Saham

Apa itu Saham Blue Chip? Ini Penjelasan Selengkapnya!

Setiap investor pastilah ingin mendapatkan keuntungan dalam investasinya. Khususnya dalam investasi saham, pertanyaan seperti, “Saham apa sih yang bagus dan layak untuk dibeli?” menjadi pertanyaan yang sering sekali ditanyakan. Biasanya saham blue chip menjadi jawaban yang umum atas pertanyaan tersebut.

Saham blue chip banyak di minati karena dianggap merupakan saham yang aman dan menjanjikan. Biasanya saham-saham blue chip di miliki oleh perusahaan besar dan baik secara fundamental. Namun benarkah demikian? Apakah saham blue chip bisa selalu menjadi pilihan terbaik dalam membeli saham?

Hal ini tentu menjadi sebuah pertanyaan besar, apalagi bagi Anda yang baru memulai investasi saham. Sebelum berinvestasi dan membeli saham tertentu, sebaiknya kita mempelajari lebih dalam mengenai berbagai istilah saham. Apalagi jika sebuah saham di di rekomendasikan untuk dibeli karena dianggap sebagai saham blue chip.

Jangan sampai kita keliru memahami istilah blue chip kemudian saat terjadi kesalahan kita baru memahami bahwa saham blue chip bukanlah seperti yang kita bayangkan. Untuk itu mari kita bahas apa sih sebenarnya saham blue chip itu, bagaimana ciri-cirinya dan cara mengetahuinya dengan mudah!

Apa itu Saham Blue Chip?

Saham blue chip biasanya di gunakan untuk menyebut saham-saham dari perusahaan yang kapitalisasi pasarnya sangat besar, memiliki pendapatan yang stabil dan juga liabilitas (hutang) yang tidak terlalu banyak. Istilah blue chip sebenarnya berasal dari istilah yang sering di pakai di kasino, dimana blue chips adalah chips dengan nilai yang paling tinggi.

Pada pengertian diatas di sebutkan bahwa saham blue chip memiliki kapitalisasi pasar yang sangat besar. Kapitalisasi pasar ini menunjukan nilai/harga sebuah perusahaan jika hendak di beli oleh pihak lain. Jadi jika kapitalisasi pasarnya besar otomatis bisa kita ketahui bahwa perusahaan tersebut adalah perusahaan dengan skala yang besar pula.

Selain itu, biasanya saham blue chip juga memiliki aspek fundamental perusahaan yang baik. Aspek-aspek inilah yang menjadi sebab mengapa saham blue chip banyak diminati para investor untuk berinvestasi. Namun menurut Elen May, yakni seorang pakar saham menyebutkan bahwa investasi pada saham blue chip bisa di pilih untuk tujuan investasi jangka panjang yakni di atas 5 tahun. Artinya, jika Anda memiliki tujuan investasi saham jangka pendek tidak disarankan membeli saham-saham blue chip.

Sebaliknya jika Anda memiliki tujuan trading jangka pendek, misalnya beberapa hari hingga beberapa bulan saja Anda bisa memilih saham-saham yang bukan blue chip. Hal ini dikarenakan saham-saham berkapitalisasi rendah biasanya lebih cepat naik sehingga bisa memberikan keuntungan lebih cepat.

Saham-saham ini bisa naik dengan range lebih dari 10% dalam sehari. Sementara saham blue chip bisa naik atau turun sebanyak 3% dalam sehari. Cukup besar bukan? Jadi, saham blue chip bisa menjadi pilihan yang baik jika sesuai kebutuhan trading kita masing-masing.

Baca juga : Saham vs Forex: Apa Persamaan dan Perbedaannya

Jika kebutuhan trading yang Anda miliki saat ini cocok dan berminat untuk membeli saham-saham blue chip, Anda perlu mengetahui bagaimana cirinya supaya bisa mengidentifikasi apakah suatu saham adalah saham blue chip atau bukan. Oleh karena itu, mari kita bahas pada poin selanjutnya!

Ciri-ciri Saham Blue Chip

Sebenarnya ciri-ciri saham blue chip secara umum telah di jelaskan dalam pengertiannya sendiri. Namun agar kita bisa lebih mudah mengidentifikasinya mari kita jabarkan lebih rinci dan mendalam. Biasanya saham-saham blue chip memiliki ciri-ciri atau karakteristik yang khas seperti berikut ini!

1. Memiliki Kapitalisasi dan Skala Bisnis yang Besar

Seperti yang telah di jelaskan dalam pengertiannya, biasanya ciri umum dari sebuah saham blue chip adalah kapitalisasi pasar yang besar. Kapitalisasi adalah harga perusahaan jika di beli oleh pihak lain yang tentunya termasuk ada modal dan aset yang dimiliki oleh perusahaan.

Hal itu juga menjadi gambaran bahwa perusahaan tersebut sudah menjadi perusahaan berskala besar. Perusahaan ini biasanya sudah beroperasi secara nasional maupun internasional. Dengan demikian perkembangan lini bisnisnya sudah sangat luas.

Baca juga : Mudah! Begini Cara Mendaftar BNI Sekuritas

Lalu berapa sih angka kapitalisasi perusahaan itu disebut besar? Ternyata kapitalisasi sebuah perusahaan disebut besar jika telah mencapai minimum Rp20 triliun ke atas.

2. Sudah Lama Terdaftar di Bursa Efek

Berbicara mengenai saham, hal ini tidak bisa lepas dari pasar modal/bursa efek di sebuah negara. Begitupun dengan saham blue chip.

Ciri-ciri yang kedua mengenai saham blue chip adalah mengenai lamanya saham melantai di bursa efek minimal 5 tahun. Mengapa hal ini bisa menjadi indikator saham blue chip? Karena, setiap semesternya BEI selalu mengadakan penilaian dan juga penilaian ulang apakah sebuah saham masih layak masuk BEI.

Oleh karenanya wajar jika ada keluar masuk saham di BEI tiap tahunnya. Jika saham tersebut masih bertahan selama minimal 5 tahun artinya saham tersebut masih masuk dalam kriteria saham yang layak di perjual belikan.

3. Memiliki Liquiditas yang Besar

Selain skala dan lamanya saham terdaftar di BEI, Anda bisa mengetahui saham blue chip dari liquiditas atau banyaknya saham yang tersebar di masyarakat. Biasanya saham dengan liquiditas yang besar menjadi salah satu ciri dari saham blue chip.

Baca juga 11 daftar saham blue chip Indonesia

Yakni dimana perusahaan melepaskan saham dengan jumlah yang besar kepada masyarakat. Hal ini memperlihatkan bahwa perusahaan telah banyak di percaya dan menghasilkan keuntungan yang memuaskan bagi investornya.

4. Kinerja dan Stabilitas Perusahaan yang Baik

Saham blue chip juga dikenal dengan kinerja dan juga stabilitas perusahaan yang baik. Hal ini dapat dilihat dari kinerja perusahaan yang berkembang selama 5 tahun terakhir melalui laporan keuangan. Jika laba perusahaan cenderung meningkat dan terus bertumbuh dari tahun ketahun. Ataupun seandainya mengalami stagnan/kerugian pada tahun tertentu maka tahun berikutnya perusahaan tersebut mampu memperoleh keuntungan kembali.

Jika kinerja dan stabilitas perusahaan artinya perusahaan memiliki kedudukan keuangan yang kokoh. Hal ini juga bisa di jadikan acuan dalam kelancaran pembayaran dividen pada para investornya.

5. Memiliki Liabilitas (Hutang) yang Tidak Besar

Dalam segi keuangan, selain keuntungan/laba yang stabil perusahaan dengan saham blue chip biasanya cenderung memiliki hutang yang tidak besar/melebihi labar. Hutang ini baik dalam bentuk matreri maupun pelayanan yang harus di bayarkan pada pihak lain dimasa yang akan datang. Dengan begitu perusahaan dapat mendapatkan keuntungan dan membayarkan dividen dengan maksimal.

6. Telah Beroperasi Selama Bertahun-tahun

Ciri lainnya yang dapat dengan mudah di identifikasi adalah lamanya perusahaan beroperasi. Walaupun tidak menjadi ciri utama, namun lama perusahaan berdiri erat berkaitan dengan kinerja dan stabilitas perusahaan. Jika perusahaan baru di didirikan, kita tentu sulit menilai aspek tersebut. Beda halnya jika perusahaan sudah beroperasi bertahun-tahun bahkan puluhan tahun lamanya.

Apalagi jika perusahaan mampu bertahan dan berkembang selama puluhan tahun. Hal ini dapat menjadi indikator bahwa perusahaan tersebut memiliki kinerja yang baik.

7. Menjadi yang Terbaik di Sektor/ Bidangnya

Perusahaan yang termasuk dalam kriteria saham blue chip biasanya merupakan perusahaan pelopor di bidangnya. Perusahaan dengan saham blue chip telah memiliki nama brand yang sangat besar di masyarakat sehingga menjadi market leader pada bidang yang digeluti. Hal ini menunjukan tingginya penetrasi pasar dan potensi keuntungan yang stabil di masa mendatang.

Untuk mengetahui hal tersebut, mudahnya Anda bisa mengadakan survey kepada masyarakat umum mengenai produk dan brand yang mereka gunakan.

Mengapa? Karena masyarakat umum merupakan konsumen yang merasakan produknya, tanpa ada kepentingan khusus selain tinggal kebutuhan dan kecocokan akan produk. Sehingga sekilaspun biasanya dapat terlihat perusahaan mana yang banyak menguasai market.

Baca juga : 1 Lot Berapa Lembar Saham? Ini Penjelasan Selengkapnya!

8. Biasanya Banyak di miliki oleh Dana-dana Besar

Ciri saham blue chip yang lain adalah sahamnya yang banyak di miliki oleh pendanaan-pendanaan besar seperti asuransi, reksadana, dana pensiun dan lain-lain. Perusahaan-perusahaan pendanaan tersebut tidak mungkin berinvestasi pada saham yang belum teruji dan terpercaya. Jadi Anda bisa menggunakan ciri-ciri ini untuk mengidentifikasi saham blue chip.

Saham Blue Chip yang Ada di BEI Tahun 2020

Predikat saham blue chip tentu bisa berubah seiring perkembangan aktual perusahaan. Oleh karena itu wajar jika setiap tahun ada perbedaan daftar saham-saham khususnya yang telah terdaftar di BEI. Bisa jadi tahun ini sebuah saham masuk dalam listing BEI tahun berikutnya atau beberapa tahun kemudian tidak. Hal ini juga berlaku bagi saham blue chip.

Maka jika kita ingin membeli saham blue chip pastikan selalu meng-update kabar saham-saham blue chip yang tersedia. Untuk tahun 2020 berikut info daftar saham blue chip yang telah terdaftar di BEI!

NoNama PerusahaanKode SahamSahamSektorTanggal Pencatatan di BEI
1Bank Central Asia Tbk.BBCA24.408.459.900Perbankan31 Mei 2000
2Bank Rakyat Indonesia (Persero)BBRI122.112.351.900Perbankan
10 Nov 2003
3
Bank Mandiri (Persero) Tbk.
BMRI46.199.999.998Perbankan14 Jul 2003
4Indofood Sukses Makmur Tbk.INDF8.780.426.500Barang Konsumsi (Consumer Goods)14 Jul 1994
5Unilever Indonesia Tbk.UNVR38.150.000.000Barang Konsumsi (Consumer Goods)11 Jan 1982
6Bukit Asam Tbk.PTBA11.520.659.250Pertambangan / Energi23 Des 2002
7Perusahaan Gas Negara Tbk.PGAS24.241.508.196Pertambangan / Energi15 Des 2003
8Astra Agro Lestari Tbk.AALI1.924.688.333Perkebunan09 Des 19977
9Jasa Marga (Persero) Tbk.JSMR7.257.871.200Infrastruktur
12 Nov 2007
10Astra International Tbk.ASII40.483.553.140Manufaktur04 Apr 1990
11United Tractors Tbk.UNTR3.730.135.136Perdagangan, Layanan, dan Investasi19 Sep 1989
12Telekomunikasi Indonesia (Persero)TLKM99.062.216.600Telekomunikasi14 Nov 1995

Itulah daftar saham blue chip dari berbagai sektor yang telah tercatat di BEI (Bursa Efek Indonesia). Apakah ada saham yang Anda minati?

Kesimpulan

Setiap saham memiliki karakteristik tertentu dan pastinya disertai berbagai konsekwensi ketika memilihnya. Termasuk juga saham blue chip. Saham-saham blue chip dapat menjadi pilihan saham yang baik dimiliki secara jangka panjang.

Dalam berinvestasi saham Anda bisa menyesuaikan kebutuhan trading dalam memilih saham yang hendak Anda beli. Memilih saham blue chip atau tidak tentu perlu alasan yang tepat. Dengan memahami apa itu saham blue chip, semoga Anda bisa lebih yakin dalam menentukan jenis saham yang Anda pilih.

Baca juga: Penting! Berikut Pengertian Indeks Saham dan Jenisnya

Bagikan ;
Share
Published by
Yulinda Nurlisdiana

Recent Posts

Profil 8 Emiten Perusahaan yang Listing IPO Pada Bulan September

Pada awal September 2021, ada 8 emiten perusahaan yang baru listing IPO di Bursa Efek…

5 hari ago

Mengkilapnya 6 Emiten Saham Perusahaan Tambang Nikel

Semakin meningkatny pasar ponsel dan laptop membuat permintaan terhadap nikel semakin tinggi. Karena baterai lithium…

2 minggu ago

7 Keunggulan Superapp Investasi Saham IPOT dari Indo Premier

Apa aplikasi favorit Anda untuk investasi saham? Tahan diri Anda untuk menyebutnya, karena kita sekarang…

2 minggu ago

Hal-Hal yang Wajib Diketahui Investor Soal Tapering Off dari The Fed

Pekan-pekan terakhir bulan Agustus 2021 ini, pelaku ekonomi global tampaknya sedang memusatkan perhatiannya pada Bank…

3 minggu ago

Ustadz Yusuf Mansur Borong 3 Emiten Saham Ini, Simak Profil Perusahannya.

Apakah Anda pernah dengar istilah Mansurmology? Ini adalah ilmu investasi yang sering dibagikan oleh penceramah…

3 minggu ago

10 Pilihan Saham Berpotensi Cuan di Akhir Agustus 2021

Bulan Agustus 2021 tanpa terasa tinggal menyisakan satu hari saja. Tentu berbagai gejolak di pasar…

3 minggu ago