Saham

9 Saham Potensial 2021, Murah, Fundamental Bagus, Versi SahamTop

Masih bingung pilih saham apa untuk menabung saham di tahun 2021 ini? Untuk Anda yang butuh rekomendasi saham, Anda sudah berada di tempat yang tepat.

Kita mungkin tahu bahwa masa pandemik di awal 2020 yang lalu mengakibatkan goncangan yang hebat untuk perekonomian dunia. Indonesia-pun tidak luput dari dampak tersebut.

Akhirnya IHSG pernah ambalas cukup dalam. Kini 1 tahun tahun berlalu setelah munculnya pandemik covid 19, ternyata per-Desember 2020 yang lalu IHSG sudah mulai membaik bahkan cukup melesat naik. Hal ini bisa tentunya membuat harga-harga saham tidak semurah pada saat IHSG turun beberapa waktu yang lalu.

Namun selain melihat harganya, sebagai investor Anda juga pasti ingin mendapatkan saham dari emiten yang memiliki fundamental yang bagus.

Mumpung masih baru masuk bulan ke dua, ada baiknya Anda mempertimbangkan beberapa saham rekomendasi yang akan kita bahas kali ini.

Karena bukan hanya menjadi bagian dari indeks LQ45, saham-saham ini juga masih termasuk murah (secara valuasi) dan punya track record fundamental yang cukup bagus.

Yuk langsung saja kita bahas, apa saja sih saham-saham yang bisa di tabung pada tahun 2021 ini?

1. BBNI

BBNI

Untuk Anda yang tertarik berinvestasi saham di sektor perbankan, kali ini saham BBNI mungkin bisa di masukan dalam list saham yang harganya masih cukup murah dengan fundamental yang tergolong baik.

Secara historis, harga saham BBNI bahkan pernah menyentuh Rp 9850/lembar pada 5 tahun terakhir (2017 dan 2019). Saat ini harga sahamnya masih Rp. 6000-an.

Artinya jika kinerja BBNI bisa kembali normal seperti pada tahun 2019, maka valuasi saat ini masih tergolong lumayan murah.

Secara PBV nilai saham BBNI adalah 1,1 yang mana hal ini wajar bagi bank besar seperti BNI. Namun jika nanti harga sahamnya turun lagi, kemungkinan investor bisa mendapatkan peluang yang cukup besar jika berinvestasi di saham BBNI ini.

Walaupun demikian, semua keputusan ada di tangan Anda. Jangan lupa untuk mengecek kembali harga saham BBNI terakhir atau saat Anda membaca artikel ini.

2. BBTN

BTN

Saham perbankan yang tergolong masih cukup murah yakni saham BBTN selama 3 tahun terakhir. Walaupun berdasarkan data EPS (Earning Per Share) nya, pada akhir tahun 2018 saham perbankan plat merah ini anjlok cukup dalam.

Pada tahun 2020 yang lalu, BBTN bisa di katakan sudah bisa pulih kembali namun tetap saja belum maksimal karena terdampak pandemik.

Harga saham BBTN per-tanggal 11 Februari 2021 adalah Rp. 1730/ lembar. Secara PBV, saham BBTN sudah di atas angka 1 namun di banding bank-bank lainnya BBTN masih lebih mending. Jika kedepan kinerja BBTN lebih baik lagi, peluang keuntungan bagi investor juga terbuka lebih besar.

3. ADRO

Jika Anda tidak ingin berinvestasi pada sektor perbankan, masih ada pilihan sektor saham lainnya.

Rekomendasi saham yang ketiga ada saham ADRO, yakni saham milik PT Adaro Energy Tbk yang bergerak di bidang pertambangan batu bara. Anda bisa memperhatikan grafik harga saham ADRO selama 5 tahun terakhir di bawah ini.

Per-tanggal 11 Februari 2021 saham ini harganya Rp 1215/ lembar. Nah, pada tahun 2018 yang lalu saham ADRO bahkan bisa menembus harga diatas Rp 2400 karena saat itu harga barubara sedang tinggi.

Saham-saham tambang seperti ini biasanya di pegaruhi oleh pergerakan harga batu bara dan tentunya kinerja perusahaannya.

Jika harga batu bara sedang turun, maka profit perusahaan akan ikut turun dan harga sahamnya juga akan ikut turun, begitupun sebaliknya.

Berdasarkan data income statementnya selama 5 tahun terakhir (2015-2020), ADRO masih tergolong cukup baik meskipun pada tahun-tahun tertentu sempat turun karena di pengaruhi fluktuasi harga batubara. Dari segi balance sheet, ekuitas ADRO masih cukup terjaga. Selain itu ADRO juga termasuk emiten yang rajin membagikan dividennya.

4. ADHI

Saham rekomendasi selanjutnya adalah ADHI. Emiten ADHI (PT Adhi Karya Tbk) bergerak di sektor konstruksi yang juga memiliki bidang usaha properti, energi, industri dan investasi.

Adhi

Berdasarkan data per-15 Januari 2021 yang lalu, saham ini bisa di katakan sudah bangkit lagi karena harganya sudah melebihi harga awal tahun 2020 dimana ketika pandemik tentunya harga saham ADHI ikut merosot.

Harga saham ADHI turun kembali ketika menjelang bulan Februari 2021 dan terakhir pada tanggal 11 Februari 2021 harga sahamnya menyentuh angka Rp. 1495/ lembar saham.

Secara fundamental selama 5 tahun terakhir, tingkat hutang ADHI terlihat cukup tinggi. Rata-rata perusahaan yang bergerak di bidang kontrsuksi biasanya memiliki hutang yang besar.

Dari segi EPS (Earnings Per Share) nya pun pada tahun 2020 yang lalu cukup anjlok. Namun pada kondisi normal misalnya pada tahun 2018-2019, EPSnya bisa di atas angka 100.

Pada pertengahan desember 2020 yang lalu, secara PBV saham ADHI berada di angka 0,81. Ini artinya masih terdiskon sekitar 20%-an.

Untuk memastikan apakah harga saham ADHI masih murah saat ini, Anda harus mengupdate pergerakan harga saham ADHI yang terbaru.

5. SRIL

Pada bidang industri tekstil, Anda bisa mempertimbangkan saham PT Sri Rejeki Isman Tbk dengan kode saham SRIL. PT Seri Rejeki Isman Tbk ini fokus mengekspor produk-produknya ke pasar luar negeri.

Saham SRIL turun cukup dalam pada Maret 2020 yang lalu hingga menyentuh Rp 121/ lembar sahamnya. Namun saat ini nampaknya SRIL sudah bergerak bangkit, karena saat ini harga saham SRIL sudah ada di angka Rp 258/ lembar (per-tanggal 11 Februari 2021).

Berdasarkan laporan net profitnya selama 5 tahun terakhir (2015-2020), baik dari revenue dan net income, marginnya memang cukup tipis di bandingkan dengan tingkat utang dari ekuitas yang di miliki.

Dari segi dividen SRIL juga termasuk kecil. Tapi ada hal yang menarik dari saham SRIL. Bisa di katakan bahwa saham ini termasuk salah satu saham LQ45 yang paling murah dan PBV-nya masih di bawah 1.

6. ELSA

Saham ELSA ini merupakan salah satu saham milik BUMN dari PT Elnusa Tbk (masih anak perusahaan Pertamina). PT Elnusa sendiri bergerak di bidang jasa minyak dan gas bumi.

Elsa

Walaupun harga sahamnya sempat anjlok hingga Rp 138/ lembar pada Maret 2020 yang lalu, saham ELSA kini sudah mulai pulih dan sahamnya mungkin bisa di bilang tidak terlalu murah lagi.

Walaupun begitu, PBV saham ELSA saat ini masih di bawah 1. Jadi masih ada kesempatan untuk para investor. Selama 5 tahun terakhir, revenue dan balance sheet dari ELSA juga cenderung selalu meningkat. Walaupun secara net profitnya tidak terlalu pesat peningkatannya.

Tapi jika ELSA mampu terus meningkatkan kinerjanya di tahun 2021 ini, maka peluang bagi investor juga bertambah tinggi. Jadi Anda perlu mempelajari lebih dalam mengenai prospek bisnis dari emiten ELSA ini.

7. INKP

INKP

Selanjutnya ada saham INKP dari PT Indah Kiat Pulp Paper Tbk. Produk-produknya sudah pasti kita kenal, mulai dari kertas dan buku tulis, kertas warna dan alat tulis lainnya.

Pada tahun 2018, saham ini menjadi saham super kencang pertumbuhannya karena bisa naik dari harga Rp 1000-an ke Rp 19.900 dalam waktu 1 tahun saja.

Pada saat masa pandemik Maret 2020 yang lalu saham ini terjun bebas ke angka Rp 3000-an/ lembar. Kini berdasarkan data tanggal 11 Februari 2021, harga saham INKP memang sudah naik di banding harga saat Rp. 14.100/ lembar.

Memang sudah tidak terlalu murah di banding bulan Maret 2020, dan secara PBV juga sudah di atas 1. Namun peluang tetap ada jika harga sahamnya turun lagi.

INKP termasuk ke dalam emiten yang bergerak di bidang komoditas sehingga kinerjanya dalam 5 tahun terakhir bisa naik turun. Begitupula dengan harga sahamnya.

8. UNTR

Rekomendasi saham selanjutnya ada saham UNTR dari PT United Tractors Tbk. PT United Tractors Tbk adalah salah satu perusahaan terbesar yang berdiri tahun 1972 dan lebih dari 50% sahamnya di miliki oleh Astra International.

Saham untr

Perusahaan ini bergerak di bidang mesin kontruksi, kontraktor pertambangan, industri kontruksi dan pertambangan dan juga energi.

Jika di lihat dari historis pergerakan harga saham selama 5 tahun terakhir, harga saham UNTR sempat mencapai Rp 39.200/ lembar pada tahun 2018.

Sementara per tanggal 11 Februari kemari sahamnya ada di harga Rp 23.500/ lembar. Jika dilihat dari data income statementnya, baik revenue dan net incomenya cenderung sellau naik walaupun pada tahun 2020 turun karena terdampak pandemi.

UNTR merupakan salah satu saham yang menarik karena termasuk perusahaan pertambangan yang beragam dan termasuk perusahaan besar yang bagus.

\Selain itu UNTR juga cukup rajin membagikan dividen yang cenderung naik dari tahun ke tahun. Walaupun secara PBV sudah di atas 1, namun UNTR masih cukup menarik jika kita mencermati berdasarkan kinerjanya.

9. ASII

Terakhir, ada saham ASII. Saham ini sudah pernah di bahas secara detail mulai dari sejarah dan juga beberapa aspek fundamentalnya di artikel sebelumnya. ASII merupakan kode saham milik PT Astra International Tbk.

Seperti yang kita ketahui, bahwa Astra ini adalah grup bisnis raksasa yang memiliki banyak sekali sub bidang bisnis.

Secara historis, selama 5 tahun terakhir harga saham astra ini ada di angka Rp 8000-an sementara saat ini harga sahamnya masih berkisar Rp 5.850/ lembar (Per-11 Februari 2021). Anda bisa melihat pergerakan harga saham ASII pada garfik di bawah ini.

ASII

Nampaknya kesempatan bagi para investor masih terbuka lebar. Perusahaan blue chip ini memiliki revenue yang tinggi yank di atas Rp. 200 triliun dan tingkat utangnya masih terjaga.

Namun untuk Anda yang tertarik dengan saham ASII ini, perlu di ingat bahwa analisis ASII akan cukup kompleks karena revenue dan net profitnya adalah hasil gabungan dari seluruh anak perusahaan Astra.

Kesimpulan

9 Rekomendasi saham diatas di pilih berdasarkan harga valuasi yang masih murah dan fundamental yang baik. Namun Anda harus melakukan pemeriksaan dan mempelajari kembali mengenai bisnisnya secara detail serta laporan keuangan dari emiten yang menarik bagi Anda pada waktu membaca artikel ini. Karena bisa jadi terjadi perubahan data yang cukup signifikan. Itulah beberapa saham yang mungkin bisa Anda pertimbangkan untuk di tabung di tahun 2021 ini, semoga Anda bisa mendapatkan investasi saham terbaik.

Bagikan ;
Share
Published by
Yulinda Nurlisdiana

Recent Posts

Profil 8 Emiten Perusahaan yang Listing IPO Pada Bulan September

Pada awal September 2021, ada 8 emiten perusahaan yang baru listing IPO di Bursa Efek…

5 hari ago

Mengkilapnya 6 Emiten Saham Perusahaan Tambang Nikel

Semakin meningkatny pasar ponsel dan laptop membuat permintaan terhadap nikel semakin tinggi. Karena baterai lithium…

2 minggu ago

7 Keunggulan Superapp Investasi Saham IPOT dari Indo Premier

Apa aplikasi favorit Anda untuk investasi saham? Tahan diri Anda untuk menyebutnya, karena kita sekarang…

2 minggu ago

Hal-Hal yang Wajib Diketahui Investor Soal Tapering Off dari The Fed

Pekan-pekan terakhir bulan Agustus 2021 ini, pelaku ekonomi global tampaknya sedang memusatkan perhatiannya pada Bank…

3 minggu ago

Ustadz Yusuf Mansur Borong 3 Emiten Saham Ini, Simak Profil Perusahannya.

Apakah Anda pernah dengar istilah Mansurmology? Ini adalah ilmu investasi yang sering dibagikan oleh penceramah…

3 minggu ago

10 Pilihan Saham Berpotensi Cuan di Akhir Agustus 2021

Bulan Agustus 2021 tanpa terasa tinggal menyisakan satu hari saja. Tentu berbagai gejolak di pasar…

3 minggu ago