSE minimal kita cukup beli 1 lembar saham saja. Bahkan di beberapa broker luar, kita juga bisa membeli saham patungan dari harga sahamnya dengan fasilitas fractional shares. Menarik ya?

Misalnya saja kita pakai contoh saham termahal AMZN (Amazon) yang saat ini mencapai USD 3.283,26/ lembar saham atau setara dengan Rp 4.696.703.430 (Rp 4,7 miliar). Wow! Mendengar harganya saja sudah bergetar. Dengan fasilitas fractional shares kita bisa patungan beli sahamnya misalnya ingin membeli saham ini dengan dana $100.

Maka porsi kepemilikan kita terhadap saham AMZN akan sesuai dengan dana yang kita berikan untuk membelinya secara fraksi. Nantinya tertulis bahwa kepemilikan saham AMZN kita nol koma sekian dari 1 lembar saham AMZN.

Baca juga, Cara Beli Saham Amazon Apple Google Facebook di USA

7. Jika Ingin Menjual Saham

Nah sekarang bagaimana kalau kita ingin menjual saham Netflix, Starbucks atau Disney yang sudah kita beli?

Sebenaranya tidak jauh berebda dengan penjual saham melalui broker yang ada di Indonesia. Anda tinggal membuka aplikasi atau situs dari broker internasional yang Anda pilih sebelumnya. Lalu masukkan harga jual dan jumlah saham yang di inginkan.

Oh ya, dalam menjual saham Anda bisa memilih opsi Market Order atau Limit order. Apa itu?

Market order intinya harga jual kita akan mengikuti harga merket pada saat kita menjualnya. Biasanya ini akan lebih cepat. Sedangkan Limit order yaitu harga jualnya disesuaikan dengan keinginan kita. Ketika harganya ada peminat dan harga nya pas barulah transaksi penjualan bisa terjadi.

Jadi sebenarnya penjualan saham luar negeri juga sama saja, begitupun saat proses penarikan uang hasil penjualan sahamnya.

8. Penarikan Uang dan Fee Transfer

Sumber gambar : unsplash.com/ Jake Allen

Uang dari hasil penjualan saham bisa di transferkan ke rekening Rupiah kita di Indonesia. Namun mungkin yang perlu di perhatikan lebih adalah soal fee-nya. Karena rata-rata biayanya cukup besar mulai dari 25 USD. Lalu bagaimana menyiasati biaya penarikan dana dari rekening nasabah kita di broker luar negeri ke rekening lokal kita?

Sebaiknya Anda tidak terlalu sering menarik uang. Tentukan kapan waktu yang tepat untuk melakukan transfer. Cara yang kedua adalah dengan membuka rekening yang sama dengan rekening nasabah dari broker yang Anda pilih. Supaya biaya lebih murah bahkan bisa juga gratis. Misalnya jika mereka menggunakan DBS, maka Anda bisa membuka rekening yang sama di Indonesia.

Penutup

Itulah cara-cara untuk membeli saham Netflix, Starbucks ataupun Disney di bursa efek USA dengan lebih mudah dan lebih murah. Kini Anda bisa menjadi bagian dari pemilik perusahaan raksasa hollywood. Selamat mencoba!

Bagikan ;
Share
Published by
Yulinda Nurlisdiana

Recent Posts

Pahami Perbedaan Antara ETF dan Reksa Dana

Baru – baru ini Bursa Efek mengeluarkan catatan transaksi investasi ETF yang mengalami peningkatan selama…

4 hari ago

Kebangkrutan Evergrande Dan Dampaknya Bagi Pasar Saham

Pasar global kembali geger dengan fenomena Evergrande yang berpotensi gagal bayar hutang perusahaan. Evergrande hari…

2 minggu ago

Mengintip Pergerakan Saham-Saham LQ45 ‘Termahal’ di BEI

Bagi Anda yang sudah terbiasa menjelajahi pasar modal seperti BEI (Bursa Efek Indonesia) misalnya, saham-saham…

3 minggu ago

Mengenal Robot Trading Yang Lagi Disoroti BAPPEBTI

Baru – baru ini Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) mengumumkan telah memblokir banyak situs…

3 minggu ago

Profil 8 Emiten Perusahaan yang Listing IPO Pada Bulan September

Pada awal September 2021, ada 8 emiten perusahaan yang baru listing IPO di Bursa Efek…

4 minggu ago

Mengkilapnya 6 Emiten Saham Perusahaan Tambang Nikel

Semakin meningkatny pasar ponsel dan laptop membuat permintaan terhadap nikel semakin tinggi. Karena baterai lithium…

1 bulan ago